Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2014

Yang terluka...

Beberapa tahun yang lalu, mungkin tahun 2011, saya lupa persisnya, untuk pertama kali saya menyadari bahwa luka itu bisa menyembuhkan mereka yang terluka. Kesadaran itu didukung oleh ingatan akan sebuah judul buku, "Yang terluka, yang menyembuhkan". Kalau tidak salah, buku itu ditulis oleh Henri JM Nouwen. Saya hanya ingat judulnya, dan tidak tahu isinya.
Kesadaran itu mengajak saya berefleksi. Kisah yang saya refleksikan adalah "Maria mengunjungi Elisabeth." Saya tidak tahu mengapa, tetapi kesadaran saya langsung dibawa kepada ungkapan, yang terluka, yang menyembuhkan. Pertemuan dua orang terluka adalah pertemuan yang menyembuhkan. Tentu, kalau pertemuan itu disemangati oleh kehendak untuk sembuh.
Yang terluka Maria dan Elisabeth adalah gambaran dua orang terluka. Di mana letak lukanya? Mari kita lihat satu persatu.  Maria baru saja mendapat kabar bahwa ia akan mengandung. Kabar ini kita sebut kabar gembira, tetapi menajdi sebuah kabar bencana bagi Maria. Apa jadi…

Ngadem di Cheung Chau...

Menjadi Misionaris

Sahabat, sekarang ini saya menyebut diri saya sendiri seorang misionaris. Sebenarnya saya menyebutnya dengan pelan, agak bisik-bisik, karena predikat misionaris itu berat. Konsekuensinya berat. Dan kalau menimbang dan memerhatikan apa yang saya buat, ke-misionaris-an saya itu tipis dan kecil saja. Sudah tipis dan kecil.
Apa yang Anda pikirkan kalau mendengar kata "misionaris"? Pasti seseorang yang berasal dari negara lain, bangsa lain, yang datang untuk mewartakan kabar gembira. Kita semua yang berasal dari Indonesia menegnal para misionaris dari Eropa, dari Belanda, Jerman, Itali, dll. Mereka bisa para imam / pastor yang melayani di paroki kita, para suster atau bruder yang bekerja di sekolah atau rumah sakit. Kita mengenal mereka, mengalami betapa luar biasanya mereka bekerja. Lalu, bagaimana dengan sekarang. Ketika romo-romo atau para suster dan bruder dari Eropa itu sudah semakin habis. Ternyata ada pergeseran. Meskipun ada pergeseran, entah makna atau pelaku, namun hal…

Tempat pengungsian...

Di setiap tempat di mana saya bertugas, biasanya saya mencari satu tempat untuk saya jadikan tempat pengungsian. Tempat di mana saya bisa duduk diam berduaan dengan Sang Kekasih hati. Namun, selama saya di Hong Kong ini, saya belum menemukan tempat yang enak dan cocok sebagai tempat pengungsian. Hong Kong yang kecil dan bising, sungguh menyulitkan untuk menemukan tempat yang sungguh-sungguh hening. Kalaupun itu ada, tempatnya jauh sekali. Harus menyeberang laut. Tentu hal seperti ini tidak praktis. Tidak bisa sewaktu-waktu dikunjungi.Namun siang ini saya menemukan tempat itu. Kebetulan kami memiliki janji untuk bertemu dengan Romo Edward Khong. Seorang imam senior yang mengurusi keuangan di keuskupan Hong Kong. Kami memiliki janji untuk bertemu pada jam 11 di kantornya, di kantor keuskupan (16 Caine Road, HK, daerah mid-level). Dari berangkat dari rumah jam 9.30. Berdasar informasi dari google, kami harus oper bis dua kali. Dari Stanley naik bus nomor 6 sampai di Admiralty ganti bis n…

Journal harian

Banyak orang memiliki kebiasaan menulis buku harian. Mereka menyimpan buku tersebut dari tahun ke tahun. Banyak tokoh besar, diketahui kebesarannya karena buku harian yang mereka tulis. Saya suka menulis, tetapi menulis buku harian adalah hal yang berbeda. Ada masa di mana saya rajin menulis buku harian. Ada masa di mana saya malas melakukannya. Saat ini saya sedang memulai lagi menulis buku harian. Pada awalnya saya ingin membuat catatan harian ini di komputer, menggunakan laptop atau tablet atau hp. Tetapi ada kesadaran bahwa catatan harian tersebut, atau journal harian itu harus ditulis menggunakan buku tulis biasa, menggunakan pena biasa. Ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh komputer, yaitu mengalirkan emosi. Tulisan tangan bisa menggambarkan emosi dengan baik. Cengkeraman jari jemari pada pena, cara menekan tulisan pada kertas, atau membuat berbagai kesalahan dalam mengeja, bentuk tulisan yang tidak karu-karuan adalah gambaran jiwa saat itu. Hal tersebut tidak bisa digambark…

HOME... : Rumah yang menyembuhkan

"Another summer day Has come and gone away
In Paris and Rome But I wanna go home Mmmmmmmm
.....
Let me go home I’m just too far from where you are I wanna come home..."


...............
Beberapa hari terakhir ini, saat duduk di dalam bis, saya sering memanjakan telinga saya dengan lagu "HOME" yang dilantunkan oleh Michael Buble. Saya menyukainya. Kalian bisa mengatakan bahwa saya sedang diterpa rindu, tetapi lagu ini memberi satu pesan yang sangat dalam. Ketika melihat barisan orang mengantri untuk mendapatkan bis, atau deretan orang bergegas menuju MTR, saya hanya memiliki satu kesimpulan: mereka bergegas untuk bisa segera pulang. Ada kerut-kerut penat di dahi mereka. Sorot mata mereka juga menunjukkan lelah akibat diperas kerja sepanjang hari. Semuanya memiliki satu harapan, "PULANG" dan tiba di rumah untuk segera melepas penat dan lelah. rumah di mana tersaji cinta dan segala yang dibutuhkan untuk memulihkan tenaga yang hilang. Rumah dengan segala dayanya untuk…

Joseph

Joseph adalah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Melbourne. Saya mengenalnya beberapa tahun yang lalu. Meskipun berasal dari kota yang sama, saya tidak mengenal dia sebelumnya. Perkenalan kami dimulai saat ibunya menitipkan dia pada saya. Saya juga tidak mengenal ibunya. Teman ibunyalah yang kenal dengan saya, dan memperkenalkan dia pada saya. Singkat cerita akhirnya saya berkenalan dengan Joseph dan keluarganya.Dia lama belajar di luar negeri, bahkan sejak lulus SMP dia sudah merantau. Awalnya di Singapura dan kemudian Melbourne. Kesukaannya adalah bermain piano selain matematika dan bermain game. Sayang bahwa masa remajanya banyak diganggu sakit. Mulai dari tulang yang tumbuhnya tidak sesuai kapasitas, dll. Hal itu membuat dia kerap bertanya, "mengapa hal yang buruk kerap datang pada saya?" Saya tidak pernah menjawab pertanyaan itu. Karena saya juga tidak tahu. Saat berada di Melbourne, dia sering mengunjungi saya di Port Melbourne. Dia tahu bahwa Gereja Por…