Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2010

catatan natal

Sahabat, beli bantal di kaki lima,selamat Natal untuk kalian semua.
Ada dua catatan yang saya berikan, hmmm, kalau ntar nambah lagi juga ga papa. Sekarang saya bagikan dua catatan yang saya buat di kompasiana.
Ini pertama kali saya mencoba menggunakan tautan untuk catatan, semoga berhasil. kalau nanti gagal berarti harus menggunakan cara biasa.
Catatan pertama: Robeklah hatimu. Saya merenungkan makna kelahiran Yesus, yang mestinya lahir di dalam hati kita. Sayang bahwa hal itu kerap kali gagal, karena hati kita banyak tertutup oleh sesuatu yang tidak terlalu penting. Agar kita sungguh bisa memberi ruang bagi Yesus agar lahir di sana, maka penutup hati itu mesti kita robek. catatan lengkapnya klik saja di sini.
Catatan kedua: Suami - Istri Idaman. Saya merenungkan pesta Keluarga kudus dengan mengambil sosok Yusuf sebagai titik berefleksi. Bagaimana dia menjadi pribadi yang sungguh pantas dipilih Allah menajdi bapak angkat Yesus, karena ia sosok yang dewasa dan bisa dipercayai, karena ia mamp…

Tuhanku dicuri

Sahabat, natal tinggal seminggu lagi. Ada banyak kejadian telah kita alami. Semoga semuanya menghantar kita kepada persiapan yang hakiki dan sejati. Saya bagikan tulisan yang juga saya muat di media social kompasiana.com. Semoga membantu permenungan kita.Membaca berita mengenai hiasan pohon natal di Abu Dhabi – Uni Emirat Arab, saya menjadi sedih. Kesedihan saya ini mungkin terlalu subjektif sifatnya, tetapi penting bahwa saya masih bisa sedih. Tentu penting bagi saya sendiri dan belum tentu penting bagi orang lain.Ada beberapa alasan mengapa saya sedih. Pertama, banyak orang melakukan sesuatu tanpa memahami makna yang sebenarnya. Kedua, mereka telah membawa makna religius kedalam dunia bisnis. Ketiga, Tuhanku telah dicuri.Aksesoris vs EsensiSetiap memasuki bulan Desember, kota Melbourne mulai merawat diri dengan berbagai hiasan bernuansa natal. Berbagai hiasan dengan dominasi warna merah dan hijau mulai semarak mengepung kota. Bahkan sepanjang jalanan di CBD penuh dengan hiasan binta…

Lupa bilang small

Siang tadi saya makan di rumah makan Vietnam bersama dengan satu keluarga dari Malang, kota asal saya. Kebetulan suami istri tersebut datang mengunjungi anaknya yang sudah menetap di Melbourne. Beberapa hari yang lalu mereka mengontak untuk bertemu. Sayang waktu tidak memungkinkan, jadi baru hari ini terlaksana.Kami berlima masuk di sebuah resto Vietnam yang Pho-nya lumayan otentik. Saya bisa mengatakan demikian karena sebelumnya pernah makan bersama seorang teman yang menganalisa menu tersebut dari berbagai sisi. Tentu saja hari ini saya memesan semangkuk Pho dengan kombinasi rasa yang saya suka.O iya, ukuran menu di Melbourne, mungkin juga di seluruh Australia (saya tidak yakin), itu besar-besar. Saya membutuhkan waktu delapan bulan untuk bisa menyesuaikan dengan ukuran porsinya. Kata teman-teman saya, itulah sebabnya orang sini besar-besar, karena porsi makannya besar-besar. (kemungkinan besar ini tidak benar).Ketika makanan dihidangkan saya sedikit tertegun. Dari kami berlima hany…