Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2008

Tony Melendez

You are my God and in You I will trust. Ungkapan ini keluar dari hati Tony Melendez, pemuda kelahiran Nicaragua. Pengalaman hidupnya mengajari banyak hal bahwa hanya Tuhan yang patut menjadi sumber kepercayaan. Apapun yang kita alami.

Tony Melendez seorang penyanyi sekaligus pemain gitar. Ia lahir tahun 1962 dengan tanpa kedua lengan. Tentu saja kenyataan ini menyedihkan bagi kedua orangtuanya. Namun mereka mencoba memahami rencana besar Tuhan di balik itu semua. Ketika masih anak-anak Tony pun mengalami banyak kesulitan. Kerap iamendapatolok-olokan karena tidak memiliki lengan padahal teman-temannya memiliki lengan.
Beranjak dewasa ia makin mengerti rencana Tuhan itu. Ia tidak memprotes, namun mensyukuri dengan mengembangkan segala kemampuannya. Ia bernyanyi dan mulai memainkan guitar. Tentu saja ia menyetel guitarnya sesuai dengan kemampuannya.
Saat yang sangat membanggakana dalah ketika ia tampil di hadapan Paus Yohanes PaulusII tahun 1987 di LA. Saat itu paus memujinya dan berpesan,…

Pemenangnya adalah...

UERO 2008 telah berakhir. Spanyol menjuarai setelah mengalahkan Jerman 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Fernando Torres. Lebih dari itu pemenang dari kompetisi itu adalah sepakbola. Kemenangan Spanyol terasa lengkap, karena meski tidak bermain, David Villa keluar sebagai topscorer.

Permainan yang jujur, focus pada pertandingan, focus kepada kemenangan, permainan cantik, indah, dan menyerang. Pertandingan yang menghibur, yang terus menyerang meski telah memasukkan gol. Sungguh sepakbola keluar sebagai pemenang.
Sementara itu kecerobohan dan kelengahan gagal bersinar. Mereka yang tidak bisa melepaskan beban-bebannya akan tertinggal, akan tergilas. Sepakbola hanya memiliki satu bahasa, bermain menyerang, jujur dan fair. Itulah permainan kehidupan. Mereka yang oportunis, yang kurang giat bekerja, kurang semangat berusaha akan tergilas oleh mereka yang terus bersemangat membara.
Mereka yang masih menoleh ke belakang meski telah memilih dan menentukan tujuan akan gagal. Mereka yangtelahmenyat…

Kebingungan

Perjalanan kami ke Beijing diwarnai kebingungan-kebingungan dan kelegaan-kelegaan. Maklumlah orang desa pergi ke kota, bahkan ini lebih dari kota; orang udik pergi ke luar negri. Meski sudah bertanya ke sana ke mari, tetap saja kamu menjumpai kebingungan-kebingungan. Syukurlah banyak hal berjalan lancar dan memberi banyak kelegaan.



Kebingungan kami yang pertama adalah mengenai pengurusan visa. Kami begitu bingung, terutama teman saya Rm. Kwek, sebab hingga satu hari menjelang keberangkatan, visanya belum jadi. Mereka yang sudah berpengalaman ke luar negri pun akan kebingungan jika visa belum jadi pada hari harus pergi. Kami akan berangkat tanggal 23 Maret, sebab sore hari tanggal 24 Maret kami sudah harus memberi rekoleksi. Saya sempat berpikir negative, yaitu berangkat duluan, sedangkan rm. Kwek berangkat menyusul. Syukurlah hal itu tidak perlu terjadi dan kami sedikit bisa bernafas lega setelah pihak travel agent meyakikan kami bahwa mereka bisa menguruskan visa dalam tempo satu hari…