Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

Biasa Saja

“Come and see! ............ You will see much greater things than this!” (Yohanes 1: 47. 50c)
Sesuatu yang hebat dan besar senantiasa membanggakan. Senang rasanya kalau memiliki kesempatan melihat sesuatu yang besar dan hebat, apalagi jika memiliki kesempatan untuk melihat sesuatu yang lebih hebat dari pada itu.
Kebanyakan orang tidak mau melewatkan peristiwa-peristiwa yang hebat. Peristiwa penggerebekan anggota teroris begitu menyedot perhatian banyak orang. Pertandingan final sepak bola piala dunia menyedot animo penonton yang sangat besar.
Hal itu terjadi karena peristiwa itu hebat dan besar. Akan tercatat dalam dokumen sejarah sebagai peristiwa yang akan dikenang sepanjang masa. Tiap orang ingin ambil bagian dalam peristiwa yang hebat itu, dan berharap bisa melihat sesuatu yang lebih hebat dari itu.

Ikut ambil bagian dalam peristiwa hebat akan menaikkan popularitas, akan dianggap sebagai orang penting dan pelaku sejarah. Bartolomeus adalah bagian dari orang-orang seperti itu. “Apakah …

Sabar

Banyak orang mengira sabar itu berarti tidak gampang marah. Orang sabar berarti orang yang tidak gampang marah. Sabar kerap kali diartikan dengan orang yang pembawaannya lembut, suaranya halus, tidak suka teriak-teriak, murah senyum, dll.
Tentu itu tidak keliru, namun tidak seutuhnya benar. Dalam Bahasa Ibrani, kata saabar berarti memiliki harapan. Artinya kata sabar digunakan untuk menggambarkan orang yang memiliki pengharapan atau harapan. Maka kalau kita menyebut Si A atau Si B sebagai orang sabar, artinya orang yang memiliki harapan.

Ketika kesusahan menimpa, derita tak kunjung pergi bahkan terus-menerus datang, kerap orang menghibur kita dengan kata sabar. Tentu kata sabar itu bukan berarti untuk diam saja, bukan untuk tidak melawan atau membalas, tetapi untuk tetap memiliki harapan bahwa sesuatu yang baik akan muncul.
Menjadi orang yang sabar itu penting. Pertama-tama bukan soal tidak gampang marah, tetapi memiliki pengharapan. Bagus juga jika memiliki pengharapan disertai sikap y…

Pesan kepada teroris.

Kepada segenap teroris yang mengatasnamakan Tuhan dalam tindakannya.
Tuhan tidak pernah haus darah yang merelakan banyak tertumpah darah.
Tuhan selamanya Mahakasih, yang lemah lembut dan panjang sabar.
Tuhan tidak perlu kau bela dengan menumpahkan darah.
Darahmu, atau darah teman-temanku.
Hari ini, ketika kamu dikepung dan diberondong peluru,
Adalah tanda bahwa tindakanmu tidak pernah terpuji.
Kau cuci otak orang-orang sederhana, kau jadikan robot-robot tak berperasa
Yang rela mati demi ambisimu semata.


Puaskah kau melihat temanmu mati dan banyak yang lain juga mati?
Puaskah kau melihat bayak insane terluka dan kehilangan hamper seluruh kehidupannya?
Atau memang itukah yang dituntut oleh tuhanmu?
Seperti apakah tuhan yang kamu ikuti? Yang haus darah dan menuntut kurban darah?
Para teroris, bertobatlah.
Selamaya Tuhan menghendaki kita saling mengasihi.


KOALISI

Dunia politik mengenal istilah koalisi. Yaitu bersekutu dengan kelompok lain agar kelompok itu menjadi lebih besar. Dalam pemilihan presiden kali lalu, partai Demokrat, pemenang Pemilihan Legislatif, berkoalisi dengan banyak partai. Hasilnya kelompok itu menjadi sangat besar, sedangkan yang lain hanya berkoalisi dengan beberapa partai saja, hasilnya kelompoknya menjadi tidak besar.
Apakah dalam hidup beriman juga dikenal istilah koalisi. Mungkin istilah itu kurang tepat namun cukup untuk menggambarkan persekutuan. Pilihannya hanya ada dua, ikut Yesus atau tidak. Kalau kita tidak ikut kelompok Yesus maka kita akan menjadi lawan Yesus. Kalau kita ikut Yesus maka kita harus berperang melawan setan dan teman-temannya.
Tidak ada pilihan ‘ya ikut Yesus, tetapi ya ikut juga yang bukan Yesus’. Apakah praktik hidup seperti itu ada? Mestinya tidak ada, tetapi nyatanya ada. Kita lihat contoh di bawah ini.
Seseorang mengaku dirinya katolik, dan memang dia katolik. Tiap minggu pergi ke gereja. Ia jug…