Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Mengundang-Nya... (Seri hati yang terbakar, bag 3)

Sahabat terkasih, refleksi kita akan Ekaristi sudah melewati bagian sabda. Dalam bagian kedua yang lalu, di mana kita merefleksikan kehadiran Tuhan dalam bacaan-bacaan, kita melihat sendiri Tuhan yang hadir. Refleksi itu merujuk pada dua murid yang tengah taksim mendengarkan teman asing mereka mengulas isi Kitab Suci. Pada saat mendengarkan sabda itulah kedua orang murid tadi mulai merasakan adanya perubahan. Teman perjalanan mereka ini, yang belum mereka kenali siapa identitasnya, mulai mereka sadari sebagai pribadi yang ‘bukan sembarangan’. Toh mereka belum bisa memahami siapa, tetapi jelas bukan biasa-biasa saja. Orang asing ini telah mampu menunjukkan arah hidup yang lebih tepat. Dia menunjukkan sedikit titik terang dari gelutan hidup yang acak kadut. Dia membuka sedikit demi sedikit tabir gelap misteri yang membayangi mereka. Perjalanan hidup selama tiga tahun mengikuti Yesus, saat akhir yang memporak-porandakan keteguhan iman dengan meninggalnya Yesus serta kabar mengenai kebangk…

Hati Yang Terbakar : Inilah Sabda Tuhan ... (bagian ke-2 dari empat tulisan)

http://www.flickr.com/photos/romowaris/6968289358/in/photostream Para sahabat terkasih. Catatan ini adalah lanjutan dari permenungan mengenai Ekaristi yang diambil dari kisah dua murid yang pulang ke Emaus. Mereka sedang bersedih karena kehilangan orang yang menjadi pegangan hidup. Catatan yang lalu telah membawa kita kepada pemahaman bahwa saat kita datang ke dalam Ekaristi adalah saat kita membawa seluruh duka dan lara. Saat di mana kita berseru Tuhan kasihanilah kami, kasihanilah hati kami yang tercabik-cabik luka. Setelah kita memohon belaskasih Allah, kita sia mendengarkan Tuhan berbicara. Mendengarkan Sabda Mari kita lihat apa yang terjadi dengan dua murid yang pulang dengan sedih tersebut. Ketika mereka berjalan ke rumahnya sambil bersedih, tiba-tiba Yesus hadir. Tetapi mata mereka tidak menyadari kehadiran-Nya. Mereka tidak menyadari bahwa sudah ada yang berubah. Toh itu tidak berlangsung lama.  Perlahan mereka menyadari keadaan yang mulai tidak sama lagi. Yang semula adalah dua k…

HATI YANG TERBAKAR : Tuhan ... kasihanilah kami! (bagian 1 dari 4 tulisan)

Pengantar Saudara-saudari terkasih. Saya merayakan Ekaristi hampir setiap hari. Bahkan beberapa kali saya merayakan Ekaristi lebih dari satu kali. Terkadang saya merayakan Ekaristi bersama ratusan orang, tetapi kerapkali hanya bersama sedikit orang saja. Bersama umat paroki Port Melbourne yang sudah tua. Di sana saya juga menjumpai umat yang setiap hari datang untuk mengikuti Ekaristi. Mereka datang setiap hari, entah panas atau dingin, berangin atau hujan, mereka selalu datang ke gereja untuk ikut dalam Ekaristi. Beberapa kali saya bertanya: apakah sebenarnya yang saya cari? Apakah yang orang-orang tudan dan sederhana ini cari? Saya melihat diri saya sendiri; dalam pelayanan saya sebagai chaplain KKI, apakah saya sungguh memahami apa yang saya lakukan? Bepergian dari satu daerah ke daerah yang lain. Dari satu rumah ke rumah yang lain, hanya untuk merayakan Ekaristi. Sadarkah saya dengan yang saya lakukan? Apakah yang saya lakukan ini berkaitan dengan kekudusan? Sama sekali tidak secara l…

Langkah Baru

Damai TuhanTeman-teman terkasih. Sudah tahun baru, bahkan sudah melangkah di hari kelimabelas. Tentu sudah tidak sangat baru kalau saya menandai tulisan ini dengan judul langkah baru. Toh tidak mengapa, karena ini adalah tulisan pertama di tahun yang baru.Tulisan ini saya dasarkan pada Injil hari ini, Minggu 15 Januari 2012. Kisah mengenai Yesus yang memilih murid-murid-Nya yang pertama. Ada banyak hal bagus di sana. Setidaknya ada tiga yang bisa saya gagas. Namun hanya satu yang akan saya bagikan kepada kalian secara lebih panjang.Bagian pertama dalam Injil Yohanes 1:35-42 itu berkisah mengenai Yohanes Pembaptis yang menunjuk Yesus. Dia menunjukkan Yesus sebagai ‘Anak domba Allah’ kepada para muridnya. Spontan dua murid Yohanes pergi mengikuti Yesus.Bagian kedua, Yesus yang diikuti oleh dua orang murid Yohanes bertanya, ‘apakah yang kamu cari?’ atau ‘What do you want?’ kemudian mereka menjawab, ‘Guru, di manakah Engkau tinggal?’ Yesus tidak menjawab di sini atau di sana. Yesus mengaj…