Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2008

Pernyataan Sikap KWI

PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TERHADAP RENCANA PENGESAHAN RUU PORNOGRAFI OLEH DPR RI

Mencermati perkembangan diskursus tentang Rancangan Undang-undang Pornografi yang dari waktu ke waktu kami pandang kian mengarah kepada KONTROVERSI IDEOLOGIS DAN POLITIS semata, semakin menjauh dari semangat bermusyawarah dalam bingkai negara hukum yang mendasarkan seluruh produk hukumnya pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta melahirkan polarisasi yang tidak sehat dalam masyarakat sehingga sangat berpotensi melahirkan benturan atau bahkan konflik antarwarga masyarakat yang pro dan yang kontra, maka kami menyatakan sikap berikut ini:


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR RI) SEBAIKNYA TIDAK MENGESAHKAN RUU TERSEBUT MENJADI UU.

Dasar pertimbangan kami: pertama, sesuatu rancangan aturan publik yang akan diberlakukan dan mengikat seluruh warga negara dengan sanksi hukum dan masih dijadikan bahan kontroversi (bersifat kontroversial), apabila diputus atau disahka…

Membayar Pajak

Haruskah seorang biarawan membayar pajak? Pertanyaan ini mengemuka karena para biarawan mengikrarkan kaul kemiskinan, di mana mereka tidak memiliki harta milik pribadi. Ada yang tidak setuju kalau mereka membayar, namun ada yang setuju. Tentu saja masing-masing pendapat memiliki alasannya sendiri-sendiri.
Berikut ini saya kirimkan tulisan kakak saya, romo Budiono, yang sedang belajar Kitab Suci. Semoga berguna.


Terus terang saya, bukan saja "rabun", tetapi "buta total" soal peraturan perpajakan. Maka soal ini saya percayakan saja pada para konfrater yang sedikit lebih tahu. Tapi berdasarkan common sense saja, orang mestinya bayar pajak. Saya hanya mau memberi satu tambahan pemikiran kecil saja dari "dunia saya".

Untung sekali bahwa dalam injil kita punya satu teks yang ada kaitannya dengan soal "pajak-memajak" ini. Teks ini sudah cukup kita kenal, dan kisahnya amat menarik:

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea …