Berbagi cahaya

Hari ini Bapak Jokowi sedang berada di Brisbane, Australia. Beliau sedang mengikuti pertemuan para pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok G-20. Tetapi saya tidak berbicara mengenai Pak Jokowi, juga tidak mengenai pertemuan yang diikuti. Saya ingin berbicara mengenai Mother Teresa dari Calcuta.
Lho apa hubungannya?
Beberapa tahun yang lalu, sudah lama pastinya, saya tidak ingat. Mother Teresa mengunjungi suster-susternya yang melayani orang-orang asli Australia. Suatu hari dalam kunjungannya, dia bertemu seorang pria tua yang sangat miskin. Bukan hanya miskin, lelaki itu juga terkucil dari lingkungannya.
Melihat kondisi lelaki tua tersebut, Mother Teresa tergerak untuk membantu.
"Maukah, Bapak, kalau rumahmu kami bersihkan, pakainmu kami cuci, dan kami buatkan tempat tidur yang layak?" Tanya Mother Teresa.
"Tidak!" Jawab lelaki itu.
"Tidak perlu. Saya sudah nyaman dengan seperti ini." Kata lelaki itu menambahkan.
"Benar, Bapak sudah nyaman dengan hidup seperti ini, tetapi kalau Bapak mengijinkan kami membersihkan rumah ini, Bapak akan jauh lebih baik."
Akhirnya lelaki tua tersebut mengijinkan Mother Teresa dan suster-susternya membersihkan rumahnya. Saat membersihkan rumah tersebut, mereka menemukan sebuah lampu yang terbungkus debu. Setelah mereka membersihkan lampu tersebut, mereka baru menyadari bentuk aslinya. Lampu yang indah sekali.
"Mengapa lampu ini tidak dinyalakan? Dan sepertinya, lampu ini sudah tidak dipakai sekian tahun lamanya." Tanya Mother Teresa.
"Untuk apa saya harus menyalakan lampu. Tidak ada seorangpun yang mengunjungi aku." Jawab lelaki itu ketus.
"Baiklah. Tetapi maukan Anda berjanji untuk menyalakan lampu ini pada malam hari kalau suster-susterku mengunjungi engkau?" 
"Tentu saja aku akan menyalakannya."

Peristiwa sudah lama berselang. Mother Teresa sudah lupa akan periatiwa itu, akan lelKi itu. Sampai ia mendapat sebuah surat dengan pesan yg singkat.
"Sampaikan pada sahabatku. Lampu yang dia nyalakan dalam hidupku, sekarang ini terus bersinar."

Sahabat.
Sebenarnya saya hendak berbicara apa?
Saya ingin berbicara soal talenta. Kita semua diberi karunia yang berbeda, yg kita kenal sebagai talenta.
Mari kita gunakan. Bukan kita tanam. Menggunakan talenta yg paling baik adalah yang membuat hidup org lain kembali bersinar dan terus bersinar.

Salam

Comments