Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Lebih DEKAT lebih HANGAT

Lai la wai... lai la wai....
Lai la wai... lai la wai....

Teriakan itu biasa terdengar di pasar-pasar di Hong Kong. Biasanya yang paling kencang suaranya adalah para penjual ikan. Terkadang juga penjual buah dan sayur kalau hari sudah menjelang sore dan pasar sudah harus ditutup. Karena ikan, sayur, dan buah tidak bagus kalau tidak segar. Maka para penjual itu berteriak-teriak menjajakan jualannya agar pembeli mendekat dan memborong.

Terikan itu kalau diterjemahkan sederhana artinya, "datanglah... datanglah...., mendekatlah... medekatlah..."

Lebih dekat lebih hangat...
Seorang penjual menghapakan pembeli datang, mendekat dan merapat ke lapak dagangannya. Kalau pembeli sudah mendekat dan rapat, mereka bisa mengenal lebih dekat aneka dagangan yang ada di sana. Sebaliknya juga kalau pembeli sudah dekat,penjual bisa lebih mudah melancarkan jurus rayuannya.
Soal mendekat dan menjadi lebih hangat ini bisa juga terjadi dalam banyak aspek kehidupan. Ambillah contoh dokter dan pasien. …

Tak Kenal, maka Tak Sayang...

Ini pepatah kuno yang kerap diucapkan dalam sebuah pertemuan. Apalagi kalau pertemuan itu melibatkan orang dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda. Pemandu acara akan mengajak para peserta untuk bekenalan, setelah berkenalan diharapkan ada jalinan pertemanan yang baik. Siapa tahu ada yang saling sayang dan melangkah ke jenjang yang lebih dalam lagi, siapa tahu!
Dan urusan kenal serta sayang ini menyasar berbagai lini kehidupan, bahkan bukan soal dua atau tiga insan manusia. Misalnya soal bercocok tanam. Seseorang tidak akan menyukai bercocok tanam kalau dia tidak pernah berkenalan dengan tanaman, dengan bebungaan, dengan tanah dan dengan keindahan. Kecintaan akan cocok tanam juga bisa timbul karena alasan yang sangat manusiawi. Misalnya kawan saya, dia suka bercocok tanam karena gadis incarannya suka berkebun. Alasannya simpel saja. Dia mulai bercocok tanam, mulai mengenal jenis tanaman, bebungaan, dll. Tujuannya sederhana, agar nanti kalau pas ngobrol berdua bisa nyam…

Friday the 13th

Hari ini Jumat, katanya sih Jumat keramat, karena tanggalnya adalah tanggal 13. Ingat dulu sewaktu kecil ada film horror di TV, selalu berkisah mengenai hari Jumat di tanggal 13. Apa iya begitu keramat dan horror? keramatnya mengenai apa? horrornya mengenai apa juga? sampai kini kerapkali saya nggak mengerti. atau karena hidup saya sudah penuh dengan horror, maka tidak membutuhkan horror yang lain yang datang dari luar.

Kemarin tanggalnya 12. (ya jelas dongggg.... hari ini 13 kemarin 12 dan besok adalah 14. anak kecilpun tahu!!! Dasar kurang kerjaan). Oke, bukan soal itu yang hendak saya sampaikan. Kemarin tanggal 12 di bulan Mei, tepatnya 11 tahun yang lalu, di sebuah kota kecil di bagian timur pulau Jawa di Nusantara Indonesia (jiah panjang amat pengantarnya)  tersebutlah empat pemuda gagah perkasa (hmmm... mulai puji diri sendiri gagah perkasa!)  melangkah tenanag dengan hati berdegapdegup, sepatu fantofel hitam (yang baru kena semir beberapa jam yang lalu),  rambut sedikit gondro…

Numpang LEWAT

Catatan ini bercerita mengenai kebiasaan saya numpang lewat, potong kompas mencari jalan pintas yang mudah dan menyenangkan. Anda bisa berpikir positif juga negatif mengenai kebiasaan ini. Tapi daripada bingung, mendingan saya beri contoh kasus saja.
Dulu, dulu sekali saya pernah tinggal selama 3 tahun kurang 10 hari di kota Melbourne, Australia. Status saya waktu itu buruh migran yang melayani para migran dari Indonesia. Mereka, hampir semuanya migran profesional. Pindah ke sana untuk belajar atau memang mencari kehidupan yang lebih baik. Entah ekonomi yang lebih baik atau suasana batin yang lebih baik. Saya melayani komunitas tersebut sebagai chaplain.
Selama keluyuran di kota tersebut hampir tiga tahun lamanya, ada kebiasaan yang kalau mengingatnya saya merasa sedikit geli. Yaitu kebiasaan mencari jalan pintas tadi. Aduh, kok malah mbulet nggak jelas jalan pintas apa yang dimaksud? Misalnya sewaktu saya jalan-jalan di CBD, saya suka keluar masuk toko yang sambung menyambung menjad…