Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Melbourne di waktu malam

Malam hari memiliki pesonanya sendiri.
Berbekal tiket kereta dan tram berlaku seharian, saya berkeliling kota, mulai senja hingga malam.
Ada 3 objek yang aku ambil gambarnya.
1. Stasiun kereta api Flinders, berada di pojokan jalan Flinders dan Swanston. stasiun ini unik, unsur tuanya nampak banget, berada di antara gedung-gedung modern di kota ini. Saya mengambil gambarnya dari halaman Katedral Anglikan St. Paul.


2. Jalanan Swanston di atas jembatan samping Stasiun Flinders. Lalu lalangnya Trams dan orang berjalan, membentu bercak-bercak [ada foto.


3. gedung=gedung menjulang di Crown, jembatan Yarra, diambil dari atas jembatan Flinders.




Think Global Shop Local

Slogan di atas sempat membuat saya bingung. Karena slogan yang biasa saya baca adalah think global act local. Lha ini yang local shop, bukan act. Memang dunia bisnis itu bisa-bisa saja, pikirku.
Karena setiap kali bepergian selalu melewati spanduk dengan slogan think global shop local, mau tidak mau pikiran saya juga terpengaruh. Setelah memahami saya menjadi tertawa geli. Inilah orang-orang yang cinta mati produk sendiri.

Meski sedikit, biasa-biasa saja, tetapi buatan sendiri, milik sendiri. Bangga menjadi diri sendiri, itu intinya. Saya belum lama tinggal di negeri orang, dan semakin menyadari betapa kayanya bangsa kita itu. Mulai dari makanan hingga pemikiran, dari karya seni hingga pola pengungkapan diri.
Dunia kita dipenuhi dengan sajian ayam cap Amerika, entah dari California atau dari Kentucky, tetapi lihatlah aneka makanan dari ayam di negeri kita. Amat sangat banyak ragamnya, rasanya, penyajiannya, dan kualitasnya sangat bagus. Sayang bahwa banyak dari kita lebih bangga kalau ma…

Silence is (truly) golden

Saya baca judul ini pada sebuah tabloid perjalanan, Escape. Biasanya tabloid itu berisi informasi seputar tempat rekreasi/wisata dan berbagai akomodasinya. Bagi saya menarik ketika tabloid ini menawarkan satu alternative wisata, yaitu wisata keheningan. Keluar dari segala rutinitas dan masuk ke dunia hening untuk sungguh-sungguh menyegarkan pikiran dan hati yang sedang panas.
Bagi sebagian orang masuk ke dalam keheningan itu menakutkan. Banyak orang menjadi gelisah dan tidak yakin dengan dirinya sendiri ketika dirinya hening. Maka mereka membutuhkan teman agar tidak sendiri dan hening. Mereka membutuhkan teman yang berupa suara agar tidak menjadi takut. Teman itu bisa berupa music yang langsung menempel di telinga. Akibatnya jelas, mereka tidak membutuhkan teman yang lain.

Di bis kota, tram, train, di trotoar-trotoar, banyak orang telinganya dihiasi benda-benada yang menutup gendang. Bahkan ketika mereka bercakap-cakap dengan sesamanya, tidak jarang telinga mereka masih tertutup ‘speak…

Keluarga Kudus itu…..

Seperti apa ya keluarga kudus itu? Hmmm, karena saya tidak berkeluarga tetapi berasal dari sebuah keluarga, dan kerap berjumpa dengan banyak keluarga, maka inilah keluarga kudus menurut saya.
Pertama, yang membuat anak-anak yang tumbuh di sana mengerti arti dicintai. Dicintai ini sama sekali tidak sama dengan dibanjiri materi. Dicintai ini juga tidak sama dengan minta apa saja dipenuhi. Dicintai itu sama dengan diberi hati.
Seorang anak tidak akan melupakan saat digendong orangtuanya, saat diajak bermain dan bercanda di waktu senggangnya. Seorang anak tidak akan pernah melupakan saat dipanggul ayahnya di atas bahunya, diajak berlari seolah menguasai dunia. Pelukan, dekapan, gendingan, pangkuan, jauh lebih berarti dari boneka dan mobil-mobilan.
HaPe baru hadiah dari luar negri menyenangkan hati. Namun akan segera tak berarti ketika modelnya berganti. Senyum cerah di awal hari, akan memebri semangat untuk melalui perjuangan sepanjang hari.

Dicintai itu berarti dihargai, dianggap istimewa, …

Senja di Point Cook

Point Cook itu berada di daerah Melbourne bagian barat. Daerah baru yang mulai dikembangkan. Jika di tempuh dengan kendaraan pribadi memakan waktu 20 menit dari kota.
Beberapa hari yang lalu, dalam rangka mempersiapkan Natal, saya berkunjung ke sana.
Di wilayah Point Cook ada banyak keluarga Katolik. Rata-rata mereka keluarga muda, baru menikah, anak baru satu, dst.
Acara sore itu berlangsung seru, dan berakhir jam 9-an malam. Keluar dari ruang pertemuan langit masih menyisakan temaram merah di ujung barat. Kebetulan saya membawa kamera maka saya abadikan moment tersebut.



Selamat Ulang Tahun Yesusku

Happy Birthday Jesus
I'm so glad it’s Christmas
All the Tinsel and Lights
and the Presents are Nice
but the Real Gift Is You.

Happy Birthday Jesus
I'm So Glad Its Christmas
All the Carols and Bells
Make the Holiday Swell
and it's all About You
Happy Birthday Jesus
Jesus I Love You!

Lagu yang manis ini dinyanyikan oleh Avery Winter. Dengan suara kekanakannya yang indah diiringi piano dan paduan suara, gemanya terasa bergetar di dalam dada.
Selamat ulang tahun Yesus. Saya sungguh bergembira pada hari kelahiranMu ini, akan semua hiasan dan lampu-lampu indah dan akan semua hadiah yang istimewa, tetapi ahdiah sesungguhnya adalah DIRIMU.
Selamat ulang tahun Yesus. Saya sungguh bergembira pada hari kelahiranMU ini. Semua nada-nada indah yang dialunkan, juga liburan yang istimewa ini, semuanya tentang KAMU. Selamat ulang tahun Yesus. Yesus aku cinta padaMU.
Lagu ini sederhana, namun membuka mata hati yang selama ini buta. Setiap tahun merayakan Natal,setiap kali sibuk dengan berbagai acara dan …

Surat buat Tuhan

Apakah Anda pernah berkirim surat kepada Tuhan? Ini pertanyaan serius! Pernahkah Anda menulis surat dan mengirimkan surat itu kepada Tuhan?
Mungkin Anda akan menjawab, ‘gimana caranya?’. Lha wong Tuhan ga memiliki alamat? Khan kasihan tukang posnya, masakan ia mesti ke surge untuk memberikan surat itu?
Atau Anda akan menjawab dengan sangat saleh, ‘ya setiap hari saya berkirim surat pada Tuhan, setiap hari saya berbicara denganNya dalam doa-doa’. Jawaban yang sangat saleh. Saya tidak berani menyalahkannya.
Kisah ini sungguh terjadi. Setiap tahun, kantor pos Israel menerima lebihd ari 1000 surat yang ditujukan kepada Tuhan. Mereka sampai membuka dicisi khusus, yang bertugas menyortir surat-surat kepda Tuhan itu dan ditaruh dalam ‘bagian suci’.

Rupanya mereka menganggap serius surat-surat itu. Mereka tidak menganggapnya sebagai lelucon. Sebagai bentuk penghargaan kepada pengirim surat, pemerintah Israel mengadakan satu upacara di mana surat-surat yang terkumpul sungguh ‘dikirim’ kepada Tuhan…

Luka itu obat (juga)

Pagi ini udara begitu enak, tidak begitu panas, angin mengayun pelan, sehingga tusukannya di kulit tidak terasa. Sangat pas untuk berlari pagi di tepian pantai. Selesai menyantap roti sebagai menu makan pagi, saya memantapkan hati untuk olah raga yang sudah tidak begitu pagi. Toh saya mempersembahkan misa sore hari, kata hati kecil saya memberi dukungan.
Biasanya dari Gereja Port Melbourne saya mengambil jalur ke kiri, arah St. Kilda, namun kali ini saya ingin menyusuri tepian pantai sisi kanan. Berjalan dan berlari di tepian air di sisi kiri dengan diteduhi bayangan apartemen yang menjulang di sisi kanan membuat hati ini terasa riang.

Rupanya yang berminat berolahraga di hari ini sangat banyak. Mereka yang bersepeda, sekadar jalan-jalan atau lari pagi banyak memadati area yang sudah disiapkan untuk mereka. Di antara pemandangan yang biasa itu, artinya orang-orang yang berolahraga, saya melihat ada yang tidak biasa. Seorang suami sibuk dengan istrinya yang duduk di kursi roda. Biasany…

Gairah

Apakah yang membuatmu bergairah? ups salah.
Apakah yang paling membuat gairahmu bangkit? oww keliru.
Apakah yang membuat gairahmu hidup? eeeeee kurang pas kayaknya.
Apakah yang membuat hidupmu bergairah? nahhh, ini baru pas.

Apakah yang membuat hidupmu bergairah hari ini? Apakah libur akhir tahun menyalakan semangat hidupmu? Apakah banyaknya undangan untuk BBQ-an menambah semangat hidupmu? Apakah banyaknya tawaran Christmas Party membuat hidupmu terasa lebih hidup? Apakah boxing day yang sudah dekat membuat hasratmu menggebu-gebu?


Juga sebaliknya. Apakah tipisnya uang di kantong melesukan hatimu? Apakah padatnya pekerjaan menyusahkan hatimu? Apakah gagal ujian mematikan gairah hidupmu? Apakah putus dengan pacar meredakan gejolak dalam hatimu?

Juga hal-hal kecil seperti: jerawat yang mampir di ujung hidung memudarkan gairah hidupmu? Apakah helai-helai rambutmu yang berguguran meresahkan hatimu? Apakah udara yang berubah-ubah semaunya menyesakkan hatimu? Apakah ... apakah... dan masih bany…

Who I am?

What would you explain to someone who asks, who are you? Often we hear answers like this:
I am a businessman, I am an accountant, I am a trader, I am a mathematics teacher, I am a singer, I'm an unemployed, etc..
Do we know of that identity? That is something we do every day, our job. Eg Pak Umar, because every day he's dealing with the satay, then he was asked 'who are you', he would answer satay seller. Then he'd nicknamed 'Umar Sate. This was to distinguish with Umar Barber, for his work as a barber hair.
Someone will be known by their doing. In fact, the identity of a person will together with his work.

This is actually very vulnerable and dangerous, because we could lose our jobs any time. Very scary if we are unified identity with our work, because if we lose our jobs, our identity will lose too.
There are several options to do so is not easy to lose our identity. If we want to be recognized for what we do, then choose something that will not be lost. That is…

Menjadi Tua

Siang tadi saya ikut pertemuan lansia. Berhubung ini pertemuan perdana, maka saya sekalian mempersembahkan misa. Saya selalu senang jika bertemu dengan orang-orang senior ini. Apalagi mereka mau bersama-sama menyempatkan diri di siang hari untuk berdoa bersama.
Para seniores ini adalah orang-orang Indonesia yang telah cukup lama tinggal di Melbourne. Sekarang mereka tidak lagi diikat oleh pekerjaan tetap. Di antara mereka yang paling senior berusia 91 tahun dan istrinya yang tadi berulang tahun berusia 85 tahun. Cukup mengharukan, karena membuat hati ini ngiri, “bisa nggak ya mencapai usia segitu?” (Ah, itu khan urusan Tuhan).

Di tangah suasana itu saya teringat cerita teman saya yang baru saja berkunjung ke sebuah panti jompo. Ini yang hendak saya bagikan kepada Anda.
Teman saya ini memiliki kebiasaan berkunjung ke rumah jompo bersama kelompoknya. Hari itu ia sekali lagi melakukan hal yang sama. Seperti biasa mereka ngobrol, bersenda gurau dengan orang-orang tua itu, sedikit berbagi keg…

Heaven is Mother

Where is heaven? This question is often raised by most people who seek the meaning of life. Some say heaven is located with the phrase “Heaven is on the bottom of mother's foot”. There was a point when people say so. Let us see the truth of this phrase.

A mother only has 2 hands, just like a man, but able to do many things. Her hands seemed versatile. Able to give food, can take care many children, and above all, from them came a warm embrace, which relieve all the pain and distress.
A mother has a smooth skin and soft body. But never underestimate its power. She was awake when the others were still asleep, and she was still awake when the others were already asleep. Its softness can unravel many cases and release conflicts.

A mother has the special tears. She will melt seeing her children succeed. She would weep seeing them slumped. Her tears represent the strength and happiness. Untold tears came out when she gave birth, not tears of sadness but happiness.

A mother is heaven, no…

Dua Ibu

Ketika sedang menulis renungan ini, pikiran saya dipenuhi bayangan mengenai sosok dua ibu. Ibu Prita Mulyasari dan Ibu dari kota Siro Fenisia. Mungkin saat Anda membaca renunagn ini, peristiwa itu sudah banyak dilupakan orang. Baiklah jika saya menuliskan secara singkat peristiwa yang terjadi agar Anda memahami kegelisahan saya.
Ibu Prita dituntut ke pengadilan karena pernah mengelu kepada beberapa temannya melalui email karena perlakuan yang ia terima dari sebuah rumah sakit. Ada temannya yang menyebarkan emailnya itu di milist-milist. Akhirnya pihak rumah sakit merasa nama baiknya dicemarkan, dokter yang menangani Prita waktu itu juga merasa dicemarkan. Mereka lapor polisi dan menuntut prita di pengadilan.

Akhirnya pengadilan menjatuhkan hukuman kepada Prita. Ia mesti membayar denda sebesar 204 juta rupiah. Jumlah itu sangat besar untuk ukuran keluarga Prita, tetapi itu jauh lebih kecil dari pada tuntutan semua yang sebesar 300 milyar rupiah. Sebuah keputusan yang bagi saya sangat me…

SALE's time.

Today is exactly 10 days I lived in Melbourne. 19 November at 08.35 according the local time I landed at Melbourne airport after 7hours flight from Jakarta. Exit from the airport I was greeted by a warm air, no different weather in Jakarta. According to a family who picked me up, the air was warmer than it should. From the airport we went straight to the city.
Apparently the airport to the city is close enough. Because I like to see the new, then my head all the way left and right continue to look to see beautiful old buildings adjoining the new building with modern style. We plan to look for breakfast, but no shops are open, the average open until 11:00. Finally we decided to eat Turkish kebab stalls. As an immigrant I tried a small portion, which was big enough, especially if the normal portion.

Portions of food here really surprised me. Fortunately a friend in Sydney had warned, "Mo, get ready to eat with a portion of 'giant' ". First I thought hell is giant port…

KIAMAT

Sesuatu yang agak menakutkan bagi sebagian orang, yaitu datangnya akhir zaman atau kiamat.
Mengapa mesti takut, dan kalau harus takut, apa sebenarnya yang menjadi sumber ketakutan itu?
Sebenarnya, apakah yang terjadi saat akhir zaman atau kiamat itu?
Secara sederhana bisa dijelaskan bahwa saat itu Yesus Kristus akan datang untuk mengadili seluruh manusia, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup. Dalam pengadilan itu dipisahkan antara yang memiliki kedekatan dengan Tuhan dengan yang tidak. Yang dekat dengan Tuhan diletakkan di sebelah kanan, sedangkan yang jauh dari Tuhan diletakkan di sebelah kiri.
Orang biasa menyebut bagian sebelah kanan itu surga dan sebelah kiri itu neraka.
Apakah artinya surga dan neraka itu sendiri?

Surga pertama-tama bukanlah sebuah tempat fisik di mana manusia akan dikumpulan bersama-sama. Surga lebih berupa keadaan manusia dekat (ada bersama) Tuhan. Sedangkan neraka berarti keadaan terpisah dari Tuhan.
Dekat atau ada bersama dengan Tuhan dijalin sejak kita…

Dua janda

Hari ini ada kisah mengenai dua janda. Janda pertama memiliki seorang anak (gadis). Janda yang lain tidak diketahui dengan jelas situasinya, yang jelas janda.
Janda pertama kita sebut saja Janda Sarfat. Artinya janda dari kampong Sarfat. Apakah di sana hanya ada seorang janda atau lebih tidak penting. Dia tinggal bersama anak perempuannya. Waktu itu hidup sangat sulit, akibat perbuatan Elia.
Hanya untuk diketahui, Elia adalah seorang nabi utusan Allah. Dalam salah satu tugasnya ia pernah berselisih dengan raja Ahab dan istrinya Izebel. Waktu itu Elia berdoa kepada Tuhan supya hujan tidak turun, dan kekeringan pun terjadi.

Kekeringan itu sungguh menyengsarakan semua masyarakat, termasuk Elia sendiri. Atas perkenanan Allah, Elia ‘disembunyikan’ di tepi sungai Kerit. Tatkala sungai pun nyaris kering, Elia ‘dititipkan’ kepda seorang janda miskin di Sarfat.
Janda itu sungguh miskin. Ia tinggal memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak untuk mengolahnya menjadi roti. Itu persediaan makanan …

Biasa Saja

“Come and see! ............ You will see much greater things than this!” (Yohanes 1: 47. 50c)
Sesuatu yang hebat dan besar senantiasa membanggakan. Senang rasanya kalau memiliki kesempatan melihat sesuatu yang besar dan hebat, apalagi jika memiliki kesempatan untuk melihat sesuatu yang lebih hebat dari pada itu.
Kebanyakan orang tidak mau melewatkan peristiwa-peristiwa yang hebat. Peristiwa penggerebekan anggota teroris begitu menyedot perhatian banyak orang. Pertandingan final sepak bola piala dunia menyedot animo penonton yang sangat besar.
Hal itu terjadi karena peristiwa itu hebat dan besar. Akan tercatat dalam dokumen sejarah sebagai peristiwa yang akan dikenang sepanjang masa. Tiap orang ingin ambil bagian dalam peristiwa yang hebat itu, dan berharap bisa melihat sesuatu yang lebih hebat dari itu.

Ikut ambil bagian dalam peristiwa hebat akan menaikkan popularitas, akan dianggap sebagai orang penting dan pelaku sejarah. Bartolomeus adalah bagian dari orang-orang seperti itu. “Apakah …

Sabar

Banyak orang mengira sabar itu berarti tidak gampang marah. Orang sabar berarti orang yang tidak gampang marah. Sabar kerap kali diartikan dengan orang yang pembawaannya lembut, suaranya halus, tidak suka teriak-teriak, murah senyum, dll.
Tentu itu tidak keliru, namun tidak seutuhnya benar. Dalam Bahasa Ibrani, kata saabar berarti memiliki harapan. Artinya kata sabar digunakan untuk menggambarkan orang yang memiliki pengharapan atau harapan. Maka kalau kita menyebut Si A atau Si B sebagai orang sabar, artinya orang yang memiliki harapan.

Ketika kesusahan menimpa, derita tak kunjung pergi bahkan terus-menerus datang, kerap orang menghibur kita dengan kata sabar. Tentu kata sabar itu bukan berarti untuk diam saja, bukan untuk tidak melawan atau membalas, tetapi untuk tetap memiliki harapan bahwa sesuatu yang baik akan muncul.
Menjadi orang yang sabar itu penting. Pertama-tama bukan soal tidak gampang marah, tetapi memiliki pengharapan. Bagus juga jika memiliki pengharapan disertai sikap y…

Pesan kepada teroris.

Kepada segenap teroris yang mengatasnamakan Tuhan dalam tindakannya.
Tuhan tidak pernah haus darah yang merelakan banyak tertumpah darah.
Tuhan selamanya Mahakasih, yang lemah lembut dan panjang sabar.
Tuhan tidak perlu kau bela dengan menumpahkan darah.
Darahmu, atau darah teman-temanku.
Hari ini, ketika kamu dikepung dan diberondong peluru,
Adalah tanda bahwa tindakanmu tidak pernah terpuji.
Kau cuci otak orang-orang sederhana, kau jadikan robot-robot tak berperasa
Yang rela mati demi ambisimu semata.


Puaskah kau melihat temanmu mati dan banyak yang lain juga mati?
Puaskah kau melihat bayak insane terluka dan kehilangan hamper seluruh kehidupannya?
Atau memang itukah yang dituntut oleh tuhanmu?
Seperti apakah tuhan yang kamu ikuti? Yang haus darah dan menuntut kurban darah?
Para teroris, bertobatlah.
Selamaya Tuhan menghendaki kita saling mengasihi.


KOALISI

Dunia politik mengenal istilah koalisi. Yaitu bersekutu dengan kelompok lain agar kelompok itu menjadi lebih besar. Dalam pemilihan presiden kali lalu, partai Demokrat, pemenang Pemilihan Legislatif, berkoalisi dengan banyak partai. Hasilnya kelompok itu menjadi sangat besar, sedangkan yang lain hanya berkoalisi dengan beberapa partai saja, hasilnya kelompoknya menjadi tidak besar.
Apakah dalam hidup beriman juga dikenal istilah koalisi. Mungkin istilah itu kurang tepat namun cukup untuk menggambarkan persekutuan. Pilihannya hanya ada dua, ikut Yesus atau tidak. Kalau kita tidak ikut kelompok Yesus maka kita akan menjadi lawan Yesus. Kalau kita ikut Yesus maka kita harus berperang melawan setan dan teman-temannya.
Tidak ada pilihan ‘ya ikut Yesus, tetapi ya ikut juga yang bukan Yesus’. Apakah praktik hidup seperti itu ada? Mestinya tidak ada, tetapi nyatanya ada. Kita lihat contoh di bawah ini.
Seseorang mengaku dirinya katolik, dan memang dia katolik. Tiap minggu pergi ke gereja. Ia jug…

mengasihi

Pemilu yang baru saja lewat menyisakan cerita-cerita yang unik. Ada suami istri berkelahi gara-gara beda pilihan. Suami memilih A sedangkan sang istri memilih B. Memang mereka telah belajar berdemokrasi dengan baik, tetapi memiliki paham yang salah. Mereka yang tidak di pihakku berarti musuhku. Jelas sebuah paham yang berbahaya dalam membangun hidup bersama.
Masyarakat selalu majemuk. Artinya ada banyak kelompok di dalamnya, ada yang merah, kuning, biru, coklat, abu-abu, dan masih banyak lagi. Tiap kelompok memiliki semangat yang berbeda-beda dan cara yang berbeda pula dalam bekerja. Maka jika terjadi anggapa bahwa mereka yang tidak satu kelompok dengan kita berarti musuh akan membahayakan kehidupan bersama.

Nasihat Yesus kepada para murid kiranya tepat sekali, “Barang siapa tidak melawan kita, ia ada dalam pihak kita.” Meski berbeda kelompok kalau tidak saling memusuhi sebenarnya mereka berada dalam pihak yang sama.
Lebih jauh lagi, Yesus mengehndaki bahwa setiap orang mengalami hidup y…

CINTA MATI

"Dia membela suami banget, saya juga bingung. Padahal dia kan lumayan cakep, kok mau sama Acong."
Komentar di atas ditujukan warga Jalan Jaya, RT 05/10 Cengkareng Barat, Jakarta Barat kepada Desi alias Retmiyanti, tetangga mereka.
Desi, sudah meninggal dan telah dimakamkan pada tanggal 30 Juni lalu. Namun cerita mengenai dirinya terus merebak di kampungnya. Mulai dari sikapnya yang sangat cinta mati terhadap suaminya, Acong, hingga kisah pilu perjalanan hidupnya dan mengenai kematiannya sendiri yang sangat tragis.

Desi sangat mencintai Acong, bahkan cinta mati. Dia rela melakukan apa saja demi Acong. Ia bekerja sebagai perempuan penghibur demi Acong, bahkan ia rela menjual bayi hasil hubungannya dengan Acong, sekali lagi semuanya demi suami sirinya tersebut.
Menurut beberapa sumber, Desi kerap mendapat perlakuan yang kasar dari suami yang sangat dicintainya itu. Tidak jarang badannya memar dan wajahnya lebam karena dipukul. Toh ia tetap membela suaminya. Benar-benar cinta mati …

PAMRIH

Setiap kali mendengar kata pamrih, pikiran saya selalu negative. Itu tidak benar. Jikalau kita melakukan sesuatu dengan dasar pamrih itu sudah tidak benar lagi.
Apakah selamanya demikian. Mungkin yang perlu diluruskan adalah niatan dasar dari setiap tindakan dan ketulusan hati dalam berbuat.
Orang tua di rumah mengajari demikian. “Kalau tidak mau dicubit janganlah mencubit orang lain”. Dasarnya sederhana, kalau kita tidak ingin disakiti oleh orang lain ya janganlah menyakiti orang lain.
Yesus berkata: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”
Apakah Yesus mengajarkan PAMRIH dari setiap perbuatan? Tentu tidak. Lantas apa maksudnya?

Setiap dari kita senantiasa mengharapkan yang baik dari orang lain. Maka marilah kita melakukan yang baik juga kepada orang lain. Kalau kita menolong SI A, tidak berarti kita mengharapkan SI A menolong kita, tetapi kita memiliki harapan bahwa suatu saat kita akan di tolong oleh orang lain.
Kal…

Menegakkan Kebenaran, (belajar dari kasus Ibu Prita)

Kebenaran akan menegakkan dirinya. Itu keyakinan saya. Meskipun terkadang mesti menghadapi karang terjal, terjangan ombak dahsyat, kebenaran tetap akan mendapatkan tempatnya.
Kasus yang menimpa Ibu Prita, seolah menjadi seperti bola salju. Pasti Ibu Prita tidak pernah menyangka curhatnya akan menjadi seperti ini. Rumah Sakit juga tidak akan menyangka bahwa reaksi publik akan sedemikian besar.
Pelajaran untuk kita semua agar lebih bijak dan mengedepankan kebenaran. Tidak perlu takut menulis, di internet atau media lain, kalau memang memiliki data dan dasar kebenaran yang kuat. Mari kita junjung dan tegakkan kebenaran.

berikut ini adalah email Ibu Prita yang mengakibatkannya berurusan dengan pihak berwajib. Mari kita baca dengan hati yang jernih. Kita jadikan bahan bertindak.
Tuhan memberkati.

PENIPUAN OMNI INTERNATIONAL HOSPITAL , ALAM SUTERA TANGERANG

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya,
terutama anak-anak, lansia dan bayi.

Bila Anda berobat, berhati-hatilah …

Hanya ada Ya.

Beberapa waktu saya menyaksikan sebuah klip mengenai cinta ayah kepada anaknya. Si anak mengalami kelainan sejak lahir. Ada bagian dari lehernya yang menghambat penyaluran oksigen ke otak, akibatnya seluruh perkembangan fisiknya terhambat. Si anak tidak bisa berjalan, bahkan badannya cenderung kaku.
Suatu saat si anak mengajak ayahnya untuk ikut lomba lari marathon bersama. Ayahnya yang sudah berusia 65 tahun dan menderita sakit lever, menjawab Ya. Hal itu telah dilakukannya sejak ia muda, sejak Rick Hoyt masih kecil. Puncaknya ketika Rick mengajak Dick untuk mengikuti kejuaraan Ironman, ketahan bagi lelaki. Renang di lautan sejauh 4 km, berlari sejauh 42 km dan berlari sejauh 180 km. Dick hanya menjawab YA.

Dick kuat karena sangat mencintai Rick. Ia tidak pernah berkata tidak, ia hanya berkata YA.
Aku membayangkan diriku sendiri seperti Rick Hoyt yang ‘terpasung’ di kursi roda dan Tuhan adalah Dick yang selalu menjawab YA atas semua permintaanku. Mungkin bedanya, aku tidak pernah mem…

Karena aku bukan kamu

Sore tadi aku bertemu dengan sahabat yang lama tidak ngobrol. Jarak dan aktivitas yang berbeda membuat komunikasi seraya berhenti. Namun persahabatan kami bukan dibentuk karena seringnya berkomunikasi.
Seperti para sahabat pada umumnya, karena lama tak berjumpa kami saling menanyakan kabar, sharing mengenai suka duka, mengenai tawa dan air mata. Diantara obrolan kami, dia mengatakan hal berikut ini:

Yah.. perjalanan berikutnya (setelah camp) membawaku pada Peace Generation yang sesungguhnya.. komunitas yang berusaha memberi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan diri... untuk tidak takut jadi berbeda (Unik!). Untuk berani mendialogkan perbedaan kita. Untuk tidak "silent for harmony" dan memendam bom waktu. Karena nyatanya, perbedaan begitu mudah memicu konflik. Apalagi kalo sudah jadi bom waktu.... ledakannya bisa gedhe banget.

Konteks pembicaraan kami memang mengenai pilihan hidup yang kerap berbeda dari anggapan khalayak. Hal ini terkadang berat sekali karena khalayak mem…

Semua ini tentang Maria

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." (Luk 1:41-45)

Semua ini tentang Maria, gadis sederhana dari desa Nasaret. Di usia muda ia telah dipilih Allah untuk mengandung Putera-Nya yang tunggal. Ia tidak memahami semua yang diakatakan malaikat kepadanya. Dalam kesederhanaannya ia hanya berujar "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Luk 1:38)
Ia yang kerap tidak mampu memahami rencana Allah yang besar hanya bisa mengerti dalam iman. Jawaban kesediaannya telah menu…

Berjaga-jaga

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.(Mat 24:42-43)

Anak laki-laki berbadan gembil itu mengusap sebuah nisan dari kayu. Sambil mengusap nisan itu, dia berujar sejumlah kalimat. Kalimat yang diucapkannya serasa mengiris hati para pelayat.
"Selamat jalan papa.... Arya pulang dulu.... Besok Arya ke sini lagi papa...," begitu ucap bocah bernama lengkap Arya Dewangga (4) di Tempat Pemakaman Umum Bahagia, Ciledug, Tangerang. (Kompas.Com, 21Mei 2009)
Arya adalah putera Danu Setiawan pilot yang menerbangkan pesawat Hercules yang mengalami kecelakaan di Magetan. Semuanya begitu cepat terjadi, tak pernah terbayangkan ia akan berpisah dengan ayahnya begitu cepat.

Kepolosan bocah berusia 4 tahun itu tentu saja mengundang haru biru para pelayat. Tak kurang ibunya, Pamela, semak…

a tribute to my siMBok

Simbok.
Pernah terharu biru hingga lesu mataku membaca kisah mengenai seorang ibu. Sebenarnya aku mau menulis tentang seorang ibu. Sayang bahwa aku tidak memiliki bayangan akan seorang ibu. Jika dipaksa membayangkan seorang ibu, yang hadir adalah ibu guru. Dan itu bukan yang kumau.
Bagiku ibu itu teramat jauh, bahkan jauh sekali. Kenanganku hanya terdampar pada sosok simbok. Kamu semua pasti kenal arti seorang simbok, pasti berkaitan dengan seorang perempuan, mengenakan jarit, dari desa, tidak berpendidikan, dll. Itu yang kumiliki. Bukan seorang ibu, tetapi seorang simbok.
Aku memeras segala ingatanku akan simbokku. Apa yang kira-kira bisa dibanggakan dari beliau. Kapan kiranya aku mendapatinya bercerita mengenai negeri seribu satu malam, kapan kiranya beliau mendendangkan lagu merdu buatku. Sayang kenangan itu tidak pernah datang. Sama sekali. Bukan karena aku kehilangan ingatan akan masa kecilku, akan masa indah dibuaian simbokku.
Beberapa hal yang kuingat dari simbokku. Tidak banyak b…

Sedih Hatiku

Sungguh sedih hatiku.
Begitu Messi melesakkan gol yang kedua bagi Barca, langsung HP aku matikan. Tidak akan tahan rasanya hati ini 'diteror' teman-teman karena tim kesayanganku kalah.
Ketika Eto'o membuat gol yang pertama aku masih bisa menerima, pertandingan masih lama. Ketika teman-teman menelfon dan kirim sms, aku masih bisa berujar, 'yang tertawa dahulu akan menagis kemudian'. Tetapi mereka tidak tertawa, mereka hanya tersenyum. Ketegaranku runtuh tatkala Messi menanduk bola umpan matang dari Xavi.
Remuk hatiku. Tak terbayangkan mendengar celoteh di meja makan yang mengatakan bahwa MU akhirnya menang....is tersedu. Tak bisa kutatap rona-rona gembira wajah mereka. Di rumah ini hanya aku sendiri pendukung MU, yang lain pembela Barca. Mereka akan bersorak senang, sedang aku tertunduk lesu.

Aku tak akan berani mengaktifkan HP, aku juga tidak akan membuka koran bagian olah raga. Di internet pun, bagian sepak bola akan aku hindari. Tak sanggup aku menahan kesedihan i…

Nilailah dengan Hati

Kalau tidak ada janji, tidak akan ada yang bisa dibuktikan.
Kalau hanya bisa membuat janji, itu politisi sejati.
Kalau bisa membuktikan apa yang pernah dijanjikan, itu pelayan sejati.
Romo Waris.

Obrolan di Atas Ojek Menuju Bantar Gebang
KOMPAS/ RIZA FATHONI
Sampah Bantar Gebang
/
MINGGU, 24 MEI 2009 | 13:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Heru Margianto

KOMPAS.com — Pagi ini, Minggu (24/5), saya urung membawa motor menuju Tempat Pembuangan Akhir Terpadu Bantar Gebang, Bekasi. Saya membayangkan, situasi acara deklarasi pasangan Megawati-Prabowo pasti sangat ramai oleh ribuan orang. Membawa motor sendiri rasanya akan menyulitkan saja.


Jadilah siang ini naik ojek. Perjalanan sekitar 15 km dari pusat Kota Bekasi ditempuh dalam waktu lebih kurang 30 menit. "Ke Bantar Gebang ya, Bang, tempat Mega-Pro," kata saya kepada tukang ojek yang mangkal di depan Metropolitan Mall, di sisi Kalimalang.
"Ooo... tampat acara deklarasi itu ya. Ayo boleh," jawab tukang ojek itu.
"Lho, kok t…

LIANA

Agustus 2001, aku pertama kenal dengan Liana. Siswi SMP di daerah Tanggul Jember. Anaknya kecil, penampilannya sederhana. Dia tinggal di asrama susteran dan rajin menjadi misdinar. Dari Romo Girin aku ketahui bahwa ia baru saja menajdi katolik.
Rumahnya sendiri di daerah Balung Jember. Sebelah selatan kota Jember, dekat dengan Ambulu dan dekat dengan Pantai Watu Ulo Jember. Dan kemudian aku ketahui bahwa sesungguhnya rumahnya di Malang. Karena kehancuran rumahtangga orangtuanya yang membuat ia terdampat di pesisir selatan Jember. Rasanya tidak perlu diceritakan di sini bagaimana keluarga itu pecah. Yang jelas, ia ikut ibunya, sedangkan kakak-kakaknya ikut ayahnya dan tetap tinggal di rumahnya di Malang.

Singkat cerita aku semakin mengenalnya. Dari pengenalan itu muncul rasa haru, kasihan, simpati dan empati. Dia sekolah SMP karena bantuan sosial di paroki. Termasuk untuk biaya asrama. Setiap bulan, kalau ia boleh pulang ke rumah, selalu diantar oleh sopir paroki. Anaknya cerdas dan kar…