Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Peringatan badai

Masih seputar badai yang melanda Hong Kong. Pemgalaman badai yang begitu besar yang terjadi pada Minggu malam, adalah yang pertama selama saya tinggal di Hong Kong. Sedangkan mengalami hail atau fenomena hujan es bukanlah yang pertama. Dulu, di tempat tugas saya yang lama, saya beberapa kali mengalami hal seperti ini. Bukan soal fenomena bencana ini yang hendak saya ceritakan, tetapi mengenai peringatannya.
Saya aplikasi HK Weather, saya selalu mendapat pemberitahuan akan adanya badai. Awalnya, saya mengunduh aplikasi ini untuk mengetahui prakiraan cuaca saja, ternyata saya mendapatkan juga pemberitahuan atau peringatan-peringatan. Belajar dari peristiwa pada akhir pekan yang lalu, peringatan-peringatan itu sangat membantu. Contohnya, pada hari Sabtu saya mendapat pemberitahuan bahwa antara pukul 10-12 pagi akan ada hujan badai dalam skala 'red'. Pada hari Minggu malam peringatan itu muncul kembali. Dan dalam selisih 30 menit peringatan itu berubah menjadi hujan badai dalam sek…

Tukang Sol Sepatu

Saya mengira bahwa di Hong Kong tidak ada tukang sol sepatu. Ternyata dugaan saya salah. Saya menjumpai ada beberapa tukang sol sepatu. Kebanyakan di area MTR station. Ada juga di pasar dan beberapa tempat lain. Yang saya lihat adalah, kebanyakan pelanggannya adalah perempuan. Mereka membawa sepatu yang 'berhak' ke sana. Ada yang patah haknya, atau lepas jahitannya. Pata tukang sol sepatu ini membuat sepatu-sepatu yang rusak menjadi 'baru' kembali. Sepatunya masih sama, tetapi menjadi nyaman kembali. Dengan ongkos yang tidak semahal jika dibandingkan membeli baru. Kemarin, saya melayani pengakuan dosa. Hampir 3 jam saya duduk mendengarkan orang-orang yang datang mengaku dosa. Setelah selesai saya merasa lelah sekali. Karena biasanya saya hanya memasang telinga. Tetapi kemarin saya harus juga memasang otak dan lidah. Mengapa demikian? Karena pengakuan dosa dalam bahasa Inggris, maka saya hatus dobel kerja. Ternyata sangat melelahkan. Sebaliknya, para penitence, atau oran…

Habis gelap terbitlah kehidupan

Kisah si buta, Sebuah drama kehidupan Sahabat, minggu lalu saya mengajak Anda menikmati sebuah sajian talk show di pinggir sumur. Anda bisa membacalagi di sini. Talk show yang tidak kalah dengan talk show ‘Mata Najwa’ atau ‘Kick Andy’. Talk show yang bukan hanya mengajak pendengar / pembaca untuk merenung sejenak, terharu sejanak, tetapi bertobat. 
Hari ini yang disuguhkan bukanlah sebuah talk show. Tetapi sebuah drama. Mungkin sajian kali ini untuk mengakomodasi pembaca yang suka akan drama Korea, maka disajikanlah sebuah drama yang mirip-mirip dengan drama Korea. Berhubung saya kurang gemar menonton drama Korea, berbeda dengan sahabat saya yang sukanya nonton drama/film Korea, maka paparan yang saya berikan mungkin kurang bisa mengaduk emosi. Karena bukan itu yang hendak dituju, tetapi sebuah cermin perjalanan hidup seorang anak manusia, yang mengalami jatuh bangun. Perjalanan anak manusia dari kegelapan dosa menuju terang kehidupan.
PrologHari itu adalah hari Sabtu. Tidak banyak orang…

Menakar dosa dan kebaikan

Di Indonesia sedang berlangsung kampanye untuk pemilihan anggota DPR. Ada beragam cara kampanye dilakukan. Ada yang santun, ada yang arogan, ada yang menjelekkan kelompok lain, ada yang memuji diri sendiri. Semua cara dilakukan untuk mendapatkan simpati pemilih. Sehingga pada hari pemilihan, rakyat memilih mereka.
Orang berdoa ternyata tak ubahnya politisi berkampanye. Mereka berusaha meyakinkan Tuhan, agar Tuhan berkenan memilih mereka. Ada dua contoh orang berdoa, berkampanye di hadapan Tuhan. Siapakah yang baik? Siapakah yang dipilih Tuhan?
Pendoa pertama. Disebut orang baik. Dia memulai kampanye dengan menyebutkan satu persatu keunggulannya. Apa yang telah dilakukan selama ini. Dia berkata demikian, "Ya Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain. Aku bukanlah perampok, aku bukan orang lalim, aku bukan pezinah, dan bukan pula seperti pemungut pajakmyang korup." 
Orang tersebut menarik nafas sejenak dan melanjutkan kampanyenya, "aku be…

Mencintai

Sahabat, hari-hari ini kita disuguhi berbagai berita terkait dengan kasus Satinah. Ada banyak pendapat. Ada banyak argumentasi, semuanya seolah baik adanya. Semalam saya sudah menulis secara singkat posisi saya. Bahwa saya menolak hukuman mati. Setelah membaca lebih jauh, mendengarkan lebih banyak, saya semakin mantap dengan pendirian saya. Bukan hanya menolak hukuman mati bagi Satinah tetapi juga mendorong agar pemerintah Indonesia membayar diyat bagi Satinah.

Saya menemui ada banyak pendapat, yang semuanya sepertinya baik dan luhur. Tetapi kali ini saya tidak mau menyinggung pendapat orang lain. Catatan ini adalah sebuah refleksi sederhana mengapa saya harus menolak hukuman mati. Terlebih kalau saya menyatakan diri sebagai mahkluk ber-Tuhan. Khusus bagi saya seorang Katolik dan seorang pastor.
Sejak kecil, entah di dalam keluarga, di Gereja, di sekolah, saya selalu diajar untuk mengasihi. Masyarakat mengajari demikian, "Kalau kamu tidak mau dicubit, janganlah kamu mencubit.&qu…

Menolak Hukuman Mati bagi Satinah

Mengapa saya mendukung gerakan yang meminta pemerintah Indonesia membayar diyat bagi Satinah? Ini alasan saya. Harap dicatat, ini adalah alasan pribadi, bukan mewakili agama, suku, atau kelompok sosial tertentu.
Posisi saya: 
Meminta pemerintah Indonesia membayar diyat bagi Satinah, agar dia terbebas dari hukuman mati.
Ini alasan saya:
1. Saya tidak setuju hukuman mati. Bagi saya hukuman mati tidak pernah menyelesaikan akar persoalan. Hukuman mati tidak pernah memberi kesempatan kepada yang bersangkutan bertobat dan memperbaiki diri. Satinah bersalah dan harus dihukum, saya setuju. Tetapi saya tidak setuju hukuman mati. Alasan kedua saya melandasi sikap saya ini. 2. Saya selalu diajari untuk mengampuni. Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, berdoalah bagi mereka yang memusuhi kamu. Karena saya selalu diajari seperti ini maka saya tidak bisa menerima adanya hukuman mati. Karena hukuman mati tidak pernah ada belas kasihan. 3. Hukuman mati yang menimpa Satinah bisa digantikan dengan uang…

Mendengarkan

Hari ini saya tidak ingin menulis, juga tidak mau banyak bicara.Saya ingin lebih banyak mendengarkan. Pengalaman sejak jaman dulu, sejak jamannya Nabi Yeremia, jamannya Lukas menulis Injil, mendengarkan adalah bagian yang gagal dilakukan. Banyak orang gagal mendengarkan. Mendengarkan apa? Mendengarkan kehendak Tuhan. The God's will.  Kerapkali saya lebih suka mendengarkan kehendak saya sendiri, my desire. Akhirnya saya salah menilai, bahkan peristiwa baikpun saya nilai buruk. Seperti orang-orang yang menuduh Yesus memakai kekuatan setan untuk mengusir setan. Saya juga sering melakukan hal tersebut hanya karena saya gagal mendengarkan. Maka setelah terbentur dengn banyak pengalaman pahit di mana saya gagal mendengarkan, hari ini saya ingin belajar mendengarkan. Agar nanti bisa mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh teman-teman, terlebih apa yang disampaikan oleh Tuhan. Oh iya, kalau ada teman-teman yang sudah sukses, memiliki tips yang jitu bagaimana mendengarkan kehendak …

Aku dan kamu

Aku dan kamu sebenarnya sama
Sayang kita telah dibedakan Hanya karena warna kulit berbeda Hanya karena pekerjaan kita Hanya karena pendidikan kita Hanya karena agama kita Hanya karena suku kita Hanya karena kelompok kita Maka kita dianggap berbeda Hitam kulitku, putih kulitmu Aku buruh kamu pengusaha Bapakku petani bapakmu penguasa Aku Katolik kamu Muslim Aku Jawa kamu kamu Madura Temanku Sunda temanmu Batak Apakah itu cukup untuk membedakan kita?
Aku dan kamu adalah sama Sama-sama lahir dari ibu Sama-sama menyusu Sama-sama belajar merangkak Sama-sama belajar berjalan
Kalau engkau kebetulan orang kaya, engkau tidak lahir terus berlari Kalau kebetulan kami miskin, mungkin kami juga kurang gizi Tetapi semuanya itu tidak berarti bagi kami Karena kami juga dikandung 9 bulan 10 hari
Kalian pasti tahu Erwiana Mungkin juga mendengar tentang Satinah Dulu pernah ada namanya Marsinah Dan masih ada banyak lagi nama yang bisa kami jejer di sini
Mereka bukan artis yang bisa diajak pelesiran oleh b…

Melamar Maria

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan."
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjad…

Hari-hari tanpa Tuhan

Kemarin saya dibuat termangu oleh sebuah poster. Poster sederhana yang menggambarkan hari-hari jika Tuhan tidak menyertai. Sekilas seperti guyonan belaka, tetapi itu nyata. Saya mencoba merenungkan dan mencatat di sini, apa jadinya kalau hari-hari kita berlalu tanpa menyertakan Tuhan. Sebelumnya terimakasih kepada pencipta poster.
Sunday, Minggu
Hari Minggu dalam bahasa Inggris adalah SUNDAY. Artinya hari yang penuh sinar, ada kehangatan, ada kegembiraan. Lihatlah kalau matahari hilang, semua redup dan layu. Semua sedih fan menggigil kedinginan. Maka kalau hari Minggu dilalui tanpa kehadiran Tuhan, maka SUNDAY akan berubah menjadi SINDAY. Hari-hari penuh dosa. Aduh, janganlah ya. Mengerikan banget.
Monday, Senin
Senin adalah saat memulai pekan yang baru. Harusnya dengan semangat baru, yang didapat dari liburan. Memang kerap kali yang ada adalah capek dan berat. Bahkan sampai ada ungkapan, 'I hate monday.' Hari Senin kerap dibenci karena terasa lebih berat. Apalagi jika hari Senin …

Naaman dan Orang Asing

Bertemu dengan orang asing itu tidak gampang. Saya sudah membuat catatan mengenai orang asing. Di sini saya ingin membuat catatan mengenai suka-duka berjumpa dengan orang asing. Ada Naaman, panglima perang bangsa Siria yang harus bertemu dengan orang asing. Ada Yesus yang berkata, "tidak ada nabi yang dihormati di kampungnya sendiri."
Naaman dan orang asing
Kisah Naaman bisa kita baca dari buku mengenai raja-raja di Israel. Mari kita simak kisahnya.
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." Lalu pergil…

Bertemu orang asing...

Pepatah Belanda mengatakan, "semakin kita mengenal banyak manusia, semakin kita menjadi manusia." Arti sederhananya adalah, kalau kita ingin semakin menjadi manusia, kita wajib mengenal banyak manusia. Untuk bisa mengenal banyak manusia, kita harus bertemu dengan banyak manusia. Di sana juga mengandaikan pertemuan dengan orang asing.
Siapakah orang asing?
Dengan sederhana bisa kita artikan bahwa orang asing itu adalah mereka yang tidak kita kenal. Mereka bisa saja jauh dari kita, tetapi bisa juga dekat dengan kita. Mereka bisa jadi berbeda agama, suka dan ras budayanya. Tetapi mereka bisa juga orang-orang yang sama agama, ras, dan suku budayanya. Hanya karena kita tidak pernah bertegur sapa, maka mereka menjadi orang asing bagi kita. Sebaliknya kita juga menjadi orang asing bagi mereka.
Sejatinya bertemu dengan 'orang asing' itu memperkaya. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari mereka. Ada banyak hal yang kita dapatkan dari mereka. Pemahaman baru, cerita-cerita ba…

Talk show di pinggir sumur

Sahabat, dalam hidup kita telah melakukan banyak percakapan/obrolan. Juga banyak percakapan atau obrolan (talk show) yang sudah kita dengan. Ada banyak kisah talk show yang menggugah semangat, mengaduk-aduk emosi, dll. 
Kali ini saya mengajak untuk 'memerhatikan' sebuah talk show atau obrolan yang  sangat hebat, yang terus diperbicangkan orang. Sebuah talk show antara Yesus dengan perempuan Samaria. 
Baiklah talk show tersebut saya beri judul "obrolan di pinggir sumur." Obrolan ini begitu membekas karena memiliki banyak faktor. Pertama yang terlibat di dalamnya. Kedua materi obrolan, dan yang ketiga adalah efek obrolan tersebut. 
Mari kita lihat obrolan itu bagian per bagian. Oh iya, harus kita pahami per bagian agar tiap detailnya bisa kita maknai. Sebelumnya saya harus memohon maaf jika saya kurang berhasil membuat catatan yang baik, yang mudah dipahami. Karena membuat reportase acara talk show memang tidak mudah. Apalagi talk show yang dilakukan oleh Yesus ini. Maka …