Drama kehidupan…. Encounter the Cross (day 40)

40 days Lenten Journey


Hari ini, Minggu Palma, seluruh Gereja mengenangkan saat Yesus memasuki kota Yerusalem dan disambut oleh seluruh rakyat dengan meriah. Mereka mengalaskan pakaian, mengangkat daun-daun dan bersorak, HOSANNA… HOSANNAAAA…..
Kalau ini diperankan akan sangat menarik, anak-anak sangat senang, tetapi kalau direnungkan lebih jauh, kisah ini sangat menyayat hati. Bukan tentang Yesus tetapi tentang orang-orang, tentang kita, Anda dan saya.

Saya melihatnya seperti sebuah drama kehidupan yang menyayat hati. Mungkin sekelas sinetron. Sinetron yang amat sulit ditebak alur dan akhirnya. Mengapa demikian? Mari kita lihat saja apa yang terjadi.
Orang-orang yang pada awal bersorak hosanna, memuja dan memuji Yesus sebagai raja, mereka pulalah yang nantinya berteriak dengan amarah, SALIBKAN DIA… SALIBKAN DIAAAA…..

Saya tidak perlu bercerita panjang lebar, karena ini sebuah kisah nyata, bukan kisah siapa-siapa, tetapi kisah tentang saya. Saya tidak berani berkata bahwa ini adalah kisah Anda.
Saya itu mirip sekali dengan orang-orang itu. Di satu sisi, di satu waktu saya bisa bersorak gembira memuja dan memuji-Nya luar biasa. Tetapi di lain waktu saya menimpakan salib yang berat di pundak Yesus dengan dosa-dosa saya. Di satu sisi saya menangis karena dosa, di lain waktu masih bisa tersenyum dengan segala dosa yang sama. Saya sungguh seperti orang-orang itu. Munafik tiada terkira. Kurang ajar tiada ternalar.

Seperti yang saya sampaikan, kisah hari ini tidak perlu dibahas dengan sangat panjang. Lebih baik waktu yang ada kita pakai untuk bermenung, menata hati dan diri untuk bertobat agar  di kemudian hari tidak melukai hati Tuhan lebih dalam lagi.

Apalagi mulai besok sudah masuk minggu suci. Masa yang istimewa yang diberikan oleh Gereja untuk masuk ke dalam misteri Tuhan lebih intim, lebih dekat. Maka untuk masa pekan suci, saya ingin masuk lebih dalam dalam misteri Tuhan dengan merenungkan 7 ucapan terakhir Yesus.

Salam,
Hong Kong 9 April 2017

Comments