Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2009

MENERIMA TUHAN

“Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.” Ungkapan ini selalu kita panjatkan setiap kali mengikuti perayaan ekaristi. Sebuah ungkapan yang selalu menyadarkan betapa mulianya Tuhan dan hinanya saya.

Ungkapan ini berasal dari seorang perwira yang pembantunya sakit. Perwira tersebut begitu mengasihi pembantunya, hingga ia berusaha keras mencari pengobatan untuknya. Perwira ini bukanlah pengikut Yesus, namun ia memiliki kepercayaan yang besar akan Yesus. Ia sadar akan dirinya dan sadar siapa Yesus. Ia sadar bahwa Yesus sungguh pribadi yang agung dan dia sadar bahwa dirinya adalah pribadi yang berdosa. Iman perwira itu membuahkan hasil. Pembantunya sembuh tepat ketika Yesus mengatakannya. Bagaimana dengan kita?
Setiap kali kita mengikuti perayaan ekaristi kita senantiasa mengulang kata-kata perwira tersebut. Apakah yang kita peroleh? Apakah kita juga memperoleh kesembuhan seperti yang dialami oleh pembantu perwira itu? Jawabannya mu…

GARAM dan TERANG

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. … Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5:13-16)

Dua hal yang dinyatakan Yesus ini sungguh luar biasa. Yesus tidak mengatakan agar kita menajdi garam dan menjadi terang. Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang. Garam dan terang adalah hal yang baik, maka hal baik pulalah yang mestinya kita buat.
Menjadi garam dan terang berarti harus berani menyuarakan yang benar tatkala dunia mulai berlaku tidak benar. Ada satu kisah menarik berkaitan dengan hal ini.
Tanggal 17-22 Maret 2009, Paus Benediktus XVI melakukan kunjungan ke Afrika. Di sana beliau membuat satu pernyataan yang ‘mengguncang dunia’. Beliau mengatakan bahwa masalah AIDS di Afrika tidak bisa diselesaikan dengan uang saja atau dengan pembagian…

AIR

Air adalah bagian penting dalam hidup manusia. Ia dibutuhkan, namun kerap pula membawa petaka. Tidak perlu disebutkan betapa pentingnya air bagi manusia. Sebaliknya beberapa data bisa kita ungkap untuk mengingat betapa berbahayanya air.

Ada kisah legendaries mengenai air, yaitu air bah Nuh. Dikisahkan seluruh bumi tenggelam oleh air bah itu. Air bah sebagai sebuah hukuman atas kedosaan umat manusia. Ada juga kisah air yang melegenda, meski bukan malapetaka, yaitu air laut yang ‘dibelah’ oleh Musa.
Pengalaman hidup kita di Indonesia air dan banjir sepertinya bukan hal yang asing. Setiap musim hujan tiba Jakarta senantiasa mengalami banjir, bahkan ada banjir lima tahunan. Peristiwa memilukan Desember 2004 tidak akan terlupakan, tsunami di tanah rencong. Semua kejadian itu mengingatkan kita untuk berefleksi atas setiap musibah yang terjadi. Kemarin kita dikejutkan dengan jebolnya tanggul Situ Gintung. Apa yang mesti kita refleksikan.
Refleksi bukan untuk mencari siapa yang salah, namun bel…

TAWA dan SEDIH 2 (Timbul)

Hari ini telah berpulang seorang penghibur sejati. Tetap menghibur meski hati sedih. Sedih karena belitan persoalan hidup dan kemiskinan. Penghibur sejati yang hidup dari dan untuk kesenian tradisional.

Lahir dari keluarga seniman, berjuang meneruskan kesenimanan dari orangtuanya. Mendirikan grup ketoprak/wayang orang, bubar karena bangkrut, ditinggal istri karena jatuh miskin, bangkit lagi, melamar kerja di tempat orang, adalah bagian dari perjalanan hidup Timbul.
Pernah begitu tenar di tanah air ketika mementaskan ketoprak humor di RCTI. Dua kali memperoleh Panasonik Awards untuk kesenian tradisional. Sepi job, kembali dalam kesederhanaan, didera sakit diabetes, diikuti stroke, adalah episode terakhir hidup Timbul. Akhirnya ia kembali menghadap Sang Khalik.
Timbul adalah sosok yang sederhana. Hidup apa adanya dengan filosofi nrimo, menerima apa adanya yang diberikan Yang Kuasa. Konsekuensi sebagai penghibur/pelawak, mesti bisa membuat orang lain tertawa meski hati sedang menangis. Mele…

TAWA dan SEDIH

Saya memiliki banyak pengalaman bahwa tawa itu bisa menimbulkan kesedihan. Maka ada ungkapan tertawa di atas kesedihan orang lain. Tetapi saya sedikit memiliki kpengalaman kesedihan yang menimbulkan tawa.

Beberapa minggu yang lalu saya serasa ditampar anak-anak. Namanya Serafina Ophelia. Tamparan itu berupa puisi yang ia ciptakan dan sekaligus tampilkan. Liriknya lucu, dibawakan dengan lucu sehingga membuat kami tertawa. Namun di balik tawa kami, ada ‘tusukan’ yang menghunjam hati.
Panitia sengaja memberi kriteria puisi yang dibuat harus lucu dan menimbulkan tawa. Puisi yang berhasil ‘menampar’ muka banyak orang, terutama ibu-ibu, karena judulnya ibu dan facebook. Berikut adalah link dan lirik puisi tersebut.
http://www.youtube.com/watch?v=YiuRsBwbBNA
Ibu dan Facebook
Ibu
Facebook
Hubungannya erat sekali
Setiap hari, sehabis mandi,
selesai makan, sehabis apa pun.
Dalam hatiku aku berpikir
Mau kemana gerangankah ia, … Notebook!
Tetapi apa yang selalu ia lihat di notebook,… Facebook!
Setiap hari ta…

SEPI = NYEPI

Hari ini saudara-saudaraku umat Hindhu merayakan Nyepi.
Aku tidak tahu banyak tentang Nyepi, tahuku Nyepi berarti sepi. Sepi bukan sekadar berhentinya aktivitas yang menimbulkan banyak suara, sepi bukan berarti matinya kebisingan. Sepi adalah sendiri, sendiri di hadapan Yang Ilahi.

Sepi sejati bukan sekadar mematikan segala suara yang mampir di gendang telinga, tetapi mengistirahatkan budi untuk berhenti mencari. Menepikan hati untuk sejenak ‘mati’. Sepi sejati berarti mendiamkan seluruh diri (tubuh, jiwa, dan roh – menurut st. Paulus). Semuanya diam, duduk, sujud tepekur di hadapan Pribadi Ilahi.
Sepi berarti memberi kesempatan bagi yang Ilahi untuk menguasai segenap diri. Melepaskan segala nafsu dan angkara jiwa. Meluluskan segenap hasrat jiwa untuk semedi. Sepi diri berarti sepinya hati.
Tulisan inipun sudah mengurangi sepi itu. Karena budi mesti mencerna segala kata agar menjadi arti. Lebih baik kalau saya akhiri.
Selamat sendiri di hadapan Yang Ilahi. Tuhan memberkati.
salam


KASIH

Suatu hari seorang teman datang dan ngomel-ngomel.
“Katanya Allah itu begitu mencintai kita, bahkan sampai rela mengorbankan AnakNya yang tunggak buat kita. Tapi kok dunia kacau-kacau saja. Kok kayaknya ga ada perubahan, kejahatan masih merajalela, kemiskinan masih banyak, orang susah bejibun, dll,dll,dll.”

Saya termenung dan tidak bisa menanggapi. Apalagi dia emosional banget. Setelah yakin dia bisa menguasai diri baru saya berkomentar.
“Lho kamu udah baca kelanjutan teksnya belum? Khan di sana dikatakan ‘barang siapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa’.”
Saya berhenti sejenak buat narik nafas, juga buat melihat ekspresinya. Setelah yakin dia mendengarkan dan menunggu kelanjutannya, saya pun melanjutkan.
“Percaya itu dimulai dengan membalas cinta-Nya. Khan percuma saja Allah mencintai kita kalau tidak kita balas. Bertepuk sebelah tangan dong.”
“Kalau aku sudah membalas cinta-Nya, terus dunia masih kacau bagaimana?” selanya.
“Emang seberapa besar kita sudah membalas cinta-Nya? Seberapa kua…

PERSEMBAHAN HATI

Dua orang datang ke rumah Tuhan.
Yang seorang membawa sekeranjang kebaikan.
Ia keluarkan satu persatu kebaikannya dan diberikan kepada Tuhan.

“Tuhan ini semua adalah hasil kebaikanku. Selama hidup aku tidak pernah berbuat salah dan dosa. Aku tidak menggunakan lidahku untuk berbohong, aku tidak menggunakan tanganku untuk mencuri, aku tidak menggunakan mataku untuk mengintip yang tidak baik. Bahkan aku berpuasa 2 kali seminggu agar batinku murni. Aku berbeda dengan orang lain yang suka bicara kotor, suka mencuri, suka memfitnah, selingkuh, dll…dll..dll. Pokoknya Tuhan, inilah persembahan hatiku yang paling baik.
Kemudian yang seorang datang membawa satu bungkusan kecil, kotor, kumal, kucel, dan bau. Ia mengeluarkan satu persatu persemhana kotornya.
“Tuhan ini semua adalah hasil kejelekanku. Mulutku penuh dengan kata-kata kotor, mataku suka melihat hal-hal yang ditutupi, tanganku suka jahil, otakku mesum. Tuhan inilah diriku yang sebenarnya, tidak ada yang baik dalam diriku, tidak pantas ak…

HARAPAN

Pagi ini saya ‘bertemu’ dengan dua tokoh besar dalam hidup beriman, Abraham dan Yusuf.
Abraham menjadi besar karena imannya kepada Allah yang luar biasa. Ia diberi gelar bapa orang beriman. Peristiwa yang menggetarkan hati adalah tatkala ia diminta Allah mengurbankan anaknya yang tunggal. Ia melakukan semua yang dikehendaki Allah. Meski binggung dan sedih ia jalani seluruh perintah Allah.

Apa yang membuatnya mampu melakukan itu? Harapan. Abraham memiliki harapan bahwa Allah memiliki rencana besar yang tidak ia pahami. Allah memiliki cara tersendiri untuk memenuhi janji-Nya. Seperti kita ketahui Allah menjanjikan keturunan yang besar kepada Abraham. Kenyataannya sekarang, anaknya yang tunggal mesti ia kurbankan.
Seperti dikatakan Paulus. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Yusuf, tokoh kedua yang ‘kutemui’ hari …

Kristen – Katolik

Tulisan singkat ini special buat NIA. Sengaja singkat agar ada kesempatan untuk belajar banyak, mengenai hal ini.
Secara sederhana pertanyaan NIA mencakup 2 hal. Pertama apakah perbedaan Kristen Protestas dengan Katolik. Kedua, mengapa mesti ada banyak Kristen kalau yang disembah sama.

Saya hendak menjawab pertanyaan kedua terlebih dahulu. Pertanyaan itu bisa diluaskan lagi, ‘mengapa ada banyak agama jika semua agama itu percaya akan Allh yang esa’. Jika agama-agama menyakini bahwa hanya ada satu Allah, maka semua agama mestinya menyembah Allah yang sama. Entah apa agamanaya, Islam, Yahudi, Kristen, Katolik, Budha, Hindhu, Tao, Konghucu, dll, mestinya mempunyai Allah yang sama. Jika demikian mengapa mesti ada banyak agama?
Agama terbentuk karena pengalaman iman. Sebuah pengalaman yang diorganisasikan, ditata sesuai dnegan pengalaman masing-masing. Mengapa mesti ada banyak Kristen kalau toh sama-sama mengikuti Yesus. Hal itu sebenarnya hampir sama, artinya tidak sama persis, dengan adanya…

HAL TERPENTING

Seorang teman mengisahkan cerita ini pada saya.
Suatu hari seorang guru managemen diri datang ke kelas dengan membawa satu stoples besar dan beberapa bungkus barang. Para murid mengamati gerak-gerik gurunya dengan sedikit pertanyaan, ‘mau apakah Engkau dengan itu semua?”

Sang guru kemudian menaruh stoples besar di tengah-tengah meja dan memastikan bahwa semua siswa mampu melihatnya dengan baik. Tanpa berkata apa-apa ia mengambil satu bungkusan besar yang tadi dibawa. Rupanya bungkusan itu berisi batu-batu besar. Kemudian ia memasukkan batu-batu besar itu dengan hati-hati. Sampai semua batu telah di masukkan dan memenuhi ruang stoples itu.
Kemudian ia bertanya, “apakah stoples ini sudah penuh?”
Serentak pada siswa menjawab, “penuhhhhhh!”
Tanpa menjawab guru muda itu membuka satu bungkusan lagi. Rupanya berisi kerikil-kerikil kecil. Tanpa berkomentar ia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam stoples hingga habis. Lalu ia bertanya lagi kepada para siswanya, “apakah stoples ini telah penuh?”

GAIRAH

Apakah yang membuatmu bergairah? ups salah.
Apakah yang paling membuat gairahmu bangkit? oww keliru.
Apakah yang membuat gairahmu hidup? eeeeee kurang pas kayaknya.
Apakah yang membuat hidupmu bergairah? nahhh, ini baru pas.

Apakah yang membuat hidupmu bergairah hari ini? Apakah kekalahan MU membuat hari minggumu layu? Apakah kemenangan AC Milan meletupkan semangat hidupmu? Apakah helai-helai rambutmu yang berguguran meresahkan hatimu? Apakah Sengat mentari yang melegamkan kulit menyesakkan hatimu? Apakah jerawat yang mampir di ujung hidung mengelisahkan jiwamu? Apakah ....... apakah........ dan masih banyak apakah yang lain yang bisa ditambahkan.

Kembali lagi, apakah yang membuat hidupmu bergairah?
Apakah kemenangan tim idola atau mendapat kiriman makanan;
Apakah kulit dan wajah putih bersih tanpa jerawat atau rambut lebat yang membuat hidupmu bergairah?

Ternyata tidak.
Hari ini begitu menggairahkan karena hari ini adalah hadiah dari-Nya.
Hari ini spesial diberikan kepadaku, juga kepadamu. Itu…

BERDOA BERSAMA

Bacaan hari Rabu 27 Mei 2009
Kis 20:28-38
Yoh 17:11b-19

...(11b)Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (12) Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. ...

BERDOA BERSAMA

Pada awal tahun ini saya mengadakan perjalanan ke Kalimantan. Banyak kota yang saya kunjungi, namun kisah yang saya ceritakan ini terjadi di kota Balikpapan, kota terakhir dalam perjalanan saya ke Kalimantan. Di sana saya akan menginap di rumah sebuah keluarga yang belum saya kenal sebelumnya.
Saya tiba di Balikpapan jam 6 pagi, setelah semalaman terguncang-guncang dalam travel dari kota Sangata. Ibu Surikno atau Ibu Ida, nama ibu itu, telah menunggu saya di depan …