<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266</id><updated>2012-02-16T11:16:43.123-08:00</updated><category term='murah hati'/><category term='kecelakaan'/><category term='Petrus'/><category term='Melbourne'/><category term='crown'/><category term='out door mass'/><category term='Bersama Allah'/><category term='lectio divina'/><category term='derita'/><category term='DEMPO'/><category term='panggilan'/><category term='Israel'/><category term='senja'/><category term='tahu batas'/><category term='memaafkan'/><category term='kebangkitan'/><category term='rekoleksi KKI'/><category term='berdoa'/><category term='keheningan'/><category term='berserah'/><category term='rencana Tuhan'/><category term='flinders'/><category term='kesederhanaan'/><category term='persiapan diri'/><category term='memercayai'/><category term='membebaskan'/><category term='puasa'/><category term='terlambat'/><category term='hidup membiara'/><category term='perintah Tuhan'/><category term='Cafe Rohani'/><category term='merenung'/><category term='kasih Allah'/><category term='pesta pora'/><category term='Godaan'/><category term='murid'/><category term='saksi'/><category term='pertemuan'/><category term='daftar ayat kasih'/><category term='kudus'/><category term='motivasi'/><category term='bertobat'/><category term='luka'/><category term='bersyukur'/><category term='correctio fraterna'/><category term='meditasi'/><category term='waris'/><category term='kematian'/><category term='syukur'/><category term='elia'/><category term='romo waris'/><category term='suara'/><category term='memberi'/><category term='keluarga'/><category term='keinginan'/><category term='malam hari'/><category term='Ruah'/><category term='penyembuhan'/><category term='Elisabeth'/><category term='rosario'/><category term='Devosi'/><category term='suami istri'/><category term='semangat'/><category term='bangga'/><category term='kesempatan'/><category term='mengenal Allah'/><category term='of Mine'/><category term='ekaristi'/><category term='ugahari'/><category term='yosef'/><category term='salib'/><category term='mandiri'/><category term='rencana manusia'/><category term='pedas'/><category term='arsip'/><category term='rendah hati'/><category term='mengikut Yesus'/><category term='gugur'/><category term='kemurnian hati'/><category term='Iman'/><category term='bapa kami'/><category term='kesedihan'/><category term='mengasihi'/><category term='hening'/><category term='angelic dolly pudjowati'/><category term='Tuhan'/><category term='dukungan'/><category term='musa'/><category term='seminari'/><category term='refleksi'/><category term='kelemahan'/><category term='perubahan'/><category term='kontemplasi'/><category term='ketenangan'/><category term='natal'/><category term='foto'/><category term='taman'/><category term='penebusan'/><category term='tenang'/><category term='pertobatan'/><category term='waktu'/><category term='pemuridan'/><category term='pundak'/><category term='bersandar'/><category term='surat'/><category term='teladan'/><category term='Hadiah'/><category term='kesejukan'/><category term='diri sendiri'/><category term='martir'/><category term='sahabat'/><category term='ulang tahun'/><category term='drama musikal'/><category term='takut'/><category term='hidup'/><category term='kekuatan'/><category term='berita'/><category term='rabu abu'/><category term='Yesus'/><category term='jumat agung'/><category term='rutinitas'/><category term='kebahagiaan'/><category term='percaya'/><category term='pendalaman iman'/><category term='perhatian'/><category term='valentine'/><category term='cinta'/><category term='Doa'/><category term='istirahat'/><category term='gelisah'/><category term='amal'/><category term='tujuan'/><category term='menjadi imam'/><category term='berbagi.'/><category term='kasih sayang'/><category term='Ateis'/><category term='Maria'/><category term='mengunyah'/><category term='kompasiana'/><category term='KaRMeL'/><category term='Journey'/><category term='dosa'/><category term='indera'/><category term='materi'/><category term='pengalaman pahit'/><category term='rahmat Tuhan'/><category term='obituari'/><category term='mendung'/><category term='Percik'/><category term='diskusi'/><category term='kehidupan'/><category term='Curhat'/><title type='text'>ngopi bareng</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>154</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-526663819617117357</id><published>2012-01-15T04:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T04:20:29.402-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='murid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemuridan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romo waris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengikut Yesus'/><title type='text'>Langkah Baru</title><content type='html'>&lt;p class="p1"&gt;Damai Tuhan&lt;/p&gt;&lt;p class="p2"&gt;&lt;span class="s1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Teman-teman terkasih. Sudah tahun baru, bahkan sudah melangkah di hari kelimabelas. Tentu sudah tidak sangat baru kalau saya menandai tulisan ini dengan judul langkah baru. Toh tidak mengapa, karena ini adalah tulisan pertama di tahun yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Tulisan ini saya dasarkan pada Injil hari ini, Minggu 15 Januari 2012. Kisah mengenai Yesus yang memilih murid-murid-Nya yang pertama. Ada banyak hal bagus di sana. Setidaknya ada tiga yang bisa saya gagas. Namun hanya satu yang akan saya bagikan kepada kalian secara lebih panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Bagian pertama dalam Injil Yohanes 1:35-42 itu berkisah mengenai Yohanes Pembaptis yang menunjuk Yesus. Dia menunjukkan Yesus sebagai ‘Anak domba Allah’ kepada para muridnya. Spontan dua murid Yohanes pergi mengikuti Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Bagian kedua, Yesus yang diikuti oleh dua orang murid Yohanes bertanya, ‘apakah yang kamu cari?’ atau ‘What do you want?’ kemudian mereka menjawab, ‘Guru, di manakah Engkau tinggal?’ Yesus tidak menjawab di sini atau di sana. Yesus mengajak mereka untuk melihat sendiri. ‘Come and see’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Bagian ketiga, dua murid tadi, yang oleh penginjil disebut sebagai Andreas, membagi pengalaman melihat tempat tinggal Yesus kepada saudaranya. Andreas mengatakan kepada saudaranya, Petrus, ‘kami telah menemukan Mesias’. Kegembiraan dan sukacita karena menemukan Allah dibagikan kepada sesama, mulai dari yang terdekat, yaitu keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Teman-teman terkasih. Saya ingin sedikit mendalami bagian kedua. Pertanyaan Yesus kepada dua orang yang mengikutinya itu sangat menarik bagi saya. “Apakah yang kamu cari?” Pertanyaan ini seolah diberikan kepada saya. Apakah yang saya cari dalam mengikuti Yesus. Dan saya menemukan ada banyak hal yang memalukan. Yaitu, sesuatu yang tidak penting sama sekali. Saya mengikuti Yesus tetapi saya mencari diri saya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Saya seperti Andreas yang ditanya oleh Yesus, ‘Waris, kamu mengikuti Aku, apakah yang kamu cari?’ Saya tidak bisa langsung menjawabnya. Saya seperti tertohok dan menjadi malu kemudian. Ya, saya menjadi malu karena yang saya cari bukan Yesus semata. Sering yang saya cari adalah kesembuhan, juga barang-barang. Saya ingin ini dan itu. Saya mau ini atau itu. Saya tidak benar-benar hanya menginginkan Yesus. Di sinilah saya menajdi malu ketika Yesus bertanya apakah yang saya cari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Teman-teman, bagaimana dengan kalian? Apakah yang kalian cari ketika mengikuti Yesus? Kalau kalian juga masih bingung tentang apa yang kalian cari, mari kita ikuti para murid ini. Mereka ingin melihat di mana Yesus tinggal. Kemudian mereka ingin tinggal bersama dengan Yesus. Ya, tinggal bersama Tuhan, itulah yang mendasar bagi setiap pribadi yang mengikuti Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Berjumpa, melihat tempat tinggalNya dan tinggal bersamaNya, itu sudah sangat cukup. Buktinya Andreas. Pengalaman sejenak bersama Yesus telah mengobarkan hatinya untuk membawa saudaranya kepada Yesus. Intinya, pengalaman bersama Yesus itu sudah sangat cukup. Ketika kita belum merasa cukup, itu satu tanda kalau kita belum benar-benar bersama Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Kesadaran baru dalam mengikuti Yesus. Kesadaran akan apa yang kita cari, bisa menjadi langkah baru di tahun yang baru ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Tuhan memberkati,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p2"&gt;&lt;span class="s1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="p3"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Romo Waris&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-526663819617117357?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/526663819617117357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=526663819617117357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/526663819617117357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/526663819617117357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2012/01/langkah-baru.html' title='Langkah Baru'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-9126630069344084353</id><published>2011-11-23T15:34:00.000-08:00</published><updated>2011-11-23T15:35:38.149-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertobatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perubahan'/><title type='text'>Movember</title><content type='html'>&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;&lt;div class="im" style="color: rgb(80, 0, 80); "&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Memasuki bulan November, banyak poster bertuliskan MOVEMBER. Saya tidak tertarik untuk mengetahui apa dasar pemikiran tema movember tersebut. Hanya saja, kata tersebut langsung berbicara dua hal bagi saya. Pertama adalah kata move, dan yang kedua adalah kata remember. Maka saya menyimpulkan bahwa November itu adalah saat yang tepat untuk berpindah dan mengenang.&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman. Kesimpulan saya tersebut adalah hasil otak atik gatuk pemikiran hasil melihat poster-poster bertuliskan movember. Tetapi saya memang memiliki pemikiran dengan berpindah dan mengingat. Berpindah, kata ini terdengar kaku dan kurang nyaman. Maka saya akan mengganti dengan kata berubah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Orang bijak mengatakan bahwa, dalam dunia ini selalu ada perubahan. Tidak ada yang benar-benar abadi. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Mereka yang tidak mau berubah akan digilas oleh perubahan itu sendiri. Tidak ada tempat yang nyaman bagi seseorang yang sungguh ingin bertumbuh dan berkembang. Meraka harus siap berubah, dan meninggalkan tempat yang nyaman untuk bersarang. Terkadang dibutuhkan hati yang cukup rendah hati untuk memahami perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Di sini saya bisa memahami ketika Yesus mengatakan bahwa kalau kita mau mengikuti Dia kita harus siap dengan segala ketidaknyamanan. Dia membandingkan bahwa burung memiliki sarang dan serigala memiliki liang, tetapi Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepalanya. Sebuah tantangan bagi para pengikutnya, bahwa untuk mengikuti Dia harus siap berpindah setiap saat, berubah. Tidak ada kenyamanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Tentu saja bukan sekadar berubah. Perubahan itu haruslah sesuai dengan rencana Allah sendiri. Mengapa demikian? karena kita adalah anak-anak Allah. Kita ada dan bertumbuh sebagai sebuah keluarga, keluarga anak-anak Allah. Maka apapun yang kita upayakan haruslah sebuah cara meluhurkan nama-Nya. Bagaimana kita sungguh bisa memahami bahwa apa yang kita kerjaan adalah sebuah upaya meluhurkan nama-Nya dan meluhurkan nama kita sendiri? kerapkali jawabannya adalah sederhana. Ketika kita kerap merasa sakit hati, tidak puas, kecewa, dengan apa yang dibuat oleh orang lain, atau bahkan oleh diri kita sendiri; itu adalah sebuah tanda sederhana kalau kita tidak mencari Tuhan. Kita mencari kemegahan diri kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Hal demikian kerap muncul dalam pelayanan, dalam komunitas, dalam hidup beragama. Para pemimpin berkelahi. Para sesepuh saling memaki dan menuduh. Tidak jarang bahwa alasan mereka berkelahi didasarkan pada apa yang suci, pada sebuah pemikiran luhur. Namun karena kurangnya kerendahan hati, niatan luhur itu menjadi luntur dan kabur, karena yang dikejar adalah sekadar hiburan. Sekadar sesuatu yang menyenangkan hati kita sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Sebuah usaha memuliakan Allah hanya akan terwujud jika dalam setiap pelayanan dan pertumbuhan, kita hanya memikirkan Allah. Entah kita mendapat pujian atau tidak, niat baik diterima atau tidak, sebuah kegiatan berjalan baik atau tidak; tidak membuat kita kecewa dan sakit hati. Karena memang kita tidak mencari pujian dan kebesaran diri. Yang kita cari adalah cinta Allah. Segala macam pelayanan adalah jalan sederhana untuk sampai kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Maka MOVE bagi saya adalah sebuah langkah awal untuk bisa memahami kehendak Allah. Memahaminya dan berani mengambil langkah untuk berubah dan pada akhirnya berbuah.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Bagian kedua adalah REMEMBER. Ya, bulan November adalah bulan untuk remember, untuk mengingat, dan bertobat. Mengingat kerabat dan sahabat yang telah berpulang ke hadirat-Nya. kita mengenangkannya seraya kita sendiri bertobat. Kita ingat akan segala kedosaan kita, dan mau berubah dan kembali kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Kerapkali ini tidak mudah. Mengapa demikian, karena kita tidah pernah melakukan tindakan mengingat. Mengingat setiap tindakan, apakah ada yang melukai Tuhan atau tidak. Mengingat untuk kemudian bertobat. Sebuah pertanyaan sederhana adalah, kapan terakhir kali kita masuk ruang pengakuan dosa untuk mengaku dosa?&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Tentu pertanyaan ini yang bisa menjawab adalah diri kita sendiri. Menurut pengalaman saya, saya jarang menerima pengakuan dosa orang-orang yang sudah berumur. Mungkin orang-orang tua memilih mengaku dosa kepada romo yang sudah berumur juga. Pengalaman lain ialah, semakin lama seseorang tidak mengaku dosa, mereka biasanya kesulitan meyebutkan dosa-dosanya. Maka saya memiliki guyonan, semakin lama seseorang tidak mengaku dosa, ia semakin suci. Karena mereka kesulitan mengidentifikasi dosa-dosa sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Itu hanya guyon, tetapi yang benar adalah, semakin lama seseorang tidak mengaku dosa, mereka semakin lemah untuk membedakan mana tindakan dosa dan mana yang bukan. Kepekaan suara hati semakin melemah. Maka semua tindakan dirasa baik dan tidak melawan Allah. Maka remember, bagi saya memiliki arti yang bukan sekadari mengingat, tetapi juga bertobat. Mengingat segala kelemahan diri dan kembali berpaling kepada Allah.  &lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Movember kemudian bagi saya memili arti saat untuk berubah dan bertobat. Saat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Apalagi kita sedang memasuki masa Adven, saat menyiapkan kelahiran Yesus. Semoga kita memiliki hati yang cukup bersih untuk menyambut kedatangannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Tuhan memberkati.&lt;/div&gt;&lt;div class="gmail_quote" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgba(255, 255, 255, 0.917969); "&gt;Romo Waris,O.Carm&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-9126630069344084353?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/9126630069344084353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=9126630069344084353' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/9126630069344084353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/9126630069344084353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/11/movember.html' title='Movember'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-2771468312309095291</id><published>2011-10-29T16:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T16:46:44.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ateis'/><title type='text'>Aku percaya akan Tuhan...</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.296875); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.230469); -webkit-composition-frame-color: rgba(77, 128, 180, 0.230469); "&gt;&lt;i&gt;Halo Romo Waris,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Apa kabar? Semoga baik. Ini topik kendimu untuk mudikalink bulan depan Romo. Kalau bisa di jawabnya tolong tidak lebih lambat dari tgl 25 ya Romo.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sekarang, di komunitas-komunitas dan negara-negara yang boleh dibilang lebih "progresif" dan "sekular" seperti negara-negara Barat, banyak orang apalagi anak-anak muda yang tidak memiliki agama atau kata lainnya adalah "ateis"/"free thinker". Orang-orang yang tidak memiliki agama ini tidak mempercayai adanya Allah dan perbedaan pikiran ini seringkali membuahkan masalah. Dari pengalaman saya sendiri, saya pernah menjumapi beberapa umat Katolik yang mengatakan bahwa orang-orang ateis tidak memiliki arahan dalam hidup dan lebih memungkinkan bagi mereka untuk terjerumus ke jalan yang salah. Sebaliknya beberapa kaum ateis mempunyai opini yang kuat bahwa banyak penganut agama itu arogan dan radikal. Sebagai seorang Romo, apa pendapat Romo tentang ateisme? Apakah benar mereka tidak mempunyai arahan hidup? Haruskah kita mengenalkan agama kita ke mereka dengan lebih dalam? &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;.....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hallo Maureen, terimakasih atas emailmu. Kali lalu kamu menanyakan soal homoseksualitas, dan sekarang soal ateisme. Sebuah tema yang sangat mendalam. Cukup lama saya merenungkan tema ini agar bisa menulisnya dengan sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tema yang kamu ajukan ini juga diajukan oleh beberapa teman muda yang lain. Intinya ada kegelisahan. Kegelisahan akan Tuhan. Sesuatu yang baik, kalau dilihat dari kacamata pencarian kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku bercerita sedikit mengenai Santa Edith Stein. Dia perempuan hebat yang terus mencari kebenaran. Pada usia 15 tahun ia menyatakan diri sebagai ateis. Padahal keluarganya adalah penganut Yahudi yang taat. Edith kecil merasa tidak menemukan 'something' dalam aktivitas keagamaan dalam Yahudi. Dia memutuskan untukntidak memercayai adanya Tuhan. Dia mulai mencari dia manakahnkebenaran itu,mdan seperti apakah kebenaran itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai menamatkan pendidikan menengah,mdia melanjutkan kuliah psikologi.mdia berpikir bahwa psikologi akan membantunya menemukan kebenaran. Ternyata dia tetapntidak menemukannya. Makandia pindah jurusan kuliah. Dia sekarang belajar filsafat. Dia berharap bahwa filsafat bisa menuntunnya menemukan kebenaran. Dia selesaikan hingga meraih doktor, toh kebenaran belum ia temukan. Hingga suatu saat ia menginap di rumah temannyabyang sedang pergi berlibur. Di perpustakaan pribadi temannya itu ia membaca buku autobiografi santa Teresia Avilla. Dia baca buku itu dari sore hingga pagi. Selesai membacanya ia menutup buku itu seraya berkata, 'ini kebenaran'. Dia menemukan kebenaran dalam diri Yesus. Maka dia mulai mempelajari agama Katolik, lalu masuk menjadi suster, dan akhirnya meningga sebagai martir tahun 1942. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Munculnya ateisme&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ateisme muncul karena manusia gagal memahami Allah. Manusia berusaha mengerti Allah namun tidak dapat. Maka mereka memutuskan untuk tidak memercayai Allah lagi. Kelompok ini berpikir bahwa karena Aalah tidak bisa dijelaskan, tidak bisa dipahami, maka Allah itu tidak ada. Mereka memiliki prinsip bahwa sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan nalar adalah tidak ada. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi saya pemahaman semacam ini cukup naif. Karena ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat, tetapi ada. Saya beri gambaran 'cinta'. Cintanitu ada. Tetapi bagaimana wujudnya, bagaimana dayanya, tidak bisa kita nalar. Ia tidak bisa kita raba, tidak bisa kita dengar,mtidak bisa kita rasa. Tetapi dia ada. Cinta bisa dialami. Orang bisa jauh cinta. Orang akan mampu memahami realitas cinta itundalam relasi dengan sesama. Demikianpun Tuhan Allah. Kita bisa merasakan kehadiran dan keberadaan-Nya dalam relasi dengan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal kedua mengapa seseorang mulai meninggalkan Tuhan dan agama, karena mereka kecewa dengan sikap para pengikut Tuhan/pemeluk agama. Seperti yang kamu sampaikan, banyak para pemeluk agama itu bersikap arogan. Sehingga membuat banyak orang kecewa atau sakit hati. Atau misalnya banyak para pengikut Tuhan yang sikap dan perilakunya bertentangan dengan ajaran Tuhan, sehingga membuat banyak orang enggan memercayai Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu sikap ini juga kurang dewasa. Karena perilaku yang kurang baik dari para penganut Tuhan, bukanlah akibat dari tiadanya Tuhan. Itu hanyalah sebuah alasan yang dicari untuk meninggalkan Tuhan. Karena pada dasarnya relasi manusia dengan Tuhan adalah relasi pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal lain adalah faktor kesabaran. Banyak orang menjadi ateis karena kurang sabar. Ya, salah satu perbedaan antara orang percaya kepada Tuhan dengan orang ateis adalah soal kesabaran. Orang yang percaya kepada Tuhan biasanya lebih menghargai proses layaknya evolusi. Sedangkan orang ateis lebih menyukai sesuatu yang serba cepat, arti lainnya revolusi. KarenanTuhan dipandang lambat, maka banyak orang mulai meninggalkan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Arahan hidup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika berbicara soal arahan hidup, kita berbicara mengenai sebuah titik akhir dari kehidupan. D sinilah juga terdapat satu perbedaan besar antara orang ateis dan bukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka yang percaya kepada Tuhan biasanya memercayai adanya kehidupan setelah kematian. Di mana kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Kmatian hanyalah peralihan dari kehidupan yang sementara ke kehidupan yang kekal. Arahan hidup di sini mencakup seluruh kehidupan, bukan hanya kehidupan di alam fana, tetapi juga kehidupan di alam baka. Nah, di sinilah kaum ateis tidak memiliki gambaran akan kehidupan setelah kematian. Karena bagi orang yang percaya kepada Tuhan, kehidupan setelah kematian adalah persatuan dengan Tuhan. Sedangkan orang ateis tidak percaya kepada Tuhan, maka ia juga tidak akan mengalani proses persatuan dengan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adanya harapan akan kehidupan yang lebih baik di alam nanti. Aanya kebahagiaan kekal bersama Tuhan, membuat seseorang hlebih terarah hidupnya. Inilahi yang dimaksud arahan hidup. Di mana ada penuntun bagi seseorang untuk masuk ke dalam persatuan dengan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penutup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Paparan yang saya buat ini sifatnya masih sangat mendangkal. Ada banyak keberatan yang bisa diajukan, dan ada banyak diskusi yang masih bisa dilakukan. Namun satu hal yang pasti, hasil diskusi tidak akan membuat Tuhan serta merta ada atau tidak ada. Karena apa yang tidak ketahui belum tentu tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-2771468312309095291?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/2771468312309095291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=2771468312309095291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2771468312309095291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2771468312309095291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/10/aku-percaya-akan-tuhan.html' title='Aku percaya akan Tuhan...'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-2306340675595424430</id><published>2011-09-01T20:44:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T20:45:31.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun'/><title type='text'>Hari ini Saya Berulang tahun</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Konfrater terkasih dan para sahabat yang dikasihi Tuhan. Hari ini saya berulang tahun. Sebenarnya biasa saja, tetapi menjadi berbeda karena budaya dan lingkungan yang menghidupinya membuat ulang tahun memiliki sebuah makna yang lebih. Hari ini, juga hari ini di tahun yang silam, saya senantiasa menemukan kasih Tuhan yang luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dulu, sewaktu saya masih kecil dan remaja, simbok menyiapkan segala macam untuk ulang tahun saya. Meskipun saya sebut segala macam, menu utama ulang tahun di masa kecil saya adalah soto. Soto ayam. Dan selalu soto ayam. Tidak pernah berubah, bahkan sampai saya besar dan lama meninggalkannya. Kalau pulang selalu disambut soto ayam. Maka sekarang saya juga merayakan ulang tahun dengan soto ayam. Sebagai kenangan akan simbok tentu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;O iya, perayaan ulang tahun di masa kecil saya itu sebenarnya mototon banget. Acaranya selalu sama. Mulai dari saya mulai mengingat sampai saya meninggalkan kampung. Bapak saya akan mengundang warga lingkungan untuk datang ke rumah. Biasanya jam 7 malam. Diawali dengan doa bersama, semacam ibadat sabda dan ditutup makan bersama. Seperti yang saya katakana, menunya selalu sama. Soto ayam. Selesai makan biasanya mereka pulang dengan memberi selamat kepada saya. Begitu terus setiap tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian saya masuk seminari. Di sini perayaan ulang tahun selalu ingin saya hindari. Sungguh menderita merayakan ulang tahun di seminari. Teman-teman selalu menyiram dengan berbagai macam cairan. Benar-benar remaja. Meski demikian hari itu juga selalu meninggalkan kenangan, karena romo rektor akan memberi hadiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kejutan dan terkadang ‘dikerjain’ sungguh saya rasakan di hari ulang tahun saya di tahun pertama novisiat. Romo Magister dengan teman-teman novis, membuat kejutan dengan menulis surat. Kebetulan ada konfrater yang tulisannya agak susah dibaca. Tulisannya sungguh mirip dengan cewek di SMA yang pernah saya dekati. Hahaha, dimulailah kejutan itu. Romo Anton sebagai Magister marah-marah karena surat tersebut. Tentu saja itu hanya acting belaka, namun saya gemetaran bukan buatan. Baru sebulan di novisiat sudah mendapat surat dari cewek. Demikian kata beliau. Setelah membuka surat dan membca isinya baru lega. Ternyata itu ucapan selamat dari teman-teman novis. Huhhh, itu benar-benar hadiah ulang tahun yang masih saya ingat hingga kini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selebihnya, perayaan ulang tahun berjalan biasa saja. Ketika masih frater perayaan itu ditandai dengan nonton tv sampai malam, dan ada penganan tambahan. Sesuatu yang dinantikan oleh semua frater. Ketika sudah menjadi imam dan bertugas di sekolah, ulang tahun itu selalu ditandai dengan makan bersama. Bukan di biara, tetapi di warung. Mungkin kurang tepat kalau disebut warung, tetapi sudahlah. Satu hal yang pasti, hari ulang tahun itu bukan hanya kegembiraan bagi yang bersangkutan, tetapi juga bagi mereka yang ada di sekitarnya. Minimal ada makan gratis. Itu duluuuu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian saya meninggalkan Indonesia. Melayani umat yang merantau di Melbourne. Entah untuk sementara atau selamanya. Saya melayani mereka. Budaya berbeda karena lingkungan berbeda. Maka jauh-jauh hari saya sudah merancang perayaan untuk diri saya sendiri. Saya mengundang seluruh umat untuk bersama-sama bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah diberikan-Nya. Saya mengundang mereka untuk bersama merayakan Ekaristi dan dilanjutkan makan bersama. Saya menyiapkan makan malam bagi mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kebetulan ada Romo Hari yang mengikuti pertemuan di Melbourne, sehingga saya memiliki kawan mempersiapkan hidangan. Menunya soto ayam. Harus soto ayam. Demikian saya katakana kepada beliau. Karena menu ini adalah menu kenangan. Aduh, saya kok jadi mellow kalau mengingatnya. Tetapi itulah yang terjadi. Saya ingin menikmati soto ayam di hari ulang tahun saya. Sebenarnya ingin menikmati soto yang dulu dimasak oleh simbok, tetapi saya tidak tahu rahasianya. Maka saya buatlah soto ayam ala Melbourne. Hingga tengah malam kami menyiapkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari ini saya berulang tahun. Lagi. Apakah masih ada kesempatan di hari nanti? Saya tidak tahu. Yang saya tahu hari ini. Maka saya ingin mensyukurinya. Undangan sudah saya bagikan. Lebih tepatnya saya kirimkan. Melalui media milist. Setiap orang boleh datang. Menu utamanya tetap sama soto ayam. Hanya saja sekarang sedikit ada perkembangan. Soto ambengan. Tetap ayam, namun lebih ada khas Jawa Timur. Menu pendampingnya ayam goreng cabe hijau, sambel goreng tempe, dan oseng pare. Semua saya masak sendiri. Bukannya sombong, tetapi demi mengisi hari, kerap saya belajar memasak. Mensyukuri karuni Tuhan yang memberiku bakat mengolah bumbu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari ini saya berulang tahun. Sudah satu tahun umur ini melebihi Yesus. Tahun lalu saya mengira akan merayakan ulang tahun yang terakhir kali. Ternyata Tuhan masih memberi kesempatan sekali lagi. Tentu saja saya tidak hanya berkutat dengan ayam dan bumbu. Karena hari ini Petrus memberi satu arti dalam mengikuti Yesus sang pujaan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami ini sudah semalaman melaut”. Demikian kata Petrus membagikan pengalamannya mencari ikan semalam suntuk dan menghasilkan tak seekorpun ikan. “Tetapi karena Engkau memerintahkan, maka kami akan menebarkan jala juga.” Hasilnya kita tahu. Mereka mendapat ikan yang banyak sekali. Setelah itu Yesus mengajak mereka untuk menjadi penjala manusia. Bukan ajakan Tuhan yang menarik bagi saya. Tetapi jawaban Petrus. “Karena Engkau….” Wow, luar biasa sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kata-kata Petrus ini sungguh menjadi kado ulang tahun yang maha indah. Karena itu menunjukkan kepada saya apa yang paling penting yang harus saya lakukan. Yaitu melakukan apa yang Tuhan minta. Melakukan apa yang Tuhan rancangkan. Selama ini saya berjalan menurut kehendak dan rencana saya sendiri. Karena saya merasa hebat. Karena saya merasa mampu. Hasilnya, semalaman melaut tak ada hasil. Hasilnya adalah tidak ada hasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itulah yang kerap saya alami. Mengandalkan kemampuan diri. Yang sebenarnya tak berarti. Untuk menggapai apa yang tinggi bahkan ilahi. Maka hasilnya adalah sakit hati. Harapan tak tergapai. Cita-cita tinggallah mimpi. Karena saya melupakan yang inti. Yaitu penyerahan diri. “Karena Engkau memerintahkan”. Melakukan apa yang dikehendaki-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka saya bersyukur memili banyak sahabat yang senantiasa mengingatkan di waktu saya sesat. Ucapat selamat yang saya terima adalah berkat. Terimakasih atas semua doa dan nasihat. Dua kalimat dari seorang sahabat, teman saya bergulat sejak novisiat, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan saya bagikan sebagai pengingat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Hari bahagia di mana Tuhan memandang kelemahan kita sebagai karya keselamatan-Nya ya. Selamat mengalami kesempatan berahmat kembali dalam usia yang terus bertambah ya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya senang mendapat ucapan itu. Karena mengingatkan saya akan kualitas diri yang tak bermutu. Tetapi dipakai Tuhan selalu. Membagikan Rahmat-Nya di setiap waktu. Sekali lagi, meskipun saya tidak bermutu. Maka saya suka sekali dengan kiriman sahabat itu. Akan saya ingat sebagai penguat di kala lesu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhir kata, sungguh terimakasih atas segala kebaika yang telah konfrater dan sahabat semua bagikan. Saya tidak memiliki apa-apa untuk diberikan. Hanya masakan yang bisa saya hidangkan. Jika berkenan silahkan dating &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan bergembira bersama dalam kasih persaudaraan. Saatnya sekarang melakukan apa yang Tuhan katakana. Tebarkanlah jalamu ke kanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Port Melbourne, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 september 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(sambil menggoreng ayam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-2306340675595424430?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/2306340675595424430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=2306340675595424430' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2306340675595424430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2306340675595424430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/09/hari-ini-saya-berulang-tahun.html' title='Hari ini Saya Berulang tahun'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-2563978394314493687</id><published>2011-08-26T16:08:00.000-07:00</published><updated>2011-08-26T16:09:41.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih Allah'/><title type='text'>Lelaki yang mencari harta karun</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat, ada dua orang sahabat sedang berbicara cukup serius. Setiap hari mereka berbicara. Terkadang hanya bercanda saja. Tetapi hari itu mereka berbicara serius. Bukan berkelahi. Yang satu mengingatkan yang lain. Yang satu mendampingi yang lain. Dan tidak ingin sahabatnya jatuh terlalu dalam.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anggap saja dua orang itu adalah sahabat dan aku. Sahabat mengingatkan aku, agar aku tidak jatuh terlalu dalam. Sahabat menasehati aku agar aku segera sadar. Sahabat menasehati dengan menggunakan perumpamaan. Sekaligus menerangkan makna perumpamaan itu. Karena aku bebal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat mengatakan aku ini seperti pencari harta karun. Dalam pencarianku, aku menginginkan berlian. Meski yang ada dan tersedia banyak adalah batu kali. Sahabat mengatakan bahwa aku tidak mampu membedakan mana berlian dan mana batu kali. Sahabat menggoyang-goyangkan pundakkku, membuat aku sadar dan terjaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berlian itu hanya perhiasan. Dia tidak berguna banyak. Dia hanya hiasan. Pajangan. Minimal bisa menjadi bekal untuk dijual jika kamu jatuh miskin. Orang yang menyimpan berlian akan was-was hidupnya. Dia tidak tenang. Takut kecurian. Tidak ada orang yang rela berbagi berlian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berbeda dengan batu kali. Ada banyak dan mudah sekali ditemui. Tidak banyak orang mengoleksi batu kali. Orang mencarinya jika ingin membangun rumah. Bisa sebagai bahan pondasinya, bias juga sebagai bahan campuran beton. Beberapa orang menjadikan batu kalis ebagai sumber pengahsilan. Mereka memecah dan menumpukknya. Orang lain dating membelinya. Tetapi kamu bisa juga memintanya, kalau jumlahnya sedikit saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat, dua sahabat tadi, yaitu anggap saja sahabat dan aku, berbicara mengenaio berlian dan batu kali. Mengenai memiliki berlian dan memiliki batu kali. Sebuah pembicaraan yang didasari keinginan untuk saling mendukung, saling berbagi, dan saling melepaskan. Penegasan untuk menjadi batu kali adalah penegasan untuk menjadi berguna. Bukan menjadi hiasan dan pajangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yesus sendiri juga mengatakan bahwa diri-Nya adalah batu. Batu yang bahkan oleh para tukang bangunan juga dibuang. Tetapi Dia akan menjadi batu penjuru yang mengokohkan bangunan itu. Yesus adalah batu kali yang hidup. Jika Ia adalah sebongkah besar, ia akan menjadi patung. Jika ia adalah sebongkah kecil, ia akan menajdi pondasi. Jika ia adalah kerikilan, Dia akan menjadi campuran beton. Dan jika ia hancur, dia menjadi pasir, yang bersama semen melekatkan dan melindungi seluruh bangunan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat dan aku masih berbicara. Mengenai berlian dan mengenai batu kali. Menjadi alat yang mengokohkan dan bukan hanya sebagai pajangan. Untuk dibagikan dan bukan untuk dimiliki sendiri dan disimpan rapi. Untuk dipecah-pecah dan bukan untuk dijaga tetap utuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat, ada dua pesan yang mungkin bisa aku berikan pada kalian dari perbincangan antara sahabat dan aku. Pertama adalah relasi aku dan Tuhan. Kedua adalah relasi Tuhan dan aku. Sepertinya sama. Tetapi berbeda. Berbeda tetapi sama. Tidak usah bingung. Resapi saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Siapakah Tuhan bagiku dalam relasiku dengan Dia? Apakah Dia seumpama batu berlian yang harus aku jaga rapi, yang aku simpan dan aku jadikan pajangan belaka? Ataukan Dia adalah batu kali yang bias aku bagi kepada siapa yang membutuhkan. Batu kali yang mengokohkan tembong rumahku. Karena menjadi pondasi, tembok, sekaligus perekatnya. Siapakah Dia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedua, dalam relasi Tuhan dengan aku. Siapakah aku. Apakah aku batu berlian, yang mengharapkan kasih saying berlimpah. Yang harus dilindungi sepanjang jaman. Yang hanya menjadi pajangan saja? Ataukah aku bersedia menjadi batu kali. Yang bahkan harus diremukkan untuk membangun kerajaan-Nya. Menjadi batu kali yang tidak jarang diinjak-injak orang, tetapi sangat diperlukan untuk menopang bangunan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tuhan memberkati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Port Melbourne, 25 Agustus 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(terimakasih kepada lelaki yang membagikan ceritanya padaku)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-2563978394314493687?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/2563978394314493687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=2563978394314493687' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2563978394314493687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2563978394314493687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/08/lelaki-yang-mencari-harta-karun.html' title='Lelaki yang mencari harta karun'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-3936742842621154816</id><published>2011-08-12T21:02:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T21:05:02.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengenal Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tujuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Godaan'/><title type='text'>Apakah yang kau cari?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat, ada satu pertanyaan yang kerap sulit saya temukan jawabannya. Pertanyaan itu ialah, “apakah yang kamu cari?”. Saya kerap sebal dan sedikit marah kalau ditanya demikian. Sebal dan marah karena kerap kali saya tidak tahu apa yang saya cari. Lebih jelasnya, saya malu karena tidak tahu apa yang sedang saya kejar dan cari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedengarannya lucu, kok bisa seseorang tidak tahu apa yang ia cari. Tetapi itulah yang kerap saya alami. Kelihatannya sibuk, nampaknya tidak memiliki waktu luang lagi, tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya sedang saya kejar dan usahakan. Banyak teman mengingatkan saya untuk menyadari benar tujuan sebelum saya melangkah. Itu akan sangat membantu perjalanan saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengetahui tujuan memang membantu saya menemukan jalan yang hendak saya tempuh. Contoh sederhana adalah ketika saya dengan seorang frater tersesat di kota Brisbane. Kami berdua adalah pendatang di sana, dan baru pertama kali ke sana. Hari itu kami baru datang dari Gold Coast dan hari sudah mulai gelap. Semestinya kami turun di stasiun South Bank, tetapi karena asyik ngobrol kami kebablas dan turun di Roma Street. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya kami tidak terlalu khawatir dengan ketersesatan ini, kami berpikir untuk sekalian menikmati senja di kota Brisbane. Malang bagi kami, udara senja itu buruk sekali. Angin bertiup kencang dan udara menjadi dingin. Kami mulai panik. Kaki terus berjalan mencari daerah yang kami kenal dan mendapatkan bus yang bisa membawa kami ke Coorparoo, tempat kami menginap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untunglah kami ingat nama daerah di mana kami menginap. Seandainya lupa pasti senja itu akan menjadi sangat kelabu. Maka bertanyalah kami kepada setiap sopir bus yang berhenti di halte mengenai bus mana yang mesti kami tumpangi untuk sampai di tempat menginap. Sopir bus ketiga yang kami tanya sangatlah baik. Ia membawa kami menumpang di busnya dan menurunkan kami di tempat di mana kami bisa menumpang bus lain yang bisa membawa ke arah yang tepat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untung saja kami ingat nama alamat rumah tumpangan itu, sehingga bisa menemukan kendaraan yang tepat untuk sampai ke sana. Dan seandainyapun tersesat, kami bisa bertanya kepada orang lain yang akan menunjukkan tempat yang tepat. Persoalannya adalah, tujuan yang hendak kita capai dalam hidup ini kerap sangat kabur dan kompleks. Sungguh dobel persoalan, kabur dan kompleks. Duhhh, manusia..manusia. maka tidak mengherankan tatkala mereka ditanya apa yang sebenarnya mereka cari, mereka tidak mampu menjawab dengan baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tujuan dan Godaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata, tidak tercapainya tujuan bisa juga diakibatkan oleh banyaknya godaan. Masih seputar ketersesatan saya di Brisbane. Di tengah kepanikan mencari perhentian bus yang benar untuk bisa pulang, mata saya digoda oleh papan nama sebuah took, “St. Paul Book Shop”. Gila benar, frater teman saya yang panik itu saya tarik masuk ke toko buku itu. Bingunglah dia. “Romo, kita sudah terlambat pulang ini, kenapa masuk toko buku?” tanyanya bingung. Saya kembali tersadar, “oh iya ya, kita sudah sangat terlambat” kata saya sembari kembali melangkah mencari halte bus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tetapi godaan toko buku itu tidak berhenti sampai di sana. Keesokan harinya, ketika saya sendirian saja jalan-jalan ke kota, saya kembali dijebak oleh pesonanya. Ketika berangkat dari rumah saya meniatkan diri untuk mengunjungi museum. Alih-alih menikmati pesona museumnya, saya malah menghabiskan hampir seperempat hari di toko buku rohani tersebut. Cilaka benar. Karena hasilnya kantong saya menjadi kempes dibuatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengerti tujuan saja ternyata belum cukup untuk sukses mencapainya. Tahan terhadap godaan adalah tantangan berikutnya. Ketika duduk termenung di dalam bus, pikiran saya melayang ke arah museum yang belum saya singgahi. Apa yang akan saya ceritakan kepada para frater, karena saya pamit untuk mengunjungi museum, dan hasilnya adalah setenteng buku. Hmmm, betapa enaknya ada teman dalam perjalanan yang bisa mengingatkan tatkala godaan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tegas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya, tegas, itu penting. Tegas menolak godaan. Hmmm, kedengaran mudah dikatakan, namun berat dilaksanakan. Saya tidak akan menceritakan pengalaman saya tegas menolak godaan, karena banyak gagalnya. Maka saya ceritakan pengalaman Yesus menolak godaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah berpuasa 40 hari 40 malam, Yesus kelaparan. Maka datanglah iblis menggodai Dia. Dasar iblis kurang ajar, dia menyuruh Yesus mengubah batu menjadi roti. Pikir iblis, kalau kamu lapar kamu butuh makanan, maka ubah saja batu itu menjadi roti. Rupanya Yesus tidak terpancing dengan godaan iblis ini. Dia mengatakan bahwa manusia memang butuh makan, tetapi tidak hanya dengan roti. Makanan yang sesungguhnya bagi jiwa manusia adalah Sabda Tuhan. Jiwa manusialah yang kerap lapar. Ia tidak akan bisa dikenyangkan dengan banyaknya roti yang ia makan. Namun jiwa bisa kenyang dengan Sabda Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak puas karena gagal dalam percobaan pertama, iblis mencoba peruntungan kedua. Kali ini dia ingin menggoda Yesus supaya menunjukkan kehebatannya sebagai Anak Allah. Iblis membawa Yesus ke puncak menara dan meminta Dia melompat dari sana. Yesus digoda untuk menunjukkan kehebatan-Nya. Sekali lagi Yesus lulus godaan. Menunjukkan kehebatan bukanlah tujuan-Nya datang ke dunia. Ia tidak perlu pamer. Maka Yesus dengan tegas menolak tawaran iblis dengan mengatakan, ‘jangan mencobai Tuhan Allahmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gagal dalam dua usaha, iblis tidak pantang menyerah. Ia melakukan usaha ketiga kalinya. Ia menunjukkan kepada Yesus segala kemegahan dunia. Ia mengatakan bahwa segala kemegahan dunia akan diberikan kepada-Nya kalau Ia menyembah iblis. Wahhh, tentu saja Yesus menolaknya. Dengan tegas dia berkata, “Enyahlah iblis!” karena memang hanya Allah patut disembah dan bukan iblis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Godaan itu kerap menarik. Sesuatu yang enak dan mudah. Ketika lapar ada makanan. Sesuatu yang membanggakan, dipandang hebat, mendapat banyak pujian, sukses dalam segala hal adalah impianbanyak orang. Dan memperoleh banyak harta, siapa yang tidak tergoda karenanya. Setiap orang ingin hidup mudah, terhormat dan bergelimang harta, meski harus meninggalkan Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka, tepat kalau kita bertanya, apakah yang sesungguhnya kita cari dalam hidup ini? Kalau pertanyaan ini dikembalikan kepada saya, tentu saja saya ingin mengutip pesan Yesus dalam Matius, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33). Maka, mencari Tuhan dulu baru yang lain akan diberikan. Oke, itu yang akan saya cari. Bagaimana dengan Anda?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tuhan memberkati&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-3936742842621154816?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/3936742842621154816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=3936742842621154816' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3936742842621154816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3936742842621154816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/08/apakah-yang-kau-cari.html' title='Apakah yang kau cari?'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-4691244777582539377</id><published>2011-06-26T06:05:00.000-07:00</published><updated>2011-06-26T06:07:21.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memaafkan'/><title type='text'>The power of forgiveness</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat, catatan kecil ini terinspirasi kisah yang ditayangkan oleh TV SBS dalam acara Dateline. Adalah Jackie Milliar yang membagikan kisah luar biasa ini, kisah yang oleh sebagian orang dianggap gila. Ya, banyak orang menganggap Jackie gila karena memaafkan orang yang hampir membunuhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malam itu, 4 November 1995, dua remaja bersenjata mencuri sebuah mobil dan menembak pemilik mobil dan meninggalkan begitu saja. Jackie Milliar, korban perampasan dan penembakan itu ditemukan masih hidup dan dibawa ke rumah sakit. Peluru yang melukai kepalanya membuat sebagian otaknya mengalami kerusakan dan ia hampir buta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pelan tapi pasti kesehatan Jackie pulih dan dia memulai kehidupannya dari awal lagi. Artinya, dia belajar duduk lagi, belajar berjalan lagi, bahkan belajar berbicara lagi. Ia memulai kehidupan keduanya setelah hampir meninggal. Apakah kisahnya sudah selesai? Ternyata belum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ia kehilangan banyak memory masa lalu. Bahkan ia juga tidak memiliki ingatan pada malam yang hampir merenggut nyawanya tersebut. Kisah selanjutnya yang menghenyak banyak pihak adalah apa yang ia lakukan sesudah ia bisa beraktivitas kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ia memaafkan kedua remaja yang hampir membunuhnya. Tidak berhenti sampai di sana, ia juga mengunjungi dua remaja tersebut di penjara. Bukan hanya sekali ia ke sana, bahkan setiap tahun ia mengunjungi mereka &lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;dan bercakap hangat dengan mereka. Sebuah tindakan yang menurut beberapa kalangan dikategorikan tindakan ‘gila’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:5.0pt;line-height:normal;background: white"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:#500050"&gt;Benarkah Jackie melakukan tindakan gila? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Arial;color:black"&gt;Bagi saya bukan sama sekali. Ibu yang luar biasa ini melakukan tindakan yang sangat berani. Memaafkan dan menjalin persahabatan dengan orang yang telah mencelakainya. Tidak banyak orang yang berani melakukan tindakan seperti itu. Kebanyakan orang akan memilih tindakan membenci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Arial;color:black"&gt;Sebuah pelajaran yang sangat berharga saya peroleh dari kisah ini. Saya melihat Jackie bahagia dengan pilihannya. Ia tidak peduli dikatakan gila karena memaafkan. Dia gembira dengan pilihannya, bahkan sambil tertawa dia mengatakan ingin dipeluk oleh penembaknya. Ia mendapatkan pelukan itu, pelukan yang tulus dan keras. Pada akhirnya dia bahagia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Arial;color:black"&gt;Sahabat, sebuah pilihan yang kerap dihindari oleh banyak orang, yaitu memaafkan. Banyak orang memilih menyimpan amarah dan dendam dalam hati. Hal tersebut kerap berakhir pada sakit, bukan sekadar sakit hati tetapi juga sakit fisik. Memaafkan sama halnya dengan melepaskan beban dan membuat kotoran yang ada dalam hati. Hasil akhirnya adalah bersih dan sehat. Sayang bahwa hal ini kerap tidak dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Arial; color:black"&gt;Rupanya inilah alasan mengapa Yesus juga meminta kita untuk saling memaafkan ketika Dia berbicara mengenai Sabda Bahagia, “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga,” (Mat5:44-45). Saya tidak mengetahui agama Jackie Milliar, tetapis aya yakin dia menghayati ajaran Yesus ini. Memaafkan dan mengampuni sungguh memiliki kekuatan yang luar biasa. Dia memberi kesembuhan dan kesegaran dalam hidup. Jika tidak percaya, silahkan mencoba, memaafkan dan mengampuni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tuhan memberkati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-4691244777582539377?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/4691244777582539377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=4691244777582539377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4691244777582539377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4691244777582539377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/06/power-of-forgiveness.html' title='The power of forgiveness'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-7494624161129337887</id><published>2011-06-05T01:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T01:59:14.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengasihi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memaafkan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih Allah'/><title type='text'>Memaafkan Osama bin Laden?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat, kiranya belum terlalu basi jika saya mengangkat Osama Bin Laden sebagai topik catatan kecil ini. Saya tidak ingin berdebat atau berdiskusi mengenai siapa dia, bagaimana dia berkarya dan berorganisasi. Saya juga tidak ingin berdiskusi mengenai bagaimana ia meninggal, dan bagaimana seharusnya ia dimakamkan. Topik ini saya angkat sebagai sarana untuk merenungkan arti sebuah kedamaian dalam hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Perintah Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sebagai seorang Katolik, saya belajar dan terus berusaha melakukan sesuatu seperti yang dikehendaki oleh Yesus junjungan saya. Dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, di dalam relasi dengan umat berbeda agama dan keyakinan, saya berusaha menjalankan apa yang dikehendaki oleh Yesus. Hal ini tidak selalu mudah, tetapi saya berusaha menjalankannya. Satu ayat yang menjadi dasar sikap saya ini saya ambil dari Injil Yohanes pasal 13 ayat 34-35. “&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Yesus mengharapkan satu hal, bahwa semua murid-Nya, setiap orang yang percaya kepada-Nya hidup dalam kasih. Bahkan hidup dalam kasih menjadi cirri khas murid-murid Yesus. Hal ini menjadi berat ketika permintaan mengasihi ini jatuh kepada orang yang tidak mengasihi kita. Yesus menegaskan bahwa kasih yang kita bagikan haruslah mengarah juga kepada orang-orang yang bahkan memusuhi kita. Kalau kita hanya mampu mengasihi orang-orang yang mengasihi kita saja, nilai kasih kita itu tidak ada artinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Nilai kasih yang kita bagikan itu memiliki arti besar karena kita bagikan kepada setiap orang, bahkan mereka yang tidak mengasihi kita atau bahkan mereka yang menyusahkan kita, misalnya para pesaing bisnis dalam dunia bisnis. Contoh yang lain, mengasihi orang yang menjelek-jelekkan nama kita, mereka yang memfitnah kita, mereka yang menipu kita dalam bisnis, dan masih banyak lagi. Kasih kita harus juga melimpah kepada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Di sinilah letak istimewanya perintah Yesus. Di sinilah letak kebaruan perintah Yesus. Ia mengatakan memberikan perintah baru, dan itu memang sungguh baru. Ketika perintah lama masih memperbolehkan membalas dendam, Yesus mengatakan harus mengasihi. Ketika mengasihi dalam perintah lama hanya sekadar kepada orang-orang yang mengasihi kita saja, dalam perintah baru Yesus meminta agar kita mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang membenci kita. Bagaimana caranya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Memaafkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Kata yang mudah sekali diucap, dan mudah sekali diingat. Maaf dan memaafkan. Hal yang sangat mudah namun sekaligus berat untuk dilakukan. Mengasihi musuh dan berdoa bagi orang-orang yang membenci kita hanya mungkin dilakukan kalau kita bisa memaafkan mereka. Memaafkan yang bukan hanya di bibir saja, namun memaafkan dari lubuk hati paling dalam. Jika Anda mengatakan ini berat, Anda benar. Namun di sinilah letak keistimewaan kita sebagai murid Yesus, yaitu diberi perintah untuk bisa mengasihi, dan memaafkan adalah tahap pertama dalam mengashi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Kebanyakan orang akan berkata, “enak saja memaafkan, mereka telah menyakiti hati saya!” Dengan ungkapan itu seseorang enggan memaafkan. Mereka lebih memilih rasa sakit hati dan dendam daripada membuang rasa sakit itu dari hati. Menyimpan rasa sakit hati dan dendam itu seumpama menyimpan sampah di dalam tubuh. Ia bisa menjadi penyakit yang sangat mematikan. Sedangkan memaafkan adalah proses membuang sampah tersebut. Proses menghindarkan diri dari kungkungan penyakit. Namun banyak orang lebih memilih menyimpan sampah atau rasa sakit itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Mengapa memaafkan menjadi begtu berat? Mengapa banyak orang enggan melakukannya? Apakah yang sebenarnya menyulitkan? Yang berat dan menyulitkan adalah kemauan. Kemauan untuk memberi maaf dan membuang kebencian dan dendam. Kebanyak orang memiliki keinginan untuk membalas, meskipun pada akhirnya tindakan membalas ini akan membuahkan hasil yang lebih buruk lagi. Satu pembalasan akan memicu pembalasan yang lain. Tetapi satu pengampunan akan menghentikan seluruh rantai permusuhan dan sakit hati. Meski demikian, kebanyakan orang lebih suka memilih membalas dendam dari pada memaafkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Hidup Damai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Hidup damai bukan tercipta karena tiadanya musuh, tetapi karena kemampuan untuk memaafkan dan mengampuni musuh. Ajaran Yesus untuk mendoakan musuh dan berbuat baik kepada mereka yang menyakiti adalah sebuah bentuk ajakan untuk membangun dunia yang damai. Mendoakan musuh berarti tidak ada musuh lagi. Berbuat baik kepada orang yang jahat kepada kita berarti tidak ada lagi lawan, karena semua telah menajdi teman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Ahhhh, pasti kalian yang membaca catatan ini menganggap saya sedang berkhayal. Membayangkan suatu dunia yang absurd dan jauh dari hidup keseharian kita. Tidak! Yang saya bicarakan adalah kehidupan kita sehari-hari. Menciptakan hidup damai harus dimulai, bukan ditunggu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Hidup damai bukan sesuatu yang akan datang menghampiri kita. Ia akan tercipta ketika diupayakan. Dan mereka yang mengaku pengikut Yesus mestinya menjadi pelopor untuk menciptkan hidup yang penuh dengan damai. Mereka harus menjadi pribadi-pribadi yang penuh maaf dan pengampun. Mereka harus menjadi pribadi-pribadi seperti Yesus, pembawa damai dan pengampun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Osama bin Laden dan Hidup Beriman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Mari kita membuka hati dan kepala kita dengan apa yang terjadi belakangan ini. Bagaimana sikap kita terhadap kematian Osama bin Laden? Gembirakah kita? Bersukariakah kita? Apakah kita ikut bersama orang-orang yang merayakan kegembiraan karena kematian seseorang? Siapakah kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Saya tidak ingin memasuki sebuah polemik. Apakah dia sungguh mati, sungguh dimatikan, atau meninggal. Mari kita andaikan bahwa dia sudah meninggal, entah bagaimana caranya. Mari kita memusatkan perhatian kita kepada reaksi atas hal tersebut. Bukan reaksi orang lain, melainkan reaksi kita sendiri. Bolehlah kalau saya bertanya reaksi Anda yang membaca catatan ini. Apa reaksi Anda menanggapi kematian Osama? Apakah Anda larut dalam sukacita atau menjadikan hal ini sebagai sarana untuk berefleksi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Satu pertanyaan yang hendak saya sampaikan. Beranikah kita memaafkan Osama, jika dia memang bersalah. Jika dia memang bersalah, siapakah yang berhak menyatakan bersalah? Pengadilan ataukah kita. Jika pengadilah, sudahkah ia dinyatakan salah oleh pengadilan? Jika kita yang menyatakan dia bersalah, atas dasar apakah kita melakukannya? Mungkin kita akan menjawab, ‘dia menyebarkan terror di mana-mana.’ Seandainya tuduhan kita ini benar, apakah itu sudah cukup untuk mematikannya? Siapakah yang berhak mematikan kehidupan seseorang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Sahabat, kita semua mendambakan hidup yang damai. Kehidupan yang penuh damai itu tidak akan datang begitu saja. Dia harus diupayakan. Tuhan Yesus sebelum kembali ke surga senantiasa menyampaikan pesan ini kepada para murid-Nya, ‘damai sejahtera bagi kamu’. Pesan ini jika dikaitkan dengan perintah supaya saling mengasihi akan menjadi jelas bahwa para pengikut-Nya haruslah menjadi pribadi-pribadi penyebar damai. Pribadi-pribadi yang penuh maaf dan ampun. Hal ini harus sungguh mewujud. Maka kematian Osama bisa menjadi tonggak ukur bagi kita sendiri. Sejauh mana kita sungguh bisa menjadi pribadi yang penuh maaf dan ampun tersebut. Beranikah kita memaafkan Osama?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tuhan memberkati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Romo Waris, O.Carm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Pastor Umat Katolik Indonesia di Melbourne&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-7494624161129337887?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/7494624161129337887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=7494624161129337887' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7494624161129337887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7494624161129337887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/06/memaafkan-osama-bin-laden.html' title='Memaafkan Osama bin Laden?'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6126155788290026780</id><published>2011-05-28T00:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T00:14:50.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maria'/><title type='text'>Mengapa aku mencintaimu, oh Maria!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: left;"&gt;(tulisan lama, saya lupa pernah memuat atau belum, silahkan baca saja jika berkenan)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Saudari-saudara terkasih, mengapa saya begitu mencintai Bunda Maria? Sedikit pemaparan berikut adalah gambaran sederhana mengapa orang-orang Katolik begitu mencintai Bunda Maria. Saya berangkat dari pengalaman pribadi, hidup sebagai orang Katolik, yang saya andaikan dialami oleh sebagian besar orang Katolik yang mencintai Maria juga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Saya tidak menguraikan perdebatan-perdebatan teologis-biblis mengenai Maria. Di sini saya hanya hendak berbagi, bagaimana lebih mencintai Allah seperti Maria. Bahkan bukan hanya seperti Maria, tetapi bagaimana mencintai Allah bersamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Cinta pertama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kesan pertama senantiasa menggoda. Selanjutnya terserah Anda yang akan menguraikannya. Demikianlah kesan pertama saya tatkala belajar mencintai Allah. Dulu sekali, ketika saya masih kecil, ibu saya mengajari berdoa. Bukan doa yang rumit-rumit, tetapi doa sederhana yang ia bisa. Tentu ibu saya juga perempuan sederhana, dia tidak pandai merangkai kata, maka doanya juga sederhana. Yang dia tahu hanya Bapa Kami dan Salam Maria. Maka doa itulah yang diajarkan kepada saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setiap malam menjelang tidur, ibu mengajak saya berdoa, meski doa yang dilantunkan selalu sama, toh saya tidak bosan. Terkadang ibu menceritakan sedikit kisah mengenai Maria, dan beberapa kisah yang ia dengar di Gereja. Atau terkadang juga mengajak bernyanyi dari buku Madah Bhakti. Yang pasti ibu tidak banyak mendongeng atau berkisah, tetapi hanya mengajak berdoa. Dari situlah benih cinta saya kepada Allah melalui Bunda Maria mulai tumbuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Menginjak remaja dan akhirnya hingga sekarang, saya tetap tidak pandai berdoa. Doa saya masih hampir sama seperti yang diajarkan oleh ibu saya di waktu saya masih kecil. Hanya sekarang, saya lebih memahami apa yang saya lakukan. Jika dahulu saya hanya melakukan apa yang diajarkan ibu, sekarang saya memahami dengan lebih baik mengapa ibu mengajarkan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Sederhana dan Setia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam perjalanan waktu, cinta saya kepada Maria juga bertumbuh. Dulu saya mencintai ya mencintai saja. Kurang memahami, dan terkesan cinta buta. Itu terbukti ketika teman-teman dari Gereja lain mengolok-olok dengan mengatakan saya menyembah Maria, saya marah besar. Saya tidak terima.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tetapi kemudian saya menyadari, bahwa kemarahan saya itu tidak terlalu berdasar. Dan bukan tanda cinta yang benar juga. Setelah memahami dengan benar, saya tidak pernah marah lagi ketika diolok-olok. Saya hanya tersenyum dan bahkan cinta saya semakin bertumbuh besar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Mengapa saya begitu mencintai Maria? Jawaban pertama yang saya temukan adalah, karena Allah saja mencintai Maria. Bagaimana saya tidak mencintainya? Allah saja menghormatinya, bagaimana saya tidak menghormatinya? Tentu Allah tidak bermain dadu ketika memilih Maria untuk menjadi ibu penebus. Sebagai pribadi, Maria memeiliki sifat dasar yang membuat seseorang, bahkan Allah sekalipun, akan terus terpikat kepadanya. Yaitu, sederhana dan setia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maria adalah sosok pribadi yang sederhana. Ia tidak menonjolkan diri dan berbangga hati, bahkan ketika dipilih untuk melahirkan penebus. Inilah beberapa kesederhanaan hati Maria. Ia senantiasa menyadari keterbatasan dirinya dan berani menyerahkan segala peristiwa kepada Tuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ketika menerima kabar gembira (Luk 1:26-38), ketika menerima salam dari Elisabet (Luk 1:39-46), ketika menerima kunjungan para gembala dan para majus dari timur (Luk 2:6-19), ketika perkataan Yesus tidak bisa ia mengerti (Luk 2:21-52), ia tidak memegahkan diri. Dalam setiap peristiwa itu, Maria menunjukkan kualitas dirinya. Yang tidak menjadi sombong, yang tidak menjadi sok tahu dan sok pandai, juga tidak menjadi sok berkuasa. Ia tetap menajdi Maria, gadis sederhana dari kampung Nazareth. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kesederhanaan Maria dilengkapi dengan kesetiannya keapda Allah. Hal itu sungguh terbukti nyata. Mari kita lihat sekilas. Meski ia dipilih Allah untuk melahirkan penebus, bukan serta merta hidupnya enak dan tanpa kesulitan. Sebaliknya, setiap jengkal langkah yang ia tempuh, mengguratkan jejak derita yang tiada terkira. Mesti melahirkan di kandang hina, mengungsi ke negara tetangga, menyaksikan anknya dijatuhi hukuman mati, memangku anaknya yang telah menjadi jenazah; dalam semua peristiwa itu Maria tetap menyerahkan semuanya kepada Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Janji yang dahulu ia utarakan&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt; ‘sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.’ Maria memegang janjinya itu, ia tetap menyerahkan apa yang etrjadi pada dirinya kepada kuasa Allah. Meski terasa menyakitkan.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semuanya itu adalah gambaran sederhana betapa setianya Maria kepada Allah. Ia tidak berontak dan tidak menuntut. Ia tetap memercayakan setiap peristiwa hidupnya ke dalam naungan kasih Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Teladan dan teman dalam berdoa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah Yesus kembali ke surga, Maria jarang disebut dalam Kitab Suci. Perannya kemudian adalah menjadi ibu atas para murid, dan atas seluruh umat. Tetap dalam kesederhanaan seperti dahulu kala. Sekarang Maria menjalankan tugas yang diberikan Yesus kepadanya. Menjadi ibu atas para murid (Yoh 19:26). &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maria menjalankan perintah itu dalam keheningan doa. Seperti digambarkan Paulus, Maria ‘tersebunyi bersama Kristus di dalam Allah’ (Kol 3:3). Maria mendampingi Gereja, anak-anak yang diserahkan Yesus kepadanya, dalam doa-doa. Maka tidak pernah keliru ketika kita berseru kepada Maria, ‘doakanlah kami orang berdosa ini, sekarang hingga kami mati.’ Karena Yesus telah menyerahkan kita kepada Maria (Yoh 19:27).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam keheningan dan ketenangan, Maria mendampingi kita dalam perjalanan mencintai Allah. Ia setia menemani, ia juga memberi teladan. Ia penuh iman ketika berkata kepada Yesus, ‘mereka kehabisan anggur’ (Yoh 2:3). Ia memiliki iman yang sangat besar. Berdoa adalah gamabran sederhana hidup beriman. Maria telah membuktikan, bukan hanya dulu, tetapi juga kini dan nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Mengapa cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika saya kembali ditanya, mengapa saya mencintai Maria, maka jawaban saya tetaplah sama. Karena Allah saja begitu mencintai Maria, masakan saya tidak mencintainya. Allah mencintai bukan dengan cinta buta, tetapi karena Maria memang pantas dicintai. Selain itu, bersama Maria saya belajar mencintai Allah dengan apa adanya, dan belajar setia kepada-Nya. Jika saya tidak mencintai Maria, tentu kurang ajar. Karena sekali lagi, Allah saja mencintainya. Maka saya terus mencintainya dengan sepantasnya, sebab Maria membantu saya makin dekat dengan Allah. ‘Santa Maria bunda Allah, doakanlah aku yang berdosa ini, sekarang, hingga kami mati.’&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6126155788290026780?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6126155788290026780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6126155788290026780' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6126155788290026780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6126155788290026780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/05/mengapa-aku-mencintaimu-oh-maria.html' title='Mengapa aku mencintaimu, oh Maria!'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-9041390906629787120</id><published>2011-05-25T04:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T04:31:18.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penebusan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebangkitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gugur'/><title type='text'>Kematian yang indah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat, salah satu keindahan musim gugur adalah melihat dedaunan berunah warna. Dari hijau kemudian kuning, sebentar lagi merah, lalu coklat dan akhirnya rontoh. Banyak orang pergi ke daerah-daerah yang banyak ditumbuhi pepohonan khas Eropa itu. Ada yang pergi jauh ke Bright, atau ke tempat yang dekat-dekat saja. Hanya untuk melihat indahnya warna daun di musim gugur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sebuah keindahan yang menyimpan ironi tinggi. Sebuah keindahan di awal kematian. Keindahan daun-daun sebelum habis hidupnya dan gugur sebagai sampah. Keindahan yang terpancar dari badan yang meregang nyawa sebelum putus dan terjungkal ke tanah. Sebuah ironi ataukah sebuah pemberian diri? Bahkan di saat terakhir hiduppun masih memberikan keindahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Kematian dan Kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sahabat, baru saja kita merayakan Paskah. Sisa-sisa perayaannya mungkin masih ada. Telor coklat, atau coklat kelinci, mungkin masih tersimpan di laci. Atau sebaliknya, perayaan Paskah dengan segala keagungannya tak sedikitpun meninggalkan bekas. Entah apapun yang kalian rasakan, saya ingin meningatkan sejenak kisah yang mahahebat itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Inti dari perayaan Paskah adalah kebangkitan Yesus. Dia menebus manusia yang dikungkung maut. Bagaimana memahaminya? Baik kalau kita pakai gambaran peperangan. Bayangkan ada peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Kebaikan berasal dari Allah. Kejahatan berasal dari mereka semua yang melawan Allah. Pada awalnya manusia berada di pihak kebaikan. Ia mengikut Allah. Namun manusia berhasil dibujuk dan ditawan oleh kejahatan. Allah tentu tidak tinggal diam melihat hal ini. Dia ingin membebaskan manusia dari tawanan kejahatan dan kematian. Caranya adalah masuk ke dalam sarang si jahat, yaitu alam kematian. Allah berperang di sana dan akhirnya menang. Dia bangkit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Apakah dengan demikian semua manusia yang ditawan oleh si jahat (setan dan para pengikutnya) bisa dibebaskan? Ternyata tidak. Ada manusia-manusia yang tidak mau dibebaskan. Ada yang tetap ingin tinggal bersama si jahat. Mereka merasa nyaman tinggal bersama si jahat dan berpikir untuk terus tinggal bersamanya. Tentu saja mereka ini tidak akan menikmati pembebasan. Namun bagi mereka yang merindukan kebebasan, pasti akan mengikuti Yesus sang pembebas. Pasti akan meninggalkan si jahat dan gembira menyambut datangnya penebus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Di sini kita melihat sebuah kematian yang membawa kepada kehidupan. Kematian Yesus yang membawa keselamatan bagi manusia. Kematian yang menjadi awal sebuah kehidupan baru. Kematian yang bukan sebuah kekalahan, namun sebuah jalan untuk mencapai kemenangan. Kematian yang harus dilalui agar bisa sampai di tempat si jahat bersarang. Kematian yang harus dilewati agar bisa mengambil manusia yang ditawan si setan. Tanpa mati dan masuk ke dalam alam kematian, tidak aka nada kemenangan. Dan kemenangan itu nyata dalam kebangkitan. Tanpa kematian, tidak akan ada kebangkitan. Dan kebangkitan itulah yang menjadi dasar dari iman kita. Tanpa kebangkitan sia-sialah iman kita. Maka, kematian ini menjadi sumber kehidupan baru karena ada kebangkitan di sana, ada kemenangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Keindahan kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sahabat, banyak orang merasa takut jika ditanya mengenai kematian. Banyak yang memilih untuk tidak membicarakannya. Namun jika dipikirkan dengan sedikit tenang, kematian adalah salah satu hal yang pasti yang akan dialami manusia. Jika banyak hal dalam hidup manusia itu sifatnya tidak pasti, tidak demikian dengan kematian. Ia adalah sesuatu yang pasti yang akan terjadi. Meskipun saat dan harinya tidak pasti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sekali lagi, jika dipikirkan dengan sedikit tenang, kematian itu adalah sesuatu yang indah. Dimanakah letak keindahannya? Apakah ini bukan sesuatu yang aneh dan “sakit”? Bukan! Kematian adalah sesuatu yang indah jika dilihat dalam kerangka berpikir kehidupan kekal. Kematian adalah pintu yang menghubungkan kehidupan sementara ini dengan kehidupan kekal. Dengan melalui pintu itu, seseorang akan diantar masuk ke dalam ruang kehidupan tanpa batass.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bukankah ini sebuah keindahan? Karena ternyata kematian bukanlah sebuah akhir perjalanan. Kematian adalah sebuah jembatan penghubung, sebuah linking-word yang menghubungkan dua buah kehidupan. Kehidupan sementara di dunia dengan kehidupan kekal di alam sana. Kematian adalah pintu bersatunya manusia dengan Dia yang selama ini dicintai dan dipuja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hidup manusia itu seperti perlombaan lari. Kita semua berada di jalur lari, dengan harapan kita semua sampai di garis finish. Garis finish itu bukanlah kematian. Garis finish itu adalah tinggal bersama dengan Allah yang kita puja dan cinta sepanjang hidup. Kita harus terus berlari hingga garis akhir, sedangkan kematian hanyalah pintu gerbang untuk masuk ke dalam rumah kediaman Allah yang kekal. Kematian bukan sesuatu yang menakutkan atau menyakitkan. Dia hanyalah penanda bagis eseorang yang beralih dari kehidupan yang fana kepada kehidupan yang baka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sahabat, setiap kali saya melihat daun-daun yang berubah warna di musim gugur ini, pikiran saya otomatis melayang kepada kematian. Sebuah kematian yang indah. Sebuah kematian yang memberi kegembiraan dan suka-cita bagi yang lain. Sebuah kematian yang tidak meninggalkan jejak ketakutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tentu bukan sesuatu yang mudah mengambil sikap yang seperti itu. Kematian akan menjadi indah jika dipersiapkan, jika dipahami dengan benar makna dan artinya. Kematian menjadi sesuatu yang menakutkan jika dilihat sebagai akhir dari segala-galanya. Kematian menajdi sesuatu yang membahagiakan jika dipahami sebagai jalan persatuan manusia dengan Tuhan yang dicintai. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maka mempersiapkan diri sebaik-baiknya adalah sesuatu yang niscaya. Sekecil apapun persiapan kita, akan membuat langkah kita makin terarah lurus kepada Sang Cinta, dan kematian bukan sesuatu yang menakutkan lagi. Itu adalah sesuatu yang indah. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Fr. Paulus Waris Santoso, O.Carm&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Chaplain Umat Katolik Indonesia di Melbourne&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt; line-height:115%"&gt;95 Stokes Street, Port Melbourne, Vic, 3207, romowaris@gmail.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt; line-height:115%"&gt;(tulisan ini pernah penulis muat di majalah OZIP di melbourne)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-9041390906629787120?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/9041390906629787120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=9041390906629787120' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/9041390906629787120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/9041390906629787120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/05/kematian-yang-indah.html' title='Kematian yang indah'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-8397146385916715901</id><published>2011-04-29T23:03:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T23:05:07.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drama musikal'/><title type='text'>KUNCI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Teman-teman, apa kabar kalian semua. Mungkin kalian semua akan menjawab ‘KURANG BAIK ROMO.’ Tidak masalah, aku akan membagi pengalamanku tentang kunci pada hari Sabtu yang lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setiap Sabtu pagi, anak-anak dekor dan prop mengerjakan tugas mereka di pelataran pasturan Port Melbourne. Sabtu kemarin, 2 April, cuaca agak dingin. Jessica datang pertama dan langsung bekerja, disusul Lucy dan yang lain-lain. Aku tidak bisa menemani mereka sampai selesai karena harus misa dengan Mudika.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kunci rumah aku titipkan kepada Jessica, agar bisa memasukkan barang-barang. Aku tidak berpikir yang macam-macam. Misa Mudika berjalan lancar, dan aku masih memiliki beberapa janji. Aku baru membuka henpon sekitar jam 4-an sesudah memenuhi janji yang kedua setelah mismud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walah, banyak banget miscal dari Jessica dan Peter. Rupanya, selepas aku meninggalkan pasturan untuk mismud, bruder pimpinan rumah menemui anak-anak dan mempertanyakan ‘kunci’. Ada permasalahan sedikit, bisa juga besar tergantung dari melihatnya. Jessica dan Peter khawatir bahwa aku akan mendapat masalah dengan romo-romo di Port Melbourne berkaitan dengan masalah kunci tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku mencoba mengalihkan persoalan kunci dengan memikirkan tugas yang masih harus aku selesaikan. Sore ini, di tengah hembusan angin yang lumayan dingin, saya duduk di kereta menuju ke Berwick, untuk misa lingkungan dengan warga di sana. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata aku tidak bisa benar-benar tenang. Bayangan bahwa aku akan dimarahi oleh romo-romo di Port Melbourne terus bergelayut. Aku sampai di rumah lagi sudah jam 10 malam lewat. Masuk kamar dan langsung membaringkan badan, hati ingin tidur tetapi pikiran ke mana-mana. Alhasil mata terus terjaga dan tidak bisa tidur dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untung, malam itu kita dapat bonus satu jam. Maka, ada tambahan waktu tidur. Minggu pagi hari aku jalani seperti biasa. Yang sedikit berbeda adalah aku harus segera pergi untuk jalan salib dan misa Ta Pinu. Aku sarapan pagi bersama bruder yang kemarin sedikit marah soal kunci. Setelah menyelesaikan gigitan roti yang terakhir, bruder mengatakan bahwa kemarin ada masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Deg. Akhirnya diomongkan juga. Bahkan tidak menunggu lama. Dia mengatakan mengapa dia kemarin harus bicara dengan anak-anak soal kunci, dan soal rumah. Aku hanya diam dan mencoba memahami. Aku tidak berusaha mencari pembenaran diri atau pembelaan diri. Setelah, bicara cukup panjang, persoalan dapat diselesaikan. Bruder tidak menyinggung lagi soal kunci. Bahkan bersikap seolah masalah itu tidak pernah ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teman-teman, apa yang ingin aku bagikan kepada kalian? Persoalan dan perbedaan pendapat itu selalu ada. Apalag dalam kepanitiaan yang begitu besar. Selalu ada selisih paham dan benturan. Bisa jadi itu soal sepele, tetapi bisa menjadi besar karena kita salah menyikapi. Di mana-mana hal ini kerap terjadi. Maka sikap yang bijak yang harus dikedepankan. Bagaimana sikap yang bijak yang mungkin diambil?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama, mari kita belajar menahan diri. Semua kehendak baik jika dibenturkan begitu saja acapkali hanya akan menghasilkan rasa sakit. Mari menahan diri untuk melihat kemungkinan yang lebih baik yang bisa diambil. Mari menahan diri sendiri untuk juga mendengarkan yang lain, melihat yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedua, mari kita bicarakan dalam batas-batas yang jelas dan baik. Dalam kerangka besar ini, tidak ada yang mutlak salah dan mutlak benar. Kita sama-sama berproses dan belajar. Jika ada hal-hal yang kurang baik, mari kita bicarakan dalam kelompok terbatas. Apa maksudnya kelompok terbatas ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejak awal saya menekankan pola kerja kemuridan Yesus. Dia memiliki banyak murid, tetapi hanya memiliki 12 rasul. Sesekali Yesus mengajar 5000 orang. Beberapa kali Dia mengutus 70 murid. Dan hampir setiap hari Dia tinggal bersama 12 rasul. Namun, dalam saat-saat tertentu, Yesus hanya bicara dengan 3 rasul, bahkan saat yang genting hanya bicara atau mengajak satu murid saja. Apa hubungannya dengan kelompok kita?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika ada sesuatu yang kurang pas, mari kita bicara. Ada kerangka kepanitiaan yang sudah dibentuk. Ada alur kerja yang mesti dihormati, sembari bersikap saling menghormati yang lain. Tidak ada persoalan yang tidak terpecahkan. Kuncinya adalah, keterbukaan hati untuk bicara dengan baik dalam semangat bersaudara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terakhir, saya ingin mengingatkan kalian semua. Saat ini beban stress kita makin besar. Waktu sudah mendekat, dan masih banyak yang harus diselesaikan. Kerapkali ini bisa menciptakan banyak benturan yang tidak perlu. Seperti yang aku katakan kapan hari, semua yang kita alami ini tidak ada yang ‘salah kirim.’ Semuanya telah dirancang oleh-Nya. Seperti sebuah pendakian gunung. Kita sudah hampir sampai puncak. Jalan yang harus dilalui makin terjal. Salah pijak akan membuat kita tergelincir jatuh. Jika ada yang kurang pas, jika ada yang salah, tidak perlu dicari siapa biang salahnya. Mari kita lenjutkan dan teruskan langkah kita. Bicara dan dengarkan, mungkin itu kunci yang bisa kita pegang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;tulisan ini juga dibuat untuk teman-teman yang sedang mempersiapkan drma musikal&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-8397146385916715901?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/8397146385916715901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=8397146385916715901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8397146385916715901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8397146385916715901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/04/kunci.html' title='KUNCI'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6543417416923658577</id><published>2011-04-15T18:27:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T18:29:20.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana manusia'/><title type='text'>Salah Kirim</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat, beberapa hari yang lalu saya salah kirim email. Maksud hati mau membalas kiriman email teman saya di Jakarta, ehhh kok malah nyasar masuk ke milist drama musical. Teman saya ini manas-manasin dengan ngirim foto-foto makanan dengan BB-nya. Nah, saya mau balas kirim foto dengan henpon yang aku punya. Walah kok malah salah masuk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal yang lebih lucu lagi, saya nggak sepenuhnya ngeh kalau kiriman email itu masuk ke milist. Saya kira hanya salah kirim ke Margrit, ehhh setelah saya cek kok ke milist. Cilaka dua belas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya, meski salah kirim, saya udah ga begitu memikirkan lagi, toh bukan gambar yang aneh-aneh. Maka saya melanjutkan aktivitas. Malam ini, sesudah makan, saya ada janji dengan beberapa teman untuk mengadakan lektio divina. Yaitu berdoa bersama dari Kitab Suci, membaca dan merenungkan bersama-sama teks Kitab Suci.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teks yang kami baca adalah kisah mengenai Yesus membangkitkan Lazarus dalam Injil Yohanes 11:1-44. Teksnya panjang tapi menarik banget. Lazarus adalah adik bungsu Maria dan Marta. Mereka ini dikenal dekat dengan Yesus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yesus diberitahu kalau Lazarus sedang sakit. Tetapi anehnya, Yesus nggak langsung mengunjungi. Yesus malah terkesan santai-santai, dan baru dua hari kemudian mereka pergi ke Betania, tempat kediaman Lazarus. Saat itu adik dari Maria dan Marta ini sudah meninggal, bahkan ketika Yesus sampai di sana ia sudah 4 hari dimakamkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah kedatangan Yesus ke Betania sudah terlambat? Ataukah Yesus melakukan kesalahan? Ternyata tidak. Yesus memiliki rencana sendiri. Ia menunjukkan kepada banyak orang yang hadir di sana bahwa kuasa Allah itu luar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Marta dan Maria, juga orang banyak beranggapan bahwa Yesus sudah terlambat. Mereka berkata, “seandainya Engkau datang kemarin, tentu dia tidak akan mati.” Mereka melihat Yesus sebagai Yang Berkuasa, tetapi mereka melihat bahwa kedatangannya sekarang sudah terlambat. Lazarus sudah 4 hari dimakamkan, sudah tidak mungkin dibangkitkan. Karena dalam pandangan masyarakat waktu itu, orang mati masih mungkin dibangkitkan jika kematiannya tidak lebih dari 3 hari. Ternyata Yesus mampu membangkitkan Lazarus yang sudah dimakamkan selama 4 hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Salah kirim?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teman-teman terkasih, perjalanan kita bersama dalam mempersiapkan Drama Musikal sudah cukup panjang. Ada banyak hal kita alami bersama. Keraguan, ketakutan, kecemasan, harapan, kegembiraan, was-was, perselisihan, dan masih banyak lagi. Bahkan, dalam tim inti juga ada bongkar pasang anggota. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah kita termasuk orang-orang yang salah kirim? Ataukah ada rencana lain yang hendak dipakai oleh Allah dalam pengalaman yang kita peroleh ini? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu hal yang pasti, saya semakin diyakinkan bahwa tidak ada salah kirim. Allha menghadirkan banyak pengalaman untuk mendidik kita. Dalam pengalaman itu juga dihadirkan pribadi-pribadi yang kerap tidak sepaham dan seide dengan kita. Di sana kita dituntut untuk berani membuka diri dan hati, untuk bisa sungguh merendahkan ego. Allah memakai teman-teman dan berbagai kejadian untuk mendidik kita, untuk menunjukkan kuasa-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;38 hari lagi Drama Musical akan digelar. Masih ada 38 hari lagi kesempatan bagi kita untuk membuat sesuatu yang lebih baik. Masih ada 38 hari kesempatan memberi ruang yang luas bagi kebesaran Tuhan. Tidak ada salah desain dan salah kirim dalam kuasa Tuhan. Yang ada adalah kejutan yang kerap tidak kita bayangkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mari kita pakai kesempatan yang ada ini. Sedapat mungkin kita hindarkan penggunaan energy sia-sia untuk urusan yang kurang bermanfaat. Teman-teman yang mulai dirundung jenuh dan bosan, yang masih ‘cenut-cenut’, yang semakin penuh semangat, yang lama bergabung, yang baru bergabung, semuanya saja, yakinlah akan kebesaran dan kuasa Tuhan. Ia mendampingi kerja dan niat baik kita. Akhirnya, kiranya segala niat baik kita akan bersambut dengan kehendak mulia Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6543417416923658577?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6543417416923658577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6543417416923658577' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6543417416923658577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6543417416923658577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/04/salah-kirim.html' title='Salah Kirim'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-7320881693785720756</id><published>2011-01-15T14:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T14:21:08.788-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompasiana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsip'/><title type='text'>Arsip Kompasiana</title><content type='html'>Teman-teman terkasih,&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;tanpa terasa sudah setengah bulan kita berjalan di tahun yang baru. ada banyak kenangan dan kenyataan yang kita lalui bersama. ada yang menyenangkan, ada yang menggemaskan, tak jarang menggelisahkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;selama ini, saya berbagi kisah dengan kalian di beberapa 'rumah'. dulu, sewaktu saya masih seorang facebooker, setiap hari saya berbagi di sana. kemudian saya menutup rumah saya di sana, meskipun banyak menuai protes juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;lalu saya menghidupkan kembali blog ini, yang sudah lama mati suri, saya bangkitkan kembali. dengan sedikit mengubah tampilan dan titel di atas. dengen memberi titel ngopi bareng, saya hendak menawarkan rasa baru dari blog ini, tidak terlalu berat, namun cukupan. seperti saat kita ngopi bareng, di teman camilan rasanya mantap sekali, meskipun tidak menyenangkan, ada banyak yang didapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kemudian saya juga bergiat lagi dalam menulis, terutama di kompasiana. hampir setiap hari saya menulis di sana, terkadang blog ini jadi terlupakan lagi. maka saya berpikir untuk mentautkan apa yang saya tulis di sana dengan blog di sini. sepeti tulisan saya mengenai beberapa catatan natal, saya tautkan dengan tulisan saya di kompasiana. namun saya merasa kurang efektif, dan terasa hanya mengcopy saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;maka, saya taruh tulisan saya di kompasiana itu sebagai arsip berbentuk feed, di atas arsip tulisan blog ini. dengan demikian, kalian tinggal mengklik tulisan saya di sana. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan nantinya, apa yang saya tulis di sini, sungguh berbeda dengan yang saya tulis di sana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;harapannya, di sini dan di sana, semua mewartakan kasih Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan memebrkati&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-7320881693785720756?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/7320881693785720756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=7320881693785720756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7320881693785720756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7320881693785720756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2011/01/arsip-kompasiana.html' title='Arsip Kompasiana'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6467910664878489103</id><published>2010-12-26T20:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-26T20:36:03.230-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memercayai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemurnian hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>catatan natal</title><content type='html'>Sahabat,  beli bantal di kaki lima,&lt;div&gt;selamat Natal untuk kalian semua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada dua catatan yang saya berikan, hmmm, kalau ntar nambah lagi juga ga papa. Sekarang saya bagikan dua catatan yang saya buat di kompasiana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini pertama kali saya mencoba menggunakan tautan untuk catatan, semoga berhasil. kalau nanti gagal berarti harus menggunakan cara biasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan pertama: Robeklah hatimu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya merenungkan makna kelahiran Yesus, yang mestinya lahir di dalam hati kita. Sayang bahwa hal itu kerap kali gagal, karena hati kita banyak tertutup oleh sesuatu yang tidak terlalu penting. Agar kita sungguh bisa memberi ruang bagi Yesus agar lahir di sana, maka penutup hati itu mesti kita robek.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;catatan lengkapnya klik saja &lt;a href="http://agama.kompasiana.com/2010/12/24/kau-harus-merobeknya/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   &gt;di sini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan kedua: Suami - Istri Idaman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya merenungkan pesta Keluarga kudus dengan mengambil sosok Yusuf sebagai titik berefleksi. Bagaimana dia menjadi pribadi yang sungguh pantas dipilih Allah menajdi bapak angkat Yesus, karena ia sosok yang dewasa dan bisa dipercayai, karena ia mampu memercayai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;catatan lengkapnya klik &lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/12/27/suami-istri-idaman/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;di sini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sahabat, dua catatan kecil ini semoga bisa menemani Natal kalian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan memberkati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6467910664878489103?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6467910664878489103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6467910664878489103' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6467910664878489103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6467910664878489103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/12/catatan-natal.html' title='catatan natal'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-4271640241525006498</id><published>2010-12-18T02:50:00.000-08:00</published><updated>2010-12-18T02:51:56.384-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesederhanaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesta pora'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keheningan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><title type='text'>Tuhanku dicuri</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat, natal tinggal seminggu lagi. Ada banyak kejadian telah kita alami. Semoga semuanya menghantar kita kepada persiapan yang hakiki dan sejati. Saya bagikan tulisan yang juga saya muat di media social kompasiana.com. Semoga membantu permenungan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membaca berita mengenai hiasan pohon natal di Abu Dhabi – Uni Emirat Arab, saya menjadi sedih. Kesedihan saya ini mungkin terlalu subjektif sifatnya, tetapi penting bahwa saya masih bisa sedih. Tentu penting bagi saya sendiri dan belum tentu penting bagi orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada beberapa alasan mengapa saya sedih. Pertama, banyak orang melakukan sesuatu tanpa memahami makna yang sebenarnya. Kedua, mereka telah membawa makna religius kedalam dunia bisnis. Ketiga, Tuhanku telah dicuri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Aksesoris vs Esensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setiap memasuki bulan Desember, kota Melbourne mulai merawat diri dengan berbagai hiasan bernuansa natal. Berbagai hiasan dengan dominasi warna merah dan hijau mulai semarak mengepung kota. Bahkan sepanjang jalanan di CBD penuh dengan hiasan bintang warna-warni. Juga pohon natal berdiri megah di berbagai sudut kota. Itu belum terhitung yang tersaji di dalam setiap pusat perbelanjaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah yang mereka lakukan ini sungguh menggambarkan suasana natal? Sebenarnya tidak sepenuhnya. Berbagai aksesoris, hiasan, parade pesta, juga pesta diskon besar-besaran; bukanlah hal yang pokok dalam natal. Itu sungguh hanya hiasan, dan bukan intinya. Itu hanya bungkus, dan bukan isinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah berbagai bungkus itu mampu mengantar kepada isi? Seharusnya demikian. Tetapi ternyata tidak selalu demikian. Ada sebagian masyarakat yang berhasil mencapai tujuan dengan jalan seperti itu. Menghias rumah mereka &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dengan berbagai atribut natal membantu mereka merayakan natal dengan khusyuk. Tetapi itu hanya sebagian kecil. Sebagian besar lagi hanya terjebak dalam meriahnya pesta. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menyedihkan, karena bungkus dan berbagai aksesoris natal telah menjebak banyak orang. Bahkan bukan hanya menjebak, ia telah membawa banyak orang menjauh dari makna perayaan yang sebenarnya, menjauh dari esensi natal yang sesungguhnya. Di mana ada kesederhanaan, kegembiraan, dan semangat berbagi dengan yang menderita. Jauh dari hingar bingar pesta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Bisnis vs Religius&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tahun lalu, ketika saya baru pertama kali melihat suasana kota Melbourne di bulan Desember, saya berpikir bahwa mereka ini sungguh religius. Mereka merayakan natal bukan hanya pada perayaan di Gereja, tetapi di seluruh penjuru kota. Nyatanya tidak demikian. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perayaan natal di Gereja tidak memiliki hubungan sama sekali dengan berbagai perayaan di berbagai sudut kota. Berbagai hiasan yang saya catat di atas, tidak mencerminkan sikap religius masyarakatnya sama sekali. Itu murni gambaran bisnis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka, ketika ada berita mengenai hiasan natal di Abu Dhabi, itu juga tidak ada kaitan sama sekali dengan religiusitas. Itu murni urusan bisnis. Hal yang mirip dengan yang terjadi di &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Arial;color:#232323"&gt;Hotel Emirate Palace&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; juga ada di sini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Setiap tahun pusat perbelanjaan Myer, selalu menggelar acara parade natal. Kemudian, mereka menghiasi setiap jendela tokonya dengan berbagai aksesoris yang lucu dan menarik. Setiap kotak jendela mengisahkan satu cerita. Mereka juga membuat satu gambaran mengenai kelahiran Yesus di salah satu jendela. Tepatnya ada di ujung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Masyarakat yang ingin melihat apa yang tersaji di jendela itu begitu banyak. Karena banyaknya mereka harus mengantri sampai panjang. Persis seperti orang mengantri mendapatkan barang gratis. Namun malang bagi jendela yang menggambarkan kelahiran Yesus, sedikit sekali orang yang datang menengoknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Mungkin jendela yang menggambarkan kelahiran Yesus kurang menarik, atau kalah lucu dibandingkan boneka warna-warni yang bisa bercerita dan menari. Menyedihkan, karena banyak pelaku bisnis mencoba mendapat keuntungan dari peristiwa kelahiran Yesus dengan jalan mengesampingkan Yesus. Rupanya ini sungguh murni soal bisnis bukan religius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Arial;color:#232323"&gt;Sinterklas vs Yesus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Mengapa saya mempertentangkan sinterklas dengan Yesus? Boleh saya katakan, cerita atau gambaran sinterklas telah mencuri Yesus dari hati banyak anak-anak. Lihatlah gambaran kakek tua berjenggot putih dengan mantel berwarna merah itu, ia senantiasa menghiasi berbagai tempat selama bulan Desember. Ia selalu dikaitkan dengan pesta natal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Siapakah dia? Dia bukanlah siapa-siapa dan tidak pernah ada! Kemudian ada yang mengkait-kaitkan dengan tokoh tertentu. Misalnya Santo Nikolaus atau siapa. Tetapi sungguh, cerita dan penggambaran sinterklas dalam pesta natal telah mencuri pribadi yang sebenarnya dirayakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Menurut cerita, kisah sinterklas ini dipopulerkan oleh sebuah produk minuman ringan yang sangat populer di dunia. Itu terjadi sekitar tahun 1920-an. Tepatnya saya kurang mengerti. Begitu populernya penggambaran tokoh tersebut, dengan variasi cerita yang menarik, sungguh telah menggeser cerita mengenai kelahiran Yesus dengan kebaikan hati sinterklas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Meski sinterklas hanyalah cerita, namun keberadaannya seolah nyata. Bahkan di beberapa sudut kota ada sebuah kotak, seperti kotak surat, yang dinamakan kotak sinterklas. Siapa yang ingin menulis surat kepada sinterklas tinggal memasukkannya kedalam kotak tersebut. Menyedihkan, tetapi tidak bisa dihindarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Dalam berbagai acara, selalu tampil ‘sinterklas-sinterklasan’. Dengan gaya bicara yang &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;ngebass&lt;/i&gt; dan tawa &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;ho-ho-ho&lt;/i&gt; yang berat, sungguh memikat banyak hati, terutama anak-anak. Begitu terkenal dan menariknya kakek tua berjenggot putih ini, hingga mampu mengalihkan perhatian dari bayi kecil yang lahir di palungan. Tidak berlebihan kalau saya katakan, sinterklas telah mencuri Yesus dari banyak hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Arial;color:#232323"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Teman, hari natal sudah dekat. Saya hanya mengingatkan diri saya sendiri, mungkin juga bisa berguna bagi orang lain, bahwa perayaan natal sesungguhnya adalah perayaan kehidupan. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Kehidupan yang disuguhkan dengan semangat kesederhanaan, keterbukaan hati dan semangat untuk saling berbagi, serta suasana keheningan. Jauh dari perayaan yang hingar bingar, apalagi pesta pora hingga melupakan Tuhan. Jika sebagian orang mengenal natal hanya sebatas pesta, belanja, dan hiasan belaka; semoga kita tidak jatuh pada titik yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Salam hangat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;color:#232323"&gt;Melbourne, 18/12/2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-4271640241525006498?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/4271640241525006498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=4271640241525006498' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4271640241525006498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4271640241525006498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/12/tuhanku-dicuri.html' title='Tuhanku dicuri'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-4474046437365557212</id><published>2010-12-15T02:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-15T02:36:29.666-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ugahari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahu batas'/><title type='text'>Lupa bilang small</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Siang tadi saya makan di rumah makan Vietnam bersama dengan satu keluarga dari Malang, kota asal saya. Kebetulan suami istri tersebut datang mengunjungi anaknya yang sudah menetap di Melbourne. Beberapa hari yang lalu mereka mengontak untuk bertemu. Sayang waktu tidak memungkinkan, jadi baru hari ini terlaksana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami berlima masuk di sebuah resto Vietnam yang &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Pho&lt;/i&gt;-nya lumayan otentik. Saya bisa mengatakan demikian karena sebelumnya pernah makan bersama seorang teman yang menganalisa menu tersebut dari berbagai sisi. Tentu saja hari ini saya memesan semangkuk &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Pho&lt;/i&gt; dengan kombinasi rasa yang saya suka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;O iya, ukuran menu di Melbourne, mungkin juga di seluruh Australia (saya tidak yakin), itu besar-besar. Saya membutuhkan waktu delapan bulan untuk bisa menyesuaikan dengan ukuran porsinya. Kata teman-teman saya, itulah sebabnya orang sini besar-besar, karena porsi makannya besar-besar. (kemungkinan besar ini tidak benar).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika makanan dihidangkan saya sedikit tertegun. Dari kami berlima hanya saya yang mangkuknya paling besar. Ketika saya bertanya mengapa mangkuk saya paling besar, mereka menjawab bahwa mereka tadi memesan menu plus ukuran, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;small&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yahhh, saya lupa mengatakan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;small&lt;/i&gt;, jadi diberi ukuran standart. Sebenarnya ukuran itu sudah mampu saya habiskan, tetapi menjadi sedikit malu karena yang lain makan ukuran kecil. Lagian, dengan porsi sebesar itu perut akan menjadi sangat penuh. Akibatnya pergerakan menjadi kurang lincah lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Tahu ukuran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman saya, yang biasanya makan siang bersama mengatakan bahwa ukuran perut saya kecil. Karena mereka melihat porsi makan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;bontotan &lt;/i&gt;saya sedikit. Hal ini sebenarnya bukan ukuran yang tepat. Karena saya membawa bekal makan sesuai dengan yang tersedia di rumah. Jika makan malam kami melimpah, maka keesokan harinya saya bisa membawa bekal yang cukup. Tetapi jika makan malam kami pas-pasan saja, maka saya hanya membawa bekal sedikit saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berangkat dari kebiasaan ini saya menemukan ukuran yang pas untuk perut saya. Sebelum tahun ini, saya memiliki kebiasaan makan siang dengan porsi besar. Hmmm, sebenarnya sulit mengatakan besar atau tidak, karena ukuran makan pagi, siang, dan malam hampir sama. Maksudnya, sama besarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka tidak mengherankan kalau berat badan saya begitu besar waktu itu. Sempat mencapai angka di atas 85 dengan tinggi di bawah 170 tentu kurang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;nyaman untuk berlarian. Setelah setahun hidup bersama kaum migrant, perlahan namun pasti berat badan saya berkurang. Satu bulan bisa berkurang sekitar 1200 gram. Sehingga setelah satu tahun, berat badan saya bisa kembali ke angka di bawa 70 kg. Hmmm, puji Tuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bukan karena stress jika berat badan saya menyusut demikian banyak, melainkan karena pola hidup yang berubah. Terlebih pola makan yang lebih sehat dan sesuai dengan ukuran. Ukuran di sini tidak saja mengacu kepada kuantitas, tetapi juga kualitas. Misalnya, untuk karbohidrat, protein, vitamin, dll, diusahakan seimbang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya juga tidak mengikuti program diet dengan menakar setiap apa yang saya makan, saya hidup biasa seperti orang-orang setempat hidup. Pagi hari hanya menyantap roti dua potong, siang hari makan seadanya, sedangkan malam hari makan cukup besar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang pasti saya jarang makan nasi. Asupan karbohidrat saya dapatkan dari roti maupun kentang, juga ketela dan labu kuning. Semua sesuai dengan ukurannya. Ditambah dengan banyak bergerak dan istirahat yang cukup, badan saya terasa lebih sehat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Jangan terlalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya sadar, segala hal yang dilakukan sesuai dengan ukuran akan membuahkan sesuatu yang baik. Sebaliknya sesuatu yang dilakukan berlebihan juga akan menghasilkan sesuatu yang buruk juga. Hal yang &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;sebenarnya baik pun jika dilakukan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;berlebihan menjadi kurang baik lagi. Tahu batas, tahu ukuran, rupanya salah satu cara dalam melakukan sesuatu untuk menghasilkan yang indah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebuah nasihat lama kembali bergema di hati saya. Kalau kamu tidak suka, janganlah terlalu besar membenci, siapa tahu nanti kamu menyukainya. Agar tidak malu kalau harus mengatakan suka. Sebaliknya, kalau sedang suka jangan terlalu besar mencintainya, agar tidak terlalu sakit jika nanti berpisah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hmmm, kok jadi begini? Kok menjadi setengah-setengah? Lantas, di mana letak kesungguhan dan kepenuhan? Sungguh mencinta denga penuh. Dengan segenap hati. Dengan sepenuh jiwa raga? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Waduh, kok saya jadi melankolis tidak jelas begini ya. Hmmm, tentu mencinta haruslah sepenuhnya. Namun tetaplah menjaga kesadaran. Tetaplah hidup dalam batas kewajaran. Sadar dan wajar dalam melangkah dan melihat. Sadar dan wajar dalam berbuat dan bersikap. Cintailah sepenuh hati, namun jangan terlalu. Berikan ukuran yang sepantasnya dan secukupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nahhh, ini yang sulit, memberikan yang sepantasnya dan secukupnya. Karena berapakah ukruan cukup? Apalagi kata cukup dalam mencinta. Apakah Anda tahu ukurannya? Berapakah cukup itu? Saya kok jadi bingung. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau ukuran saya kecil itu kecil saja. Tapi siang tadi saya lupa bilang &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;small&lt;/i&gt;. Jadinya sekarang perut saya &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;sebah&lt;/i&gt; tidak karuan. Ini juga karena saya tidak bisa berkata cukup. Saya harus sadar kalau ukuran saya memang kecil, jangan berlagak besar. Bagaimana dengan kalian?&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-4474046437365557212?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/4474046437365557212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=4474046437365557212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4474046437365557212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4474046437365557212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/12/lupa-bilang-small.html' title='Lupa bilang small'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6010195777029253063</id><published>2010-11-29T01:22:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T01:33:27.872-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rendah hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahmat Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekuatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelemahan'/><title type='text'>Jika aku lemah….</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kata beberapa teman, belajar yang baik itu adalah dengan mengajar. Hal itu saya pahami kebenarannya ketika saya harus mengajar. Sebelum menjelaskan kepada orang lain, saya mesti mempelajarinya dengan seksama untuk mendapat pemahaman yang baik. Jika saya tidak mampu memahami dengan baik, alhasil saya tidak bisa mengajar dengan baik. Kalau dipaksakan, materi yang saya berikan akan ‘mbulet’ dan sulit dipahami. Karena saya sendiri belum mampu memahami dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Namun demikian, tidak selamanya teori itu bisa berjalan seperti itu. Karena tuntutan harus mengajar, maka siap-tidak siap; jelas-tidak jelas; saya harus menyampaikan sesuatu. Materi pelajaran itu bisa dalam bentuk khotbah, renungan, pengajaran, dll. Karena sudah dijadwalkan, atau karena seorang imam yang harus berkhotbah; maka mau-tidak mau harus ada yang disampaikan, meski terkadang tidak jelas. Lepas dari hal itu, dengan mengajar, saya sungguh belajar sesuatu. Karena harus mempersiapkan, saya menjadi tahu letak kesulitannya terlebih dahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Kelemahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hari ini saya sedang mempersiapkan pengajaran untuk anak-anak PDKKI. Tema yang mereka minta adalah mengatasi kelemahan. Teorinya, saya mengajarkan sebuah cara untuk mengatasi kelemahan itu. Menjadi tidak mudah bagi saya ketika saya sendiri masih berjuang untuk mengatasi kelemahan-kelemahan saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Akan ada dua bagian yang harus saya pahami. Pertama pengertian dan teori untuk lepas dari kelemahan, yang kedua adalah pengalaman mengatasi kelemahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bagian pertama mungkin bisa dipaparkan dengan cukup gamblang, namun menjelaskan pengalaman mengatasi kelemahan adalah sesuatu yang berbeda. Teori mengatasi kelemahan bisa saya ambil dari berbagai sumber, namun sharing mengatasi kelemahan, mestilah berasal dari diri saya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ada beberapa pengajar yang kerap bersikap&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt; jaim&lt;/i&gt;, alias &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;jaga image&lt;/i&gt;. Seolah-olah memahami, meskipun kurang paham. Saya sendiri kurang setuju dengan sikap tersebut, karena dalam hemat saya akan lebih menolong jika pendengar memahami kesulitan saya dari awal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hal ini saya praktikkan ketika mengajar di sekolah, banyak tahun yang lampau. Jika ada materi yang sulit saya pahami, tetapi harus disampaikan, maka saya katakan bahwa saya belum memahami dengan baik. Untunglah para murid mau mengerti hal itu. Juga kalau ada pertanyaan-pertanyaan yang sulit saya jawab, akan saya katakan bahwa saya belum tahu jawabannya. Kemudian saya akan bertanya kepada orang lain yang lebih paham, dan memberikan jawaban itu kepada para murid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kembali kepada persoalan kelemahan, saya hendak memaparkan dalam dua bagian. Pertama kelemahan yang mungkin bisa kita telaah dari sisi psikologi sedangkan bagian kedua mengenai kelemahan rohani. Dalam dua bagian ini, sebenarnya saling berkaitan. Karena tidak mungkin melepaskan yang satu dari lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Kelemahan dalam Injil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sejauh saya cari, hanya Injil Matius yang menyebutkan dengan jelas kata kelemahan. Itupun dikaitkan dengan penyakit. Ada empat ayat yang bisa kita baca di dalam Injil Matius. Pertama pada bab 4:23 “Yesus …memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kemudian di dalam bab 8:17 kita temukan kalimat seperti ini, “Hal itu terjadi supaya genaplah firman …: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."” Sementara itu dalam bab 9:35 Matius menulis, “Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan”. Yang terakhir dalam bab 10:1 “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dari empat kutipan di atas, ada kesamaan yang bisa kita lihat, yaitu keterkaitan antara penyakit dan kelemahan. Kemudian, hal tersebut bisa dilenyapkan dengan bantuan kekuatan dari Tuhan. Para murid yang ikut dalam karya pewartaan, diberi kuasa untuk ikut melenyapkan kelemahan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hal yang membahagiakan adalah, Allah sendirilah yang pada akhirnya akan menanggung segala kelemahan kita. Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus, Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Kelemahan = kekuatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ungkapan yang kelihatan bertolak belakang ini saya ambil dari ajaran St. Paulus. Di dalam beberapa suratnya, ia kerap menyinggung soal kelemahan ini. Bahkan satu ungkapannya begitu sangat terkenal, yaitu jika aku lemah maka aku kuat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ungkapan tersebut bukanlah kesombongan atau sebaliknya keputusasaan. Paulus sampai pada keyakinan bahwa hanya dengan mengalami kelemahan yang paling dasarlah manusia akan menemukan kekuatan yang sungguh besar. Apa artinya ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ketika manusia mampu berdamai dengan dirinya sendiri, terbuka akan segala kelemahan dan kelebihannya, ia akan mampu berkembang. Ketika seseorang mampu melihat kelemahannya yang paling hebat, ia akan mampu pula melihat siapakah yang bisa membawanya keluar dari sana. Di sinilah Paulus memiliki pengalaman yang patut kita teladani.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Paulus adalah orang yang hebat. Secara akademis dan strata social dia orang terpandang. Namun pengalaman berjumpa dengan Yesus telah mengubah segalanya. Bahkan ia sendiri mengatakan bahwa semua hal yang dulu pernah ia bangga-banggakan, ternyata hanya sampah saja jika dibandingkan dengan pengenalan akan Yesus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Selanjutnya Paulus menemukan jalan, bahwa hanya dengan menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhanlah ia akan dimampukan. Dengan menyadari kelemahannya, Paulus mampu menyerahkan diri seutuhnya kepada pertolongan Tuhan. Inilah sumber kekuatannya. Bahwa Tuhanlah yang kemudian bekerja. Tuhanlah yang sebenarnya kuat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Berdamai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Belajar dari Paulus di atas, satu cara yang kiranya bisa kita tiru adalah berdamai dengan diri sendiri. Hal ini memiliki arti bahwa seseorang yang ingin lepas dari kelemahan, ia harus menyadari dulu kelemahannya. Selanjutnya baru menapaki jalan perubahan melalui pintu pertobatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ada 3 pintu yang bisa dilalui. Pertama adalah pintu pengetahuan. Salah satu yang menjadi penyebab kelemahan seseorang adalah kekurangan pengetahuan. Tentu saja jalan untuk keluarnya lebih mudah. Yaitu memberinya pengetahuan yang cukup. Diharapkan dengan memiliki pengetahuan, ia akan terbebas dari kelemahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pintu kedua kita sebut sebagai kemampuan. Biasanya kemampuan berkaitan dengan pengetahuan. Namun hal yang membedakan adalah, kemampun berkaitan dengan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;skill&lt;/i&gt; sedangkan pengetahuan lebih kepada pemahaman. Orang yang tahu saja tanpa pernah berlatih, ia tetaplah lemah. Maka latihan yang rutin akan membuat seseorang mahir, dengan sendirinya memiliki kemampuan yang cukup untuk maju.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sedangkan pintu ketiga, dalam pengalaman saya cukup berat, adalah pintu kemauan dan kesadaran. Inilah pintu yang sulit dilewati karena kerap seseorang memiliki pengetahuan yang cukup bahkan kemampuan berlebih, namun jika tidak memiliki kemauan, semuanya akan menajdi sia-sia. Kemauan untuk lepas dari kelemahan, tentu harus didorong oleh kesadaran bahwa lepas dari kelemahan itu sesuatu yang jauh lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pintu ketiga ini bisa juga kita sebut sebagai kehendak. Dalam arti kata, sebuah kemauan yang kuat. Kehendak inilah yang kerap hilang dalam diri manusia modern, yang pengetahuannya luas, dan karena bantuan tekhnologi, kemampuannya menjadi hebat. Tanpa dibarengi kehendak yang teguh, semuanya akan sia-sia saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maka berdamai dengan diri sendiri mesti melewati tiga pintu ini. Contoh sederhana adalah membaca Kitab Suci dengan teratur. Pengatahuan kita mengajarkan bahwa membaca Kitab Suci secara teratur adalah sesuatu yang sehat bagi jiwa. Ada banyak fasilitas yang bisa kita gunakan. Hal ini mendukung kemampuan kita. Tetapi jika tidak ada kehendak untuk membacanya, semua akan sia-sia. Termask penemuan Kitab Suci elektronik yang ada dalam genggaman kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Rendah hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Akhirnya, sampailah pada tahap terakhir. Bahwa kelemahan itu, entah psikologis atau spiritual, bisa diatasi dengan mengupayakan kerendahan hati. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Secara rendah hati mengakui segala kelemahan diri. Kemudian mengupayakan cara dan sarana untuk lepas dari situasi buruk tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kerendahan hati ini adalah sesuatu yang mesti dipupuk. Jalan yang paling sederhana adalah meminta bantuan orang lain. Rumusannya sederhana saja, hanya orang yang rendah hati yang mau meminta tolong kepada orang lain. Doa Salam Maria membantu kita untuk bisa menjadi rendah hati dengan sungguh. Mendoakannya setiap hari dengan penuh kesadaran, akan memberi buah yang baik. Kalimat terakhir, ‘doakanlah kami yang berdosa ini…’ adalah bentuk latihan kerendahan hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Berikutnya adalah berlatih terus dan terus. Doa tobat mengajari kita akan hal itu. ‘Dengan pertolongan rahmat-Mu aku akan memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi’. Kalimat ini yang kerap kurang disadari. Ketika seseorang mendoakan doa tobat, biasanya kalimat doa itu meluncur bagitu saja dengan rapinya. Sehingga makna yanga da di dalamnya tidak dirasakan lagi. Bahwa buah pertobatan akan sungguh dirasakan jika seseorang mengupayakan dengan sungguh untuk keluar dari belenggu dosanya. Kata-kata ‘tidak akan berbuat dosa lagi’ harus sungguh diwujudkan dalam tindakan, bukan perkataan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah saya selesai menyusun presentasi untuk pengajaran sore ini, saya termangu. Banyak langkah indah yang saya paparkan itu sesungguhnya sebuah jalan yang harus saya daki sendiri. Seluruh paparan inipun sejatinya ajaran untuk diri saya sendiri, karena saya melihat dengan sangat jelas bahwa banyak kelemahan masih melekat erat dalam seluruh urat nadi saya. Masih ada jalan panjang yang harus saya lalui untuk bisa keluar dari perangkap kelemahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sahabat, semoga kita bersama bisa melalui jalan panjang dan melelahkan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tuhan memberkati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6010195777029253063?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6010195777029253063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6010195777029253063' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6010195777029253063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6010195777029253063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/11/jika-aku-lemah.html' title='Jika aku lemah….'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-1803743289945926781</id><published>2010-10-23T23:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T23:32:19.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><title type='text'>“Mengapa Berdoa Kepada Orang Mati?”</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;"&gt;Seorang kawan pernah bertanya, “mengapa kamu berdoa kepada orang mati?” Awalnya saya terkejut mendapat pertanyaan seperti itu, namun lambat laun menjadi terbiasa dan bisa memaklumi mengapa mereka bertanya seperti itu. Dengan tersenyum saya katakan bahwa saya tidak pernah berdoa kepada orang mati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejauh ingatan saya yang belum panjang ini; dalam doa, saya selalu berdoa kepada Tuhan. Dalam banyak kesempatan dalam doa itu, saya mendoakan orang yang sudah meninggal. Terkadang, bahkan kerap juga, saya meminta tolong kepada orang yang sudah meninggal untuk mendoakan saya. “Lho kok bisa?” Itu pertanyaan lanjutan dari teman saya tadi. Baiklah kita lihat sejenak pemahaman mendoakan orang yang sudah mati, dan meminta bantuan doa dari mereka dalam pemahaman iman Katolik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dalam kesatuan iman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekumpulan umat yang percaya kepada Allah Bapa pencipta dan kepada Yesus yang diutus menyelamatkan manusia serta kepada Roh Kudus yang menyertai hidup manusia disebut Gereja. Dalam pemahaman ini yang disebut Gereja bukanlah bangunan, namun sekumpulan orang. Sementara itu anggota Gereja sendiri terbagi menjadi tiga kelompok. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertama adalah mereka yang sudah berbahagia bersama Allah di surga. Kelompok kedua adalah mereka yang masih berjuang di dunia ini, yaitu manusia yang masih hidup. Dan kelompok ketiga adalah mereka yang sudah meninggal dan belum bersatu dengan Allah Bapa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apa hubungan antar kelompok anggota Gereja ini dengan praktik mendoakan orang mati? Hubungannya sangat erat sekali. Bahwa manusia yang masih hidup mendoakan mereka yang sudah mati, yang belum bersatu dengan Bapa. Sedangkan mereka yang sudah berbahagia bersama Bapa dapat dimohon doanya. Hal ini dimungkinkan karena hakikat manusia itu saling menolong. Bahkan praktik saling menolong ini terus berlanjut ketika sesamanya itu sudah meninggal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum kita melanjutkan membahas persoalan mendoakan dan didoakan berkaitan dengan mereka yang sudah meninggal, baiklah kita pahami pemikiran Gereja mengenai kehidupan setelah kematian. Mereka yang sudah mati akan melewati satu tahap yang disebut pengadilan pribadi. Dari hasil pengadilan pribadi itu bisa didapat tiga kemungkinan tempat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang pertama, jika manusia itu sungguh mencintai Allah, dan selama hidupnya tidak ternoda, maka ia pantas bersatu dengan Allah. Keadaan bersatu dengan Allah ini kita sebut surga. Kemungkinan kedua adalah, jika seseorang itu sungguh memisahkan diri dari Cinta Allah. Ia menolak Allah dalam hidupnya, maka tidak mungkin ia bisa bersatu dengan Allah. Pemikirannya sederhana saja. Yaitu bagaimana mungkin seseorang yang menolak Allah bisa bersatu dengan Allah. Keadaan jauh terpisah dengan Allah inilah yang kiat sebut neraka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nah, bagi mereka yang tidak menolak Allah dalam hidupnya, tetapi cintanya tidak sungguh murni, maka mereka masih perlu menunggu. Mereka membutuhkan waktu untuk pemurnian. Seperti emas yang dibakar dalam api untuk melihat kemurnian emas tersebut. Atau barang yang kotor perlu dicuci agar kembali bersih, demikianlah dengan manusia. Ia yang kotor mesti dibersihkan dan dimurnikan baru bersatu dengan Allah. Keadaan ini kita sebut api penyucian atau pencucian, tergantung bagaimana kita memandangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mendoakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mereka yang berada dalam keadaan pemurnian ini tidak bisa menolong dirinya sendiri. Jika tidak ada yang memberi bantuan, maka waktu yang dibutuhkan bisa sangat lama. Sebaliknya jika mereka mendapat bantuan berupa doa-doa, waktu yang dibutuhkan dalam masa pemurnian itu bisa berkurang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang kerap muncul adalah bagaimana mengetahui bahwa seseorang yang sudah meninggal masih berada di dalam masa pemurnian atau sudah beralih ke surga? Tentu sulit sekali mengenalinya. Namun bukan berarti tidak ada tandanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mari kita lihat sebuah contoh dalam kehidupan sehari-hari. Seperti saya gambarkan di atas, kehidupan seseorang sesudah kematian sangat bergantung dari bagaimana ia hidup sebelumnya. Jika selama hidup seseorang mencintai Allah dan memelihara cinta tersebut dengan baik, sangat dimungkinkan bahwa ia segera bersatu dengan Pribadi yang sangat dicintai tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seandainya ia masih membutuhkan masa pemurnian, pastilah tidak akan lama. Sebaliknya, jika seseorang selama hidupnya tidak benar-benar meninggalkan Allah, namun segala perilakunya terus melukai cinta Allah, seandainya membutuhkan pemurnian pasti akan lama sekali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka bagaimana doa yang tepat untuk mereka yang sudah meninggal? Sulit juga mengatakan doa yang tepat dan tidak tepat. Namun dalam iman kita berucap demikian, “Tuhan saya berdoa bagi arwah…, jika ia masih berada dalam masa pemurnian, semoga ia segera kau persatukan dengan kemuliaanMu sendiri. Sebaliknya jika sekarang ia sudah berbahagia bersama-Mu, biarlah ia mendoakan kami.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Satu Pelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Memperdebatkan boleh atau tidak mendoakan orang mati bagi saya tidak terlalu penting. Karena dari semuanya yang jauh lebih penting adalah pelajaran yang bisa kita tarik dari peristiwa tersebut. Peritiwa mendoakan danperistiwa kematian itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pelajaran pertama adalah berjaga-jaga. Mereka yang sudah meninggal tidak bisa berbuat apa-apa bagi dirinya sendiri. Yang bisa mereka lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum saat itu tiba. Hidup yang baik di hadirat Allah selama masih diberi kesempatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal baik kedua yang bisa kita peroleh adalah, tidak pernah ada salahnya mendoakan prang lain. Seperti halnya perbuatan baik yang lain, itu tidak pernah salah dilakukan. Mendoakan orang lain adalah sebuah perbuatan baik yang tidak mengeluarkan ‘modal’ sedikitpun. Mungkin hanya membutuhkan waktu 5 menit. Bahkan kerap kali tidak sampai. Mengapa masih mempersoalkan ini? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pelajaran hidup nomor tiga adalah, hidup kita saling berkesinambungan. Antara kita di alam kelihatan dan mereka yang di alam tidak kelihatan saling berkaitan. Kita berada dalam satu kawanan yang sama. Kita semua adalah satu, dalam perjalanan yang sama. Tujuan yang hendak kita raih sama, maka saling menolong adalah sikap yang terpuji.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-1803743289945926781?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/1803743289945926781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=1803743289945926781' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1803743289945926781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1803743289945926781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/10/mengapa-berdoa-kepada-orang-mati.html' title='“Mengapa Berdoa Kepada Orang Mati?”'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-1482876884967562314</id><published>2010-10-12T03:18:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T03:20:00.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maria'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Mengapa aku mencintaimu, oh Maria!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;"&gt;Saudari-saudara terkasih, mengapa saya begitu mencintai Bunda Maria? Sedikit pemaparan berikut adalah gambaran sederhana mengapa orang-orang Katolik begitu mencintai Bunda Maria. Saya berangkat dari pengalaman pribadi, hidup sebagai orang Katolik, yang saya andaikan dialami oleh sebagian besar orang Katolik yang mencintai Maria juga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Saya tidak menguraikan perdebatan-perdebatan teologis-biblis mengenai Maria. Di sini saya hanya hendak berbagi, bagaimana lebih mencintai Allah seperti Maria. Bahkan bukan hanya seperti Maria, tetapi bagaimana mencintai Allah bersamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Cinta pertama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kesan pertama senantiasa menggoda. Selanjutnya terserah Anda yang akan menguraikannya. Demikianlah kesan pertama saya tatkala belajar mencintai Allah. Dulu sekali, ketika saya masih kecil, ibu saya mengajari berdoa. Bukan doa yang rumit-rumit, tetapi doa sederhana yang ia bisa. Tentu ibu saya juga perempuan sederhana, dia tidak pandai merangkai kata, maka doanya juga sederhana. Yang dia tahu hanya Bapa Kami dan Salam Maria. Maka doa itulah yang diajarkan kepada saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setiap malam menjelang tidur, ibu mengajak saya berdoa, meski doa yang dilantunkan selalu sama, toh saya tidak bosan. Terkadang ibu menceritakan sedikit kisah mengenai Maria, dan beberapa kisah yang ia dengar di Gereja. Atau terkadang juga mengajak bernyanyi dari buku Madah Bhakti. Yang pasti ibu tidak banyak mendongeng atau berkisah, tetapi hanya mengajak berdoa. Dari situlah benih cinta saya kepada Allah melalui Bunda Maria mulai tumbuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Menginjak remaja dan akhirnya hingga sekarang, saya tetap tidak pandai berdoa. Doa saya masih hampir sama seperti yang diajarkan oleh ibu saya di waktu saya masih kecil. Hanya sekarang, saya lebih memahami apa yang saya lakukan. Jika dahulu saya hanya melakukan apa yang diajarkan ibu, sekarang saya memahami dengan lebih baik mengapa ibu mengajarkan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Sederhana dan Setia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam perjalanan waktu, cinta saya kepada Maria juga bertumbuh. Dulu saya mencintai ya mencintai saja. Kurang memahami, dan terkesan cinta buta. Itu terbukti ketika teman-teman dari Gereja lain mengolok-olok dengan mengatakan saya menyembah Maria, saya marah besar. Saya tidak terima.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tetapi kemudian saya menyadari, bahwa kemarahan saya itu tidak terlalu berdasar. Dan bukan tanda cinta yang benar juga. Setelah memahami dengan benar, saya tidak pernah marah lagi ketika diolok-olok. Saya hanya tersenyum dan bahkan cinta saya semakin bertumbuh besar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Mengapa saya begitu mencintai Maria? Jawaban pertama yang saya temukan adalah, karena Allah saja mencintai Maria. Bagaimana saya tidak mencintainya? Allah saja menghormatinya, bagaimana saya tidak menghormatinya? Tentu Allah tidak bermain dadu ketika memilih Maria untuk menjadi ibu penebus. Sebagai pribadi, Maria memeiliki sifat dasar yang membuat seseorang, bahkan Allah sekalipun, akan terus terpikat kepadanya. Yaitu, sederhana dan setia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maria adalah sosok pribadi yang sederhana. Ia tidak menonjolkan diri dan berbangga hati, bahkan ketika dipilih untuk melahirkan penebus. Inilah beberapa kesederhanaan hati Maria. Ia senantiasa menyadari keterbatasan dirinya dan berani menyerahkan segala peristiwa kepada Tuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ketika menerima kabar gembira (Luk 1:26-38), ketika menerima salam dari Elisabet (Luk 1:39-46), ketika menerima kunjungan para gembala dan para majus dari timur (Luk 2:6-19), ketika perkataan Yesus tidak bisa ia mengerti (Luk 2:21-52), ia tidak memegahkan diri. Dalam setiap peristiwa itu, Maria menunjukkan kualitas dirinya. Yang tidak menjadi sombong, yang tidak menjadi sok tahu dan sok pandai, juga tidak menjadi sok berkuasa. Ia tetap menajdi Maria, gadis sederhana dari kampung Nazareth. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kesederhanaan Maria dilengkapi dengan kesetiannya keapda Allah. Hal itu sungguh terbukti nyata. Mari kita lihat sekilas. Meski ia dipilih Allah untuk melahirkan penebus, bukan serta merta hidupnya enak dan tanpa kesulitan. Sebaliknya, setiap jengkal langkah yang ia tempuh, mengguratkan jejak derita yang tiada terkira. Mesti melahirkan di kandang hina, mengungsi ke negara tetangga, menyaksikan anknya dijatuhi hukuman mati, memangku anaknya yang telah menjadi jenazah; dalam semua peristiwa itu Maria tetap menyerahkan semuanya kepada Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Janji yang dahulu ia utarakan&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt; ‘sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.’ Maria memegang janjinya itu, ia tetap menyerahkan apa yang etrjadi pada dirinya kepada kuasa Allah. Meski terasa menyakitkan.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semuanya itu adalah gambaran sederhana betapa setianya Maria kepada Allah. Ia tidak berontak dan tidak menuntut. Ia tetap memercayakan setiap peristiwa hidupnya ke dalam naungan kasih Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Teladan dan teman dalam berdoa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah Yesus kembali ke surga, Maria jarang disebut dalam Kitab Suci. Perannya kemudian adalah menjadi ibu atas para murid, dan atas seluruh umat. Tetap dalam kesederhanaan seperti dahulu kala. Sekarang Maria menjalankan tugas yang diberikan Yesus kepadanya. Menjadi ibu atas para murid (Yoh 19:26). &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maria menjalankan perintah itu dalam keheningan doa. Seperti digambarkan Paulus, Maria ‘tersebunyi bersama Kristus di dalam Allah’ (Kol 3:3). Maria mendampingi Gereja, anak-anak yang diserahkan Yesus kepadanya, dalam doa-doa. Maka tidak pernah keliru ketika kita berseru kepada Maria, ‘doakanlah kami orang berdosa ini, sekarang hingga kami mati.’ Karena Yesus telah menyerahkan kita kepada Maria (Yoh 19:27).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam keheningan dan ketenangan, Maria mendampingi kita dalam perjalanan mencintai Allah. Ia setia menemani, ia juga memberi teladan. Ia penuh iman ketika berkata kepada Yesus, ‘mereka kehabisan anggur’ (Yoh 2:3). Ia memiliki iman yang sangat besar. Berdoa adalah gamabran sederhana hidup beriman. Maria telah membuktikan, bukan hanya dulu, tetapi juga kini dan nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Mengapa cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika saya kembali ditanya, mengapa saya mencintai Maria, maka jawaban saya tetaplah sama. Karena Allah saja begitu mencintai Maria, masakan saya tidak mencintainya. Allah mencintai bukan dengan cinta buta, tetapi karena Maria memang pantas dicintai. Selain itu, bersama Maria saya belajar mencintai Allah dengan apa adanya, dan belajar setia kepada-Nya. Jika saya tidak mencintai Maria, tentu kurang ajar. Karena sekali lagi, Allah saja mencintainya. Maka saya terus mencintainya dengan sepantasnya, sebab Maria membantu saya makin dekat dengan Allah. ‘Santa Maria bunda Allah, doakanlah aku yang berdosa ini, sekarang, hingga kami mati.’&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tuhan memberkati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-1482876884967562314?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/1482876884967562314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=1482876884967562314' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1482876884967562314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1482876884967562314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/10/mengapa-aku-mencintaimu-oh-maria.html' title='Mengapa aku mencintaimu, oh Maria!'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-7416842644520685924</id><published>2010-09-14T04:09:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T04:11:50.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih Allah'/><title type='text'>Sehangat Balutan Sleeping Bag</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sahabat, musim dingin baru saja sirna. Kehangatan musim semi mulai terasa. Semarak bunga-bunga dan keindahan mentari senantiasa menyapa. Kicau burung-burung di pagi hari menghantar lagu gembira. Semuanya bersuka, menyambut musim baru yang ceria.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Namun saya tidak akan bercerita mengenai musim semi. Saya hendak berkisah mengenai musim dingin yang baru saja pergi. Banyak cerita yang sayang untuk dibiarkan basi. Satu dua refleksi akan membuat perjalanan hidup kita makin berarti. Musim dingin yang kerap dibalut sepi, sesungguhnya menyimpan banyak arti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bagi pelajar, musim dingin adalah kesempatan emas untuk belajar giat. Gigitan udara dingin menyengat, membuat hasrat belajar semakin meningkat. Asal tidak dikalahkan oleh panggilan selimut yang menggeliat. Tetapi malam yang datang begitu cepat dan kerap pergi terlambat, adalah kesempatan belajar yang sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Melawan dingin malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Musim dingin ini adalah pengalaman pertama saya. Menurut banyak orang lebih dingin dari sebelumnya. Saya merasakan pula, maka penghangat ruangan tidak berhenti menyala. Tagihan listrik yang membengkat membuat saya mengubah strategi mengatur udara. Kondisi keuangan yang pas-pasan membuat setiap langkah mesti dijaga. Termasuk bagaimana menghangatkan raga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Saya harus berterimakasih kepada dia yang menciptakan kantong tidur, alias sleeping bag. Benda itulah yang menyelamatkan saya di kala dingin datang mencekat. Masuk ke dalam kantong tidur di atas kasur yang sudah dilambari kain tebal dan dibalut selimut yang tak kalah tebal benar-benar nikmat. Hmmm, kehangatan menyebar ke seluruh badan, menghilangkan segala penat. Meski tanpa penghangat ruangan, dingin malam tak kuasa menembus tebalnya selimut berlipat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Biasanya kantong tidur dipakai saat berkemah di luar ruangan, di gunung atau di pantai. Kantong tidur adalah pilihan yang tepat dan praktis. Bisa dilipat sehingga menghemat tempat, namun jika diperlukan mampu menutup seluruh badan. Sungguh alat sederhana penolong sempurna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Sleeping Bag kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kehidupan kita juga membutuhkan kehangatan. Jika badan membutuhkan pakaian, selimut, bahkan penghangat tambahan, jiwa pun membutuhkan penghangat. Dalam keluarga, dalam kelompok, di mana saja manusia berada, mereka membutuhkan penghangat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Alangkah merana dan menderitanya jika hidup seseorang menjadi dingin. Alangkah sengsaranya keluarga yang hubungannya dingin. Alangkah buruknya masyarakat jika tiada kehangatan di sana. Kehangatan itu sumber kegembiraan. Ia memberi kekuatan. Ia memberi inspirasi untuk membuat banyak hal indah diciptakan. Kehidupan kita membutuhkan sleeping bag. Sleeping bag itu saya sebut cinta. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Penulis Kitab Kidung Agung menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan seperti sepasang kekasih. Ya, sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Hubungan yang terbalut dalam hangatnya &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;sleeping bag&lt;/i&gt;. Hubungan mereka hangat tak terkira. Mari kita lihat satu gambarannya dalam Kidung Agung bab 1 ayat 2-3.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;1:2 -- Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kehangatan cinta itu mengalahkan anggur. Ia semerbak mewangi, mengalahkan harum parfum yang mahal sekalipun. Kehangatan Sang Kekasih begitu menawan hati. Itu semua karena adanya cinta. Sahabat, kalian bisa membaca keseluruhan Kidung Agung dan rasakan di sana betapa cinta itu sangat kuat. Misalnya dalam bab 8 ayat 6 dan 7 kita temukan betapa dasyatnya cinta itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;8:6 ;…karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;8:7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Menjaga Cinta Tetap Menyala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika cinta itu sungguh ada, ia akan menyala. Dan seperti diakatakan penulis Kidung Agung, bahkan air yang banyak tidak mampu memadamkannya. Panas cinta itu menghangatkan kehidupan. Meski demikian, kita perlu menjaga nyala cinta itu. Karena jika tidak dipelihara, ia akan kehilangan bara dan menjadi padam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika nyala cinta itu padam, padam pula kehidupan kita. Mati pula gairah hidup jika kobaran api cinta itu sirna. Dan jika itu terjadi alangkah menderitanya kita. Saya pernah menjumpai seseorang yang murung mukanya. Tak ada garis senyum di bibirnya. Matanya cekung dan redup. Pipinya berkerut dan berona hitam. Sedih sekali memandangnya. Hatinya dingin dan sikapnya juga kaku. Ia telah kehilangan cinta. Tiada yang mampu menghiburnya. Disuguhi makanan yang lezat, seleranya tak juga didapat. Disajikan symphony yang menawan ia jawab tiada yang berarti. Sungguh malang hati yang ditinggalkan cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sungguh malang pula hidup yang tanpa cinta. Semuanya kering, keras, dan gersang. Semuanya seperti rutinitas biasa, meskipun sebenarnya sungguh luar biasa. Mentari yang terbit di ufuk timur pada pagi hari, tak dirasa lagi kelembutannya. Pun pula temaram senja di ufuk barat, tak dicecap kemesraannya. Semua dirasa biasa, tawar dan hambar. Tiada lagi rasa yang mampu membangkitkan gairah jiwa. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Alangkah menderitanya hidup tanpa cinta. Jika kita tidak mau seperti itu, cinta yang bersemayam di dalam dada mesti dipelihara. Gairahnya mesti dijaga. Kehangatan dan kemesraannya mesti tetap ada, hingga badan menua dan kembali ke alam baka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;Cinta itu tetap akan ada, jika kita memeliharanya bersama Sang Cinta. Jika cinta itu kita dapatkan dari Sumber Cinta sendiri, ia akan kekal abadi. Santo Yohanes mengatakan, &lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Allah adalah cinta, dan barangsiapa tetap berada di dalam cinta, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (1 Yoh 4:16). Memelihara cinta berarti memlihara hidup tetap bersama Allah. Itu seumpama menjaga badan dalam balutan kantong tidur di musim dingin. Menjaga hidup tetap hangat, menyimpannya dimusim panas. Semoga hidup kita tetap memancarkan kehangatan cinta, karena kita terus menjaganya bersama Sang Cinta sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tuhan memberkati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt;Melbourne, 14 September 2010 &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-7416842644520685924?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/7416842644520685924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=7416842644520685924' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7416842644520685924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7416842644520685924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/09/sehangat-balutan-sleeping-bag.html' title='Sehangat Balutan Sleeping Bag'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-3890106477092892881</id><published>2010-09-12T05:44:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T05:46:24.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun'/><title type='text'>Beberapa Catatan Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat, ulang tahun itu pasti setahun sekali. Jika tiap bulan tentu namanya ulang bulan. Jika tiap hari namanya ulang hari. Tentu ini bukanlah sesuatu yang sangat serius untuk diperbincangkan, apalagi diperdebatkan. Satu hal yang lebih mendasar yang patut direnungkan adalah, mengapa seseorang merayakan ulang tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Awal bulan ini saya mengundang banyak umat untuk hadir dalam perayaan Ekaristi. Mengapa harus hari itu? Mengapa saya berpikir bahwa hari itu istimewa? Bukankah setiap hari umat juga turut merayakan Ekaristi di Gereja masing-masing? Bukankah setiap minggu juga ada perayaan Ekaristi yang agung? Ya, semua pertanyaan itu benar adanya. Tetapi saya memiliki alasan khusus untuk melakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Saya mengundang umat untuk hadir dalam perayaan syukur atas rahmat Tuhan yang senantiasa melimpah. Berbicara mengenai rahmat Tuhan, tentu tidak cukup hanya setahun sekali, karena rahmat itu diberikan setiap hari. Maka ucapan syukur itu mestinya diberikan setiap hari. Meski demikian harus ada satu hari yang menandai. Karena Tuhan pun memberi tanda. Memilih satu hari dari sekian hari untuk diri-Nya sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%"&gt;Tidak Ada Kisah Ulangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika kita merenungkan lebih dalam, sebenarnya ulang tahun itu tidak ada. Tidak ada kisah ulangan. Ya, karena tidak ada sesuatu yang benar-benar bisa diulang. Semua yang dilakukan sebenarnya adalah baru. Menurut ahli biologi, sel-sel dalam tubuh kita juga selalu berganti. Artinya tubuh kita juga mengalami pembaharuan setiap hari. Baiklah saya berikan beberapa cerita untuk memahami pengertian ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Gambaran pertama yang hendak saya tunjukkan adalah sungai. Jika ada kesempatan, silahkan meluangkan waktu untuk sejenak duduk di tepi sungai. Pandanglah aliran air di sana. Setiap saat air di sana berganti. Air yang kita lihat tidak pernah sama lagi. Selalu baru setiap saat. Yang membuat sama hanya satu bahwa semua yang mengalir adalah air, meski selalu berbeda. Hal yang lebih menakjubkan adalah, semua sungai airnya mengalir ke laut. Ada berapa banyak sungai di dunia ini, tetapi air laut tidak pernah penuh. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Gambaran kedua adalah matahari. Setiap hari kita terima sinarnya. Pagi hari dia muncul di ufuk timur, dan di kala senja ia berlari sepanjang malam dari barat agar keesokan hari bisa muncul lagi di ufuk timur. Matahari yang kita lihat tentu saja sama. Tetapi sinar yang kita terima selalu baru setiap hari. Terkadang lebih panas, terkadang lebih hangat. Sinar yang kita terima selalu berbeda, tetapi semuanya masih berasal dari matahari yang sama. Mataharinya tetap sama, tetapi sinar yang kita terima selalu baru setiap hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Semoga dua gambaran di atas tidak membingungkan. Maka sebelum jauh menjadi lebih bingung, saya tegaskan lagi bahwa ulang tahun dalam arti ‘mengulang’, sesungguhnya tidak ada. Karena semuanya baru. Hari perayaan itu lebih menjadi sebuah ungkapan syukur. Ucapan terimakasih kepada yang mengecat aneka warna cabe dan tomat.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ulang tahun, meskipun tidak ada yang diulang tetap patut dirayakan untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Meskipun ucapan syukur itu tetap pantas dan layak diberikan setiap hari. Namun mengucap syukur dengan memanggil dan mengumpulkan teman-teman cukuplah jika dilakukan setahun sekali. Karena jika dilakukan setiap hari, kesan yang diterima tidak sama lagi. Semuanya menjadi rutinitas lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%"&gt;Agar Tidak lupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hari-hari berjalan begitu cepat. Kesibukan dan aneka pekerjaan yang mesti diselesaikan membuat waktu seakan berlari bak kilat. Terkadang yang tersisa hanyalah badan yang terasa penat. Tidak jarang kelelahan dan keletihan itu membuat hati dan jiwa pekat. Semua disedot aktivitas dan rutinitas yang berat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika terlena dengan segala rutinitas itu hidup akan menjadi kering. Karena semua sudah berjalan biasa dan tak jarang terasa garing. Bahkan tak sedikit yang menjadi agak miring. Tentu akan menakutkan jika sampai terkapar dan hanya mampu berbaring. Maka membuat sesuatu yang istimewa itu bagus, asal tidak terlalu sering.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sebuah perayaan pantas dilakukan agar kita tidak lupa. Tidak lupa bahwa kita telah bertumbuh dan mungkin juga berkembang. Agar tidak lupa bahwa yang telah bersusah payah menghias angkasa dengan bintang di waktu malam dan matahari di waktu siang, senantiasa menjaga kita. Agar kita tidak lupa, bahwa meskipun terkadang atau bahkan kita kerap lupa bersyukur, Dia tidak pernah alpa menjaga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bahwa teman-teman pantas diundang itu juga sebuah tanda. Bahwa kasih Allah melimpah juga melalui kawan-kawan yang seirama dalam berjalan. Kawan-kawan yang kerap menjadi penopang di kala beban hidup terasa berat. Kawan-kawan yang kerap memberi semangat, ketika tenaga mulai lesu darah. Ya, kawan-kawan itu pantas diundang untuk merayakan kegembiraan rahmat Tuhan. Kawan-kawan itu pantas diundang, agar kita tidak lupa bahwa kasih Allah juga hadir melalui mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%"&gt;KKI Tumbuh dan Berkembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bulan ini KKI merayakan ulang tahun yang ke-23. Jika Anda memerhatikan kisah perjalanannya, tentu akan menemukan bahwa ada proses panjang yang telah ia lalui dan kini dia telah bertumbuh dan berkembang. Dia hidup dan berbuah. Meski harus diakui pula bahwa perjalanannya yang panjang itu tidak selalu gampang. Ada angin, bahkan badai mendera. Toh ia tetap kokoh berdiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ketika dulu kelompok ini dibentuk, kiranya harapannya berbeda dengan apa yang terjadi sekarang. Tidak perlu dilihat benar dan salah, melenceng atau tetap lurus. Yang patut disyukuri adalah, kelompok ini dipakai Tuhan untuk menumbuhkan umat-Nya. Dipakai Tuhan untuk menjadi sarana penyebaran Kabar Gembira. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Rentang waktu 23 tahun bisa berarti panjang juga bisa berarti belum panjang. Jika petani menanam jagung, dia hanya membutuhkan waktu 3 bulan. Tetapi jika seseorang ingin menanam kebaikan dan harapan, 3 bulan belumlah cukup. Bahkan 3 tahun pun masih sangat kecil. Mungkin 30 tahun akan terlihat buahnya. Demikian pun dengan KKI sebagai keluarga. Dalam perjalanannya menanamkan iman dan harapan serta kasih, dibutuhkan waktu yang panjang. 23 tahun memang cukup untuk melihat medan perang, tetapi belum terlalu cukup untuk berpuas diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;KKI berulang tahun, artinya berefleksi dan mengucap syukur. Meski perjalanan belum panjang, toh sudah banyak rahmat Tuhan diberikan. KKI sebagai keluarga. KKI sebagai rumah bersama. Mungkin masih jauh dari harapan yang ideal, tetapi sudah berada di jalan yang benar. Dia menjadi rumah yang memberi keteduhan bagi anak-anaknya yang masih muda, yang sedang dalam masa awal perantauan, yang membutuhkan banyak bantuan dan bimbingan. Sedangkan bagi mereka yang sudah sangat dewasa, kerap kali sudah mampu menemukan rumah sendiri. Meski demikian, mereka tetap di terima di dalam rumah yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Satu doa patut kita panjatkan bersama. Kiranya keluarga dan kekeluargaan yang kita bina bersama terus membaik. Kiranya kita yang ada di dalamnya, atau yang pernah ada di sana, tetap dipakai Tuhan untuk meluaskan Kerajaan-Nya. Biarlah kita terus melangkah dalam iman akan Dia. Agar kelak, apapun bentuk yang akan terwujud, hanya Tuhan yang terus dimuliakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Melbourne, 11-09-2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;(catatan ini saya buat sebagai sambuatn atas hari ulang tahun KKI Melbourne ke-23)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-3890106477092892881?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/3890106477092892881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=3890106477092892881' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3890106477092892881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3890106477092892881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/09/beberapa-catatan-ulang-tahun.html' title='Beberapa Catatan Ulang Tahun'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6690131090988491842</id><published>2010-08-28T07:02:00.001-07:00</published><updated>2010-08-28T14:27:28.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rosario'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iman'/><title type='text'>Salib di dada</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ini masih kisah yang terjadi di dalam tram. Perjalanan dari Port Melbourne menuju Victoria Parade yang memakan waktu sekitar 30 menit, memberi banyak pengalaman untuk direnungkan. Seperti kisah kemarin pagi, masih dalam suasana yang sama, padat dan dingin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari itu saya memilih untuk menunggu tram di Graham Street. Keuntungannya adalah menghemat waktu. Kemungkinan kerugiannya adalah tidak dapat tempat duduk. Mengingat waktu sudah beranjak siang, maka pilihan untuk ke Beacon Cove saya kesampingkan. Pilihan bulat saya arahkan kepada Graham Street.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah menunggu sekitar satu menit, tram yang diharapkan datang. Sudah seperti yang terduga, kondisi penuh, tak ada lagi bangku kosong tersisa. Pagi hari memang jam yang sangat sibuk. Seolah tiada henti orang-orang ini datang untuk naik kendaraan umum. Padahal Graham adalah perhentian kedua, dan masih akan ada banyak perhentian lagi di depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Saya memilih untuk berdiri di samping mesin pembelian karcis. Dengan meletakkan tas di antara dua kaki, saya menyandarkan punggung ke badan tram. Pada perhentian berikutnya, penumpang bertambah banyak. Saya merapatkan diri lagi. Agar tidak menginjak atau menjadi penghalang bagi yang lain, saya perhatikan baik-baik posisi kaki. Maka kepala saya agak menunduk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba mata saya dikejutkan oleh gambaran sebuah benda yang hadir di depan mata. Sebuah salib. Ya salib dari untaian Rosario. Rupanya yang mengenakan seoran perempuan. Karena salib itu terguncang-gunang di depan busung dadanya. Saya menatap salib itu untuk beberapa saat. Pertama karena kaget. Jarang sekali saya melihat seseorang berkalung Rosario, apalagi ditampilkan di luar bukan di dalam atau hanya sekadar ditaruh di saku. Kedua, bentuk salib itu bagus. Manik untaian rosarionya dari bebijian kayu yang juga bagus. Saya gambarkan sedikit sosok yang mengenakan Rosario ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang pasti dia berbadan gagah. Mungkin sedang hamil muda. Karena perutnya agak gendut. Kalau tidak hamil berarti gadis tersebut cukup gendut. Tetapi saya tidak yakin pasti, karena pakaian yang ia kenakan, sepertinya bukan pakaian hamil. Menilik dari tas yang dia cangklong, sepertinya ia mahasiswi. Karena terlihat beberapa buku catatan dan buku teks. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mata saya terangkat untuk menangkap rupanya. Benar dia gadis muda. Rambutnya berwarna rambut jagung. Dipotong tipis di pinggir. Kemudian saya amati cirinya yang lain. Rupanya dia kolektor atau penyuka cincin. Karena bukan hanya jarinya yang diberi cincin, tetapi juga bibirnya, hidungnya, dan alis matanya; semuanya diberi cincin. Saya tidak tahu apakah kesepuluh jarinya juga diberi cincin, karena tangannya tertutup sarung tangan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah menangkap rupa sosok yang mengenakan kalung salib tadi, kepala saya kembali tertunduk. Sesekali mencuri pandang ke arah salib yang terguncang-guncang. Maafkan kalau saya seperti mengadili. Tetapi saya berusaha sungguh untuk tidak memberikan pengadilan. Yah, berupa pertanyaan dalam hati saja. Apakah dia mengenakan Rosario itu sebagai simbol dan sebuah usaha kesaksian iman, atau sekadar aksesoris? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sambil memikirkan itu tangan saya merogoh saku celana. Di sana teronggok setia Rosario pemberian seorang sahabat sewaktu di Malang dulu. Rosario yang ia beli ketika melakukan ziarah ke Medugorje. Rosario itu selalu teronggok di saku celana. Kalau celana diganti, ia juga berganti saku. Tidak setiap hari saya pakai untuk berdoa, yang pasti ia hanya menjadi penunggu setia kantong celana. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya rogoh dan saya pegang-pegang rosario saya. Sembari memikirkan, manakah yang lebih berguna, Rosario yang terguncang-guncang di depan dada, atau yang mendekam hangat di dalam kantong celana. Kalau Rosario itu saya kalungkan di depan dada, orang-orang bisa berpikiri dua hal. Pertama saya dikenal sebagai seorang katolik. Kedua, saya dianggap suka memakai aksesoris, suka bergaya. Kalau Rosario itu saya kantongi, tidak akan ada yang tahu dan tidak akan ada yang berkomentar. Juga kalau Rosario itu hanya sebagai penunggu kantong belaka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di tengah merenung, saya mesti turun dari tram, karena telah sampai tujuan. Di depan kapela sekolah, yang pintunya terbuka, saya menunduk sebentar. Tiba-tiba suara hati saya berteriak. Kenapa saya menunduk? Ada apa saya menunduk? Apakah agar saya dikenal sebagai seorang katolik yang teguh beriman? Apakah saya kalau tidak menundukkan kepala sejenak dan kemudian kembali melanjutkan langkah saya bukan katolik?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di dalam kepala. Saya seorang katolik. Dengan apa saya menunjukkan kekatolikan saya? Apakah mengenakan simbol-simbol kekatolikan semacam berkalung salib, mangangguk ke dalam kapela kalau pintu terbuka, mengenakan pin salib di baju, dll cukup melambangkan diri sebagai orang katolik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak hendak membela diri kalau mengatakan itu semua belum cukup. Bukan karena saya tidak pernah berkalung salib, mengenakan pin salib di baju, atau selalu mengangguk ke arah dalam kapela. Saya merasa itu semua tidak cukup. Melakukan tanda-tanda yang kelihatan saja tidaklah mencukupi. Tetapi harus dipahami, melakukan itu saja juga bukan kesalahan. Hanya belum mencukupi. Apalagi kalau tidak melakukan apa-apa, pasti jauh dari mencukupi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang hari saya memasukkan tangan ke dalam kantong dan meremas-remas Rosario. Sembari hati saya menggolakkan pertanyaan, apa yang sudah aku buat sebagai orang katolik. Apa yang sudah aku buat sebagai kesaksian iman. Apa yang sudah aku buat sebagai perwujudan iman. Apa yang….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ahhh, banyak sekali pertanyaan hati saya. Akhirnya saya pejamkan mata dan berseru lirih, “Tuhan, ijinkan aku mencintai-Mu lebih dalam lagi, lebih mesra lagi. Mungkin aku kurang bersaksi, mungkin aku masih dikuasai ketakutan; namun semoga aku tidak kurang mencintai-Mu, tidak takut mencintai-Mu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat, bisa jadi gadis yang mengenakan Rosario dan salibnya terguncang-guncang di depan dadanya, sungguh gadis beriman. Memang penampilan luarnya seperti gadis kurang beriman, namun belum tentu Rosario itu hanya aksesoris belaka. Yang pasti ia berani menunjukkan satu kesaksian kecil, dan bisa jadi itu sebuah langkah awal untuk mencintai Tuhan lebih dekat lagi, lebih mesra lagi. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal berikutnya yang merupakan tuntutan adalah memanggul salib. Sebuah permintaan yang bukan sekadar permintaan, tetapi lebih mengarah kepada perintah. Yang dibuat oleh Yesus, "barang siapa hendak mengikuti Aku, ia harus memikul salibnya setiap hari." Tentu hal ini membutuhkan permenungan yang lebih dalam. Baik kalau kita ulas di lain kesempatan. Unjtuk hari ini cukuplah kalau hanya merenungkan mengenai berani menajdi saksi Kristus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tuhan memberkati &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6690131090988491842?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6690131090988491842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6690131090988491842' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6690131090988491842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6690131090988491842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/08/salib-di-dada.html' title='Salib di dada'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6266817817618191317</id><published>2010-08-26T06:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T05:52:49.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman pahit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pundak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesedihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersandar'/><title type='text'>Tangisan</title><content type='html'>&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Mengapa manusia menangis? Tentu ada banyak hal yang meyebabkan seseorang menangis. Membahas hal ini akan sangat melelahkan, dan sepertinya kurang memberi makna strategis . Bagaimana kalau pertanyaannya diubah, meski agak sedikit melankolis. Demikian yang saya tulis.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Apa yang membuat seorang lelaki berurai air mata? Sebenarnya menangis alias adalah hak setiap warga. Entah laki-laki, perempuan, atau setengah laki-laki dan setengah perempuan, semua memiliki hak yang sama. Untuk menitikkan air mata. Persoalan menjadi berbeda ketika dalam masyarakat ada yang menabukan seorang lelaki melakukan hal-hal sederhana. Termasuk menumpahkan air mata. Bahkan sejak masih kecilpun dikatakan, “lelaki tidak boleh menangis, lelaki harus kuat perkasa.” &lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Nasihat itu berkhasiat bagai magis. Jarang sekali kita melihat lelaki menangis. Seolah segala perkara bisa ditepis. Toh tidak semua bisa berlaku manis. Tak jarang kita temui beberapa lelaki menangis. Menjadi mengherankan kalau tangisan itu tampak histeris. Pasti akan terdengar seperti teriris-iris. Jika tidak percata simak apa yang saya temui tadi pagi, di tengah hujan gerimis.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Seperti biasa saya naik tram menuju sekolah. Bersama segerombolan orang yang setiap pagi melangkah gagah. Dengan masing-masing membawa bawaan di pundak dan masih menenteng di tangan sebelah. Berpacu dengan sirine tram yang menuntut perhitungan tidak boleh lengah. Karena jika telat meski sepersekian galah, alamat akan menunggu tram berikutnya, dan itu membuat hati lelah.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Masih seperti biasa, penumpang penuh berjubel. Karena masih pagi, semua wangi tiada yang kumel. Saya mengamankan barang bawaan, termasuk bekal makan siang nasi dan sambel. Sederhana, tetapi kredibel. &lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Kami sampai di Queen Street dan Collin pojokan. Tiba-tiba seorang bapak masuk tram, pakainnya kusut, rambut acak-acakan. Nampak kalau sudah lama tidak bersentuhan dengan sampo apalagi sisiran. Jambang dan janggutnya juga tumbuh berantakan. Mengenakan jaket kesebelasan Manchester United warna merah, ia kelihatan menakutkan. &lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Yang lebih takut adalah sepasang ibu muda yang duduk di depan dekat pintu gerbang. Mereka takut karena bapak tadi langsung memegang tangan dan mulai mengguncang. Tanpa pengantar dan pemanasan, bapak tadi mulai menangis dan meradang. Kontan sepasang ibu tadi berdiri dan memberikan bangku untuk lelaki yang terus tersedu sedan.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Saya hanya mengamati dari samping dengan pikiran terus melayang. Kebetulan saya berdiri bersandar kaca sambil kaki menjepit tas serta bekal makan siang. Ada serombongan remaja, kalau tidak salah dari Jepang. Mereka kena damprat bapak yang rupanya sedang menanggung kesedihan alang kepalang. Sungguh nampak dari ekspresinya yang terkadang tertuang. Dari sesenggukan, yang laksana rintihan, juga kemarahan yang tak tertahan oleh jeda yang lekang. Saya tidak tahu pasti apa yang dikatakan, karena yang terdengar hanya suara gumam.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Sahabat, itu yang aku alami tadi pagi. Menyaksikan tangisan seorang lelaki. Bukan tangisan biasa, karena menguras seluruh emosi. Bahkan gadis Jepang yang sempat dibentak si lelaki tak urung ikut bersedih hati. Nampak dari air mata yang meleleh di pipi.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Menangis tentu soal biasa. Namun jika tangisan itu begitu heboh, tentu yang terjadi pasti luar biasa. Seorang teman berkomentar, “ahhh, itu khan orang gila.” Hanya kemudian saya bertanya. Mengapa seseorang menjadi gila? Apa yang tak dapat ditanggungnya? &lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Maka di sisa jalan saya tadi, ada serpihan refleksi yang mampir di hati. &lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Berbahagialah hati yang memiliki cukup ruang untuk berbagi. Rasa hati memang mesti dibagi. Karena jika dimonolpoli, tidak akan sehat nanti. Orang lain perlu merasakan apa yang diterima diri. Bukan agar tidak ada lagi rasa iri. Tetapi agar semua sampai di tepi. Di tepi hati di mana semua rasa terpatri.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Berbahagialah rasa yang memiliki cukup tempat untuk mencerna. Mencerna semua rasa, bahkan yang paling lara. Jika Engkau telah bersua. Berikan, bagikan, dan mulailah bertumbuh menjadi lebih dewasa. Karena hanya yang sungguh dewasa mampu membagi apa yang dirasa.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Berbahagialah pribadi, yang di tengah segala kesedihannya menemukan pundak untuk sekadar bersandar. Ya, menemukan pundak untuk bersandar. Maka sungguh berbahagialah dia yang memiliki pundak yang kokoh, yang memberi ketenangan bagi pribadi-pribadi yang sedang berjuang dalam perkara yang sukar. Berbahagialah jika itu kamu, jika pundakmu mampu memberikan rasa sabar. Kepada pribadi-pribadi yang yang seolah telah kehilangan nalar. Semoga kalian salah satu teman yang mampu membuat kehidupan ini terus mekar. Meski terkadang kesedihan dan tangisan datang menghantam laksana ombak menerjang kapal pesiar.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Kembali kepada tangisan. Itu adalah hal yang sangat biasa, bahkan bisa dilakukan meski tanpa banyak alasan. Bahkan menangis juga baik untuk kesehatan. Walaupun harus dihindari menangis bak kesetanan. Karena akan mengundang banyak perhatian. Dan itu tentu tidak akan nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Maka ketika Engkau menjumpai seseorang menangis, atau Engkau sendiri menangis. janganlah Engkau merasa miris. Meski terkadang tiada sesuatu alasan yang mampu menjelaskan secara logis. Tetapi tangisan adalah sebuah tanda empiris. Bahwa kalian masih memiliki hati, rasa, yang terungkap dalam tangis.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Sahabat, satu lagi selain menangis adalah menajdi 'pundak'. Kerap kita sendiri membutuhkan pundak itu. Tatkala kelelahan mendera, atau rasa stress sudah sampai puncak. Rasanya sudah mau meledak. Di sana kita membutuhkan 'pundak'. Jangan menunggu lama, cepatlah bertindak. Ada 'bahu' yang selalu siap menjadi sandaran tiap hati yang 'rusak'. Dia Tuhan yang memiliki segala kehendak. Dia Tuhan yang membopong kita bagai anak. Dia Tuhan pundak sejati kita, ketika segala perkara meghimpit dan hati sesak. Segeralah bertindak. &lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;Tuhan memberkati. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6266817817618191317?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6266817817618191317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6266817817618191317' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6266817817618191317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6266817817618191317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/08/tangisan.html' title='Tangisan'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-3729394370073533627</id><published>2010-08-24T21:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T00:36:02.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meditasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keheningan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekaristi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rutinitas'/><title type='text'>Ngopi di Sore Hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/THTE0lBFk-I/AAAAAAAAAfA/bFOBuxp5JF0/s1600/afternoon.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/THTE0lBFk-I/AAAAAAAAAfA/bFOBuxp5JF0/s320/afternoon.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509244651749872610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sahabat, musim dingin di Melbourne hampir berakhir. Sebentar lagi musim semi akan mengusir pergi dinginnya udara Melbourne. Di sana sini telah terlihat bunga-bunga menghiasi ranting-ranting yang telah lama gundul.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkadang mentari muncul dengan teriknya, mengusir kabut yang sedang malas-malasan meninggalkan kota. Seperti hari-hari ini. Mentari tiba-tiba muncul menampakkan kegagahannya. Sayang, ia tidak hadir sendiri. Angin kencang kerap membonceng kehadirannya, sehingga meski mentari berbinar-binar di angkasa, udara tetap duingin tak terkira.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belum lagi kalau tiba-tiba hujan ikut menghiasi langit. Dingin menjadi satu-satunya penguasa udara sore, bahkan tidak jarang sejak pagi. Saat seperti itu datang, yang terpikir di benakku hanya satu, ngopi! Y,a ngopi di tengah udara dingin sungguh menyenangkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti sore itu. Sepulang sekolah, setelah lelah mengerjakan berbagai tugas, duduk menikmati segelas &lt;i&gt;latte&lt;/i&gt; dan sepiring penganan sungguh menyenangkan. Apalagi kalau kamu suka manis, tambahan &lt;i&gt;ice cream&lt;/i&gt; dan coklat akan sungguh menggairahkan. Di temani &lt;i&gt;waffle&lt;/i&gt; dan potongan pisang manis penggugah rasa. Hmmm nikmat tiada terkira.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang dinginnya &lt;i&gt;ice cream&lt;/i&gt; kurang begitu padu dengan udara yang sudah dingin, tetapi jika dipadan dengan &lt;i&gt;latte&lt;/i&gt; yang pahit dan panas, hmmm rasanya sungguh lezat. Seolah seperti pencuri di tengah malam, berjalan berjingkat-jingkat, demikianlah rasa &lt;i&gt;latte&lt;/i&gt; pahit di lidah yang baru disiram coklat manis, semuanya &lt;i&gt;berjingkat-jingkat&lt;/i&gt;, bahkan terkadang hingga kejat-kejat. Hmmm nikmat yang sungguh akurat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, ngopi di hari dingin sungguh nikmat. Meskipun itu bukan sesuatu yang sangat berat, apalagi lekat untuk dibuat. Hanya terasa nikmat kalau bisa dibuat. Toh ngopi bukanlah sesuatu yang jahat, apalagi bejat. Ngopi hanyalah istirahat sesaat dari kerutinan hidup yang sudah penat, apalagi di tengah udara dingin yang mencekat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sahabat, dalam hidup selalu dibutuhkan waktu untuk 'ngopi sejenak'. Untuk membuat otot-otot yang kaku menjadi lunak. Bahkan terkadang membuat hidup terasa enak. Meskipun hanya sejenak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngopi sejenak dalam hidup itu sebenarnya hanya melepaskan diri dari rutinitas yang kerap terasa menjebak. Membuat kita seolah tak bsia bergerak. Langkah hidup sudah tertata dan terpetak tegak. Dari pagi hingga malam datang, semua terasa membuat kaki bengkak. Karena gerak kita hanya dari satu petak menuju ke lain petak. Besok diulang lagi gerak yang sama, semuanya seirama serentak. Sungguh itu sebenarnya sangat tidak enak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lihatlah teman-teman yang selalu memulai kehidupan kerjanya dari jam sembilan pagi dan mengakhirinya pada jam lima. Sesungguhnya ia telah memulainya jauh sebelum jam sembilan menyala. Apalagi jika jangkauan kerja dan rumah begitu terbentang jeda. Ia membutuhkan waktu yang lebih lama, untuk mempersiapkan semuanya berjalan sempurna. Demikian juga kalau dia mesti pulang kerja. Jam lima adalah waktu meninggalkan sarang dimana ia berada. Memasuki hutan rimba dan keganasan jalan raya. Belum lagi kalau macet datang mendera. Hari-hari terasa begitu keras memaksa. Sampai di rumah raga sudah habis kena dera. Tinggal kelelahan yang menuntut istirahat dari berjaga, meskipun hanya sekejab saja.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Irama seperti itu terus terulang. Dari pagi hingga malam, bahkan sampai fajar datang menjelang. keesokan hari, ia akan mengulang lagi, langkah yang sama seperti matahari, seperti bumi, seperti bulan. Mengapa bulan? Ya, karena dia selalu mengulang langkahnya setiap malam. Demikian terus berlalu meski banyak orang  geram dan bosan, toh ia tak pernah benar-benar hilang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkadang ia serupa hiburan. Menerangi langit malam. Sehingga kita bisa melihat berbagai benda langit yang berpendaran. Ada bintang, ada planet, ada bulan. Semua memainkan peran yang sama. Demikian terus berulang-ulang. Hingga tiada terbilang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika sesekali melihat dan menikmati akan terasa indah. Namun jika terus-terus memandangi, mata akan gerah. Dimulai dengan basah, lama-lama lelah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Segala yang indah hanya sungguh terasa indah jika berlangsung sekejap. Jika kejapan itu dikecap setiap saat, akan tidak nikmat. Akan menjadi biasa dan kurang lezat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut saya berikan sedikit tips untuk mengisi hidup agar tidak dirundung kepenatan. Saya gambarkan ini seperti 'ngopi sejenak di tengan himpitan udara dingin'. Ambilah waktu sejenak dalam sehari untuk sedikit menenangkan diri. Selalu ada masalah yang tak mungkin akan teratasi dalam sehari, bahkan jika dikerjalan oleh tim satu kompi. Berilah kesempatan kepada otak dan hati sedikit relaksasi. Mungkin dengan sejenak meditasi. Mengheningkan diri, pikiran, dan hati. Tidak perlu banyak waktu, cukup sejenak di tengah himpitan hari. Mungkin hanya beberapa menit dalam hitungan jari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikutnya adalah mengisi makan/istirahat siang dengan sesuatu yang berarti. Kalian bisa mengikuti Ekaristi di tangah istirahat siang hari. Memang tidak semua paroki memiliki Ekaristi di tengah hari. Jika demikian, bisa melakukan di awal hari. Atau sepulang kerja jika itu yang mungkin terhadiri. Yang penting, buatlah diri Anda berarti karena mengisinya dengan sesuatu yang ilahi, bukan sekadar acara duniawi yang kerap menguras energi. Ekaristi akan menjadi penyuplai energi yang tiada bertepi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikutnya adalah aktivitas sebelum memejamkan mata di penghujung malam. Jika kalian memiliki pasangan, ajaklah pasangan Anda berdoa sejenak dan perlahan. Pegang tangannya dan katakan, "Puji Tuhan, hari ini kita telah menikmati segala karunia-Nya. Sekarang adalah waktu untuk sungguh menyerahkan diri kepada kuasa-Nya. Ia akan menjaga kita dalam setiap tarikan nafas yang tak pernah tersadari. Ada banyak perkara yang sudah terjadi, dan masih akan ada banyak lagi. Biarlah kesusahan hari ini berlalu dengan bergantinya hari. Karena Ia akan menyediakan sesuatu yang baru di hari baru. Terimakasih Tuhan atas segala karunia ini. Atas segala apa yang sudah kami buat dan yang gagal kami buat. Engkau selalu memberikan kesempatan."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sahabat, semoga kalian tidak terjebak dalam rutinitas hidup yang menyedot seluruh energi. Terkadang bahkan membuat anda kering kerontang bagai lidi. Selalu carilah kesempatan untuk memulihkan energi, mengembalikan kesegaran jasmani dan rohani. Sejenak ngopi di tempat yang berbeda akan memberi sedikit variasi. Selamat mencoba.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-3729394370073533627?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/3729394370073533627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=3729394370073533627' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3729394370073533627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3729394370073533627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/08/ngopi-di-sore-hari.html' title='Ngopi di Sore Hari'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/THTE0lBFk-I/AAAAAAAAAfA/bFOBuxp5JF0/s72-c/afternoon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-2495499058444182328</id><published>2010-08-20T00:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T00:43:08.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meditasi'/><title type='text'>Kedai Tanpa Nama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/TG4x1IyThRI/AAAAAAAAAe4/8762m-Q4VGc/s1600/ngopi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/TG4x1IyThRI/AAAAAAAAAe4/8762m-Q4VGc/s400/ngopi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507394183282001170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nama itu penting. Meski ada yang berujar ‘apalah arti sebuah nama’, toh tidak bisa dipungkiri jika nama itu penting. Orangtua memikirkan nama yang terbaik bagi anak mereka. Nama yang mengandung arti, sesuatu yang menyiratkan harapan dan doa-doa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lihat saja masyarakat Jawa dalam memberi nama anak-anak mereka. Slamet, Rahayu, Ayu, Bagus, dan masih banyak lainnya. Nama-nama tersebut berarti keselamatan dan sesuatu yang indah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula nama-nama sebuah usaha, entah apa pun itu. Selalu ada kata-kata yang berkaitan dengan keberuntungan, kebaikan, dan keindahan. Juga ketika berkaitan dengan usaha makanan, akan selalu berkaitan dengan kelezatan dan kenikmatan. Saya tidak akan menyebut merk, karena Anda bisa merangkai sendiri sejumlah nama usaha yang menggambarkan segala kebaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Minggu lalu saya bersama dua orang kawan, ngopi di sebuah kedai. Ya, sebutan ‘kedai’ itu tentu saja saya yang menyematkan. Harus saya ingatkan, sesungguhnya kalau saya menyebut &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;kedai&lt;/i&gt;, bayangan kita akan melayang kepada warung-warung di pinggir kota di Indonesia. Kedai ini tidak di Indonesia, tetapi di kota Melbourne-Australia. Orang bisa menyebutnya café, bar, restaurant, atau apa saja, tetapi saya menyebutnya kedai. Ya, kedai kopi. Karena yang dijual adalah minuman kopi. Tentu saja ada lainnya, tetapi kopi adalah andalannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya minggu lalu adalah kali kedua saya ke sana. Sebelumnya saya dengan beberapa teman pernah ke sana. Dengan mengandalkan informasi dari teman lain yang pernah ngopi di sana, kami menjelajah lorong-lorong dan jalanan di sekitar Melbourne untuk mencari kedai tersebut. Awalnya sempat tersesat, karena mengira tempat itu berada di jalan utama. Ternyata tidak, dan kami mesti memutar kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kali kedua saya datang karena menghantar teman yang penasaran dengan cerita saya. Dia penasaran karena saya memotret kopi yang dihidangkan dan sajian tempat gula serta gelasnya. Hasil fotonya lumayan meyakinkan sehingga kawan saya tertarik. Sekarang tidak tersesat lagi, karena saya sudah tahu tempatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menjadi persoalan ketika mereka bertanya mengenai nama kedainya. Seperti saya katakana di atas, bahwa memberi nama sebuah tempat usaha adalah sesuatu yang biasa. Bahkan tidak jarang dengan pemilihan jenis huruf dan warna tertentu untuk menarik perhatian. Dan saya tidak berhasil mengingat nama kedai ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sungguh saya tidak berhasil mengingatnya karena ternyata memang tidak ada papan nama yang menunjukkan identitas kedai tersebut. Saya mencoba mengamati dengan cermat setiap sudat dinding, dan memang saya tidak menemukannya. Hanya sebuah tanda tanpa nama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang mengherankan, meski tidak memasang nama, kedai itu selalu ramai dikunjungi orang. Bahkan kedatangan saya yang kedua berbuah sedikit kekecewaan, karena tidak berhasil memesan beberapa menu lantaran kehabisan. Satu tanda bahwa kedai ini ramai dengan pembeli.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Satu hal yang saya pelajari dari kedai ini. Nama memang penting. Tetapi ada sesuatu yang lebih penting, yaitu kualitas diri. Nama dan ketenarannya, juga kebaikan dan keindahannya, akan terbentuk dengan sendirinya seiring peningkatan kualitas. Kedai itu tidak memasang nama, tetapi namanya dikenal karena mampu menyajikan hidangan yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya ingat sebuah warung ayam panggang di pinggiran Jember. Terletak di tengah sawah, jalanan ke sana pun susah. Tetapi pelanggannya datang membawa mobil, tidak sedikit yang mewah. Omset ayamnya juga banyak bahkan terkesan wah. Tidak ada papan nama di sana, tetapi hampir semua orang tahu kalau ayam panggang di sana rasanya seperti menghentikan aliran darah. Harganya pun murah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi, sama dengan manusia. Nama dan ketenarannya, juga baik dan keindahannya akan terbangun seiring dengan pengembangan kualitas diri. Tanpa perlu spanduk dan banyak bicara, jika kualitas diri seseorang memang baik, akan tersiar dengan sendirinya. Maka di sini, mengembangkan diri dengan segala kemampuan yang dimiliki jauh lebih mendesak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kembali kepada kedai kopi yang saya kunjungi minggu lalu. Karena penasaran, saya juga berusaha memerhatikan suasana suasana dalam kedai. Saya mengambil lembaran daftar menu dan mulai mengamati. Ternyata kedai ini juga memiliki nama. Di atas daftar menu itu tertera nama kedainya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hmmm, kedai ini memiliki nama, tetapi tidak mau sekadar memasang nama. Ia lebih suka mengkedepankan kualitas sajian dari pada sekadar memajang nama. Toh akhirnya orang akan tahu dan datang mencarinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan Anda? Semoga Anda dikenal bukan karena sekadar nama Anda, tetapi terlebih karena kualitas diri Anda. Dan lebih baik lagi jika Anda dikenal Karena sumbangan baik Anda terhadap kehidupan, bukan peran serta Anda dalam merusak kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melbourne 19-08-2010&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-2495499058444182328?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/2495499058444182328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=2495499058444182328' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2495499058444182328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/2495499058444182328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/08/kedai-tanpa-nama.html' title='Kedai Tanpa Nama'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/TG4x1IyThRI/AAAAAAAAAe4/8762m-Q4VGc/s72-c/ngopi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6632923404476916020</id><published>2010-08-17T21:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T22:04:31.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keheningan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih Allah'/><title type='text'>Cinta di atas Tram</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Sahabat, saya adalah penggemar tram dan train. Entah mengapa saya menyukai dua alat transportasi umum ini. Sebaliknya saya kurang menyukai bus. Setelah hamper 10 bulan tinggal di ‘tanah asing’ ini, saya baru naik bus sebanyak dua kali, selebihnya tiap hari saya naik tram dan hampir setiap minggu saya menikmati layanan train. Setiap hari saya menggunakan tram dari Port Melbourne ke Victoria Parade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cerita di sana. Meski jalan yang saya lintasi selalu sama, terkadang bersama orang-orang yang sama, tetapi tetap saja selalu ada yang baru. Itu sungguh yang menghibur hati. Pagi hari di musim dingin, ketika dengus nafas berubah menjadi uap, dan tangan kaku gemeretak senantiasa datang, kami berjajar rapi menunggu tram datang. Sore hari, setelah jam mendentang lima kali, gegas langkah itu kembali sama. Bahkan lebih banyak, lebih lelah juga. Tak jarang berjejal, asal badan bisa nyangkut di tram, itu cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak setiap hari seperti itu. Terkadang tram atau train itu begitu lega. Banyak tempat duduk kosong, lajunyapun perlahan. Diseling hembus angin semilir dan lambaian mentari yang cerah, hati ini terasa merekah. Sungguh, hari-hari seperti itu terasa indah. Tak sempat hati ini gelisah apalagi gundah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalau datang ibu dengan empat anaknya seperti kemarin lusa. Yang sulung belum genap 9 tahun, tetapi adiknya sudah tiga. Sepertinya yang kedua dan ketiga kembar. Mereka ribut sekali, seperti bertengkar berebut mainan, tetapi lucu sekali. Apalagi diseling dengan celoteh si kecil dan dendang riang ibu muda itu. Tak terasa, tujuan datang dan aku harus turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap juga pemandangan mengharukan terhampar. Dua orang nenek dengan ‘topi’ lucu membungkus mahkota yang memutih. Pikiran usilku langsung membayangkan topi badut di pasar malam beberapa tahun yang lalu. Dengan sepatu yang sepertinya kebesaran, dua orang nenek itu bergandeng tangan saling membantu dan mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya biasa tak ada yang istimewa. Tetpi semu membawa satu pesn berganda. Bahwa yang sederhana itu sesungguhnya luar biasa. Saya tidak membutuhkan alat music buatan untuk menghibur telinga, karena sesungguhnya Tuhan sudah menyajikan musik nan indah. Saya juga tidak perlu menyibukkan dengan membaca buku atau surat kabar di tengah himpitan penumpang, karena Dia juga menyajikan banyak pemandangan indah untuk menghibur mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari saya berjumpa dengan pengalaman baru. Semuanya sederhana, namun sekali lagi, itu penuh makna. Seperti udara yang biasa keluar masuk rongga nafasku. Itu biasa tetapi jika berhenti selama lima menit saja akibatnya akan luar biasa. Sungguh, itulah kasih Tuhan yang saya rasakan setiap hari. Ia hadir biasa saja, namun sesungguhnya mengandung kekuatan yang luar biasa. Jika kasih Tuhan itu berhenti mengalir sebentar saja, akibatnya akan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat yang biasa sebagai sesuatu yang luar biasa itu ternyata tidak mudah. Karena pada dasarnya indera ini senantiasa menghendaki apa-apa yang tidak biasa. Bahkan bukan hanya indera. Penampilan, cara pikir, tindakanpun bahkan diusahakan tidak biasa; agar menarik perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa melihat kasih Allah yang luar biasa, yang tertuang dalam berbagai peristiwa biasa, dibutuhkan hati yang sungguh terbuka. Bukan hanya hati yang terbuka, tetapi mata yang peka dan telinga yang penuh rona. Hati yang terbuka akan kasih Allah, mata yang peka dan telinga yang penuh hasrat untuk menangkap kehadiran yang Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masih penasaran untuk sungguh bisa merasakan, melihat, dan mendengar kasih Allah; beberapa langkah berikut kiranya akan membantu. Pertama, dimulai dari hati berupa tekad. Ada tekad yang layak untuk disematkan di sana; mengimani, mencintai, dan mengikuti. Ketika tekad sudah tersemat, berikutnya adalah usaha keras mewujudnyatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tekad ini berkaitan dengan Yang Kuasa maka langkah yang mengandalkan kekuatan diri sendiri mesti dikesampingkan. Iman itu pemberian Tuhan, cinta itu anugerah, dan kemampuan mengikuti itu hanya mungkin kalau kita dipanggil. Maka setelah menyematkan tekad bulat dalam hati, disusul dengan memohon berkat atas tekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bagikan doa sederhana yang bisa kita lantunkan setiap saat. Doa itu bisa kita panjatkan di akhir doa harian, atau bahkan menjadi rangkuman doa yang biasa sudah kita panjatkan. Di awal hari, di tengah hari, atau bahkan di akhir hari, melantunkan satu pujian untuk bisa melihat-Nya lebih kuat. Berikut ini doa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari hari ke hari,&lt;br /&gt;Hanya ini yang kuminta dari pada-Mu ya Tuhan&lt;br /&gt;Mengimanimu lebih sungguh&lt;br /&gt;Mencintai-Mu lebih mesra&lt;br /&gt;Mengikuti-Mu lebih dekat&lt;br /&gt;Dari hari ke hari.&lt;br /&gt;Amin&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, doa sederhana itu saya bagikan kepada kalian, agar kalian sungguh mampu menikmati cinta Allah yang luar biasa, yang kerap hadir dalam yang biasa. Saya biasa menaikkan doa ini sembari duduk di atas tram, sembari bergelantungan, terkadang dalam bekapan bau yang campur aduk dari tubuh-tubuh yang lelah. Syukur kepada Allah, saya dibantu untuk melihat setiap peristiwa sebagai anugerah Tuhan. Karena Tuhan senantiasa membagi cinta-Nya di mana saja, termasuk di tas tram. Semoga mata kita mampu menangkap kehadiran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;Romo Paulus Waris Santoso, O.Carm&lt;br /&gt;Pastor Keluarga Katolik Indonesia di Melbourne&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:romowaris@gmail.com"&gt;romowaris@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6632923404476916020?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6632923404476916020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6632923404476916020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6632923404476916020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6632923404476916020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/08/cinta-di-atas-tram.html' title='Cinta di atas Tram'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-4423632067272423934</id><published>2010-08-17T21:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T21:35:05.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membebaskan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='correctio fraterna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keinginan'/><title type='text'>Belajar Mati</title><content type='html'>Sahabat, beberapa waktu saya mengadakan corectio fraterna dengan teman-teman yang tinggal bersama di rumah. Inti koreksio ini adalah memperbaiki saudara. Kami saling memberitahu apa yang kurang, apa yang pantas dan tidak pantas yang telah kami buat. &lt;br /&gt;Sungguh seperti yang dikatakan Injil. Teman yang satu memberitahu teman yang lain dengan dasar kasih. Tujuannya adalah menjagakehidupan saudara agar tetap bik dan kehidupan bersama yang lebih baik. Tentu hati ini terasa sakit juga tatkala ditegor, diberitahu kesalahan-kesalahan kita. Mungkin bukan kesalahan fatal. Itu lebih kepada kebodohan-kebodohan kecil. Tetapi kalau kebodohan kecil itu terlalu banyak memang akan mengganggu. &lt;br /&gt;Salah satu yang mereka sampaikan pada saya adalah, ‘saya bukan seperti yang dulu’. Rupanya segala kesibukan dan apa saja yang saya buat telah mengubah saya. Sayang bahwa itu tidak terlalu positif. Artinya, perubahan itu lebih ke arah negative. &lt;br /&gt;Kemudian kami merenung bersama, mencoba melihat satu persatu apa yang terjadi, apa yang kami buat, apa yang menjadi titik berat hidup kami. Akhirnya kami, terutama saya, menyadari bahwa tidak mungkin kita ini mengejar banyak hal. Kita harus berani memfokuskan pada satu hal dan meninggalkan yang lain. Demikianpun saya, harus berani melihat mana yang paling penting dan meninggalkan yang lain, yang kurng penting. &lt;br /&gt;Di sini saya seperti diajar untuk belajar mati. Kemarin saya berbicara mengenai mati. Harus ada yang dimatikan dalam diri kita ini. Hal-hal buruk yang bercokol, ada banyak dan mesti dimulai membasminya satu persatu. &lt;br /&gt;Saya pun harus belajar mati. Bukan sekadar berbicara dan tidak pernah berupaya. Ya saya akan mulai belajar mati. Mengurangi salah satu hal dalam hidup saya, yang selama ini menjadi kebanggaan, ternyata menggangu proses hidup saya bersama komunitas. Saya harus berani meninggalkannya. &lt;br /&gt;Saya mesti memilih untuk mematikan sesuatu yang saya senangi, yang mulai menjadi ‘kelekatan’ saya. Tidak gampang, ada rasa tidak rela dan tidak mau begitu kuat. Tetapi harus mulai. Satu persatu sumber yang mendatangkan ‘kesenangan diri’ dan menggangu kehidupan bersama harus mulai ditinggalkan. &lt;br /&gt;Sahabat, sungguh saya hendak belajar mati. saya sudah seminggu lebih memikirkan apa-apa yang hendak saya tinggalkan sebagai langkah belajar mati. misalnya yang masuk dalam pemikiran saya, menutup warung ‘Sarapan Pagi ini’. Bahkan jika itu masih kurang, nanti saya akan menutup akun FB saya ini. Tentu kehidupan rohani dan kebersamaan dalam komunitas jauh lebih berharga dari apa yang saya miliki sekarang ini. &lt;br /&gt;di sini saya perlu mendengarkan orang-orang dekat yang tinggal bersama dengan saya. mereka yang secara nyata selalu berinteraksi dengan saya, bukan mereka yang jauh. mungkin yg saya lakukan itu hal positif bagi banyak orang, tetapi kalau mengganggu kehidupan bersama dengan orang-orang di sekitar saya, saya harus mengkaji ulang, saya mesti ebrani melepaskan. &lt;br /&gt;di sinilah kami dengan tenang dan dalam keheningan, berusaha mencari dan menemukan apa yang terbaik. di bawah empat mata, dari hati ke hati. semoga proses meditasi ini membuahkan sesuatu yang baik, yang mengembangkan kehidupan. &lt;br /&gt;Saya sungguh percaya di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan, Dia sendiri hadir di sana. dan kami secara intensif berkumpul dan berdoa mencari hal terbaik. koreksio fraterna, sebagai usaha kami membangun kehidupan komunitas dan kehidupan pribadi yang baik. kehidupan nyta, riil, bukan kehidupan maya. &lt;br /&gt;Tuhan, ajari anakmu ini iman dan keheningan hati untuk melihat kehendak-Mu yang lebih besar. Saya akan mulai belajar mati, sebelum kematin yang sesungguhnya datang. &lt;br /&gt;Tuhan memberkati. &lt;br /&gt;Melbourne, 11-08-10 &lt;br /&gt;Romo Waris, O.Carm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-4423632067272423934?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/4423632067272423934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=4423632067272423934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4423632067272423934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4423632067272423934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/08/belajar-mati.html' title='Belajar Mati'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-9183963412097804036</id><published>2010-05-30T00:33:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T05:18:29.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebahagiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekoleksi KKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>The Pursuit of Happiness : Rekoleksi Keluarga Katolik Indonesia di Melbourne</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pit Stop&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu Bapak yang terkasih, bagi yang menyukai olah raga balapan, pasti mengenal istilah pit stop. Yaitu saat berhenti di tengah lomba untuk membetulkan sesuatu. Tujuannya, agar kendaraan mampu berlomba hingga akhir.&lt;br /&gt;Saya andaikan perjalanan hidup/berkeluarga seperti sebuah lomba. Dibutuhkan saat-saat tertentu untuk mengambil istirahat, untuk masuk pit stop, bahkan bengkel agar hidup ‘kendaraan’ kembali normal dan mampu  melaju dengan kencang.&lt;br /&gt;Pit stop dalam hidup adalah saat berhenti sejenak, saat melihat kembali diri sendiri, ngecek apa yang kurang beres, dan mencoba membereskannya; agar perjalanan kembali normal dan tujuan bisa teraih.&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai berapa kali kita membutuhkan pit stop dalam hidup? Tidak ada yang tahu. Semuanya sesuai kebutuhan. Namuan sangat baik kalau memiliki jadwal rutin untuk check up komplit. Rekoleksi adalah salah satau cara check up mini komplit. Seperti hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muda&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu Bapak terkasih. Ada seseorang menyampaikan sebuah penilaian yang sangat jujur dan cerdas terhadap saya. Dan saya senang mendengarkannya, karena penilaian itu jujru dan cerdas, dan tentu saja benar. Ceritanya begini. Ada seseorang ingin berkonsultasi mengenai masalah hidup berumahtangga. Namun begitu mengetahui pastornya masih kanak-kanak, seseorang itu mundur teratur. Orang itu tahu diri dan itu tepat sekali. “Lah, romone iseh bocah, opo yo ngerti masalah rumah tangga?” itulah sebuah penilaian yang jujur dan sangat cerdas. &lt;br /&gt;Dan sebenarnya ungkapan yang disampaikan oleh orang itu benar sekali. Saya bukanlah ahli urusan rumah tangga. Secara bukan orang yang berumah tangga, dan belum memiliki jam terbang tinggi dalam mengurusi rumah tangga orang lain. Kalau sekarang nekat memberi rekoleksi keluarga, saya harapkan ini bukan masalah rumah tangga, tetapi hidup dalam keluarga. Hmmm, agak maksa kalimatnya, tetapi saya hanya hendak berbagi bagaimana saya hidup dalam keluarga. (nyambung atau tidak tidak usah bingung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengejar kebahagiaan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu Bapak, tema rekoleksi ini adalah mengejar kebahagiaan. Bagi saya, ini adalah tema yang sangat tidak jelas. Karena arti kebahagiaan sendiri sangat beragam. Ketika saya bertemu dengan beberapa orang dan mulai bertanya mengenai kebahagiaan dalam hidup berkeluarga, mereka memberi jawaban yang berbeda. Dan saya tidak mungkin menyalahkan yang satu dan membenarkan yang lain. Yang ada tinggallah kebingungan.&lt;br /&gt;Lepas dari kebingungan yang melanda, berbicara mengenai kebahagiaan adalah sangat menarik. Setiap orang menghendaki kebahagiaan mampir dan tinggal dalam kehidupannya. Ada banyak jalan ditempuh, ada banyak cara dicoba, semua untuk meraih kebahagiaan. Apakah kemudian kebahagiaan teraih, itu persoalan lain.&lt;br /&gt;Agar pembicaraan tidak melebar ke mana-mana, baiklah kalau kita batasi kebahagiaan itu dalam hidup berkeluarga. Dan jika mau jujur, sepanjang hidup dalam keluarga, arti dan tanda kebahagiaan itu juga berubah seiring waktu. Apalagi jika tanda kebahagiaan itu dilekatkan kepada yang fisik/materi. Maka, untuk mengingat lagi, baik kalau kita lihat harapan kebahagiaan yang kita tanamkan di awal hidup berkeluarga.&lt;br /&gt;Makna kebahagiaan yang hendak dicapai bersama-sama di awal pernikahan, bisa juga dijadikan batu tanda tatkala hidup mulai melebar dan keluar dari arah. Tentu berbeda cerita jika harapan di awal berkeluarga telah tercapai. Mungkin baik kalau pada saat itu, titik capai baru mulai ditetapkan. &lt;br /&gt;Sebelum berefleksi lebih jauh mengenai kebahagiaan, baiklah kalau kita memakai gambaran mawar. Bunga yang cantik ini selalu memiliki duri, bahkan tidak ada mawar tanpa duri. Bagi saya ini gambaran sederhana akan kebahagiaan. Dia itu seperti kuntum mawar yang harum mewangi. Tetapi ia juga dibalut duri di tangkainya. Kalau kita tidak hati-hati, tangan kita akan tergores dan mengeluarkan darah. Tetapi kalau kita cukup bijak, duri itu tidak akan menggangu. Uraian ini kita simpan sampai di sini dulu. Nanti kita lihat lagi, apakah mawar itu sudah teraih, atau malah tangan kita yang udah berlumuran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Awal Pernikahan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu bapak terkasih, masa-masa indah dalam hidup kerap menarik untuk dikenang. Ketika saya hendak merayakan ulang tahun tahbisan, beberapa hari sebelum hari H, saya sudah sibuk dengan berbagai hal yang berkaitan dengan hari pentahbisan saya. Mulai dari mengenang lagu-lagu yang saya dengarkan waktu itu. Hingga mendengarkan lagi lagu-lagu yang dinyanyikan saat tahbisan. Tentu saja setelah berjalan sekian tahun, setelah melewati berbagai hal yang kerap menyedihkan, atau juga menyenangkan, mengenang ‘hari jadi’ sungguhlah memberi arti tersendiri. Ia mampu memberi kekuatan yang tidak terkatakan.&lt;br /&gt;Saya kira demikian halnya dalam hidup pernikahan. Setelah berjalan sekian lama, tatkala gelora mungkin tidak semembara dulu kala, mengenang ‘hari jadi’ kiranya menambah semarak suasana. Membuka kembali album foto yang mungkin sudah cukup lama tersimpan rapi di almari. Atau memutar kembali video saat-saat sacral itu berlangsung. Mungkin beberapa hal Nampak lucu, Nampak kaku. Bahkan bisa jadi mengundang rasa haru. Itu bagus karena dengan menyadarinya berarti telah ada nilai baru. Oooo dulu begitu. Oooo dulu segitu. Dst.&lt;br /&gt;Prosesi pernikahan yang indah selalu bisa dikenang kapan saja. Namun selain prosesi upacara yang pasti syahdu, mengharu biru juga, saya yakin ada kejadian-kejadian kecil yang jika diingat lagi akan menyunggingkan satu senyum. Terkadang kekonyolan-kekonyolan kecil.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan berjumpa dengan calon mempelai, saya kerap bertanya, ‘apakah kalian ingin hidup sejahtera?’ Semua pasangan senantiasa menjawab ‘iya’. Mereka menginginkan kesejahteraan. Namun ketika saya kejar, kebahagiaan seperti apa yang mereka inginkan, kebanyakan dari mereka kesulitan untuk menggambarkan dengan baik. &lt;br /&gt;Satu hal yang saya percayai dan saya jumpai, ketika arti kesejahteraan itu dilekatkan pada materi, semua akan berantakan, bahkan jauh sebelum pernikahan itu terjadi. Lantas bagaimana mesti bersikap? Karena manusia hidup senantiasa berdampingan dengan materi, manusia membutuhkan materi untuk hidup. Itu benar. Namun jika memutlakkan hal tersebut sebagai ukuran kesejahteraan dan kebahagiaan, maka yang sesungguhnya tidak akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Langkah indah…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam khotbah pernikahan, saya selalu berpesan kepada para mempelai, ‘perayaan pernikahan ini adalah awal’. Awal dari sebuah perjalnan panjang. Sepanjang apa, tidak ada yang mengetahui. Ada yang beruntung bisa menikmati hidup pernikahan hingga usia 50, atau lebih. Namun banyak juga yang gagal.&lt;br /&gt;Ibu bapak terkasih, tentu mengenal Bapak Salindeho dan Istri, Pak Istanto dan Istri. Beberapa kali saya berusaha mencuri foto mereka. Keakraban, dan pancaran cinta mereka saya rasakan cukup kuat. Saya tidak pernah bertanya kepada mereka, ‘apakah mereka berbahagia’, dengan melihatnya, mendengar mereka berbicara; saya temukan jawabannya.&lt;br /&gt;Berikut ini sebuah catatan kecil yang saya buat setelah berjumpa dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cinta itu…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kawan, dua hari ini saya berjumpa dengan dua pengalaman yang sungguh mengaduk-aduk perasaan. Pengalaman itu adalah berjumpa dengan sepasang manusia yang berbalut cinta. Tak sekadar itu, juga berkesempatan untuk berhenti sejenak dan turut menghirup ruar cinta yang semerbak keluar.&lt;br /&gt;Ruar cinta itu tidak selamanya manis dan harum. Terkadang berbelit sakit dan pedih. Adalah sepasang muda dari tanah Borneo. Sudah Sembilan tahun mereka merantau di bumi Kangguru ini untuk belajar dan sekarang bekerja. &lt;br /&gt;Tautan kasih yang telah mereka jalin sejak di bangku sekolah, hari itu mereka satukan di hadapan Tuhan. Dulu mereka yang dua sekarang telah menjadi satu daging. Satu harapan dan doa yang terujar, apa yang disatukan Tuhan jangan dipisahkan manusia.&lt;br /&gt;Melihat mereka semestinya saya juga bergembira, tetapi tidak bisa saya pungkiri bahwa ada geliat kepedihan yang menyeruak masuk. Mereka, dua sejoli yang berikrar setia di hadapan Tuhan ini hadir tanpa orang tua, tanpa kerabat dekat. Hanya sahabat di perantauan yang mereka temukan di sini sejumlah hitungan jari, hadir sebagai saksi.&lt;br /&gt;Toh tetap kulihat rona bahagia di wajah mereka. Meski tanpa dampingan orang tua. Meski tanpa prosesi sungkem di depan orangtua, mereka tersenyum bahagia. Hari itu cinta telah membalut raga, disatukan dihadapan yang kuasa. Cinta itu bukan pada kemeriahan perayaan dan sorakan handai taulan. Cinta itu meruar dari hati dan menyebar ke seluruh pribadi.&lt;br /&gt;Hari ini saya bertemu lagi dengan pasangn yang lain. Manis pahit kehidupan telah mereka rengkuhi. Berada di bagian atas roda kehidupan dengan segala kemudahan telah mereka nikmati. Tersuruk di bagian bawah roda kehidupan juga telah mereka alami. Semuanya memupuk satu semangat yang sama. Hidup mesti dijalani. Cinta yang dulu menyatukan mestinya juga tetap menjadi semangat yang menguatkan.&lt;br /&gt;Cinta itu bukan hanya sekadar kata. Cinta itu juga bukan sekadar rayuan dan hibaan sanjung puji. Cinta itu memberikan diri sepenuhnya. Apa yang dulu menyatukan, semestinya tetap menjadi perekat di kala ngengat mencoba merusak jalinan cinta bersulam sepakat.&lt;br /&gt;Sang suami beberapa tahun yang lalu tersuruk ambruk diseruduk stroke. Ia yang selama ini berjalan gagah, meski rela meraih bantuan kruk. Bahkan tak jarang, suapan makan pun mesti ia terima. Pertama kali berjumpa dengan mereka, hati saya dibakar keharuan. Keharuan akan kesetiaan cinta.&lt;br /&gt;Sementara di luar sana ada sekian pasang sejoli yang berkelahi karena merasa berbeda, sepasang keturunan Adam ini tetap kukuh menjalin kasih, meski tersuruk dalam kesusahan. Cinta itu bukan sekadar kata dan rayuan sanjung puji. Cinta itu memberikan diri sepuhnya, juga bukan sekadar meminta jatah pemenuhan gelora syahwat.&lt;br /&gt;Apa yang mereka ungkapkan di hadapan Tuhan, disaksikan oleh pejabat yang berwenang dan para saksi, mestinya bukan sekdar janji. Tetapi sebuah meterai yang mematri hidup bermahligai. Ini sedikit bagian dari janji sehidup semati mereka.&lt;br /&gt;“Aku menerima Engkau sebagai istriku. Aku akan setia kepadamu di kala susah dan senang, di kala sehat dan sakit. Aku akan menjadi suami yang baik dan bapak yang baik bagi anak-anak yang diberikan kepada kita.”&lt;br /&gt;“Aku menerima Engkau sebagai suamiku. Aku akan setia kepadamu di kala senang dan susah, di kala untung dan malang, dan di kala sehat dan sakit. Aku akan menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak yang akan diberikan kepada kita.”&lt;br /&gt;Itu janji yang  saya dengar kemarin dari sejoli muda. Hari ini saya melihat satu contoh kesetiaan dari seorang istri, “di kala untung dan malang, di kala sehat dan sakit.” Kawan, semoga kalian semakin setia di dalam menjalin hidup berkeluarga.&lt;br /&gt;…………………&lt;br /&gt;Berkaca dari keluarga-keluarga yang ‘sukses’ menyusuri hidup perkawinan hingga usia 50 atau lebih, akan kita temukan banyak pelajaran berharga. Ketika ditanya resep hidup berbahagia, mereka biasanya tidak serta merta menceritakan tips-tips. Kebanyakan dari mereka hanya menjawab, ‘kami menjalani apa yang mesti dijalani, dan tidak mencari apa yang tidak ada’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerikil…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengayun langkah menyusuri lorong-lorong pernikahan dan merentang layar dalam melayari bahtera pernikahan, niscaya ada kerikil yang kerap menggangu perjalanan, bahkan badai yang bisa mengancam keselamatan kapal. Tujuan tidak lagi gamblang terbentang, karena kendali, rusak perbekalan, dan kebahagiaan seperti tinggal kenangan masa silam. Suntuk, jenuh, bosan, marah, kerap singgah dalam hidup perkawinan.&lt;br /&gt;Saya tidak perlu memerinci berbagai kerikil dalam hidup pernikahan. Karena ibu bapak jauh lebih tahu dari pada saya. Kalau sekarang saya menyinggungnya, karena menurut saya itu hal yang sangat biasa. Setiap keluarga niscaya mengalami, mungkin bentuk dan ukurannya berbeda. Nahh, yang tidak biasa adalah, bagaimana melalui tiap kerikil yang menggangu tersebut? Ada keluarga-keluarga yang mampu melewatinya dengan baik, sedangkan banyak keluarga harus babak belur untuk tetap bertahan dalam bahtera.&lt;br /&gt;Tak jarang kerikil-kerikil yang awalnya tidak begitu terasa, lama-lama bisa menimbulkan penyakit, yang pada suatu saat bisa meledak. Tentu tidak ada yang menginginkan bahwa kehidupannya pada suatu saat meledak. Yang pasti gambaran indah yang dulu pernah terbayang sekarang mulai kabur, mulai blur seperti foto yang jelek kualitasnya. Foto yang dibuat pada malam hari tatkala objek foto bergerak, jadinya sebuah foto yang blur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya Bicara…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segala hal yang membuat kondisi keluarga menjadi tidak nyaman bisa dipecahkan dengan berbicara. Ada banyak hal yang patut dibicarakan. &lt;br /&gt;Ada seorang istri berkomentar, “suamiku sudah berubah, ia tidak seperti dulu lagi.” Sebenarnya ini sebuah keluhan yang naïf. Kenapa? Karena setiap orang berubah. Jika seseorang mengharapkan pasangannya masih sama seperti ketika mereka bertemu, hmmm akan lebih kacau.&lt;br /&gt;Setiap orang berubah. Setiap orang berkembang. Yang dibutuhkan adalah kemapuan memahami dan saling mengerti. Seperti sebuah kertas gosok dan kayu yang kasar, jika mereka saling digosokkan, maka dua-duanya akan halus.&lt;br /&gt;Dua pribadi yang berbeda, yang berkembang, tetaplah dua pribadi meski telah dipersatukan. Berhenti memahami, berhenti saling mengerti dan mengenali, hanyalah jalan berhenti menjadi satu. Berbicara adalah satu cara sederhana dan murah untuk saling mengerti.&lt;br /&gt;Setelah tinggal bersama sekian lama, kerap kali seseorang mengandaikan sudah saling memahami. Sebaiknya lupakan saja pengandaian. Ataupun kalau menggunakan pengandaian, andaikan tidak tahu, maka bertanya dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya Menjadi…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada satu cerita yang bagi saya memiliki pesan yang sangat kuat dan hebat. Tak bosan-bosannya saya menceritakan ksiah ini. &lt;br /&gt;Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.&lt;br /&gt;"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."&lt;br /&gt;Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."&lt;br /&gt;Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku."&lt;br /&gt;Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.&lt;br /&gt;Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"&lt;br /&gt;Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".&lt;br /&gt;Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting." Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."&lt;br /&gt;Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"&lt;br /&gt;Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."&lt;br /&gt;Akhirnya, aku tahu.&lt;br /&gt;Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.&lt;br /&gt;Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.&lt;br /&gt;Ibu Bapak, alangkah bahagianya jika kita sungguh berarti bagi orang lain, bisa menjadi pundak bagi pasangan kita, menjadi mata, telinga, tangan dan kaki, juga hati bagi pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya Belajar&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu Bapak, saya ajak kalian belajar dari beberapa pasang suami istri yang diberkati Tuhan. Mereka saya pilih karena memiliki beberapa kemiripan dalam jalan hidup mereka. Pertama yang saya pilih adalah pasangan Abraham dan Sara. &lt;br /&gt;Mereka tinggal di daerah Ur, di Iraq sebelum dipanggil oleh Tuhan. Usia mereka juga sudah tidak muda lagi, Abraham sudah 75 tahun dan Sara pun usianya sebaya. Mereka belum dikaruniai anak waktu itu.&lt;br /&gt;Tuhan meminta mereka untuk pergi ke suatu daerah yang akan ditunjukkan-Nya. Sebagai gantinya Tuhan menjanjikan tiga hal kepada Abraham. Yaitu keturunan, tanah, dan kemasyuran.&lt;br /&gt;Janji Tuhan itu terus diperbaharui. Meski menunggu begitu lama, Abraham tetap setia dan yakin dengan janji yang dibuat oleh Tuhan. Ketika akhirnya mereka telah menempati tanah yang dijanjikan Tuhan, mereka masih belkum dikaruniai anak, padahal usia Sara sudah makin lanjut.  Pada akhirnya, ia mendapatkan keturunan juga, namanya Ishak. &lt;br /&gt;Ternyata, Tuhan belum puas dalam menguji iman Abraham. Ia diminta mengorbankan Ishak anaknya. Perintah Tuhan ini ia turuti. Dengan hati sedih semua yang diinginkan Tuhan ia jalankan, terkadang tidak masuk akal, tetapi Abraham percaya bahwa ada rencana besar yang sedang disusun oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Kesetiaan dan iman Abraham yang begitu besar, membuat hati Allah luluh juga. Ia akhirnya menjadi teladan bagi orang beriman, bagaimana percaya kepada penyelenggaraan Tuhan, lebih dari pada perhitungan manusia.&lt;br /&gt;Pasangan kedua yang saya jadikan teladan adalah Zakharia dan Elizabeth. Seperti Abraham dan Sara, pasangan juga telah lanjut usianya dan belum dikaruniai putera. Bahkan mereka sudah hilang harapan bahwa akan mendapat keturunan. Hingga akhirnya kabar malaikat itu datang.&lt;br /&gt;Tentu saja kabar itu tidak bisa dimengerti. Zakharia pun menyampaikan kebingungannya. "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Ternyata Tuhan marah dengan kebingungan Zakharia, ia dibuatnya bisu hingga istrinya melahirkan.&lt;br /&gt;Kejadian unik dan ‘aneh’ ini juga menimpa pasangan ketiga, yaitu Yosef dan Maria. Selang 6 bulan setelah malaikat Gabriel mengunjungi Zakharia, ia menemui Maria di rumahnya. Menyampaikan kabar bahwa ia akan mengandung. Ia juga menyampaikan kabar bahwa saudarinya tengah mengandung usia 6 bulan.&lt;br /&gt;Kisah selanjutnya bisa kit abaca dalam Kitab Suci. Mereka adalah orang-orang yang dipakai Allah. Mereka menuruti apa yang dimaui oleh Allah. Namun meski demikian, jika dilihat dari ukuran manusia, kehidupan mereka tidak selalu beruntung.&lt;br /&gt;Yang paling nahas adalah pasangan Maria dan Yusuf. sejak dari proses kelahiran hingga sepanjang mereka mengasuh Yesus, banyak hal buruk menimpa mereka. Melahirkan di kandang, mengungsi ke Mesir, hanya bagian kisah kecil dari banyak hal yang tidak mampu mereka pahami.&lt;br /&gt;Toh, mereka semua mencoba menjalani apa yang menjadi rencana Tuhan. mereka berserah, mereka berdoa. Kitab Suci mencatat bahwa Maria selalu menyimpan segala perkara dalam hatinya. Ia merenungkan apa yang tidak mampu ia pahami. Ia membawa dalam hubungannya dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya Gila&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta lagi, tergila-gila lagi, bersemangat lagi. Itulah semangat yang harus dikobarkan oleh tiap pasangan untuk menjaga kelangsungan cinta.&lt;br /&gt;Menjaga cinta tetap membara itu seumpama menjaga api. Bukan api yang membara dari kompor gas, tetapi api dari tungku pembakaran tradisional. Di mana kayu menjadi bahan bakarnya.&lt;br /&gt;Agar api menyala konstan, tidak boleh ada kayu terlalu banyak, sedikit saja. Namun ditambah terus menerus. Jika api kecil atau hampir padam, perlu dikipasi, jika terlalu besar, kayu dikurangi.&lt;br /&gt;Itu adalah seni, menjaga api, menjaga cinta. Jika api terlalu besar, akan ada bahaya membuat masakan cepat gosong. Kalau api terlalu kecil, akan membuat api mudah padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjadi Gereja&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tugas perutusan keluarga adalah menjadi Gereja dalam masyarakat. Keluarga adalah Gereja kecil yang hidup. Mereka mesti mampu menghadirkan Kristus yang sungguh hidup. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Cara yang umum dalam menghadirkan Kristus dalam keluarga dalah menghadirkan cinta kasih. Ubi caritas et amor, Deus ibi est. Di mana ada cinta kasih Tuhan hadir. Berarti keluarga mesti mampu menghadirkan cinta kasih.Tandanya adalah: Anak-anak merasakan cinta kasih yang mengalir dari kedua orangtua mereka. Suami merasakan cintakasih istri, dan istri merasakan cinta kasih suami.&lt;br /&gt;Bagaimana jika itu belum terjkadi? Mari nyalakan lagi. Nyalakan lagi api cinta itu. Berpacaranlah kembali. Kobarkan kembali apa yang dulu pernah membara. Bawalah api cinta Kristus merasuk dalam kehidupan keluarga Anda.&lt;br /&gt;Jadikanlah keluarga Anda, rumah Anda menajdi sebuah rumah doa, bukan rumah dosa. Bila ada konflik melanda, itu hanyalah tahapan kecil untuk menapak lebih tinggi. Keluarga yang dibangun dan dikehendaki oleh Allah, akan tetap kokoh berdiri jika Kristus menjadi tiang penyangganya. Biarkan Dia hidup di sana, di keluarga Anda.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;Romo Paulus Waris Santoso, O.Carm&lt;br /&gt;St. Luke’s Church, Lalor Victoria&lt;br /&gt;30 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAGU-LAGU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Home"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another summer day&lt;br /&gt;Has come and gone away&lt;br /&gt;In Paris and Rome&lt;br /&gt;But I wanna go home&lt;br /&gt;Mmmmmmmm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May be surrounded by&lt;br /&gt;A million people I&lt;br /&gt;Still feel all alone&lt;br /&gt;I just wanna go home&lt;br /&gt;Oh, I miss you, you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you&lt;br /&gt;Each one a line or two&lt;br /&gt;“I’m fine baby, how are you?”&lt;br /&gt;Well I would send them but I know that it’s just not enough&lt;br /&gt;My words were cold and flat&lt;br /&gt;And you deserve more than that&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another aeroplane&lt;br /&gt;Another sunny place&lt;br /&gt;I’m lucky, I know&lt;br /&gt;But I wanna go home&lt;br /&gt;Mmmm, I’ve got to go home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me go home&lt;br /&gt;I’m just too far from where you are&lt;br /&gt;I wanna come home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I feel just like I’m living someone else’s life&lt;br /&gt;It’s like I just stepped outside&lt;br /&gt;When everything was going right&lt;br /&gt;And I know just why you could not&lt;br /&gt;Come along with me&lt;br /&gt;'Cause this was not your dream&lt;br /&gt;But you always believed in me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another winter day has come&lt;br /&gt;And gone away&lt;br /&gt;In even Paris and Rome&lt;br /&gt;And I wanna go home&lt;br /&gt;Let me go home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I’m surrounded by&lt;br /&gt;A million people I&lt;br /&gt;Still feel all alone&lt;br /&gt;Oh, let me go home&lt;br /&gt;Oh, I miss you, you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me go home&lt;br /&gt;I’ve had my run&lt;br /&gt;Baby, I’m done&lt;br /&gt;I gotta go home&lt;br /&gt;Let me go home&lt;br /&gt;It will all be all right&lt;br /&gt;I’ll be home tonight&lt;br /&gt;I’m coming back home &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Crazy Love”&lt;br /&gt;I can hear her heart beat for a thousand miles&lt;br /&gt;And the heavens open every time she smiles&lt;br /&gt;And when I come to her that's where I belong&lt;br /&gt;Yet I'm running to her like a rivers song&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;She give me love, love, love, love, crazy love&lt;br /&gt;She give me love, love, love, love, crazy love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She's got a fine sense of humor when I'm feeling low down&lt;br /&gt;And when I come to her when the sun goes down&lt;br /&gt;Take away my trouble, take away my grief&lt;br /&gt;Take away my heartache, in the night like a thief&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;Yes I need her in the daytime&lt;br /&gt;Yes I need her in the night&lt;br /&gt;Yes I want to throw my arms around her&lt;br /&gt;Kiss her hug her kiss her hug her tight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when I'm returning from so far away&lt;br /&gt;She gives me some sweet lovin brighten up my day&lt;br /&gt;Yes it makes me righteous, yes it makes me feel whole&lt;br /&gt;Yes it makes me mellow down in to my soul&lt;br /&gt;“ Put Your Head On My Shoulder”&lt;br /&gt;Put your head on my shoulder&lt;br /&gt;Hold me in your arms, baby&lt;br /&gt;Squeeze me oh so tight&lt;br /&gt;Show me that you love me too&lt;br /&gt;Put your lips next to mine, dear&lt;br /&gt;Won't you kiss me once, baby&lt;br /&gt;Just a kiss goodnight, may be&lt;br /&gt;You and I will fall in love&lt;br /&gt;Some people say that love's a game&lt;br /&gt;A game you just can't win&lt;br /&gt;If there's a way&lt;br /&gt;I'll find it someday&lt;br /&gt;And then this fool will rush in&lt;br /&gt;Put your head on my shoulder&lt;br /&gt;Whisper in my ear, baby&lt;br /&gt;Words I want to hear&lt;br /&gt;Tell me, tell me that you love me too.&lt;br /&gt;Some people say that love's a game&lt;br /&gt;A game you just can't win&lt;br /&gt;If there's a way&lt;br /&gt;I'll find it someday&lt;br /&gt;And then this fool will rush in&lt;br /&gt;Put your head on my shoulder&lt;br /&gt;Whisper in my ear, baby&lt;br /&gt;Words I want to hear, tell me&lt;br /&gt;Put your head on my shoulder &lt;br /&gt;“LOST”&lt;br /&gt;I can’t believe it’s over&lt;br /&gt;I watched the whole thing fall&lt;br /&gt;And I never saw the writing that was on the wall&lt;br /&gt;If I’d only knew&lt;br /&gt;The days were slipping past&lt;br /&gt;That the good things never last&lt;br /&gt;That you were crying&lt;br /&gt;Summer turned to winter&lt;br /&gt;And the snow it turned to rain&lt;br /&gt;And the rain turned into tears upon your face&lt;br /&gt;I hardly recognized the girl you are today&lt;br /&gt;And god I hope it’s not too late&lt;br /&gt;It’s not too late&lt;br /&gt;’Cause you are not alone&lt;br /&gt;I’m always there with you&lt;br /&gt;And we’ll get lost together&lt;br /&gt;Till the light comes pouring through&lt;br /&gt;’Cause when you feel like you’re done&lt;br /&gt;And the darkness has won&lt;br /&gt;Babe, you’re not lost&lt;br /&gt;When your worlds crashing down&lt;br /&gt;And you can’t bear the thought&lt;br /&gt;I said, babe, you’re not lost&lt;br /&gt;Life can show no mercy&lt;br /&gt;It can tear your soul apart&lt;br /&gt;It can make you feel like you’ve gone crazy&lt;br /&gt;But you’re not&lt;br /&gt;Things have seem to changed&lt;br /&gt;There’s one thing that’s still the same&lt;br /&gt;In my heart you have remained&lt;br /&gt;And we can fly fly fly away&lt;br /&gt;’Cause you are not alone&lt;br /&gt;And I am there with you&lt;br /&gt;And we’ll get lost together&lt;br /&gt;Till the light comes pouring through&lt;br /&gt;’Cause when you feel like you’re done&lt;br /&gt;And the darkness has won&lt;br /&gt;Babe, you’re not lost&lt;br /&gt;When the worlds crashing down&lt;br /&gt;And you can not bear the cross&lt;br /&gt;I said, baby, you’re not lost&lt;br /&gt;I said, baby, you’re not lost&lt;br /&gt;I said, baby, you’re not lost&lt;br /&gt;I said, baby, you’re not lost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crazy Little Thing Called Love&lt;br /&gt;This thing called love I just can't handle it &lt;br /&gt;this thing called love I must get round to it &lt;br /&gt;I ain't ready &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;This (This Thing) called love &lt;br /&gt;(Called Love) &lt;br /&gt;It cries (Like a baby) &lt;br /&gt;In a cradle all night &lt;br /&gt;It swings (Woo Woo) &lt;br /&gt;It jives (Woo Woo) &lt;br /&gt;It shakes all over like a jelly fish, &lt;br /&gt;I kinda like it &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There goes my baby &lt;br /&gt;She knows how to Rock n' roll &lt;br /&gt;She drives me crazy &lt;br /&gt;She gives me hot and cold fever &lt;br /&gt;Then she leaves me in a cool cool sweat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I gotta be cool relax, get hip &lt;br /&gt;Get on my track's &lt;br /&gt;Take a back seat, hitch-hike &lt;br /&gt;And take a long ride on my motor bike &lt;br /&gt;Until I'm ready &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I gotta be cool relax, get hip &lt;br /&gt;Get on my track's &lt;br /&gt;Take a back seat, hitch-hike &lt;br /&gt;And take a long ride on my motor bike &lt;br /&gt;Until I'm ready (Ready Freddie) &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This thing called love I just can't handle it &lt;br /&gt;this thing called love I must get round to it &lt;br /&gt;I ain't ready &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;Crazy little thing called love &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here I am Lord&lt;br /&gt;I, the Lord of sea and sky&lt;br /&gt;I have heard my people cry&lt;br /&gt;All who dwell in dark and sin&lt;br /&gt;My hand will save.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I who made the stars and night&lt;br /&gt;I will make the darkness bright&lt;br /&gt;Who will bear my light to them&lt;br /&gt;Whom shall I send?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here I am Lord&lt;br /&gt;Is it I Lord?&lt;br /&gt;I have heard you calling in the night&lt;br /&gt;I will go Lord&lt;br /&gt;If you lead me&lt;br /&gt;I will hold your people in my heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I the Lord of snow and rain&lt;br /&gt;I have borne my people's pain&lt;br /&gt;I have wept for love of them&lt;br /&gt;They turn away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I will break their hearts of stone&lt;br /&gt;Fill their hearts with love alone&lt;br /&gt;I will speak my word to them&lt;br /&gt;Whom shall I send?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here I am Lord&lt;br /&gt;Is it I Lord?&lt;br /&gt;I have heard you calling in the night&lt;br /&gt;I will go Lord&lt;br /&gt;If you lead me&lt;br /&gt;I will hold your people in my heart.&lt;br /&gt;I will hold your people in my heart...&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-9183963412097804036?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/9183963412097804036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=9183963412097804036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/9183963412097804036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/9183963412097804036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/05/pursuit-of-happyness-rekoleksi-keluarga.html' title='The Pursuit of Happiness : Rekoleksi Keluarga Katolik Indonesia di Melbourne'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-8612405409822784414</id><published>2010-05-12T22:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T22:08:56.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup membiara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='panggilan'/><title type='text'>Awalnya Terbakar Cemburu…</title><content type='html'>Kawan, awalnya memang terbakar cemburu. Bahkan seperti yang dinyanyikan Padi, ini cemburu buta yang membakar bukan hanya jiwa tetapi juga raga. Kalau sekarang mesti mencari luruhan abu sisa pembakaran itu mungkin tidak akan pernah bertemu kembali. Sekian puluh tahun yang lalu, terkubur bersama hasrat masa kanak-kanak.&lt;br /&gt;Cemburu itu kepada para utusan Tuhan yang tidak pernah rutin datang ke kampung kami. Gelegak dahaga hati kami untuk dekat Sang Pencipta hanya mampu terobati sekali dalam satu putaran purnama. Selebihnya para tetua umat memimpin upacara penyembahan kepada Sang Pencipta dengan sederhana. &lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terlontar tanya dari hatinya, kenapa para utusan Tuhan itu tidak bisa datang setiap ahad, mengapa mesti hanya sekali dalam satu putaran purnama? Ternyata jawabannya sederhana. Utusan Tuhan itu hanya seorang sedang dia mesti melayani berpuluh-puluh ladang. Maka tak mengherankan jika tidak petak ladang mesti sabar men unggu giliran disinggahi sang utusan. &lt;br /&gt;Hati itu belum mau menerima kenyataan bahwasanya hanya ada satu utusan. Mengapa mereka tidak diberi lebih banyak utusan. Pertanyaan itu memantik api cemburu dalam hatinya, yang makin hari makin berkobar. Mula-mula hanya hati yang terbakar, lambat laun mengalir hingga ujung kuku pun terbakar habis.&lt;br /&gt;Akhirnya jalan itu ia tempuh. Tidak mudah memang, tetapi tidak pernah terbersit keinginan untuk mundur dan memalingkan langkah. Kerikil dan riak terkadang menggoda langkah kaki. Gelegak dan hasrat hati untuk hidup seperti kebanyakan orang juga beberapa kali datang menghampiri. Toh kesimpulan yang diambil adalah kembali mengayunkan langkah di jalan panggilan.&lt;br /&gt;…$$$...&lt;br /&gt;Langkah awal itu ia mulai tahun 1992. Sebagai remaja yang ingin menatap indahnya kota, yang terbakar habis rasa cemburu, datang menemui utusan Tuhan di kediamannya. Datang untuk meminta formulir pendaftaran memasuki padepokan para utusan Tuhan. Dasar anak kampung yang bebal dan  bertelinga tebal. Sudah ditolak oleh utusan Tuhan masih saja ngeyel dan ngoto untuk masuk. &lt;br /&gt;Utusan Tuhan itu kiranya sungguh-sungguh utusan Tuhan. Ia tidak mau membawa surat lamaran untuk si bocah nekat. “Opo romone kurang penggawean” demikian dikatakan sang utusan. Akhirnya dengan langkah yang tetap gagah, si bocah tengil itu menyeret lengan bapaknya untuk mencari alamat padepokan dan menemukannya. Setelah melewati beberapa terminal dan bertanya kepada beberapa sopir, akhirnya padepokan “Seminarium Marianum” itu mereka temukan juga. &lt;br /&gt;Ternyata langkah awal itu belum meninggalkan kesulitan. Satu putaran purnama berikutnya mereka mesti mencari tempat untuk mengikuti pendadaran. Meski yang mendaftar hanya 13 bocah, toh mesti melewati pendadaran juga. Padepokan untuk pelaksanaan pendadaran itu ada di kaki gunung Arjuno dengan nama yang membuat bulu kuduk berdiri, ‘Gapuraning Swargo’.&lt;br /&gt;Setelah lulus pendadaran, pendidikan di padepokan Marianum pun berjalan bak roda kereta. Masa empat tahun serasa empat purnama. Begitu cepat dan tiba saatnya menentukan pilihan. Pilihan untuk melanjutkan pada jenjang yang ebih tinggi, yang lebih khusus. Rupanya para utusan Tuhan itu terbagi dalam banyak kelompok. Masing-masing kelompok memiliki memiliki cirri khas dan padepokan yang terpisah. &lt;br /&gt;…^^^…&lt;br /&gt;Si tengil dari Malang Selatan itu ternyata memutuskan ikut padepokan Karmel di Batu Malang. “Di sana menawarkan persaudaraan.” Katanya singkat ketika ditanya mengapa ia memilih padepokan Karmel yang waktu itu masih penuh dengan kebun apel. Rupanya si tengil itu sadar diri bahwa ia butuh orang lain untuk mengingatkan, untuk menariknya jika tersesat di jalan lain.&lt;br /&gt;Agustus 1996 ia memasuki padepokan Karmel di Jalan Hasanudin 13 Batu. Sergapan udara dingin yang meluncur turun dari gunung Panderman sempat membuat badannya dikuasai gatal-gatal. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, gatal-gatal karena dingin itu selalu datang ketika musim hujan dan dingin menghajar bumi. &lt;br /&gt;Dua tahun si tengil berada di padepokan Karmel Batu. Tiba saatnya untuk menentukan pilihan lagi. Dengan penuh percaya diri, 09 Agustus 1998 ia bersama 13 teman seperjuangannya berikrar setia untuk hidup di jalan Karmel untuk satu tahun. Demikian janji itu mereka perbaharui setiap tahun. Selepas janji manis di hadapan Tuhan itu mereka mendapat kesempatan berlibur ke rumah orang tua. 10 hari waktu diberikan untuk menebus kangen selama dua tahun.&lt;br /&gt;Tanpa terasa guliran waktu yang tak pernah kompromi itu sampai pada titik 2001. Selesai menamatkan pendidikan strata satu, mereka mesti menjalani tahun pastoral. Si tengil dari Malang selatan itu mendapat kesempatan berpastoral di Paroki Tanggul Jember. Bersama utusan Tuhan yang dulu membaptisnya itu, ia belajar hidup di paroki. &lt;br /&gt;Pengalaman pertama hidup di paroki adalah di demo. Yang mendemo adalah kelompok dari padepokan lain yang tidak menghendaki mereka berdoa di padepokan itu. Para pendemo itu datang dengan truk penuh ancaman. Permintaan mereka hanya satu, “Pokoknya ditutup!” Itu permintaan mereka atas padepokan kami. Karena mereka terus mengancam dan sepertinya mereka akan mulai kalap, maka kami menuruti untuk menandatangani pernyataan untuk tidak memakai padepokan tersebut untuk berdoa. Itu terjadi pada akhir bulan Oktober tahun 2001. Tiga bulan semenjak ia tinggal di sana.&lt;br /&gt;Setahun masa berpastoral terasa cepat. Lelehan air mata sempat mengiringi kepergian si tengil dari Tanggul untuk kembali ke Malang, melanjutkan belajar. Tepat setahun setelah kembali ke Malang, adalah saat untuk menentukan mau hidup selamanya dalam padepokan Karmel atau tidak. Karena jika dihitung dari tahun 1996 dia masuk, sudah 7 tahun ia hidup sebagai karmelit, dan saatnya memutuskan.&lt;br /&gt;Keputusan ia ambil, hidup dalam Karmel pilihannya. Maka 15 Agustus 2003 di Gereja kayutangan, di hadapan provincial Pak Na, ia berserah setia mau taat, miskin, dan selibat, selamanya. Tidak ada cincin melingkar di jari, tetapi ia suda terikat. Tidak ada kemeriahan resepsi, tapi ia sudah bermempelai. &lt;br /&gt;…&amp;&amp;&amp;…&lt;br /&gt;Jalan yang bak jalan tol itu tiba-tiba memasuki lahan bermakadam. Tiba-tiba banyak kerikil menghampar di jalan. Februari 2004 adalah jadwal untuk menjadi diakon, tetapi bocah Malang Selatan ini mulai ragu. Ia mulai berpikir akan kemudaannya, akan berbagai tanggungjawab yang mesti diemban nanti, dan ada banyak pertimbangan lain yang membuat dia berpikir ulang.&lt;br /&gt;“Saya ini seumpama kereta kuda yang menempuh perjalanan baik. Selama ini memang tidak ada apa-apa. Namun saya membutuhkan waktu untuk istirahat, untuk ngecek segala perlengkapan yang ada. Apakah roda-rodanya masih utuh, apakah kuda-kuda masih kuat, apakah tali kekang masih cantang, dan perlengkapan yang lain masih komplit.”&lt;br /&gt;Itu alasannya mengapa ia meminta waktu tambahan. Waktu diberikan selama enam putaran purnama. Ketika ditanya lagi mengapa ia bertahan, dia hanya menjawab, ‘ternyata cinta yang menguatkan.’November 2004 ia akhirnya menerima tugas sebagai pelayan. Di kapel sederhana biara karmel Talang lima, disaksikan keluarga dekat, ia dan tiga teman menerima tahbisan diakon. Selepas diakon ia belajar melayani di paroki Tidar sambil tetap mengajar di SMA, tempat ia mulai bekerja sejak setahun yang lalu.&lt;br /&gt;Putaran waktu telah membawanya ke tahun 2005. Sudah 13 tahun lamanya semenjak dia meninggalkan kampung tercinta. Sudah 13 kali ia tidak lagi merayakan ulang tahun di rumah bersama kawan-kawan sepermainan. Begitu cepat waktu berputar dan berpusar. Kerap membuat hati berdegup berdesir, tak jarang gemetar. &lt;br /&gt;Akhirnya hari itu tiba. Sore hari di Katedral Maria Bunda Karmel Malang. Mengenakan jubah coklat lengkap, ia berjalan mantap dari Biara Karmel di jalan Talang menuju Gereja Ijen. Sudah seminggu ini dia mengurung diri di kamar. Ia hanya keluar kamar untuk mengajar, sehabis itu ia kembali lagi ke kamar. Mestinya harus sungguh mengurung diri yang tidak berjumpa dengan orang lain, tapi karena tugas hal itu tidak mungkin terlaksana. Di sela-sela merenung dalam kesendirian, Padi menemani. Kebetulan ia baru saja mengeluarkan album baru yang self title. &lt;br /&gt;Ya, akhirnya sore itu di hadapan teman-teman seperguruan dan dari perguruan yang lain yang sempat hadir, bapak Uskup Malang menahbiskan mereka berempat menjadi utusan-Nya. Ia yang dulu dibakar cemburu dan masih bertahan karena cinta, kini mesti berbuat, karena cinta tidak hanya diam. &lt;br /&gt;“Cinta itu seperti batuk. Kalau datang tidak bisa ditutup-tutupi.” Demikian ia berkata dalam sambutannya. Dalam permenungannya, tidak ada orang yang bisa menyembunyikan batuk. Demikian halnya tidak ada orang yang bisa menyembunyikan cinta. Karena cinta Tuhan maka ia bisa berdiri di sana, berbicara di sana, karena cinta tidak hanya diam, maka dia mesti berbuat. Dia mesti juga menjadi sang penghibur bagi hati yang sedang terluka.&lt;br /&gt;…###...&lt;br /&gt;Acara berjalan meriah. Semua yang datang saling melempar senyum. Acara di katedral berlanjut di lapangan olahraga DEMPO dengan makan malam dan resepsi. Semua masih saling melemparkan senyum dan jabat erat tangan terus saja bersambut. Malam itu tiba-tiba si tengil menjadi pusat perhatian. Kemeriahan pesta masih berlangsung hingga beberapa saat. Hingga tibalah tour misa perdana. Malang selatan mendapat pilihan pertama disambung ke Jawa Tengah dan ke Medan menjadi perjalanan terakhir sebelum memasuki medan karya.&lt;br /&gt;Hidup memang selayaknya pesta yang mesti dirayakan. Namuan hidup tak selamanya berasa pesta yang meledakkan rasa suka setiap saat, di mana setiap orang saling melemparkan senyum. Tak jarang begitu sulit menemukan satu senyum di pagi hari yang bisa membuat hati berseri. Tak jarang yang ada hanya sungut yang membuat hidup menjadi cemberut.&lt;br /&gt;Toh semua mesti dijalani. Roda hidup itu berputar. Terkadang di bawah terkadang di atas. Jika mau terus di bawah atau mau terus di atas, roda itu tidak akan pernah ke mana-mana, ia hanya akan diam di tempatnya. Tempaan itu membawa langkah pada pengalaman yang berbeda. Membawa kepada tempat yang lebih tinggi. Sekali lagi, hidup itu seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Roda itu bergerak karena ada yang diam yang menggerakkannya bernama as. Jika tidak ada as di tengah-tengah roda, niscaya roda itu tidak akan ke mana-mana juga. As itu diam tetapi menggerakkan.&lt;br /&gt;Dalam bergerak ada diam. Dalam diam kita bergerak. Diam itu hening, bergerak itu hidup. Menemukan hidup dalam keheningan. Menemukan keheningan di dalam kegaduhan dan kebisingan hidup. Itulah tantangan yang sesungguhnya bagi jiwa-jiwa muda yang karena posisinya sebagi utusan Tuhan, mesti menjadi tua. Mereka mesti menemukan saat-saat yang tepat untuk diam dan bergerak. Untuk bergerak dalam diam dan diam dalam bergerak.&lt;br /&gt;Pusaran dan putaran waktu yang kerap memusingkan dan menggetarkan itu terlampau sayang kalau kebat begitu saja. Ia mesti ditangkap sejenak. Diabadikan dalam kenangan dilemparkan sebagai surat. Kalau memungkinkan dituangkan dalam catatan. Terkadang boleh juga dalam bentuk gambaran. Apalagi dunia tekhnologi telah berkembang sedemikian hebat. Seolah-olah jarak seperti tidak ada lagi. Maka menangkap pesan dari kehdiupan dan membagikannya menjadi keniscayaan. Yahh, sekadar berbagi semangat kehidupan. Demi baik dan tumbuhkan tunas baru yang diharapkan akan bermekaran. &lt;br /&gt;Semangat itu mendasari si tengil untuk mulai rajin membuat catatan. Catatan kecil yang berserakan mulai ia rapikan. Ia temukan teman bernama fesbuk. Ia simpan catatan-catatan kecilnya di sana. Awalnya asal membuat catatan. Asal membuat status. Namun muncul kesadaran baru untuk menjadikan teman baru itu sebagai sarana berbagi nilai kehidupan, sarana pelayanan. Ia bagikan segenggam sari makanan yang ia sebut sarapan pagi. Sebuah catatan ringan mengenai bacaan dari Kitab Kehidupan hari itu.&lt;br /&gt;Di perantauan ini, di negeri kangguru, ia bertemu teman baru bernama kompasiana. Ia simpan juga setiap catatan hasil goresan menangkap gagasan di sana. Teman baru ini memberi tantangan baru. Berjumpa dengan berbagai manusia dari berbagai latar belakang yang berbeda dan saling berhubung dan berbagi memberi banyak arti untuk hidup. Ada yang suka mengajak berkelahi, ada yang suka menulis puisi, ada pula yang rajin menyirami dengan pupuk subur tulus hati. Semuanya bertaut menjadi satu dalam sulaman yang elok menarik hati.&lt;br /&gt;Hingga hari ini, telah lima tahun pesta itu berlalu. Telah banyak purnama datang silih berganti. Teman lama pergi teman baru menanti. Semua menjadi begitu menggembirakan di tanah asing ini. Tak bisa disangkal bahwa si tengil itu telah dibawa pada satu titik yang selama ini ia perjuangkan. Titik memahami kehendak junjungannya. Kehendak Sang Murbeng jagad. Titik untuk memahami bahwa Dia sungguh menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. &lt;br /&gt;Bahwa Ia akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya, memang terlaksana. Sungguh indah sesuai dengan kehendak-Nya, bukan kehendak mereka. Bukan menurut waktu dan kehendak si tengil, yang setelah sekian tahun tetap juga tengil, bahkan makin tengil, tetapi menurut waktu-Nya. &lt;br /&gt;Meski tengil ia tetap berbangga karena mulai merasakan betapa waktu Tuhan itu indah. Meletakkan semuanya pada kehendak dan rancangan-Nya sangatlah membahagiakan. Maka lantunan murid-muridnya sewaktu tahbisan yang dulu tak begitu jelas ia pahami, kini kerap ia ulangi dan mulai dihayati dalam hati.&lt;br /&gt;Here I am Lord&lt;br /&gt;Is it I Lord?&lt;br /&gt;I have heard you calling in the night&lt;br /&gt;I will go Lord&lt;br /&gt;If you lead me&lt;br /&gt;I will hold your people in my heart.&lt;br /&gt;…%%%...&lt;br /&gt;Kawan, mewakili si tengil dan teman-temannya, saya menyampaikan banyak terimakasih atas dukungan doa dan lontaran semangat yang terus diberikan kepada mereka. Semoga tidak lelah mendukung dan memberi semangat, agar mereka selamat sampai akhir. Limatahun langkah awal mereka, bak masa bulan madu meski perdu tak jarang mereka jumpai. Masih ada tahun-tahun membentang yang jika Tuhan berkenan mesti mereka jelajahi. Uluran tangan pemberi kekuatan, lantunan doa pemberi keteguhan, niscaya mereka perlukan selamanya. Terkadang mereka juga tersuruk dan jatuh dalam kebodohan dan dosa, kiranya kalian sudi membantu mereka bangkit lagi dan kembali berjalan seperti kehendak-Nya.&lt;br /&gt;Tamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-8612405409822784414?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/8612405409822784414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=8612405409822784414' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8612405409822784414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8612405409822784414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/05/awalnya-terbakar-cemburu.html' title='Awalnya Terbakar Cemburu…'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-4593047501062328766</id><published>2010-04-02T02:22:00.001-07:00</published><updated>2010-04-02T02:24:28.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jumat agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S7W3khx6yuI/AAAAAAAAAc8/g-771TJikl8/s1600/ecce-homo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S7W3khx6yuI/AAAAAAAAAc8/g-771TJikl8/s400/ecce-homo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455468361800141538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ecce Homo!&lt;br /&gt;Bapak tolong ceritakan padaku siapa dia.&lt;br /&gt;Pakaiannya compang-camping, &lt;br /&gt;sepertinya karena terlalu sering dicambuk hingga sobek di sana-sini&lt;br /&gt;janggutnya kempal dengan darah yang kering&lt;br /&gt;ohh… apakah ia mengenakan mahkota? &lt;br /&gt;Tapi… bukan mahkota Bapak, itu menyerupai anyaman rotan berduri.&lt;br /&gt;Bapak, kenalkah engkau dengannya?&lt;br /&gt;Ceritakan padaku siapa dia.&lt;br /&gt;Mengapa banyak orang menghendaki kematiannya?&lt;br /&gt;Mengapa orang-orang itu berteriak dengan kalap ‘salibkan dia!’&lt;br /&gt;Bapak, kenalkah engkau padanya.&lt;br /&gt;Apa kesalahannya hingga pantas dihukum sekejam itu?&lt;br /&gt;Bapak, dia tidak menyerupai manusia lagi.&lt;br /&gt;Terlalu banyak derita yang dibawanya.&lt;br /&gt;Masakan itu deritanya? &lt;br /&gt;Bapak, aku tak kuasa memandangnya.&lt;br /&gt;Mengapa aku tidak berani memandangnya, bapak?&lt;br /&gt;Bapak, ceritakan siapa dia.&lt;br /&gt;Mengapa dia harus mati?&lt;br /&gt;Pantaskah dia mati?&lt;br /&gt;Bapak…&lt;br /&gt;Masihkah engkau di sana?&lt;br /&gt;Memandangnya?&lt;br /&gt;………&lt;br /&gt;Melbourne, 02-04-10&lt;br /&gt;Happy Good Friday&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-4593047501062328766?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/4593047501062328766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=4593047501062328766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4593047501062328766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4593047501062328766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/04/ecce-homo-bapak-tolong-ceritakan-padaku.html' title=''/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S7W3khx6yuI/AAAAAAAAAc8/g-771TJikl8/s72-c/ecce-homo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-5216158943943767703</id><published>2010-03-07T02:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T02:21:42.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesempatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bertobat'/><title type='text'>BERTOBAT</title><content type='html'>Karena hari ini hari Minggu, baiklah kita membaca Injil sebelum merenungkannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lukas 13:1-9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"&lt;br /&gt;……….&lt;br /&gt;Kawan, ada banyak hal yang bisa direnungkan dari bacaan di atas, namun yang tidak bisa dielakkan adalah merenungkan makna bertobat. Bahkan Yesus menekankan makna dan pentingnya bertobat dalam tiga contoh yang sangat kuat.&lt;br /&gt;Pertama dalam contoh dunia politik. Orang-orang Galilea yang memberopntak kepada pemerintah Roma dibunuh dengan kejam. Kedua kematian orang-orang yang tertimba tiang menara. Menurut banyak orang, hal itu disebabkan oleh dosa. Pandangan masyarakat waktu itu, mati celaka itu disebabkan dosa. Namun Yesus menegaskan, jika kita tidak bertobat, hal yang lebih mengerikan akan menimpa kita.&lt;br /&gt;Kemudian dalam perumpamaan, pertobatan itu mendapat tempat untuk memperbaiki diri. Dikatakan bahwa tuan itu tetap memberi kesempatan untuk perbaikan, memberi kesempatan kepada pekerja kebun untuk memupuk, mencangkul, merawat, dst.&lt;br /&gt;Peringatan itu sangat jelas bagi kita. Seruan agar kita bertobat kerap kiat dengar. Kemarin, dalam kisah bapa yang baik, kita mendapat contoh dari anak bungsu yang mau datang kepada bapaknya. Demikianlah pertobatan itu. Hari ini dijelaskan lagi, Bapa memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Pertanyaannya, kesempatan untuk memperbaiki diri itu kita pergunakan atau tidak? Jangan-jangan janji bahwa kita akan memperbaiki pola hidup, menatanya lebih baik dan memberi peluang untuk tumbuh subur tidak sungguh-singguh kita jalankan. Jangan sampai tuan pemilik kebun datang dan marah-marah lagi. Semoga kita setia menggunakan setiap kesempatan untuk memperbaiki diri. Buanglah segala pikiran untuk menunda, siapa tahu ini kesempatan terakhir memperbaiki diri.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-5216158943943767703?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/5216158943943767703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=5216158943943767703' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5216158943943767703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5216158943943767703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/03/bertobat.html' title='BERTOBAT'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-1456753199946174542</id><published>2010-03-04T12:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T12:38:35.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='martir'/><title type='text'>‘KEMENDEL’</title><content type='html'>Kemendel adalah istilah Jawa untuk menggambarkan orang yang sok berani. Sok berani dalam artian tidak sombong, tetapi kurang mengetahui situasi yang sebenarnya. Demikianlah Yesus menilai dua murid-Nya, yang melalui ibu mereka, memohon sesuatu yang kurang mereka pahami. Bahkan mereka berani menjanjikan sesuatu yang juga kurang mereka pahami.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.” Itu yang dikatakan Yesus. Permintaan Yohanes dan Yakobus untuk duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus, dinilai Yesus sebagai permintaan yang keluar dari hati yang ‘kurang memahami medan’. Bahkan ketika Yesus menegaskan salah satu risikonya pun mereka dengan lantang mengatakan ‘kami sanggup’.&lt;br /&gt;Luar biasa keberanian mereka. Luar biasa kesanggupan mereka. Dan di kemudian hari memang kita ketahui, mereka menjalankan apa yang dijanjikan. Mereka minum dari cawan yang pernah diminum oleh Yesus. Cawan itu adalah kematian karena membela iman. Yakobus meninggal sebagai martir di kota Yerusalem. Sedangkan Yohanes, menurut tradisi meninggal karena usia tua.&lt;br /&gt;Kembali kepada permintaan Yohanes dan Yakobus. Hal itu menimbulkan kegemparan pada para murid. Ada banyak alasan kenapa mereka menjadi gempar, kenapa mereka menjadi marah. Salah satu kemungkinannya adalah, mereka sebenarnya memiliki hasrat yang sama. Mereka ingin juga duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus, tetapi mereka tidak sanggup mengutarakannya.&lt;br /&gt;Mungkin hal yang sama juga kerap kita alami. Kita marah kepada seseorang hanya karena kita tidak sanggup melakukan hal yang sama. Namun ada satu hal yang patut kita catat pagi ini. Para murid, dalam kemarahannya, dalam ‘kemendel’nya, mereka akhirnya bertumbuh dan sungguh membuktikan sebagai murid yang rela memberikan nyawa membela iman yang dipegang. Mereka sungguh rela meminum dari cawan yang diminum oleh Yesus. &lt;br /&gt;Awalnya mungkin mereka kemendel, tetapi dari bergulirnya waktu mereka berkembang menjadi lebih bijak dan rendah hati. Mereka belajar dari kebodohan dan ketidak tahuan untuk terus maju dalam iman. Semoga dari hari ke hari kita juga selalu belajar untuk terus bertumbuh dalam iman.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-1456753199946174542?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/1456753199946174542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=1456753199946174542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1456753199946174542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1456753199946174542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/03/kemendel.html' title='‘KEMENDEL’'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-7428168598910761230</id><published>2010-03-01T01:49:00.001-08:00</published><updated>2010-03-01T01:50:39.823-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angelic dolly pudjowati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='murah hati'/><title type='text'>MURAH HATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4uN2kILpdI/AAAAAAAAAc0/TnLDgZ91Ojk/s1600-h/angelic+dolly.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4uN2kILpdI/AAAAAAAAAc0/TnLDgZ91Ojk/s400/angelic+dolly.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443600543157822930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya sedang merenungkan makna dari murah hati. Kerap terucap, namun secara sungguh-sungguh kurang jelas memaknainya. Tiba-tiba ingatan saya melayang pada sosok perempuan 50 tahunan. Berjalan melintasi lorong-lorong kumuh di kota. Memeriksa tiap kolong jembatan, juga di bawah-bawah gerbong kereta yang sudah tak beroperasi lagi.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu membawa tak plastic cukup besar. Di tiap lorong, di tiap kolong jembatan dan gerbong kereta yang telah rusak, dia berhenti. Dia menemukan sesosol manusia yang oleh kebanyakn manusia yang lain tidak dianggap. Mereka adalah orang-orang gila, yang bahkan hampir selalu dihindari. Perempuan itu menemui mereka, membawakan mereka makanan, terkadang obat-obatan. Kisah cukup lengkap dari perempuan yang mengagumkan ini akan saya catat nanti.&lt;br /&gt;Sekarang saya ingin menukil sedikit saja hal yang menancap dalam hati saya. Ibu ituadalah perempuan yang murah hati. Ia memberikan sesuatu yang oleh orang lain tidak diberikan. Ia memberikan perhatian, ia memberikan cinta. Suatu ketika dia berkata, “jangan lihat seberapa besar atau seberapa hebat apa yang telah kami lakukan, tetapi lihatlah betapa besar cinta yang telah kami berikan.”&lt;br /&gt;Ia memberikan cinta. Ia memberikan waktunya, sebagian hartanya, hatinya, dan terlebih hatinya. Sungguh bagi saya ia adalah gambaran orang yang murah hati. Ia memebri tanpa pernah mengharapkan balasan. Karena orang-orang gila yang ia kunjungi, yang ia kirim makan, tidak akan membalasnya. Tetapi, mereka menerima perempuan itu. Kemurahatiannya dan ketulusan cintanya mereka terima.&lt;br /&gt;Kalau Yesus hari ini berkata, “hendaklah kamu murah hati seperti Bapamu murah hati,” saya kira, ibu tersebut telah melaksanakannya. Saya hanya berharap, dan siapa tahu kalian, kawanku semua, juga mau bermurah hati kepada sesame, karena Bapa kita sungguh murah hati.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-7428168598910761230?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/7428168598910761230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=7428168598910761230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7428168598910761230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7428168598910761230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/03/murah-hati.html' title='MURAH HATI'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4uN2kILpdI/AAAAAAAAAc0/TnLDgZ91Ojk/s72-c/angelic+dolly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-7103709970707613065</id><published>2010-02-28T02:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T02:06:23.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petrus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elia'/><title type='text'>MENDENGARKAN DIA</title><content type='html'>Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu. (Luk 9:28-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang mungkin bisa kita jadikan bahan renungan dalam peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung pada hari ini. Saya mencoba membuat point menajdi 4, Anda bsia menambah point yang lain sesuai dengan pengalaman iman Anda.&lt;br /&gt;1. Yesus mendapat peneguhan dari 2 tokoh besar Israel, Musa dan Elia dalam perjalan-Nya ke Yerusalem.&lt;br /&gt;2. Para murid memperoleh suka cita yang amat besar.&lt;br /&gt;3. Allah Bapa memberi penegasan akan Putera-Nya.&lt;br /&gt;4. Yesus mengajak para murid tetap ‘menginjak’ tanah. &lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya hanya ingin memfokuskan renungan pada bagian keempat. Anda bisa saja menekankan pada bagian yang lain, itu tidak menjadi persoalan. Atau memberi penekanan pada semua bagian juga boleh. Namun dalam pandangan saya cukup bijak jika kita hanya menekankan satu bagian pada satu waktu dan menekankan bagian yang lain pada waktu yang lain. Agar tidak terlalu ‘kenyang’.&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin menekankan bagian Yesus mengajak para murid untuk tetap ‘menginjak’ tanah. Hal ini penting bagi para murid yang baru saja mendapat pengalaman yang hebat. Mereka melihat rupa Yesus berubah. Mereka melihat Yesus ditemani oleh Musa dan Elia, tokoh besar dari perjanjian lama. Pengalaman itu sangat luar biasa. Para murid ingin mempertahankannya, maka mereka menawarkan untuk membuat tenda. &lt;br /&gt;Pengalaman berikutnya cukup menakutkan bagi para murid. Tiba-tiba awan menyelimuti mereka dan dari sana terdengar suara, "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." Para murid mengalami perasaan yang sangat berkecamuk antara senang, takut, bingung, semua bercampur menajdi satu. Sejujurnya mereka tidak terlalu memahami peristiwa itu dengan baik, maka mereka memilih diam untuk merenungkannya.&lt;br /&gt;Dengan berbekal pengalaman yang luar biasa di atas gunung, para murid tetap diajak menjejak bumi. Mereka diajak turun untuk melanjutkan perjalanan ke Yerusalem. Mereka diajak untuk menghadapi kesulitan hidup yang masih ada di depan. Mereka tidak diajak untuk lari, tetapi menghadapi.&lt;br /&gt;Berdoa dan bersama Tuhan di atas gunung sangat menyenangkan. Namun Yesus mengajak para murid ke Yerusalem. Mengajak mereka menghadapi penderitaan. Sebuah pesan yang nyata bagi saya. Berdoa dan terus bersama dengan Yesus sangatlah menyenangkan. Meditasi di kapel lebih menyenangkan dari pada berpeluh di ladang. Hingga banyak orang tergoda untuk ‘terus berdoa’. Tetapi saya diingatkan untuk tetap menginjak tanah, menjalani hidup sehari-hari dengan wajar. Menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan dengan baik. &lt;br /&gt;Tetap menginjak tanah dan melakukan semua tugas harian bukan berarti melupakan Tuhan dan meninggalkan-Nya. Sebaliknya seraya menjalani hidup harian yang biasa itu kita tetap dituntut untuk terus mendengarkan Dia. Sudah cukup pertanyaan kita ‘siapakah Engkau?” Saatnya sekarang mendengarkan Dia dalam hidup harian kita.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-7103709970707613065?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/7103709970707613065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=7103709970707613065' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7103709970707613065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7103709970707613065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/mendengarkan-dia.html' title='MENDENGARKAN DIA'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-5536087018113344979</id><published>2010-02-25T01:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T01:13:28.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><title type='text'>KNOCKING, Sermon, 25th Feb 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4Y_FpyhtFI/AAAAAAAAAcs/Tdo6GENvR5g/s1600-h/knocking-on-door_000005666099small.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4Y_FpyhtFI/AAAAAAAAAcs/Tdo6GENvR5g/s400/knocking-on-door_000005666099small.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442106566073496658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Several times my friends asked me, is it true that God hears our prayer? As we hear in the gospel today. Ask and you shall be given. Knock and the door will be opened to you. Many people began to doubt the word. &lt;br /&gt;They become doubts because they feel was knocking, but the door was not opened, they're looking for, and they do not get. So they began to doubt, lest Jesus did not keep their promises.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I tried to understand this by thinking simple. I imagine the House of God was so great, so when I knock on, surely the host will not immediately able to open the door. May He must turn around, could be he was busy and had to clean his hands before opening the door. &lt;br /&gt;Well, sometimes there are guests who are impatient. After he knocked quietly to wait for the door was opened, but quickly passed and forgotten if he had just knocked on the door.&lt;br /&gt;So the proper attitude of prayer, when knocking on the door of the House of God, we also have to patiently wait for the door opened. Patience and clarity of the heart to wait and see the door opening was rarely possess. Many times we felt the time pursued. We like not have much time to listen the God's answers.&lt;br /&gt;Another thing, we might have given the answer, the door is opened, only the eyes of our hearts are not caught does not see it. So really needed had a clear eye to see.&lt;br /&gt;Seeing it all, it takes only one. We need taking the time to quiet and calm. To listen the voice of God and see the provision of what we ask. As people converse, there are times when we want to listen to our speaker, if not then what happens is a fight. So let's make time in our lives to be silent, sit quietly, and open heart focused on God, to be able to catch his presence, and not busy grumbling because we do not feel a request filled.&lt;br /&gt;God bless us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-5536087018113344979?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/5536087018113344979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=5536087018113344979' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5536087018113344979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5536087018113344979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/knocking-sermon-25th-feb-2010.html' title='KNOCKING, Sermon, 25th Feb 2010'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4Y_FpyhtFI/AAAAAAAAAcs/Tdo6GENvR5g/s72-c/knocking-on-door_000005666099small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6087966996766272651</id><published>2010-02-23T15:15:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T01:16:56.558-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bertobat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perintah Tuhan'/><title type='text'>JONAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4RiO7brWzI/AAAAAAAAAck/WQokJJOCtsQ/s1600-h/03-01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4RiO7brWzI/AAAAAAAAAck/WQokJJOCtsQ/s400/03-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441582258381871922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The story of Jonah we've heard. At that time we were still sitting in the Sunday School. The story of Jonah is very famous. Same with the story of Noah and the story of Prophet Moses. Maybe some of us have forgotten or only remember the events of Jonah eat fish. So let me tell you briefly the story of Jonah is. &lt;br /&gt;He was ordered by God to convert the people of Nineveh, but he did not want to. So he fled, to ship to Tarshish. In the middle of the raging sea journey, the crew frantically, but Jonah slept soundly, until discovered by the crew. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realizing that he is the cause of storm seas, and then ask Jonah thrown into the sea. Once thrown, he was eating fish. There he was dialoguing with God. He complained to his job and many more. After struggling in the belly of the fish for 3 days, he was thrown to the ground. From there he walked to the city of Nineveh God commands. He informed if the people of Nineveh did not repent, then they will be affected. &lt;br /&gt;Jonah's call to be heard and they repent. Then disaster struck was not so they were. Seeing that Jonah was disappointed and angry with God. Yunusberpikir if people of Nineveh did not deserve forgiveness, because they really have sinned. But the Lord insisted that they deserve to be forgiven because they have repented. &lt;br /&gt;Jonah angrily away. In fact, he vowed asked to die, because he felt God was not fair. When angry that he is resting in a hut while waiting for what will happen to the city. At that time the Lord to grow a tree to get shade range of Jonah. Who knew Jonah would be more fun. &lt;br /&gt;And it is true, Jonah was happy because trees shade the head. But God sent the tree to start a worm eat up the leaves and makes the tree was withered. Seeing trees shading his death, Jonah got angry. Even in the angry-angry, he reiterates his request to die. God answered Jonah said, "Jonah, do you deserve to be angry?" &lt;br /&gt;Then God gave explanations on Jonah. "You love the tree's distance, for which you have not the slightest pains and you do not grow, which grew in one night and perished in one night too. How I couldn’t to would love to Nineveh, that great city, with a population of more than one hundred twenty thousand people, all of whom did not know to distinguish the right hand from his left hand, with a lot of cattle? " &lt;br /&gt;... ... ... ... ... &lt;br /&gt;My Brothers and sisters, we often do not act like Jonah, spoiled and apply at will. But good if we want to be like the people of Nineveh who repented after listening to the preaching of Jonah. Moreover, we have been listening to the Word of God itself, which is greater than Jonah. &lt;br /&gt;God bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6087966996766272651?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6087966996766272651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6087966996766272651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6087966996766272651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6087966996766272651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/jonah.html' title='JONAH'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4RiO7brWzI/AAAAAAAAAck/WQokJJOCtsQ/s72-c/03-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-8701887642851580155</id><published>2010-02-22T19:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T19:24:07.345-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bapa kami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><title type='text'>Our Prayer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4NKQGEOALI/AAAAAAAAAcc/lJRfYJ7nwqw/s1600-h/lords_prayer_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4NKQGEOALI/AAAAAAAAAcc/lJRfYJ7nwqw/s400/lords_prayer_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441274415160361138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Today our Lord Jesus Christ taught us a prayer. How to pray and what to say. In this section a lot of things that can contemplate, but I asked to reflect on the, 'Thy kingdom come, Thy will be done on earth as in heaven'.&lt;br /&gt;This sentence was had a very deep meaning. There we are invited to submit so brave throughout our lives to God. 'Thy will be done' an inner attitude of those who believe. And it is only those who believe that could give all her hope.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strangely, we often deny that what happened was the intention of God. For example when we asked for rouste bread and given sereal often we are still protesting. Yet there are both bralfast, thin difference really. But that's us, wants given what we ask, when was the way, thy will be done.&lt;br /&gt;Simple but heavy. Simple to talk. Thy will be done, very simple. But the consequences are borne very heavy. Weight because often we are not prepared to accept.Another example, if we are sick and had God not want us to recover, we are angry. Often we say God does not love, when we said, 'Thy will be done'.&lt;br /&gt;Comrade, today we really be reminded of what we pray. Prayer is not merely a word that slipped out of our mouths, but a faith that flows from the heart and mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-8701887642851580155?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/8701887642851580155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=8701887642851580155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8701887642851580155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8701887642851580155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/our-prayer.html' title='Our Prayer'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4NKQGEOALI/AAAAAAAAAcc/lJRfYJ7nwqw/s72-c/lords_prayer_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-5882082000995556284</id><published>2010-02-22T02:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T02:54:24.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petrus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengenal Allah'/><title type='text'>Siapa Yesus bagimu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4JiQgon-HI/AAAAAAAAAcU/2PZR4eZ1tmM/s1600-h/saint-peter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4JiQgon-HI/AAAAAAAAAcU/2PZR4eZ1tmM/s400/saint-peter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441019335594735730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"&lt;br /&gt;(Mat16:15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita mengenai seorang dosen Kitab Suci yang baru saja meninggal. Selama hidupnya dosen ini dikenal sebagi pribadi yang saleh dan rendah hati. Ia mengajar banyak orang untuk bisa memahami Kitab Suci dengan baik. Khotbah-khotbahnya juga menarik dan sederhana hingga bisa dipahami dengan baik.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah dosen Kitab Suci ini di gerbang surga. Di sana ia berhadapan dengan St. Petrus, kemudian terjadilah dialog yang menarik.&lt;br /&gt;“Hallo professor, akhirnya kamu sampai di gerbang surga” sambut St. Petrus.&lt;br /&gt;“Terimakasih St. Petrus. Saya sangat merindukan saat-saat ini.” Jawab dosen itu takzim.&lt;br /&gt;“Hmmm, sabar proff. Ada ujian yang mesti kamu jalani untuk bisa masuk surga.” Sambil berkata demikian Santo Petrus menyodorkan lembar pertanyaan pada sang dosen. Dengan cekatan sang dosen menyelesaikan soal ujian tersebut kemudian menyerahkan hasil ujian itu kepada Santo Petrus. Sambil manggut-manggut, Santo Petrus menjawab, “hmmm, semuanya benar, pantas saja, karena kamu proffesor Kitab Suci. Nah sekarang pertanyaan terakhir, pertanyaan lisan. Menurut kamu sendiri, siapakah Yesus itu?”&lt;br /&gt;Dengan amat santun sang dosen itu menajawab, “Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"&lt;br /&gt;“KAMU GAGAL!” Jawab Santo Petrus spontan.&lt;br /&gt;“Lho knapa?” jawab dosen itu bingung.&lt;br /&gt;“Kamu mencontek jawaban saya!”&lt;br /&gt;…………..&lt;br /&gt;Kawan, apa jawabmu jika ditanya oleh Yesus, siapakah Aku ini?&lt;br /&gt;Yang ditunggu adalah jawaban pribadimu, bukan hasil contekan.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-5882082000995556284?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/5882082000995556284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=5882082000995556284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5882082000995556284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5882082000995556284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/siapa-yesus-bagimu.html' title='Siapa Yesus bagimu?'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4JiQgon-HI/AAAAAAAAAcU/2PZR4eZ1tmM/s72-c/saint-peter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6339669023471610456</id><published>2010-02-21T14:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T14:41:48.535-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bersama Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Godaan'/><title type='text'>Tak Gendong…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4G2h1M1fKI/AAAAAAAAAcM/hT-q57zg3Do/s1600-h/dia-gendong.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4G2h1M1fKI/AAAAAAAAAcM/hT-q57zg3Do/s400/dia-gendong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440830517173124258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kawan, apakah kalian pernah mengenal Mbah Surip? Beliau adalah penyanyi nyentrik yang sekejap tenar dan kemudian hilang karena berpulang ke rumah Bapa. Kemarin saya membuat sebuah tulisan yang terinspirasi dari syair lagu tersebut, tema yang sama hendak saya berikan kepada Anda sekarang.&lt;br /&gt;Syair lagu itu sederhana namun mendalam maknanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tak gendong ke mana-mana, tak gendong ke mana-mana, enak tho, asyik tho, dari pada naik pesawat kedinginan, dari pada naik taksi kesasar, mendingan tak gendong tho, enak tho, asyik tho?&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lagu itu yang ditawari untuk digendong ke mana-mana adalah kekasih hatinya. Hubungan yang dekat erat sepasang kekasih semakin erat karena dengan digendong tidak ada jarak lagi. Nempel jadi satu. Kedekatan pribadi ini penting. Dekat dengan yang terkasih.&lt;br /&gt;Mbah Surip membandingkan nilai kedekatan itu dengan kenyamanan yang ditawarkan oleh pesawat terbang, taksi, dan ojek. Agak aneh, pembandingnya dari yang tinggi trus turun. Mungkin yang mau dikatakan begini. Naik pesaat itu mahal. Tidak semua orang bisa melakukan. Di sana tiap orang diikat dengan sabuk pengaman. Tidak bisa berpelukan mesra.&lt;br /&gt;Naik taksi sebenarnya bisa berpelukan juga, namun di sini, penumpang taksi juga mesti memakai sabuk pengaman, jadi tidak bisa romantis lagi. Kemudian naik ojek. Hmmm, jarang di sini ada ojek, atau bahkan tidak ada. Tetapi di Indonesia banyak. Naik ojek itu memang bisa menawarkan keromantisan luar biasa, dibonceng kekasih, tetapi karena terlalu mesra nanti bisa salah jalan dan tersesat.&lt;br /&gt;Maka digendong adalah pilihan tepat. Mesra sudah pasti, romantis apalagi, dekat dan tidak mungkin tersesat. Maka lagu sederhana Mbah Surip itu mengandung pesan yang sangat mendalam agar kita menjalin relasi yang sangat dekat dan mendalam dengan pasangan kita.&lt;br /&gt;Saya ingin menambahkan agar hubungan yang dekat itu jugadibangun dengan Tuhan. Alangkah senangnya kalau yang kita gendong bukan hanya kekasih hati, tetapi juga Kekasih Jiwa. Alangkah bahagianya kita jika ke mana-mana bisa menggendong Tuhan.&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan kalau saya menyarankan agar kita sungguh berusaha bisa menggendong Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita. Karena setiap hari tiada lelahnya si setan menawarkan punggungnya untuk menggendong kita, ia menawarkan diri agar kita mau mendekat padanya. Khan bahaya sekali kalau sampai kita jatuh dalam pelukannya.&lt;br /&gt;Mungkin di antara kita semua merasa belum cukup mampu untuk sungguh bisa menggendong Tuhan dalam hidup. Maka saran saya, mari kita bergandengan tangan saja dengan Tuhan. Tentu lebih ringan kalau bergandengan tangan, karena posisinya sejajar. Dengan demikian Tuhan akan membimbing kita kalau kita akan jatuh atau terpeleset. Bahkan ia akan mengangkat kita kalau sungguh kita terjerembab.&lt;br /&gt;Maka lagunya Mbah surip tadi mesti kita ubah sedikit. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tak gandeng ke mana-mana, tak gandeng kemana-mana, enak tho, mantep tho…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Melbourne, 22-02-10&lt;br /&gt;romo waris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6339669023471610456?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6339669023471610456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6339669023471610456' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6339669023471610456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6339669023471610456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/tak-gendong.html' title='Tak Gendong…'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S4G2h1M1fKI/AAAAAAAAAcM/hT-q57zg3Do/s72-c/dia-gendong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6340501706557068148</id><published>2010-02-19T14:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T14:04:46.052-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='valentine'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>St.Valentine dan Hari Valentine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S38K9RvlYOI/AAAAAAAAAcE/KzUD5eu1rAc/s1600-h/st-valentine-mosaic.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 281px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S38K9RvlYOI/AAAAAAAAAcE/KzUD5eu1rAc/s400/st-valentine-mosaic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440078922738131170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam martirologi kuno, disebutkan ada tiga St Valentine yang berbeda, yang pestanya sama-sama dirayakan pada tanggal 14 Februari. Sayangnya, kita tidak punya cukup catatan sejarah mengenainya.&lt;br /&gt;St Valentine yang pertama adalah seorang imam dan dokter di Roma. Ia, bersama dengan St Marius dan keluarganya, menghibur para martir pada masa penganiayaan oleh Kaisar Claudius II. Pada akhirnya, St Valentine juga ditangkap, dijatuhi hukuman mati karena imannya, didera dengan pentung dan akhirnya dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari 270. Ia dimakamkan di Flaminian Way. Di kemudian hari, Paus Julius I (thn 333-356) mendirikan sebuah basilika di lokasi tersebut yang melindungi makam St Valentine. Penggalian-penggalian arkeologis yang dilakukan pada tahun 1500-an dan 1800-an menemukan bukti akan adanya makam St Valentine. Tetapi, pada abad ke-13, relikwinya dipindahkan ke Gereja Santo Praxedes dekat Basilika St Maria Mayor, di mana relikwi berada hingga sekarang. Juga, sebuah gereja kecil dibangun dekat Gerbang Flaminian di Roma yang dikenal sebagai Porta del Popolo, tetapi yang pada abad ke-12 disebut sebagai "Gerbang St Valentine," seperti dicatat oleh ahli sejarah Inggris kuno William Somerset (juga dikenal sebagai William dari Malmesbury, wafat thn 1143), yang menempatkan St Beda sebagai otoritas Gereja Inggris awali.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St Valentine yang kedua adalah Uskup Interamna (sekarang Terni, terletak sekitar 60 mil dari Roma). Atas perintah Prefek Placidus, ia juga ditangkap, didera, dan dipenggal kepalanya, dalam masa penganiayaan Kaisar Claudius II.&lt;br /&gt;St Valentine yang ketiga mengalami kemartiran di Afrika bersama beberapa orang rekannya. Tetapi, tidak banyak yang diketahui mengenai santo ini. Pada intinya, ketiga orang kudus ini, yang semuanya bernama Valentine, menunjukkan kasih yang gagah berani bagi Tuhan dan Gereja-Nya.&lt;br /&gt;Kebiasaan populer mengungkapkan kasih sayang pada Hari St Valentine nyaris kebetulan bertepatan dengan pesta sang santo. Pada Abad Pertengahan, terdapat kepercayaan umum di kalangan masyarakat Inggris dan Perancis bahwa burung-burung mulai berpasangan pada tanggal 14 Februari, "pertengahan bulan kedua dalam tahun." Chaucer menulis dalam karyanya, "Parliament of Foules" (dalam bahasa Inggris kuno): "Sebab ini adalah hari Seynt Valentyne, di mana setiap burung datang ke sana untuk memilih pasangannya." Oleh karena alasan ini, hari tersebut diperuntukkan bagi para "kekasih" dan mendorong orang untuk mengirimkan surat, hadiah, atau tanda ungkapan kasih lainnya.&lt;br /&gt;Suatu contoh literatur lain mengenai peringatan Hari St Valentine didapati dalam Dame Elizabeth Brews' Paston Letters (1477), di mana ia menulis kepada John Paston, laki-laki yang hendak meminang puterinya, Margery: "Dan, saudaraku, hari Senin adalah hari St Valentine dan setiap burung memilih pasangan bagi dirinya, dan jika engkau mau datang pada hari Kamis malam, dan bersedia tinggal hingga waktu itu, aku percaya kepada Tuhan bahwa engkau akan berbicara kepada suamiku dan aku akan berdoa agar kami dapat memutuskan masalah ini." Sebaliknya, Margery menulis kepada John: "Kepada Velentineku terkasih John Paston, Squyer, kiranya surat ini sampai kepadamu. Kepada dia yang terhormat dan Valentineku terkasih, aku menyerahkan diriku, dengan sepenuh hati berharap akan kesejahteraanmu, yang aku mohonkan kepada Tuhan yang Mahakuasa agar dilimpahkan kepadamu sepanjang Ia berkenan dan sepanjang hatimu mengharapkannya." Sementara berbicara mengenai perasaan cinta kasih Hari Valentine, tidak disebutkan sama sekali mengenai Santo Valentine.&lt;br /&gt;Walau tampaknya saling bertukar ucapan selamat valentine lebih merupakan kebiasaan sekular daripada kenangan akan St Valentine, dan meski perayaan lebih jauh telah dikafirkan dengan dewa dewi asmara dan semacamnya, namun ada suatu pesan Kristiani yang sepatutnya kita ingat. Kasih Tuhan kita, yang dilukiskan amat indah dalam gambaran akan Hati-Nya Yang Mahakudus, adalah kasih yang penuh pengurbanan, yang tidak mementingkan diri, dan yang tanpa syarat. Setiap umat Kristiani dipanggil untuk  mewujudnyatakan kasih yang demikian dalam hidupnya, bagi Tuhan dan bagi sesama. Jelaslah, St Valentine - tanpa peduli yang mana - menunjukkan kasih yang demikian, menjadi saksi iman dalam pengabdiannya sebagai seorang imam dan dalam mempersembahkan nyawanya sendiri dalam kemartiran.&lt;br /&gt;Pada Hari Valentine ini, seturut teladan santo agung ini, setiap orang hendaknya mempersembahkan kembali kasihnya kepada Tuhan, sebab hanya dengan berbuat demikian ia dapat secara pantas mengasihi mereka yang dipercayakan ke dalam pemeliharaannya dan juga sesamanya. Setiap orang hendaknya mengulang kembali janji kasihnya kepada mereka yang terkasih, berdoa demi kepentingan mereka, berikrar setia kepada mereka, dan berterima kasih atas kasih yang mereka berikan. Janganlah lupa akan sabda Yesus, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yoh 15:12-13). St Valentine telah menunaikan perintah ini, dan kiranya kita melakukan hal yang sama.(yesaya.indocell.net/The Arlington Catholic Gerald)&lt;br /&gt;Diunduh dari www.mirifica.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6340501706557068148?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6340501706557068148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6340501706557068148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6340501706557068148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6340501706557068148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/stvalentine-dan-hari-valentine.html' title='St.Valentine dan Hari Valentine'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S38K9RvlYOI/AAAAAAAAAcE/KzUD5eu1rAc/s72-c/st-valentine-mosaic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-7231991059443760750</id><published>2010-02-19T13:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T13:52:01.150-08:00</updated><title type='text'>Connie Talbot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S38GGkm3DKI/AAAAAAAAAb8/0vyW_wpj8RU/s1600-h/07619_92120_1182025250875_0108881775896847405-300x219.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S38GGkm3DKI/AAAAAAAAAb8/0vyW_wpj8RU/s400/07619_92120_1182025250875_0108881775896847405-300x219.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440073584862497954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja saya teringat Connie Talbot. Penyanyi belia dari ranah Inggris, yang mencuri perhatianku 2 tahun lalu. Bahkan ia dijuluki bintang termuda dalam ajang penjaringan bakat di Negeri Ratu Elisabeth tersebut. Kepolosan dan kelucuan bocah 6 tahun, waktu itu, sungguh mampu mengharubirukan perasaan para penonton, bahkan juri pun terpesona.&lt;br /&gt;Tampil dengan gigi kelincinya yang tanggal, membuat ia sangat lucu kalau tersenyum, apalagi saat tertawa lebar. Menurut kabar, keikutsertaannya di ajang Britain’s Got Talent (BGT), sejatinya hanya iseng dan untuk senang-senang saja. Bisa jadi ibunya yang mendorong, atau karena ia suka menyanyi, apa ruginya jika mendaftar. Ternyata komentar para juri begitu positif, dan hal ini tentu saja menyenangkan, dan menambah rasa percaya dirinya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawakan lagu Over the Rainbow pada babak audisi dan pada babak final membuat ia dikenal sebagai Connie Talbot Over the Rainbow. Seolah-olah Connie Talbot itu identik dengan Over the Raionbow. Meskipun ia juga begitu memukai tatkala menyanyikan lagu klasiknya Michael Jackson, Ben pada babak semi final. Meski tampil memukau, ia tidak berhasil memenangi kompetisi tersebut, ia kalah dari Paul Potts, seorang penyanyi opera. &lt;br /&gt;Lahir di Streetly, Midlands Barat, Inggris pada 20 November 2000. Orangtuanya, terutama ayahnya adalah seorang wiraswasta. Karena pengalaman nonton opera musical The Wizard of OZ bersama neneknya ia jadi kesengsem dengan lagu Over the Rainbow. Saying ketika ia akhirnya tampil di panggung menyanyikan lagu itu, neneknya tidak bisa menyaksikan karena telah berpulang. Namun bocah lucu ini yakin kalau neneknya menyaksikan penampilannya dari surga.&lt;br /&gt;Ketenaran yang ia peroleh dari lomba itu sungguh mengubah banyak kehidupannya. Meskipun ia tetap tinggal bersama orangtuanya, dan tetap bersekolah di sekolah yang sama seperti sebelum terkenal, toh orangtuanya mesti mengganti nomor telfon dan menyewa pengawal untuk gadis kecilnya itu.&lt;br /&gt;O iya, di awal tulisan ini saya katakana kalau saya tiba-tiba teringat dengan wajah lucu Connie. Wajahnya itu juga gerak tubuhnya ketika berdiri di atas panggung menyiratkan sebuah ketulusan,kepolosan, dan kejujuran. Ia tidak menampilkan sesuatu yang dibuat-buat agar kelihatan menarik. Ia tampil apa adanya. Namun itu memberikan banyak hal, kepolosannya itulah kekuatannya. “Connie, apakah kamu sungguh bernyanyi?” Tanya Simon padanya. Sebuah pertanyaan yang didasarkan pada kekaguman. Seorang juri yang dikenal sangat pedas dalam memberi komentar dibuatnya terpesona.&lt;br /&gt;Kawan, ini bukan berita baru. Saya hanya ingin berbagi, bahwa kepolsoan dan kejujuran itu ternyata memiliki kekuatan yang besar. Saying, sikap seperti itu, kerap hanya dimiliki oleh anak-anak, setelah mereka beranjak dewasa, sikap itu kerap hilang. Seseorang ‘terpaksa’ menanggalkan kepolosan dan kejujuran, agar bisa tampil menawan. Tak jarang seseorang ‘mesti’ berbohong, bahkan membohongi hati nuraninya sendiri, demi kepentingan-kepentingan tertentu. Apalgi kalau kita melihat dalam dunia politik, rasanya sudah tidak ada lagi kejujuran di sana.&lt;br /&gt;Maka, melihat hiruk pikuk dunia perpolitikan kita. Saya teringat kepolosan dan kejujuran Connie. Semoga saya bisa belajar untuk  menjadi pribadi yang jujur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-7231991059443760750?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/7231991059443760750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=7231991059443760750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7231991059443760750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/7231991059443760750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/connie-talbot.html' title='Connie Talbot'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S38GGkm3DKI/AAAAAAAAAb8/0vyW_wpj8RU/s72-c/07619_92120_1182025250875_0108881775896847405-300x219.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6513445691361968190</id><published>2010-02-15T03:24:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T03:28:25.132-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='valentine'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rabu abu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>POKOKNYA KASIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3kviZe1m0I/AAAAAAAAAb0/b8s_m_wCzvY/s1600-h/kasih.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3kviZe1m0I/AAAAAAAAAb0/b8s_m_wCzvY/s400/kasih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438430293028870978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, 14 Februari, kita merayakan hari kasih sayang. Meskipun ada yang menentang dan menganggapnya haram, toh perayaan jalan terus. Pada hari yang sama juga merayakan tahun baru China atau Imlek. Lengkaplah perayaan kasih sayang itu.&lt;br /&gt;Orang mencoba merangkai-rangkai alasan dan bentuk ungkapan dalam merayakan valentine. Orang juga mencoba mencari alasan yang seimbang dan benar agar tidak tersesat dalam perayaan. Toh semuanya bermuara pada titik yang sama, merayakan kasih. Sebenarnya ini sudah cukup menjadi alasan. Kasih memang mesti dirayakan. Yang menjadi persoalan adalah cara merayakannya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang-orang yang keliru dalam merayakan kasih tersebut. Ada yang begitu royal hingga mengeluarkan banyak dana untuk perayaan kasih. Padahal di tempat lain bahkan yang tidak berada jauh dari lokasi, ada cukup banyak insane yang hidup menderita. Tentu saja perayaan kasih itu menjadi tidak benar lagi.&lt;br /&gt;Kawan, sebentar lagi kita akan masuk masa Pra-Paskah, masa pertobatan, masa retret agung. Dalam masa pertobatan itu ada tiga unsure yang mesti dilakukan. Berdoa, berpuasa, dan beramal. Tiga elemen yang sebenarnya bukan sesuatu yang sama sekali baru, namun senantiasa perlu ditekankan.&lt;br /&gt;Berdoa adalah sesuatu yang niscaya terus kita lakukan. Sejak kecil kita diajari berdoa, mengawali hari dan menutup hari dengan doa. Sebelum melakukan segala pekerjaan, sudah kita awali dengan doa, demikian juga tatkala mengakhirinya. Apalagi dalam beban derita hidup yang berat. Terpaan masalah yang kencang, membuat kita juga tak kalah kencang berdoa. Artinya sudah biasa kita lakukan.&lt;br /&gt;Berpuasa, hmm jarang, tetapi bukan tidak pernah kita lakukan. Sebelum kita periksa kesehatan, kerapkali dokter meminta kita berpuasa. Menahan diri untuk tidak makan dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu kita boleh makan lagi. Puasa, artinya menghentikan sejenak.&lt;br /&gt;Beramal, juga sesuatu yang sudah sangat biasa kita lakukan. Memberi uang receh kepada pengamen, terkadang juga kepada pengemis, tatkala ada bencana alam kita membantu menyumbangs edikit dari yang kita punya. Intinya beramal adalah sesuatu yang biasa kita lakukan.&lt;br /&gt;Jika berdoa, berpuasa, dan beramal adalah hal yang sudah biasa kita lakukan, mengapa Gereja menganjurkan? Gereja menganjurkan karena hendaka memakai apa yang sudah biasa itu untuk menjadi sesuatu yang luar biasa. Yang biasa itu dipakai dengan sepenuh hati, dengan kesadaran yang tinggi, dengan cinta yang berlimpah, dengan harapan yang besar untuk semakin dekat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;Semakin dekat dengan Tuhan, itu yang tidak gampang. Di sanalah doa dilakukan bukan karena kita butuh, bukan karena sudah biasa, tetapi kita lakukan karena kita mau dekat dengan Tuhan, doa kita lakukan karena kita mencintai Tuhan.&lt;br /&gt;Semakin dekat dengan Tuhan, itu tidak gampang. Di sanalah puasa dilakukan bukan hanya karena menjaga berat badan, bukan karena pantangan dari dokter, tetapi karena kita mau dekat dengan Tuhan, karena kita mencintai Tuhan. &lt;br /&gt;Demikian halnya dengan bersedekah dan beramal kasih. Kita lakukan karena kita melihat Tuhan hadir dalam diri saudara kita yang hina, yang miskin papa. Di sana kita berbagi cinta, bukan materi hasil kerja pribadi, tetapi cinta anugerah Tuhan, yang kita bagikan kepada sesame. Beramal kasih adalah satu tahap mendekatkan hati kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Saya meminjam ungkapan orang-orang yang keras kepala, yang tidak mau dibengkokkan pendiriannya, dan tidak membutuhkan banyak alasan, yaitu ‘pokoknya’. Pokoknya saya mau mencintai Tuhan. Pokoknya saya mau lebih dekat dengan Tuhan. Pokoknya …….!&lt;br /&gt;Kalau kata pokoknya sudah ada, maka akan timbul semangat membara. Pertanyaannya, apakah ada kata itu di dalam dada kita. Jangan-jangan yang ada adalah, “untuk apa”. Untuk apa mencintai Tuhan, untuk apa mendekat kepada Tuhan, untuk apa…?&lt;br /&gt;Masa prapaskah adalah masa yang agung untuk membuat banyak kegiatan yang membantu kita makin dekat dengan Tuhan. Apa saja bisa kita buat, pokoknya bermuara pada cinta akan Tuhan, pokoknya membawa kita makin dekat pada Tuhan. Pokoknya cinta deh.&lt;br /&gt;Semoga seminggu ini kita semua dibawa makin dekat kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;Melbourne, 15-02-10 /00.05 am&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-6513445691361968190?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/6513445691361968190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=6513445691361968190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6513445691361968190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/6513445691361968190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/pokoknya-kasih.html' title='POKOKNYA KASIH'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3kviZe1m0I/AAAAAAAAAb0/b8s_m_wCzvY/s72-c/kasih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-8194054846920428750</id><published>2010-02-11T14:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T14:31:29.780-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merenung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengunyah'/><title type='text'>The Multigrain bread</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3SFM1NEhtI/AAAAAAAAAbs/UYh_pafznOY/s1600-h/364.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3SFM1NEhtI/AAAAAAAAAbs/UYh_pafznOY/s320/364.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437117105629857490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being a new comer in Australia, brings me lot of new experiences that happens every day. At breakfast time, my fellow priests always have  toasted bread with jam or eggs, sometimes cereals  which these  are new for me. I do sometime eat bread and eggs back home, but Australian bread is so much different from  we have in Indonesia. In our country, we only have white, thin sliced plain bread and it is a very soft. Whereas here, because of the grains, the bread is  harder, and tougher too.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One morning, we ran out of jams, so then I ate the sliced bread  on its own. In the beginning it gave  me a   funny and bitter taste, but amazingly when  I slowly chewed it for some time,  I  gradually  felt  the sweetness taste that actually comes from the soft carbohydrate which mixed with  my saliva. I can’t imagine if I chewed it  quickly or swallowed it straight away,  it’s still give a bitter taste, and it’s even worst  because my throat will become really sore and I might  choked easily.&lt;br /&gt;Chewing is  similar with  doing a  reflection.   In chewing activity,  firstly you need to bite it slowly, over and over again until the tough food  gets softer. Same thing when you are doing a self  reflection by reading bible, or listening God’s word, you need to ‘bite’ over and over again, and slowly too, until your tough life,  or your bitter life,  becomes softer, and gradually it gives you  a sweet taste.&lt;br /&gt;Any hard times that you are facing in your life, i.e. sickness, family loss, lost the job, house burnt down, etc, it will  ended up with a sweet  taste if you keep on chewing or do reflection,   and it  has to be slowly, until its soft, and you are ready to  swallow it.   The result will be completely different if you quickly  swallowed by quickly   complaint to God in every single hard times you’ve experienced,   because your throat will be really in pain, or your life will become more miserable.&lt;br /&gt;There are lots of life experiences that you couldn’t understand why it happens and quite often it is not easy  to accept it.  I am sure with doing lots of reflections, reading bible or listening God’s words,  it  gradually  gives you some  comfort and sweet taste after all. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-8194054846920428750?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/8194054846920428750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=8194054846920428750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8194054846920428750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8194054846920428750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/multigrain-bread.html' title='The Multigrain bread'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3SFM1NEhtI/AAAAAAAAAbs/UYh_pafznOY/s72-c/364.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-4112496117674378298</id><published>2010-02-11T00:35:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T00:37:22.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merenung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gelisah'/><title type='text'>PPSSTTT… TENANG dikit napa?!</title><content type='html'>Kawan, kalian mungkin pernah mengalami gelisah yang amat sangat. Aku sering mengalaminya. Dikejar deadline pekerjaan, tugas, masalah; yang seolah menumpuk menjadi satu. Saat itu kita seolah bingung menentukan, mana dulu yang mesti dikerjakan, karena semua menuntut segera diselesaikan.&lt;br /&gt;Kawan, kalian mungkin pernah mengalami kebingungan mau menyelesaikan pekerjaan yang mana. Semua minta dinomorsatukan. Karena bingung tak satupun bisa diselesaikan, padahal kita sepertinya telah bekerja keras. Aku kerap mengalaminya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terakhir mengalami, mungkin ini puncak dari segala kegelisahan dankebingungan. Ada banyak janji yang mesti dipenuhi, ada banyak permintaan yang mesti dituntaskan. Akhirnya, aku hanya bingung sendiri, mondar-mandir, persis setrikaan. Mungkin karena bosan melihat saya bingung dan gelisah sehingga membuat pemandangan kantor menjadi nggak enak buat dipandang, teman saya berkomentar, “ppssttt.. tenang dikit napa?!”&lt;br /&gt;“Eh lu enak ya ngomong, tenang dikit, gimana mau tenang banyak urusan nih belum kelar!” sunggut saya menjawab komentar teman tadi. Bukannya diam, dia malah menambahi dengan kalimat yang agak menusuk juga. “emangnya masalahmu bisa selesai kalau kamu mondar-mandir kayak setrikaan gini? Emang semua tugas dan tanggunganmu akan kelar dengan menggerutu dan mengumpat ngalor ngidul ga karuan gitu. Udah sana, duduk diam. Kalau ga tahu apa yang mesti dibuat, ya diam aja, ga usah macem-macem, diam dan tenangkan kepalamu, tenangkan hatimu. Mungkin terlalu banyak hal busuk dalam kepalamu, kali aja dengan duduk diam bisa agak jernih.”&lt;br /&gt;Gila benar teman saya ini. Waktu udah mepet gini dan banyak tugas belum kelar kok malah nyuruh aku duduk diam. Tapi karena aku emmang sedang bingung, gelisah dan tak tahu mesti mana dulu yang harus dikerjakan, ya aku turuti perkataannya. Aku duduk diam, memejamkan mata, dan mulai melepaskan satu persatu beban di kepala.&lt;br /&gt;Baru duduk sekitar sepuluh menit tiba-tiba muncul ide di kepala, kenapa aku nggak ke gunung aja. Di sana khan bisa lebih tenang, bisa berduaan dengan alam menimba kesegaran. Maka kuputuskan hari itu aku pulang kantor duluan, meminta ijin untuk memulihkan tenaga dengan mencari ketenangan.&lt;br /&gt;Kawan, usahaku lumayan berhasil. Dengan menyisihkan waktu sejenak untuk tenang, sama artinya memberi kesempatan buat badan dan jiwa ini memulihkan tenaga. Hasilnya pun luar biasa, banyak persoalan yang sepertinya tak terselesaikan itu bisa mulai terurai perlahan. &lt;br /&gt;Menyisipkan waktu buat tenang sejenak bersama alam, juga bersama Penguasa Alam, seperti seorang tukang yang menyisipkan waktu buat mengasah peralatan pahatnya. Setelah cukup mengasah, pahat itu akan lebih tajam untuk menyelesaikan ukiran-ukiran. &lt;br /&gt;Kawan, sekali waktu kalian bisa mencoba apa yang pernah kulakukan. Menyisipkan waktu untuk sendiri, diam bersama alam, tentu saja juga bersama Penguasa Alam. Semoga akhir pekan kalian sungguh menggembirakan.&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;Melbourne, 06-02-10 -10.02,06 am (hmm angka yang baik lagi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-4112496117674378298?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/4112496117674378298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=4112496117674378298' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4112496117674378298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/4112496117674378298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/ppssttt-tenang-dikit-napa.html' title='PPSSTTT… TENANG dikit napa?!'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-5445430387033781230</id><published>2010-02-08T13:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T13:22:34.692-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berserah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompasiana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berdoa'/><title type='text'>Gua Berhenti Berdoa!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3CAkSqhVlI/AAAAAAAAAbk/N_fJtYSlb90/s1600-h/45795493-Broken_Heart_by_starry_eyedkid_1_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3CAkSqhVlI/AAAAAAAAAbk/N_fJtYSlb90/s320/45795493-Broken_Heart_by_starry_eyedkid_1_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435986111210018386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gua udah lama berhenti berdoa.” Kata seorang teman lama yang kebetulan bertemu.&lt;br /&gt;“Lho kenapa emangnya?” tanya saya kaget.&lt;br /&gt;“Yahh, ga ada faedahnya berdoa. Gua udah berdoa, rajin ke Gereja, rajin beramal, teteepp aja banyak masalah.” Dia berhenti sejenak menarik nafas, kemudian melanjutkan lagi. “Lu tau ga. Pastor gua khotbah, ’serakan semua bebanmu kepada Tuhan, dan IA akan meringankannya,’ Gua ketawa aja dengarnya.”&lt;br /&gt;“Knapa ketawa?” tanya saya semakin bingung.&lt;br /&gt;“Ya ketawalah. Tau ga lu, pastur itu sok tahu bener ga sih, dia nyuruh kita berserah, datang kepada Tuhan, dan masih banyak lagi yang dikhotbahkan. Tau ga, gua udah jalanin semuanya. Gua udah lakuin yang dia khotbahkan itu. Nyatanya, hidup gua tetap susah. Hutang gua masih banyak. Persoalan gua masih numpuk.”&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bener kamu udah lakuin semua? Jangan-jangan kamu belum melakukan semua?”&lt;br /&gt;“Kok lu kagak percaya. Tiap minggu gua ke gereja. Tiap hari gua berdoa. Gua ikutan itu apa namanya… hmmm novena. Gua datang ke goa Maria buat ziarah. udah gua lakuin semua, tapi kesel banget ga sih, waktu mertua gua sakit, gua berdoa setengah mati, yeee mertua gua mati juga. Untuk apa berdoa kalau begitu.”&lt;br /&gt;“Trus sekarang setelah kamu tidak berdoa lagi, kamu buat apa?”&lt;br /&gt;“Yah ga buat apa-apa.”&lt;br /&gt;“Masih ke gereja?”&lt;br /&gt;“Lah, ngapain coba ke gereja kalau gua udah ga berdoa lagi. Buang-buang waktu ga sih. Mendingan di rumah nonton bola. Toh sama saja hasilnya.”&lt;br /&gt;“Sama saja gimana?”&lt;br /&gt;“Berdoa, ke gereja, masalahku tetap ada, ga berdoa, ga ke gereja masalahku tetap ada, sama khan, jadi gua pilih ga berdoa dan ga ke gereja.”&lt;br /&gt;“Hmm gitu ya.”&lt;br /&gt;“Iya khan. Eh pengalaman lu gimana?”&lt;br /&gt;“Hmm, aku masih ke gereja, aku masih berdoa. Memang masalah hidupku masih ada. Dan aku pikir wajar ya, dan masuk akal banget. Kalau aku berdoa, aku ke Gereja, aku seperti diberi kekuatan buat menghadapi masalahku. Aku ga stress, bahkan aku masih bisa tertawa, dan yang pasti hatiku, dan hidupku jauh lebih tenang.”&lt;br /&gt;“Ah, teori lu!”&lt;br /&gt;“Kamu boleh tidak percaya, tetapi kamu meminta aku bercerita yang aku alami. Itu yang aku alami. Dan yang aku alami memang, Tuhan tidak mengambil semua beban deritaku, permasalahanku, ya enak banget kalau begitu, semua tinggal diserahkan kepada Tuhan dan kita bebas dari tanggungjawab. Dengan berdoa, kita itu seperti menyerahkan semua beban hidup kita dalam naungan Tuhan. yahh, habis berdoa masalahnya tetap sama, tetapiiiiiiiii…….. kita diberi kekuatan lebih untuk menghadapi masalah itu.”&lt;br /&gt;“Lucu!”&lt;br /&gt;“Lucu kenapa?”&lt;br /&gt;“Ya lucu khan? Kamu punya beban, trus kamu berdoa, trus bebanmu tetap ada, tapi kamu terus berdoa, lucu khan?”&lt;br /&gt;“Mungkin iya sih, tapi ketika aku punya masalah dan aku tidak berdoa, masalah itu sungguh menguasai aku, aku bingung, stress, dan lemah sekali. Setelah aku berdoa, berserah kepada Tuhan, masalahku sih tetap ada, tetapi aku seperti mendapat kekuatan ekstra untuk menghadapi masalahku. Yahhh… kamu boleh ga percaya sih. Tapi itu yang aku alami.”&lt;br /&gt;……………&lt;br /&gt;Kawan percakapan di atas saya posting di blog sosial milik Kompas, beberapa waktu yang lalu. Ada banyak tanggapan, namun satu tanggapan membuat saya bermenung lebih lama dari biasanya. Berikut  ini komentarnya.&lt;br /&gt;“Yah kekuatan doa itu kan sugesti doang, penghiburan doang merasa dia akan mendapat bantuan, kalo dapet yah dia pikir doanya terkabul , kalo gak dapet yah paling kecewa, hoki hoki orang aja kalo emang dapet bantuan pas dia butuh. Pas dia lagi doa pas dapet jadi dia pikir sumbernya dari doa, coba kalo dia gak doa tapi dapet juga, kan emang hoki dia aja.” &lt;br /&gt;Saya berdiskusi cukup panjang dengan teman yang memberi komentar ini. Saya tidak memaksakan kehendak saya, dan saya memberi kebebasan bagi dia untuk berpikir dan menentukan. Bagi saya cukuplah jika dia memahami cara berpijak amsing-masing dan tidak mengadili cara berpijak yang lain keliru.&lt;br /&gt;Dari diskusi kami, saya bisa menarik kesimpulan cara berpikirnya. Menurutnya, Tuhan itu memang ada. Dia itu menciptakan segala sesuatu tetapi setelah menciptakan Tuhan tidak ikut campur lagi urusan manusia. Mau apa manusia itu, mau jadi apa, mau bagaimana, terserah manusia, Tuhan ga ikut campur tangan lagi. Nah, dalam sikap ini, berdoa menjadi tidak ada artinya. Buat apa berdoa, lha Tuhan saja tidak mau ikut campur urusan manusia?&lt;br /&gt;Kawan, bagaimana dengan Kalian sendiri. Apa sikap kalian terhadap Tuhan dan sikap kalian dalam berdoa? Tentu sikap kita sangat ditentukan oleh titik pijak kita. Kalau titik pijak kita adalah Tuhan berperan dalam hidup kita, tentu kita akan tetap berdoa kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Yang terakhir, yang hendak saya sampaikan dalam tulisan di atas adalah sikap kita dalam berdoa. Sikap di sini berkaitan dengan sikap batin. Tuhan mengajari kita doa Bapa Kami untuk berdoa. Ada satu bagian yang penting untuk kita hayati dalam doa Bapa Kami, ‘Jadilah kehendak-Mu’. Ungkapan itu memiliki makna yang mendalam. Yaitu sungguh menyerahkan apa pun yang terjadi dalam hidup kita kepada tangan Tuhan. Apakah kita boleh meminta atau tidak? Tentu saja boleh meminta dan memohon. Nah dalam permohonan itu kita mau menyelaraskan dengan kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;Kawan, saat ini banyak orang, termasuk teman saya dalam dialog tadi, percaya kepada Tuhan, namun tidak percaya bahwa Dia berperan dalam hidup kita sehari-hari. Tentu saya juga tidak bisa memaksa orang-orang seperti itu untuk mengakui bahwa Tuhan sungguh berkarya dan berperan dalam hidup sehari-hari, bahkan yang remeh temeh.&lt;br /&gt;Berikut ini sebuah doa dari pemazmur yang menggambarkan betapa Tuhan sungguh hadir dalam setiap peristiwa hidup manusia. Menyadari itu betapa berharganya manusia di mata Tuhan. Sebaliknya, bagi manusia, menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa adalah sesuatu yang niscaya. “Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kautempatkan: apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah  memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” (Mzm 8:2.4-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melbourne, 09-02-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-5445430387033781230?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/5445430387033781230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=5445430387033781230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5445430387033781230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/5445430387033781230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/02/gua-berhenti-berdoa.html' title='Gua Berhenti Berdoa!'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S3CAkSqhVlI/AAAAAAAAAbk/N_fJtYSlb90/s72-c/45795493-Broken_Heart_by_starry_eyedkid_1_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-8116536731801659085</id><published>2010-01-26T15:23:00.001-08:00</published><updated>2010-01-26T15:25:04.356-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersyukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><title type='text'>Enak banget sih hidupmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S195qZN9CDI/AAAAAAAAAbU/5FHe0Z4vG0w/s1600-h/langit1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S195qZN9CDI/AAAAAAAAAbU/5FHe0Z4vG0w/s320/langit1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431193444862986290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tadi sore teman lama saya nelfon. Seperti biasa dia menanyakan kabar. Kemudian aku ceritakan keadaanku, kegiatanku, dan pekerjaanku saat ini.&lt;br /&gt;“Wuih, enak banget sih hidupmu?” komentar teman saya spontan ketika mendengar keadaan saya.&lt;br /&gt;Hmmm… enak itu sebenarnya sangat relative. Sangat tergantung dari mana melihatnya. Meski tidak bisa dipungkiri ada banyak hal yang bersifat umum.  &lt;br /&gt;Sementara orang beranggapan dengan sedikit pekerjaan  yang mesti ditanggung berarti hidup itu enak. Sementara bagi sebagian yang lain, jika banyak pekerjaan yang ditanggung, hidup baru terasa enak.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum sementara orang beranggapan jika tidak banyak masalah melilit, hidup baru terasa enak dan menyenangkan. Jika terlalu banyak masalah, hidup menjadi susah dan berta untuk dijalani.&lt;br /&gt;Ungkapan spontan teman lama tadi menyentak kesadaran saya. Apa benar sih bahwa hidup saya begitu enak? Kalau dilihat satu persatu pastilah tidak. Saya hidup di negeri orang. Kemampuan bahasa saya sangat berantakan, sehingga kerap mesti menggunakan bahasa isyarat. Pekerjaan saya kebanyakan menumpuk di akhir pecan, di saat orang-orang menikmati libur. Segala hal mesti mengusahakan sendiri, masak, mencuci, setrika, semuanya dilakukan sendiri.&lt;br /&gt;Mengapa menyenangkan? Mungkin karena saya melalui dengan gembira. Ketika tersesat karena tidak mampu membaca petunjuk dan penjelasan, saya tertawa saja. Ketika hanya makan berlaukkan sayur berbumbu garam saja, saya juga tetap gembira.&lt;br /&gt;Seperti gambar langit penuh awan di atas. Saya mencoba menemukan secercah sinar yang masih bisa dilihat. Pikiran saya tidak terpusat pada hitamnya awan, namun pada sinar yang masih ada. Hal ini juga tidak datang tiba-tiba. &lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu hidup saya penuh ketakutan dan kecemasan. Takut karena mesti hidup terasing di negeri orang dengan kemampuan yang tidak memadai. Namun semuanya sirna ketika saya menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Ia yang memanggil saya, Ia yang mengutus saya ke sini, pasti memiliki rencana indah. Rencana indah itulah yang menyenangkan hati saya. Mesti rasanya asin, asam, dan terkadang pahit, saya yakin akan manis pada waktunya. &lt;br /&gt;Hidup saya memang santa enak dan menyenangkan. Karena segala beban dan derita saya hadapi bersama Tuhan. Saya dapat melakukan segala sesuatu dalam DIA yang memberi kekuatan itu padaku. &lt;br /&gt;Kawan, kalau kalian ingin sungguh merasakan hidup yang menyenangkan, hadapilah hidup kalian bersama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-8116536731801659085?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/8116536731801659085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=8116536731801659085' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8116536731801659085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/8116536731801659085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/01/enak-banget-sih-hidupmu.html' title='Enak banget sih hidupmu'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3MzFOyOWlOc/S195qZN9CDI/AAAAAAAAAbU/5FHe0Z4vG0w/s72-c/langit1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-3853400609124973069</id><published>2010-01-24T02:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T02:12:28.039-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terlambat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waktu'/><title type='text'>1 Menit itu SANGAT Berarti</title><content type='html'>Saya kerap mengutip ungkapan, “Jika ingin memahami berharganya waktu 1 menit, bertanyalah kepada orang yang ketinggalan kereta.”&lt;br /&gt;Hari ini saya mengalaminya. Kereta berangkat jam 11.10, saya tiba jam 11.11. Ada banyak kejadian yang membuat saya terlambat. Toh intinya sama, saya terlambat. &lt;br /&gt;Hari ini, seperti tiap Minggu keempat dalam bulan, saya mesti melayani umat di daerah Boxhill, 45 menit naik mobil dari tempat tinggal saya. Acara akan dimulai jam 11.30. Biasanya saya berangkat jam 10.30, sampai di tempat tujuan biasanyanya saya masih  memiliki waktu istirahat barang 5 menit.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini berbeda. Saya mesti menjemput teman di daerah lain, 5 menit naik mobil. Berhubung saya naik sepeda, maka membutuhkan waktu 15 menit. Dari sana berjalan ke tempat perhentian tram. Menunggu sejenak hingga ada tram yang lewat. &lt;br /&gt;Kami tidak bisa meneruskan perjalanan dengan tram karena akan sangat lama dan nyambungnya terlalu jauh. Maka kami oper naik train. Kami sudah berusaha jalan cepat, tetapi lampu merah tidak bisa diterjang begitu saja. Sesampai di stasiun masih mencari kereta yang melewati daerah tujuan. Untuk mencarinya juga membutuhkan waktu beberapa menit. Setelah ketemu kami langsung lari memburunya. Apa daya, begitu kami sampai di bawah, kereta baru saja menghilang di ujung terowongan.&lt;br /&gt;Masih ada harapan kereta berikutnya. Setelah mengeceknya ternyata masih 20 menit lagi. Itu sam a dengan jam acaranya dihelat. Akhirnya kami putuskan naik taksi. Pertama kali naik taksi di kota ini. Tentunya kami tidak bisa menghentikan taksi begitu saja. Kami mencari pangkalan taksi di sekitar stasiun. Untung tidak jauh, hanya berjalan 2 menit kami sampai di sana. &lt;br /&gt;Kami langsung menghampiri taksi paling depan. Pengemudinya orang yang sudah tua. Kami katakan mau ke jalan Albion. Dia mungkin tidak memahami aksen saya, maka saya ulangi lagi, tetap tidak dipahami, akhirnya saya tulis, baru dia manggut-manggut.&lt;br /&gt;Saya senang, karena mengira dia mengetahui daerah tersebut. Ternyata tidak. Dia membuka Melway, buku mengenai peta kota Melbourne. Seluruh jalan dan gang ada di sana. Dia buka, bolak-balik, tutup, buka lagi. Aduh… batin saya teriak, orang ini tidak tahu rupanya. Akhirnya setelah cukup lama mencari dia menemukan juga. Haahhhh saya sangat lega.&lt;br /&gt;Tiba-tiba.. tut..tut..tut… Ada nada peringatan. Ternyata bensinnya hampir habis. Saya berdoa semoga bensinnya masih mencukupi dan dia tidak berhenti untuk mengisi bensin. Benar, dia tidak berhenti untuk mengisi bensin, sampai tujuan.&lt;br /&gt;Saya mencoba terus menenangkan diri. Karena toh sudah terlambat. Sebenarnya dalam hati panik juga, harus membuat orang banyak menunggu. Saya berdoa dalam hati, supaya mereka diberi kesabaran, dan saya dimaafkan. Kepanikan itu tidak segera pergi karena petugas acara terus menerus menelfon, sudah sampai mana… sudah sampai mana…, tanyanya. Dengan berusaha menenangkan suara selalu saya jawab, waduh ga tahu ini di mana. Atau kalau sekelebatan melihat nama jalan, saya sebutkan nama jalannya. Akhirnya saya sampai di tempat tujuan juga. Terlambat hampir sejam. &lt;br /&gt;Hmmm, karena terlambat satu menit saya menjadi kehilangan lebih banyak waktu. Beruntung mereka masih setia menunggu, seandainya mereka memutuskan pulang, hmmm, saya akan sangat berdosa. &lt;br /&gt;Teman, waktu itu sungguh berharga. Meski hanya satu menit. Semoga kalian tidak mengalami seperti yang saya alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-3853400609124973069?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/3853400609124973069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=3853400609124973069' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3853400609124973069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/3853400609124973069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/01/1-menit-itu-sangat-berarti.html' title='1 Menit itu SANGAT Berarti'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-1609165119182984843</id><published>2010-01-21T03:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T03:05:19.131-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obituari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecelakaan'/><title type='text'>Tiga tahun yang lalu</title><content type='html'>Tiga tahun yang lalu teman saya meninggal karena kecelakaan. Saya selalu berharap memang demikianlah yang terjadi. Mengapa saya katakana demikian, karena kejadian yang sebenarnya sulit kami dapatkan. Sore itu ia pulang kuliah mengendarai sepeda motor dari Malang ke Batu. Menjelang sampai di rumah dia mengalami kecelakaan itu.&lt;br /&gt;Kami semua, teman-temannya serumah, mendengar kabar itu agak terlambat. Dia sudah berada di rumah sakit. Cidera parah apda bagian kepala membuat kami tidak bisa mendapatkan keterangan darinya. Sementara itu orang-orang yang ada di sekitar kejadian juga tidak ada yang memberi kesaksian. Minimal untuk menjelaskan, apakah dia ditabrak, menabarak, atau tabrakan. Sebab hanya dia yang terluka, sedangkan ‘lawannya’ tidak pernah kami ketahui.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian baru kami ketahui mengapa orang-orang itu bungkam. Rupanya mereka takut untuk bersaksi, takut dijadikan saksi. “Nanti kami malah akan mendapat banyak kesulitan” demikian salah satu alasan yang pernah kami dengar. &lt;br /&gt;Kami masih bertanya-tanya, kenapa banyak orang takut memberikan kesaksian yang benar. Rata-rata mereka menghindari persoalan. Mereka memilih diam, meski melihat. Kenapa mereka takut? Seandainya kesaksian mereka akan mengungkap kebenaran? Mengapa mereka takut?&lt;br /&gt;Pertanyaan saya rupanya meluas. Ada banyak kejadian tidak benar namun dibiarkan, dianggap tidak pernah ada, dianggap tidak ada yang melihat. Yang mengetahui pura-pura tidak tahu, yang melihat pura-pura tidak melihat. Alasannya, dari pada mendapat kesulitan. &lt;br /&gt;Bahkan ada yang menjawab dengan sedikit putus asa, “halah, meski kami memberi kesaksian yang benar, belum tentu kesaksian kami diterima dan dinilai dengan benar”. Tentu sangat mengenaskan jika kebenaran tidak bisa diungkap hanya karena orang-orang yang melihat kebenaran dihinggapi rasa takut atau ditakut-takuti. &lt;br /&gt;Mas, sekarang ini sulit membedakan saksi, tersangka, terdakwa, dan terpidana. Maka kalau bisa memilih, lebih baik tidak menjadi apa-apa. Meski tahu mendingan berlaku seolah-olah tidak tahu. Kata orang yang lain lagi. &lt;br /&gt;Teman saya tiga tahun meninggal karena kecelakaan, meski saya tahu apsti hidup ini bukanlah sebuah kecelakaan. Saya sadar ia telah melewati banyak hal indah dan susah di dunia ini. Saatnya dia sekarang menikmati kebahagiaan bersama Sang Khalik. Mungkin dia sekarang tidak merepotkan lagi penyebab kecelakaannya dulu. Mungkin dia sekarang tersenyum dan berkomentar, “Ris, ga usah bingung. Biarlah pengalamanku menjadi pelajaran bagimu. Namun jangan pernah takut berbuat yang baik dan benar”.&lt;br /&gt;Teman, jika engkau telah berbahagian doakan aku ya. Setiap ulangtahunku, namamu tetap kuingat, Egidius Yuflosponto,o.carm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563175889080063266-1609165119182984843?l=romowaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://romowaris.blogspot.com/feeds/1609165119182984843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1563175889080063266&amp;postID=1609165119182984843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1609165119182984843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563175889080063266/posts/default/1609165119182984843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://romowaris.blogspot.com/2010/01/tiga-tahun-yang-lalu.html' title='Tiga tahun yang lalu'/><author><name>Romo Waris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10022006717837808502</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563175889080063266.post-6825690460130721134</id><published>2010-01-19T03:09:00.001-08:00</published><updated>2010-01-19T03:12:41.562-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daftar ayat kasih'/><title type='text'>AYAT KASIH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berikut ini adalah daftar ayat yang ada kata kasihnya. sangat panjang, sangat banyak.&lt;br /&gt;kalau berminat, selamat menikmati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  6&lt;br /&gt;6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.&lt;br /&gt;Kejadian  18&lt;br /&gt;18:3 serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.&lt;br /&gt;Kejadian  19&lt;br /&gt;19:19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.&lt;br /&gt;Kejadian  20&lt;br /&gt;20:13 Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  22&lt;br /&gt;22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  24&lt;br /&gt;24:12 Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.&lt;br /&gt;Kejadian  24&lt;br /&gt;24:14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum -- dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  24&lt;br /&gt;24:27 serta berkata: "Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!"&lt;br /&gt;Kejadian  24&lt;br /&gt;24:49 Jadi sekarang, apabila kamu mau menunjukkan kasih dan setia kepada tuanku itu, beritahukanlah kepadaku; dan jika tidak, beritahukanlah juga kepadaku, supaya aku tahu entah berpaling ke kanan atau ke kiri."&lt;br /&gt;Kejadian  25&lt;br /&gt;25:28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  30&lt;br /&gt;30:27 Tetapi Laban berkata kepadanya: "Sekiranya aku mendapat kasihmu! Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau."&lt;br /&gt;Kejadian  32&lt;br /&gt;32:5 Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya aku mendapat kasihmu."&lt;br /&gt;Kejadian  32&lt;br /&gt;32:10 sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan.&lt;br /&gt;Kejadian  33&lt;br /&gt;33:8 Berkatalah Esau: "Apakah maksudmu dengan seluruh pasukan, yang telah bertemu dengan aku tadi?" Jawabnya: "Untuk mendapat kasih tuanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  33&lt;br /&gt;33:10 Tetapi kata Yakub: "Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkau pun berkenan menyambut aku.&lt;br /&gt;Kejadian  33&lt;br /&gt;33:15 Lalu kata Esau: "Kalau begitu, baiklah kutinggalkan padamu beberapa orang dari pengiringku." Tetapi Yakub berkata: "Tidak usah demikian! Biarlah aku mendapat kasih tuanku saja."&lt;br /&gt;Kejadian  34&lt;br /&gt;34:11 Lalu Sikhem berkata kepada ayah anak itu dan kepada kakak-kakaknya: "Biarlah kiranya aku mendapat kasihmu, aku akan memberikan kepadamu apa yang kamu minta;&lt;br /&gt;Kejadian  39&lt;br /&gt;39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.&lt;br /&gt;Kejadian  39&lt;br /&gt;39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  40&lt;br /&gt;40:14 Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  42&lt;br /&gt;42:21 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  43&lt;br /&gt;43:14 Allah Yang Mahakuasa kiranya membuat orang itu menaruh belas kasihan kepadamu, supaya ia membiarkan saudaramu yang lain itu beserta Benyamin kembali. Mengenai aku ini, jika terpaksa aku kehilangan anak-anakku, biarlah juga kehilangan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  43&lt;br /&gt;43:29 Ketika Yusuf memandang kepada mereka, dilihatnyalah Benyamin, adiknya, yang seibu dengan dia, lalu katanya: "Inikah adikmu yang bungsu itu, yang telah kamu sebut-sebut kepadaku?" Lagi katanya: "Allah kiranya memberikan kasih karunia kepadamu, anakku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  47&lt;br /&gt;47:25 Lalu berkatalah mereka: "Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  47&lt;br /&gt;47:29 Ketika hampir waktunya bahwa Israel akan mati, dipanggilnyalah anaknya, Yusuf, dan berkata kepadanya: "Jika aku mendapat kasihmu, letakkanlah kiranya tanganmu di bawah pangkal pahaku, dan bersumpahlah, bahwa engkau akan menunjukkan kasih dan setia kepadaku: Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  50&lt;br /&gt;50:4 Setelah lewat hari-hari penangisan itu, berkatalah Yusuf kepada seisi istana Firaun: "Jika kiranya aku mendapat kasihmu, katakanlah kepada Firaun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  2&lt;br /&gt;2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  15&lt;br /&gt;15:13 Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  20&lt;br /&gt;20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  33&lt;br /&gt;33:12 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  33&lt;br /&gt;33:13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  33&lt;br /&gt;33:16 Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  33&lt;br /&gt;33:17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  33&lt;br /&gt;33:19 Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  34&lt;br /&gt;34:6 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  34&lt;br /&gt;34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran  34&lt;br /&gt;34:9 serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imamat  19&lt;br /&gt;19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imamat  19&lt;br /&gt;19:34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan  6&lt;br /&gt;6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan  11&lt;br /&gt;11:11 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan  11&lt;br /&gt;11:15 Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan  14&lt;br /&gt;14:18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan  14&lt;br /&gt;14:19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan  32&lt;br /&gt;32:5 Lagi kata mereka: "Jika kami mendapat kasihmu, biarlah negeri ini diberikan kepada hamba-hambamu ini sebagai milik; janganlah kami harus pindah ke seberang sungai Yordan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  3&lt;br /&gt;3:23 "Juga pada waktu itu aku mohon kasih karunia dari pada TUHAN, demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  5&lt;br /&gt;5:10 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  6&lt;br /&gt;6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  7&lt;br /&gt;7:9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  7&lt;br /&gt;7:12 "Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  10&lt;br /&gt;10:18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  10&lt;br /&gt;10:19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  13&lt;br /&gt;13:17 Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apa pun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  28&lt;br /&gt;28:50 suatu bangsa yang garang mukanya, yang tidak menghiraukan orang tua-tua dan tidak merasa kasihan kepada anak-anak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  33&lt;br /&gt;33:8 Tentang Lewi ia berkata: "Biarlah Tumim dan Urim-Mu menjadi kepunyaan orang yang Kaukasihi, yang telah Kaucoba di Masa, dengan siapa Engkau berbantah dekat mata air Meriba;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan  33&lt;br /&gt;33:12 Tentang Benyamin ia berkata: "Kekasih TUHAN yang diam pada-Nya dengan tenteram! TUHAN melindungi dia setiap waktu dan diam di antara lereng-lereng gunungnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yosua  2&lt;br /&gt;2:14 Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: "Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yosua  11&lt;br /&gt;11:20 Karena TUHAN yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim-hakim  2&lt;br /&gt;2:18 Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim-hakim  6&lt;br /&gt;6:17 Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim-hakim  8&lt;br /&gt;8:35 juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan Yerubaal-Gideon seimbang dengan segala yang baik yang telah dilakukannya kepada orang Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim-hakim  21&lt;br /&gt;21:6 Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: "Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim-hakim  21&lt;br /&gt;21:15 Maka bangsa itu merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN telah membuat keretakan di antara suku-suku Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rut  1&lt;br /&gt;1:8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rut  2&lt;br /&gt;2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rut  2&lt;br /&gt;2:13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rut  2&lt;br /&gt;2:20 Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rut  3&lt;br /&gt;3:10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  1&lt;br /&gt;1:18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  2&lt;br /&gt;2:9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  13&lt;br /&gt;13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  15&lt;br /&gt;15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  20&lt;br /&gt;20:14 Jika aku masih hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia TUHAN? Tetapi jika aku sudah mati,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  20&lt;br /&gt;20:15 janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya. Dan apabila TUHAN melenyapkan setiap orang dari musuh Daud dari muka bumi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  20&lt;br /&gt;20:17 Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  25&lt;br /&gt;25:8 Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka tentu akan memberitahukan kepadamu. Sebab itu biarlah orang-orang ini mendapat belas kasihanmu; bukankah kami ini datang pada hari raya? Berikanlah kepada hamba-hambamu ini dan kepada anakmu Daud apa yang ada padamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Samuel  27&lt;br /&gt;27:5 Berkatalah Daud kepada Akhis: "Jika kiranya aku mendapat belas kasihanmu, biarlah diberikan kepadaku tempat di salah satu kota di tanah datar, supaya aku tinggal di sana. Mengapa hambamu ini tinggal padamu di kota kerajaan ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  2&lt;br /&gt;2:5 maka Daud mengirim orang kepada orang-orang Yabesh-Gilead dengan pesan: "Diberkatilah kamu oleh TUHAN, karena kamu telah menunjukkan kasihmu kepada tuanmu, Saul, dengan menguburkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  2&lt;br /&gt;2:6 Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu. Aku pun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  7&lt;br /&gt;7:15 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  9&lt;br /&gt;9:1 Berkatalah Daud: "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  9&lt;br /&gt;9:3 Kemudian berkatalah raja: "Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah." Lalu berkatalah Ziba kepada raja: "Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  9&lt;br /&gt;9:7 Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  12&lt;br /&gt;12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  15&lt;br /&gt;15:20 Baru kemarin engkau datang, masakan pada hari ini aku akan membawa engkau mengembara bersama-sama kami, padahal aku harus pergi entah ke mana. Pulanglah dan bawalah juga saudara-saudaramu pulang; mudah-mudahan TUHAN menunjukkan kasih dan setia kepadamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  15&lt;br /&gt;15:25 Lalu berkatalah raja kepada Zadok: "Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  16&lt;br /&gt;16:4 Lalu berkatalah raja kepada Ziba: "Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset." Kata Ziba: "Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  22&lt;br /&gt;22:51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Samuel  24&lt;br /&gt;24:14 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Raja-raja  3&lt;br /&gt;3:3 Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Raja-raja  3&lt;br /&gt;3:6 Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Raja-raja  3&lt;br /&gt;3:26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Raja-raja  8&lt;br /&gt;8:23 lalu berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Raja-raja  13&lt;br /&gt;13:6 Lalu berbicaralah raja dan berkata kepada abdi Allah itu: "Mohonkanlah belas kasihan TUHAN, Allahmu, dan berdoalah untukku, supaya tanganku dapat kembali." Dan abdi Allah itu memohonkan belas kasihan TUHAN, maka tangan raja itu dapat kembali dan menjadi seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Raja-raja  1&lt;br /&gt;1:13 Kemudian raja menyuruh pula seorang perwira yang ketiga dengan kelima puluh anak buahnya. Lalu naiklah perwira yang ketiga itu dan sesudah sampai, berlututlah ia di depan Elia, serta memohon belas kasihan kepadanya, katanya: "Ya abdi Allah, biarlah kiranya nyawaku dan nyawa kelima puluh orang hamba-hambamu ini berharga di matamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Raja-raja  13&lt;br /&gt;13:4 Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Raja-raja  25&lt;br /&gt;25:27 Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin, raja Yehuda dibuang, dalam bulan yang kedua belas, pada tanggal dua puluh tujuh bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Tawarikh  16&lt;br /&gt;16:34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Tawarikh  16&lt;br /&gt;16:41 Dan bersama-sama mereka ikut Heman dan Yedutun dan selebihnya dari orang-orang yang terpilih, yang ditunjuk dengan disebut namanya untuk menyanyikan: "Syukur bagi TUHAN. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Tawarikh  17&lt;br /&gt;17:13 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Tawarikh  21&lt;br /&gt;21:13 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  1&lt;br /&gt;1:8 Berkatalah Salomo kepada Allah: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  5&lt;br /&gt;5:13 Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  6&lt;br /&gt;6:14 sambil berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit dan di bumi; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  6&lt;br /&gt;6:41 Dan sekarang, bangunlah ya TUHAN Allah, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! Kiranya, ya TUHAN Allah, imam-imam-Mu berpakaian keselamatan, dan orang-orang yang Kaukasihi bersukacita karena kebaikan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  6&lt;br /&gt;6:42 Ya TUHAN Allah, janganlah Engkau menolak orang yang telah Kauurapi, ingatlah akan segala kasih setia-Mu kepada Daud, hamba-Mu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  7&lt;br /&gt;7:3 Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  7&lt;br /&gt;7:6 Para imam telah siap berdiri pada tempat mereka. Begitu pula orang-orang Lewi telah siap dengan alat-alat musik untuk memuliakan TUHAN, yakni alat-alat musik yang dibuat raja Daud untuk mengiringi nyanyian syukur bagi TUHAN: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" setiap kali mereka ditugaskan Daud menyanyikan puji-pujian. Dalam pada itu para imam berdiri berhadapan dengan mereka sambil meniup nafiri, sedang segenap orang Israel berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  20&lt;br /&gt;20:21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  30&lt;br /&gt;30:9 Karena bilamana kamu kembali kepada TUHAN, maka saudara-saudaramu dan anak-anakmu akan mendapat belas kasihan dari orang-orang yang menawan mereka, sehingga mereka kembali ke negeri ini. Sebab TUHAN, Allahmu, pengasih dan penyayang: Ia tidak akan memalingkan wajah-Nya dari pada kamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Tawarikh  32&lt;br /&gt;32:25 Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh, sehingga ia dan Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ezra  3&lt;br /&gt;3:11 Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!" Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan.&lt;br /&gt;Ezra  9&lt;br /&gt;9:8 Dan sekarang, baru saja kami alami kasih karunia dari pada TUHAN, Allah kami yang meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus, sehingga Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di dalam perbudakan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  1&lt;br /&gt;1:5 kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  1&lt;br /&gt;1:11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  9&lt;br /&gt;9:17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  9&lt;br /&gt;9:19 Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  9&lt;br /&gt;9:27 Lalu Engkau menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang menyesakkan mereka. Dan pada waktu kesusahan mereka berteriak kepada-Mu, lalu Engkau mendengar dari langit dan karena kasih sayang-Mu yang besar Kauberikan kepada mereka orang-orang yang menyelamatkan mereka dari tangan lawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  9&lt;br /&gt;9:28 Tetapi begitu mereka mendapat keamanan, kembali mereka berbuat jahat di hadapan-Mu. Dan Engkau menyerahkan mereka ke tangan musuh-musuh mereka yang menguasai mereka. Kembali mereka berteriak kepada-Mu, dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang kali, karena kasih sayang-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  9&lt;br /&gt;9:31 Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  9&lt;br /&gt;9:32 Sekarang, ya Allah kami, Allah yang maha besar, kuat dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya, janganlah Kaupandang remeh segala kesusahan yang telah dialami oleh kami, oleh raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, nabi-nabi kami dan nenek moyang kami, ya oleh seluruh umat-Mu, sejak zaman raja-raja Asyur sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  13&lt;br /&gt;13:22 Juga kusuruh orang-orang Lewi mentahirkan dirinya dan datang menjaga pintu-pintu gerbang untuk menguduskan hari Sabat. Ya Allahku, ingatlah kepadaku juga karena hal itu dan sayangilah aku menurut kasih setia-Mu yang besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehemia  13&lt;br /&gt;13:26 Bukankah Salomo, raja Israel, telah berbuat dosa karena hal semacam itu? Walaupun di antara begitu banyak bangsa tidak ada seorang raja seperti dia, yang dikasihi Allahnya dan diangkat oleh Allah itu menjadi raja seluruh Israel, namun dia pun terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ester  2&lt;br /&gt;2:9 Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ester  2&lt;br /&gt;2:15 Ketika Ester -- anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak -- mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ester  2&lt;br /&gt;2:17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ester  5&lt;br /&gt;5:8 Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ester  7&lt;br /&gt;7:3 Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ester  8&lt;br /&gt;8:5 serta sembahnya: "Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah dikeluarkan surat titah untuk menarik kembali surat-surat yang berisi rancangan Haman bin Hamedata, orang Agag itu, yang ditulisnya untuk membinasakan orang Yahudi di dalam semua daerah kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  6&lt;br /&gt;6:10 Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  6&lt;br /&gt;6:14 Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  8&lt;br /&gt;8:5 Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  9&lt;br /&gt;9:15 Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  10&lt;br /&gt;10:12 Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  16&lt;br /&gt;16:5 Aku akan menguatkan hatimu dengan mulut, dan tidak menahan bibirku mengatakan belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  16&lt;br /&gt;16:13 Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  19&lt;br /&gt;19:19 Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  19&lt;br /&gt;19:21 Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  20&lt;br /&gt;20:10 Anak-anaknya harus mencari belas kasihan orang miskin, dan tangannya sendiri harus mengembalikan kekayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  27&lt;br /&gt;27:22 Dengan tak kenal belas kasihan Allah melempari dia, dengan cepat ia harus melepaskan diri dari kuasa-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  37&lt;br /&gt;37:13 Ia membuatnya mencapai tujuannya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  39&lt;br /&gt;39:16 Dengan riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub  40&lt;br /&gt;40:22 Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  4&lt;br /&gt;4:2 Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  4&lt;br /&gt;4:4 Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  5&lt;br /&gt;5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  6&lt;br /&gt;6:3 Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  6&lt;br /&gt;6:5 Kembalilah pula, TUHAN, luputkanlah jiwaku, selamatkanlah aku oleh karena kasih setia-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  9&lt;br /&gt;9:14 Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  13&lt;br /&gt;13:6 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  17&lt;br /&gt;17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  17&lt;br /&gt;17:10 Mereka tidak menunjukkan belas kasihan, mereka membual;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  18&lt;br /&gt;18:51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  21&lt;br /&gt;21:8 Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  25&lt;br /&gt;25:6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  25&lt;br /&gt;25:7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  25&lt;br /&gt;25:10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  25&lt;br /&gt;25:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  26&lt;br /&gt;26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  26&lt;br /&gt;26:11 Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  27&lt;br /&gt;27:7 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  30&lt;br /&gt;30:5 Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  30&lt;br /&gt;30:11 Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku, TUHAN, jadilah penolongku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  31&lt;br /&gt;31:8 Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  31&lt;br /&gt;31:10 Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  31&lt;br /&gt;31:17 Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  31&lt;br /&gt;31:22 Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  31&lt;br /&gt;31:24 Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  32&lt;br /&gt;32:10 Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  33&lt;br /&gt;33:5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  33&lt;br /&gt;33:18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  33&lt;br /&gt;33:22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  36&lt;br /&gt;36:6 Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  36&lt;br /&gt;36:8 Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  36&lt;br /&gt;36:11 Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  37&lt;br /&gt;37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  37&lt;br /&gt;37:28 sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  40&lt;br /&gt;40:11 Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  40&lt;br /&gt;40:12 Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  41&lt;br /&gt;41:5 Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  41&lt;br /&gt;41:11 Tetapi Engkau, ya TUHAN, kasihanilah aku dan tegakkanlah aku, maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  42&lt;br /&gt;42:9 TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  44&lt;br /&gt;44:27 Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  45&lt;br /&gt;45:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  47&lt;br /&gt;47:5 Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. S e l a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  48&lt;br /&gt;48:10 Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  50&lt;br /&gt;50:5 "Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  51&lt;br /&gt;51:3 Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  52&lt;br /&gt;52:3 Mengapa engkau memegahkan diri dengan kejahatan, hai pahlawan, terhadap orang yang dikasihi Allah sepanjang hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  52&lt;br /&gt;52:10 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  52&lt;br /&gt;52:11 Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  56&lt;br /&gt;56:2 Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  57&lt;br /&gt;57:2 Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  57&lt;br /&gt;57:4 Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. S el a Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  57&lt;br /&gt;57:11 sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  59&lt;br /&gt;59:11 Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  59&lt;br /&gt;59:17 Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  59&lt;br /&gt;59:18 Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  61&lt;br /&gt;61:8 kiranya ia bersemayam di hadapan Allah selama-lamanya, titahkanlah kasih setia dan kebenaran menjaga dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  62&lt;br /&gt;62:13 dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  63&lt;br /&gt;63:4 Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  66&lt;br /&gt;66:20 Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  69&lt;br /&gt;69:14 Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  69&lt;br /&gt;69:17 Jawablah aku, ya TUHAN, sebab kasih setia-Mu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  69&lt;br /&gt;69:21 Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, menantikan penghibur-penghibur, tetapi tidak kudapati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  77&lt;br /&gt;77:9 Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  77&lt;br /&gt;77:10 Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?" S e l a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  78&lt;br /&gt;78:68 tetapi Ia memilih suku Yehuda, gunung Sion yang dikasihi-Nya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  79&lt;br /&gt;79:2 Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu sebagai makanan kepada burung-burung di udara, daging orang-orang yang Kaukasihi kepada binatang-binatang liar di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  84&lt;br /&gt;84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  85&lt;br /&gt;85:8 Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  85&lt;br /&gt;85:9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  85&lt;br /&gt;85:11 Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  86&lt;br /&gt;86:2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  86&lt;br /&gt;86:3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  86&lt;br /&gt;86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  86&lt;br /&gt;86:13 sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  86&lt;br /&gt;86:15 Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  86&lt;br /&gt;86:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  88&lt;br /&gt;88:12 Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:2 Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:3 Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:15 Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:20 Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:25 Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:29 Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:34 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  89&lt;br /&gt;89:50 Di manakah kasih setia-Mu yang mula-mula, ya Tuhan, yang telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada Daud demi kesetiaan-Mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  90&lt;br /&gt;90:14 Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  92&lt;br /&gt;92:3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  94&lt;br /&gt;94:18 Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  97&lt;br /&gt;97:10 Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  98&lt;br /&gt;98:3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  100&lt;br /&gt;100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  101&lt;br /&gt;101:1 Mazmur Daud. Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  102&lt;br /&gt;102:15 Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  103&lt;br /&gt;103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  103&lt;br /&gt;103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  103&lt;br /&gt;103:11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  103&lt;br /&gt;103:17 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  106&lt;br /&gt;106:1 Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  106&lt;br /&gt;106:7 Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  106&lt;br /&gt;106:45 Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka, dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  107&lt;br /&gt;107:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  107&lt;br /&gt;107:8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  107&lt;br /&gt;107:15 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  107&lt;br /&gt;107:21 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  107&lt;br /&gt;107:31 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  108&lt;br /&gt;108:5 sebab kasih-Mu besar mengatasi langit, dan setia-Mu sampai ke awan-awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  109&lt;br /&gt;109:4 Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  109&lt;br /&gt;109:5 Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan dan kebencian ganti kasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  109&lt;br /&gt;109:12 Janganlah ada orang yang tetap menunjukkan kasihnya kepadanya, dan janganlah ada orang yang sayang kepada anak-anaknya yang menjadi yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  109&lt;br /&gt;109:16 Oleh karena ia tidak ingat menunjukkan kasih, tetapi mengejar orang sengsara dan miskin dan orang yang hancur hati sampai mereka mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  109&lt;br /&gt;109:21 Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  109&lt;br /&gt;109:26 Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  112&lt;br /&gt;112:5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  115&lt;br /&gt;115:1 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  116&lt;br /&gt;116:15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  117&lt;br /&gt;117:2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  118&lt;br /&gt;118:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  118&lt;br /&gt;118:2 Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  118&lt;br /&gt;118:3 Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  118&lt;br /&gt;118:4 Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  118&lt;br /&gt;118:29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:41 Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:58 Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:64 Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya TUHAN, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:76 Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:88 Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya aku berpegang pada peringatan yang Kauberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:124 Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:132 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebagaimana sepatutnya terhadap orang-orang yang mencintai nama-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  119&lt;br /&gt;119:159 Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  123&lt;br /&gt;123:3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  130&lt;br /&gt;130:7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  132&lt;br /&gt;132:9 Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:5 Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:6 Kepada Dia yang menghamparkan bumi di atas air! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:7 Kepada Dia yang menjadikan benda-benda penerang yang besar; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:8 Matahari untuk menguasai siang; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:9 Bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:10 Kepada Dia yang memukul mati anak-anak sulung Mesir; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:11 Dan membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:12 Dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang teracung! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:13 Kepada Dia yang membelah Laut Teberau menjadi dua belahan; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:14 Dan menyeberangkan Israel dari tengah-tengahnya; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:15 Dan mencampakkan Firaun dengan tentaranya ke Laut Teberau! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:16 Kepada Dia yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:17 Kepada Dia yang memukul kalah raja-raja yang besar; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:18 Dan membunuh raja-raja yang mulia; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:19 Sihon, raja orang Amori; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:20 Dan Og, raja negeri Basan; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:21 Dan memberikan tanah mereka menjadi milik pusaka; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:22 Milik pusaka kepada Israel, hamba-Nya! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:23 Dia yang mengingat kita dalam kerendahan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:24 Dan membebaskan kita dari pada para lawan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:25 Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  136&lt;br /&gt;136:26 Bersyukurlah kepada Allah semesta langit! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  138&lt;br /&gt;138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  138&lt;br /&gt;138:8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  141&lt;br /&gt;141:5 Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  143&lt;br /&gt;143:8 Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  143&lt;br /&gt;143:12 Binasakanlah musuh-musuhku demi kasih setia-Mu, dan lenyapkanlah semua orang yang mendesak aku, sebab aku ini hamba-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  145&lt;br /&gt;145:8 TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  145&lt;br /&gt;145:10 Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  145&lt;br /&gt;145:13 Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  145&lt;br /&gt;145:17 TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  147&lt;br /&gt;147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  148&lt;br /&gt;148:14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur  149&lt;br /&gt;149:9 untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  3&lt;br /&gt;3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  3&lt;br /&gt;3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  3&lt;br /&gt;3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  3&lt;br /&gt;3:34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  4&lt;br /&gt;4:6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  6&lt;br /&gt;6:34 Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  9&lt;br /&gt;9:8 Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  10&lt;br /&gt;10:12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  12&lt;br /&gt;12:10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  14&lt;br /&gt;14:21 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  14&lt;br /&gt;14:22 Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  14&lt;br /&gt;14:31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  15&lt;br /&gt;15:9 Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  15&lt;br /&gt;15:17 Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  16&lt;br /&gt;16:6 Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  16&lt;br /&gt;16:13 Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  17&lt;br /&gt;17:9 Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  17&lt;br /&gt;17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  19&lt;br /&gt;19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  20&lt;br /&gt;20:28 Kasih dan setia melindungi raja, dan dengan kasih ia menopang takhtanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  21&lt;br /&gt;21:10 Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  21&lt;br /&gt;21:21 Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  22&lt;br /&gt;22:1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  27&lt;br /&gt;27:5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsal  28&lt;br /&gt;28:8 Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhotbah  9&lt;br /&gt;9:1 Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apa pun yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhotbah  9&lt;br /&gt;9:6 Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhotbah  9&lt;br /&gt;9:9 Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  1&lt;br /&gt;1:13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  1&lt;br /&gt;1:14 Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  1&lt;br /&gt;1:16 -- Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  2&lt;br /&gt;2:3 -- Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  2&lt;br /&gt;2:8 Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  2&lt;br /&gt;2:9 Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  2&lt;br /&gt;2:10 Kekasihku mulai berbicara kepadaku: "Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  2&lt;br /&gt;2:16 Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  2&lt;br /&gt;2:17 Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, kembalilah, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  4&lt;br /&gt;4:10 Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  4&lt;br /&gt;4:16 -- Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:2 Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:8 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:9 -- Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:10 -- Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  5&lt;br /&gt;5:16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  6&lt;br /&gt;6:1 -- Ke mana perginya kekasihmu, hai jelita di antara wanita? Ke jurusan manakah kekasihmu pergi, supaya kami mencarinya besertamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  6&lt;br /&gt;6:2 -- Kekasihku telah turun ke kebunnya, ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun dan memetik bunga bakung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  6&lt;br /&gt;6:3 Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  7&lt;br /&gt;7:9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  7&lt;br /&gt;7:10 Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  7&lt;br /&gt;7:11 Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  7&lt;br /&gt;7:13 Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  8&lt;br /&gt;8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? -- Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidung Agung  8&lt;br /&gt;8:14 -- Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  5&lt;br /&gt;5:1 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  13&lt;br /&gt;13:18 Panah-panah mereka akan menembus orang-orang muda; mereka tidak akan sayang kepada buah kandungan, dan mereka tidak menaruh kasihan kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  16&lt;br /&gt;16:5 maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  26&lt;br /&gt;26:10 Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  27&lt;br /&gt;27:11 Apabila ranting-rantingnya sudah kering, maka akan dipatahkan; perempuan-perempuan akan datang dan menyalakannya. Sebab inilah suatu bangsa yang tidak berakal budi, itulah sebabnya dia tidak disayangi oleh Dia yang menjadikannya dan tidak dikasihi oleh Dia yang membentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  30&lt;br /&gt;30:18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  33&lt;br /&gt;33:2 TUHAN, kasihanilah kami, Engkau kami nanti-nantikan! Lindungilah kami setiap pagi dengan tangan-Mu, ya, selamatkanlah kami di waktu kesesakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  41&lt;br /&gt;41:8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  47&lt;br /&gt;47:6 Aku tadinya murka terhadap umat-Ku, menajiskan milik pusaka-Ku, dan menyerahkannya ke dalam tanganmu; dan engkau tidak menaruh belas kasihan kepada mereka, bahkan sangat memberatkan kukmu kepada orang yang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  48&lt;br /&gt;48:14 Berhimpunlah kamu sekalian dan dengarlah! Siapakah di antara mereka memberitahukan semuanya ini? Dia yang dikasihi TUHAN akan melaksanakan kehendak TUHAN terhadap Babel dan menunjukkan kekuatan tangan TUHAN kepada orang Kasdim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  54&lt;br /&gt;54:7 Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  54&lt;br /&gt;54:8 Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  54&lt;br /&gt;54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  55&lt;br /&gt;55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  63&lt;br /&gt;63:7 Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  63&lt;br /&gt;63:9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya  63&lt;br /&gt;63:15 Pandanglah dari sorga dan lihatlah dari kediaman-Mu yang kudus dan agung! Di manakah kecemburuan-Mu dan keperkasaan-Mu, hati-Mu yang tergerak dan kasih sayang-Mu? Janganlah kiranya Engkau menahan diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  6&lt;br /&gt;6:23 Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Sion!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  9&lt;br /&gt;9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  11&lt;br /&gt;11:15 Apakah lagi urusan kekasih-Ku di dalam rumah-Ku, bukankah ia sudah melaksanakan rancangan-rancangan yang jahat? Dapatkah nazar-nazar dan daging yang suci melewatkan malapetaka dari padamu, sehingga kemudian engkau dapat beria-ria?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  13&lt;br /&gt;13:14 Aku akan membantingkan seorang kepada yang lain sampai mereka hancur, bapa-bapa dengan anak-anaknya, demikianlah firman TUHAN. Aku akan membinasakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa merasa sayang dan tanpa ampun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  15&lt;br /&gt;15:5 "Siapakah yang akan merasa kasihan terhadap engkau, hai Yerusalem, dan siapakah yang akan turut berdukacita dengan engkau? Siapakah yang akan singgah untuk menanyakan perihal kesehatanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  16&lt;br /&gt;16:5 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan janganlah pergi meratap dan janganlah turut berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  16&lt;br /&gt;16:13 Maka Aku akan melemparkan kamu dari negeri ini ke negeri yang tidak dikenal oleh kamu ataupun oleh nenek moyangmu. Di sana kamu akan beribadah kepada allah lain siang malam, sebab Aku tidak akan menaruh kasihan lagi kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  20&lt;br /&gt;20:16 Terjadilah kepada hari itu seperti kepada kota-kota yang ditunggangbalikkan TUHAN tanpa belas kasihan! Didengarnyalah kiranya teriakan pada waktu pagi dan hiruk-pikuk pada waktu tengah hari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  21&lt;br /&gt;21:7 Sesudah itu, demikianlah firman TUHAN, maka Zedekia, raja Yehuda, dan pegawai-pegawainya dan rakyat di kota ini, yang masih tinggal hidup dari penyakit sampar, dari pedang dan dari kelaparan, akan Kuserahkan ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yaitu ke dalam tangan musuh mereka yang berusaha mencabut nyawa mereka; orang akan memukul mati mereka dengan mata pedang tanpa merasa sayang, tanpa belas kasihan dan tanpa ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  22&lt;br /&gt;22:20 Naiklah ke gunung Libanon dan berteriaklah! Perdengarkanlah suaramu di pegunungan Basan! Berteriaklah dari pegunungan Abarim, sebab semua kekasihmu sudah hancur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  22&lt;br /&gt;22:22 Semua orang yang menggembalakan kamu akan dihalau angin ribut, dan para kekasihmu akan diangkut tertawan. Pada waktu itu engkau akan menjadi malu dan bernoda dari sebab segala kejahatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  26&lt;br /&gt;26:19 Apakah Hizkia, raja Yehuda, beserta segenap Yehuda membunuh dia? Tidakkah ia takut akan TUHAN, sehingga ia memohon belas kasihan TUHAN, agar TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas mereka? Dan kita, maukah kita mendatangkan malapetaka yang begitu besar atas diri kita sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  30&lt;br /&gt;30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  31&lt;br /&gt;31:2 Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  31&lt;br /&gt;31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  32&lt;br /&gt;32:18 Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  33&lt;br /&gt;33:11 akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  42&lt;br /&gt;42:12 Aku akan membuat kamu mendapat belas kasihan, sehingga ia merasa belas kasihan kepadamu dan membiarkan kamu tinggal di tanahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  50&lt;br /&gt;50:42 Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Babel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  52&lt;br /&gt;52:31 Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin, raja Yehuda, dibuang, dalam bulan yang kedua belas, pada tanggal dua puluh lima bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  2&lt;br /&gt;2:2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  3&lt;br /&gt;3:1 Firman-Nya: "Jika seseorang menceraikan isterinya, lalu perempuan itu pergi dari padanya dan menjadi isteri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeremia  3&lt;br /&gt;3:2 Layangkanlah matamu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di pinggir jalan-jalan engkau duduk menantikan kekasih, seperti seorang Arab di padang gurun. Engkau telah mencemarkan negeri dengan zinahmu dan dengan kejahatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  1&lt;br /&gt;1:2 Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis, air matanya bercucuran di pipi; dari semua kekasihnya, tak ada seorang pun yang menghibur dia. Semua temannya mengkhianatinya, mereka menjadi seterunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  1&lt;br /&gt;1:19 Aku memanggil kekasih-kekasihku, tetapi mereka memperdayakan aku; imam-imamku dan para tua-tuaku telah mati semuanya di kota, tatkala mencari makan bagi dirinya untuk menyambung hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  2&lt;br /&gt;2:2 Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  2&lt;br /&gt;2:17 TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  2&lt;br /&gt;2:21 Terbaring di debu jalan pemuda dan orang tua; dara-daraku dan teruna-terunaku gugur oleh pedang; Engkau membunuh mereka tatkala Engkau murka, tanpa belas kasihan Engkau menyembelih mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  3&lt;br /&gt;3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  3&lt;br /&gt;3:32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  3&lt;br /&gt;3:43 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan  4&lt;br /&gt;4:16 TUHAN sendiri mencerai-beraikan mereka, tak mau lagi Ia memandang mereka. Para imam tidak mereka hormati, dan orang-orang tua tidak mereka kasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  5&lt;br /&gt;5:11 Sebab itu, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguhnya, oleh karena engkau menajiskan tempat kudus-Ku dengan segala dewamu yang menjijikkan dan dengan segala perbuatanmu yang keji, Aku sendiri akan meruntuhkan engkau; Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  7&lt;br /&gt;7:4 Aku tidak akan merasa sayang kepadamu dan tidak akan kenal belas kasihan, tetapi Aku akan membalaskan kepadamu selaras dengan tingkah lakumu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu. Maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  7&lt;br /&gt;7:9 Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; selaras dengan tingkah lakumu akan Kubalaskan kepadamu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu. Maka kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHANlah, yang memusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  8&lt;br /&gt;8:18 Oleh karena itu Aku akan membalas di dalam kemurkaan-Ku. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Dan kalaupun mereka berseru-seru kepada-Ku dengan suara yang nyaring, Aku tidak akan mendengarkan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  9&lt;br /&gt;9:5 Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  9&lt;br /&gt;9:10 Karena itu Aku juga tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; kelakuan mereka akan Kutimpakan atas kepala mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  16&lt;br /&gt;16:5 Tidak seorang pun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  16&lt;br /&gt;16:37 sungguh, oleh karena itu Aku akan mengumpulkan semua kekasihmu, yaitu yang merayu hatimu, baik yang engkau cintai maupun yang engkau benci; Aku akan mengumpulkan mereka dari sekitarmu untuk melawan engkau dan Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  23&lt;br /&gt;23:5 Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  23&lt;br /&gt;23:9 Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia berahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  23&lt;br /&gt;23:22 Oleh sebab itu, hai Oholiba, beginilah firman Tuhan ALLAH, memang engkau sudah menjauhkan dirimu dari kekasih-kekasihmu, tetapi sungguh, Aku akan menyuruh mereka bergerak melawan engkau; Aku akan membawa mereka melawan engkau dari sekitarmu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  33&lt;br /&gt;33:31 Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel  33&lt;br /&gt;33:32 Sungguh, engkau bagi mereka seperti seorang yang melagukan syair cinta kasih dengan suara yang merdu, dan yang pandai main kecapi; mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka sama sekali tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  1&lt;br /&gt;1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  2&lt;br /&gt;2:18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  4&lt;br /&gt;4:27 Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  9&lt;br /&gt;9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  9&lt;br /&gt;9:13 Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  9&lt;br /&gt;9:16 Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  9&lt;br /&gt;9:18 Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  9&lt;br /&gt;9:23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  10&lt;br /&gt;10:11 Katanya kepadaku: "Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu." Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel  10&lt;br /&gt;10:19 dan berkata: "Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!" Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: "Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  2&lt;br /&gt;2:4 Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: Aku mau mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  2&lt;br /&gt;2:6 Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  2&lt;br /&gt;2:9 Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorang pun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  2&lt;br /&gt;2:11 Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  2&lt;br /&gt;2:12 Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  2&lt;br /&gt;2:18 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  4&lt;br /&gt;4:1 Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  6&lt;br /&gt;6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  6&lt;br /&gt;6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  10&lt;br /&gt;10:12 Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  11&lt;br /&gt;11:1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  11&lt;br /&gt;11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  11&lt;br /&gt;11:8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  12&lt;br /&gt;12:5 Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  12&lt;br /&gt;12:7 "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosea  13&lt;br /&gt;13:14 Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoel  1&lt;br /&gt;1:8 Merataplah seperti anak dara yang berlilitkan kain kabung karena mempelai, kekasih masa mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoel  2&lt;br /&gt;2:13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoel  2&lt;br /&gt;2:18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amos  1&lt;br /&gt;1:11 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amos  8&lt;br /&gt;8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus  4&lt;br /&gt;4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikha  7&lt;br /&gt;7:18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikha  7&lt;br /&gt;7:20 Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habakuk  1&lt;br /&gt;1:17 Sebab itukah ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa-bangsa dengan tidak kenal belas kasihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habakuk  3&lt;br /&gt;3:2 TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zefanya  3&lt;br /&gt;3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakharia  1&lt;br /&gt;1:16 Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakharia  7&lt;br /&gt;7:9 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maleakhi  2&lt;br /&gt;2:11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  3&lt;br /&gt;3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  5&lt;br /&gt;5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  5&lt;br /&gt;5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  9&lt;br /&gt;9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  9&lt;br /&gt;9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  9&lt;br /&gt;9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  12&lt;br /&gt;12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  12&lt;br /&gt;12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  14&lt;br /&gt;14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  15&lt;br /&gt;15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  15&lt;br /&gt;15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  17&lt;br /&gt;17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  17&lt;br /&gt;17:15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  18&lt;br /&gt;18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  19&lt;br /&gt;19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  20&lt;br /&gt;20:30 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  20&lt;br /&gt;20:31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  20&lt;br /&gt;20:34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  22&lt;br /&gt;22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  22&lt;br /&gt;22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  23&lt;br /&gt;23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius  24&lt;br /&gt;24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  4&lt;br /&gt;4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  7&lt;br /&gt;7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  7&lt;br /&gt;7:46 Daud telah mendapat kasih karunia di hadapan Allah dan ia memohon, supaya ia diperkenankan untuk mendirikan suatu tempat kediaman bagi Allah Yakub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  11&lt;br /&gt;11:23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  13&lt;br /&gt;13:43 Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  14&lt;br /&gt;14:3 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  14&lt;br /&gt;14:26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  15&lt;br /&gt;15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  15&lt;br /&gt;15:25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  15&lt;br /&gt;15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  18&lt;br /&gt;18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  20&lt;br /&gt;20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  20&lt;br /&gt;20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  24&lt;br /&gt;24:3 Semuanya itu senantiasa dan di mana-mana kami sambut dengan sangat berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  3&lt;br /&gt;3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  4&lt;br /&gt;4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  5&lt;br /&gt;5:21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  6&lt;br /&gt;6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  6&lt;br /&gt;6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  6&lt;br /&gt;6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  8&lt;br /&gt;8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  8&lt;br /&gt;8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  9&lt;br /&gt;9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  9&lt;br /&gt;9:18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  9&lt;br /&gt;9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  9&lt;br /&gt;9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  11&lt;br /&gt;11:5 Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  11&lt;br /&gt;11:6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  11&lt;br /&gt;11:28 Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  11&lt;br /&gt;11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  12&lt;br /&gt;12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  12&lt;br /&gt;12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  12&lt;br /&gt;12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  12&lt;br /&gt;12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  13&lt;br /&gt;13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  13&lt;br /&gt;13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  14&lt;br /&gt;14:15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  15&lt;br /&gt;15:15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  15&lt;br /&gt;15:30 Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  16&lt;br /&gt;16:4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  16&lt;br /&gt;16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  16&lt;br /&gt;16:8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  16&lt;br /&gt;16:9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  16&lt;br /&gt;16:12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  16&lt;br /&gt;16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma  16&lt;br /&gt;16:24 [Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  1&lt;br /&gt;1:3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  1&lt;br /&gt;1:4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  3&lt;br /&gt;3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  4&lt;br /&gt;4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  4&lt;br /&gt;4:17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  4&lt;br /&gt;4:21 Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  8&lt;br /&gt;8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  10&lt;br /&gt;10:14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  13&lt;br /&gt;13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  13&lt;br /&gt;13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  13&lt;br /&gt;13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  13&lt;br /&gt;13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  13&lt;br /&gt;13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  13&lt;br /&gt;13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  14&lt;br /&gt;14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  15&lt;br /&gt;15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  15&lt;br /&gt;15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  16&lt;br /&gt;16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  16&lt;br /&gt;16:23 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Korintus  16&lt;br /&gt;16:24 Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  1&lt;br /&gt;1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  1&lt;br /&gt;1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  1&lt;br /&gt;1:12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  1&lt;br /&gt;1:15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  2&lt;br /&gt;2:4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  4&lt;br /&gt;4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  5&lt;br /&gt;5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  6&lt;br /&gt;6:1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  6&lt;br /&gt;6:6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  7&lt;br /&gt;7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II Korintus  7&lt;br /&gt;7:15 Dan kasihnya bertambah besar terhadap kamu, apabila ia mengingat ketaatan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya dengan t
