Skip to main content

Posts

Showing posts from 2008

Besok Tahun Baru.

Besok tahun baru. Setiap kali kalender munjuk angka 31 pada bulan Desember, banyak hati mulai bersuka menantikan hari besok. Sebab besok adalah tahun baru. Kemeriahan itu selalu diiringi dengan terompet, topi hias, dan berjaga menunggu datangnya detik-detik perubahan tahun. Kemudian semua bersorak, gembira mungkin, berharap pasti saja.
Besok tahun baru. Apa yang sudah terjadi dengan tahun lama? Apa yang sudah aku buat dalam tahun yang lewat?

Setiap pergantian tahun selalu diiringi doa harapan semoga di tahun yang baru semua menajdi lebih baik. Apa yang sesungguhnya sudah aku lakukan untuk membuat semuanya menjadi lebih baik? Jangan-jangan tidak ada. Tanggal 31 Desember 2007 yang lalu aku lalui dengan tidur. Lampu mati dan cuaca hujan membuat tidur sangat nikmat. Ada godaan untuk membunyikan terompet tahun baru, tapi ada pikiran untuk apa, maka tidur lagi.
Malam ini aku tidak tahu mau apa. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya baru. Setiap berganti hari bagiku adalah tahun baru. Setiap merob…

Pembodohan

Seminggu ini saya berlibur di rumah orangtua di kampung. Setiap malam saya melihat aktivitas orangtua saya, juga banyak keluarga, adalah menonton televisi terutama program sinetron. Saya sendiri tidak ikut menonton sebab aku memang sudah berjanji untuk tidak menonton sinetron. Meski saya tidak ikut menonton, toh saya ikut mendengar jalan cerita sinetron itu. Setiap mendengar jalan cerita sinetron itu hati saya menjadi panas, karena melihat suatu proses pembodohan.
Cerita yang sangat tidak logis, tokoh antagonis yang dibuat sangat antagonis (mungkin agar menarik perhatian pemirsa), kekerasan, dan masih banyak lagi terus ada dalam setiap babak. Susahnya bagi mereka adalah karena mereka tidak memiliki pilihan. Setelah seharian mereka bekerja di ladang, nonton televisi adalah satu-satunya hiburan.
Situasi ini lebih runyam lagi, terutama bagi masyarakat di Malang (mungkin dan sekitarnya), mereka semakin tidak memiliki pilihan setelah beberapa stasiun televisi tidak bisa mengudara di kota Ma…

Gitu Aja Kok Dibagi!!

Beberapa waktu yang lalu, setelah tulisan saya di Berita Karmel edisi Desember terbit, saya mendapat beberapa komentar dari beberapa konfrater. Ada yang menanggapi serius, ada pula yang dengan nada sedikit bergurau. Intinya mereka berkomentar mengapa pengalaman makan-makan saja dimasukkan Berita Karmel. Bukankah masih ada banyak pengalaman lain yang lebih berbobot yang bisa masuk. Pengalaman yang lebih spiritual, lebih teologis-biblis-liturgis-akademis. Itulah kira-kira komentar beberapa konfrater terhadap tulisan saya ‘Sate Gule Cak Jumadi’.

Tulisan ini bukan bermaksud membela diri, namun hendak merenungkan berbagai kritik yang masuk dan mengapa saya bergeming dan terus menulis hal serupa. Setelah menulis pengalaman makan sate dan gulai, saya mengunggah (ini bahasa Indonesia dari mengupload) tulisan mengenai makan tahu di milist, dan berencana membagikan pengalaman serupa tatkala makan sayur lodeh. Yang terakhir ini belum saya unggah, tetapi tulisannya sudah jadi.
Semangat berbagi
Berba…

Lodeh

Benar kata para ahli kuliner, bahwa suasana sangat memengaruhi kenikmatan sebuah menu makanan. Jenis dan macamnya bisa sangat sederhana, tetapi tatkala disantap pada saat yang tepat, suasana yang memikat, rasanya tak akan pernah meninggalkan ilat.

Seperti malam itu, jangan bayangkan makan di sebuah warung apalagi resto, ini adalah makan di refter ‘padang gurun’ Ngadireso, pas saya berpadang gurun. Minggu sore setelah ibadat sore dan adorasi, meski sendirian saya melakukan adorasi mengikuti gaya adorasi dari Puji Syukur. Sekitar jam setengah tujuh saya selesai. Lokasi kapel bersebelahan dengan refter, maka saya langsung menuju refter. Di atas meja sudah tersaji satu nampan yang tertutup taplak dengan rapi. Spontan saya buka dan melihat isinya, ouw, lodeh Labu Jepang, dan telur dadar, hanya itu! Tambah nasi putih ding!
Mau langsung makan rasanya kok belum afdol. Baru jam setengah tujuh, maka aku kembali ke bilik. Di sana saya melanjutkan aktivitas membaca renungan/catatan Beata Elisabet …

Yesus Saja Cukup

Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Hari-hari ini saya sedang menggumuli catatan retret Beata Elisabeth dari Tritunggal. Kebetulan tahun ini saya belum mengambil waktu retret bersama (member retret sudah, retret sendiri belum) maka di penghujung tahun ini saya mengambil waktu untuk retret 8 hari penuh. Tidak menggunakan pembimbing fisik, tetapi ada pembimbing rohaninya, Beata Elisabet dari Tritunggal.
Tokoh emosional, demikian Rm. Buyung menggambarkan sosok pembimb…

Yesterday

Seniman selalu menemukan ide dalam setiap situasi.
Ketika krisis menghantam, mereka bisa berkreasi sesuai dengan situasi yanga da. Baru-baru ini kita dihajar krisis moneter akibat pasar modal kacau, nah itu juga menginspirasi seniman untuk mengubah lagu.
Nikmati aja.

Yesterday,
All these crisis seemed so far away.
How it looks as though they're here to stay,
Oh, I was rich just yesterday...
Suddenly,
Value's half the price it used to be,
with the Hang Seng falling constantly,
Oh yesterday I was wealthy.
Why the bubble burst, I don't know,
Leverage, they say.
Should I go short or long
It's gone wrong whichever way-ya-ya-ya. ..

Yesterday,
It was such as an easy game to play
Now I need a loan to pay my way,
Oh interest rates, please drop today...

pesan:
tetaplah tersenyum dalam segala situasi, kalau sedang senang jangan terlalu senang, kalau sedang sedih jangan terlalu larut dalam kesedihan, selalu selipkan senyum dalam getir pahit deritamu, jangan lebar bibir senyummu jika senang hatimu.

Gemas

Tulisan ini saya buat sebenarnya untuk masa Pra Paskah nanti. (Wuihh, adohe rek!) Lha kita masih di masa Adven kok sudah disuruh mbaca renungan bwat masa Pra-Paskah. Ya ga usah repot, kalau mau baca saja, kalau ga mau ya ga usah dibaca, gitu aja kok repot, (hehehehe minjem istilahnya Gus Dur).
Ini tek KSnya:
Matius 9: 14-15
9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.


Gemas
Bayi kecil montok dan lucu itu sungguh menggemaskan. Mereka yang melihat tentu tak sabar ingin menggendong dan mengajaknya bercanda. Tangan-tangan pun gatal ingin segera mencubit pipi gendutnya. Hati ini gemas dibuatnya, ‘kok lucu banget’.
Melihat pertandingan sepak bola yang tidak k…

Alat Vital

Kalau saya mengatakan alat vital, apa yang kamu pikirkan? Dari seluruh tubuh kita, manakah yang paling vital? Kayak pertanyaan dalam pelajaran biologi, hehehehe. tetapi ini sungguh penting, yaitu mengetahui bagian tubuh kita yang paling penting, untuk mengetahui bahwa kita sungguh-sungguh hidup.
Berikut ini ada cerita yang cukup menarik mengenai hal itu, dikirim oleh temanku, dan kubagikan kepadamu. bacalah ...

Bagian Terpenting Dari Tubuhmu

Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.
"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti…

Dokter Sejati

Injil Markus bab 6: 53-56 mengisahkan Yesus sebagai seorang Dokter Sejati. Membaca teks ini saya teringat akan seorang dokter di kampung saya, yang sampai saat ini tetap setia melayani. Bagi saya dia juga seorang dokter sejati. Renungan saya setelah teks Injil menggambarkan bagaimana luar biasanya dokter tersebut. Silakan membaca.

6:53 Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
6:54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
6:55 Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
6:56 Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Dokter Sejati
Sewaktu kecil saya mengenal seorang dokter sejati. Mungkin beliau adalah…

Dempo Fair XXXI

Harmony Nusantara itu tema DF ke-31. Menjadi Indonesia danmengangkat budaya bangsa ke tingkat yang lebih tinggi, itulah semangat di balik pemilihan tema. Aneka permainan daerah, makanan daerah diusung untuk memeriahkan acara tersebut.
Saya mencoba melihat dari beberapa aspek dan fenomena yang menarik.

Rumah Tuhan kalah menarik dengan Rumah Hantu
Setiap Dempo Fair, terlebih akhir-akhir ini, para frater Karmel senantiasa membuka stan. Malam tadi stan yang mereka buka dinamai 'Rumah Tuhan'. Ternyata stan ini "ga laku" padahal dibuka gratis, bahkan kalau masuk dikasih permen, dikasih gambar. Tetapi ga laku. Sementara ada 7 rumah hantu yang membuka stan. Antrian di rumah hantu ini begitu panjang dan padat. Mulai dari Wingit Gentanyangan, Angker Watu, Lingsir Wengi, dll. Untuk masuk ke rumah hantu para pengunjung harus merogoh kocek rata-rata 10.000,-an. Meski demikian pengunjung padat dan rela mengantri.
Akhirnya menjelang jam 9 para penjaga rumah Tuhan menyerah. Mereka merin…

Laskar Pelangi

Tadi sore aku nonton film Laskar Pelangi. Yah, pasti sudah banyak yang nonton, toh masih menarik, dan lagi aku belum nonton. Dua tahun yang lalu aku membaca bukunya, membuat kelompok diskusi mengenai buku itu. Toh masih pingin nonton.
Tetap menarik, tetap memesona. Laskar Pelangi adalah kisah hidup kita bersama. Melihatnya kita diajak bercermin, melihat kehidupan kita. Sejatinya, banyak di antara kita ini seperti Ikal. Memiliki kemampuan yang cukup, namun dianugerahi keberuntungan yang besar. Sedangakan ada orang lain yang seperti Lintang. Berbakat luar biasa namun kurang beruntung.
Saat membaca bukunya dulu, aku belum memiliki kesadaran seperti sesudah menonton filmnya, bahwa kisah Laskar Pelangi adalah kisah kita bersama. Aku teringat dengan temanku Sutikno, Agustinus Sutikno. Aku kenal dia ketika duduk di bangku kelas 3 hingga kelas 6 SD. Aku siswa pindahan, karena orangtuaku berpindah rumah menuruti kehendak orangtua mereka. Maka aku mesti ikut pindah juga.
Di kelas ini ada Sang Bi…

Rekoleksi

Rekoleksi. Artinya mengumpulkan kembali. Bukan mengumpulkan barang-barang, tetapi pengalaman-pengalaman. Bukan hanya pengalaman baik, namun juga pengalaman yang tidak baik. Yang sedih maupun yang menyenangkan. Pengalaman itu dikumpulkan untuk direfleksikan dibawa kepada Tuhan untuk 'disempurnakan'. Harapannya sesudah rekoleksi mendapatkan kesegaran baru.

22-23 Nov kemarin, seluruh siswa/i katolik dibawa oleh Romo Sonny ke Ngadireso untuk mengadakan rekoleksi. Rekoleksi ini sebagai persiapan memasuki masa Adven dan Natal. Acaranya hanya doa dan doa, serta pengakuan dosa. Tidak seperti biasanya, ada permainan dll, tetapi kemaren tidak ada sama sekali.
Dasar pemikirannya sederhana, anak-anak sudah biasa bermain-main, masak rekoleksi juga harus bermain-main lagi?
Emang akibatnya banyak yang merasa bosen, boring, dll. Namun satu hal yang kami harapkan bahwa kasih Allah mengalir dalam diri mereka. Kita tidak tahu bagaimana Allah melaksanakan karya-karya-Nya.
Ungkapan lama, manusia hany…

Lelah

Aku lelah. Sangat lelah. Bisa dikatakan jiwa dan ragaku lelah. Lelah karena tidak dianggap. Tidak diajak bicara, dianggap tidak tahu apa-apa.
Mungkin memang aku tidak tahu apa-apa. Tetapi setidaknya aku sudah ada di sini 6 tahun, lumayan melihat banyak hal, banyak perubahan dan banyak kejadian. Apakah tidak boleh aku berpendapat?
Mungkin memang tidak boleh berpendapat. Lha nyatanya tidak dimintai pendapat. Mungkin memang aku tidak tahu apa-apa sehingga tidak ada yang bisa aku berikan. Bagaimana akan memberi lha wong tidak punya.
Berarti sebenarnya aku tidak pantas lelah. Lelah karena apa? atas alasan apa? tidak ada alasan untuk lelah sama sekali. Mungkin aku hanya melelahkan diri sendiri. Bodohnya aku mau melelahkan diri sendiri, lha sebenarnya tidak perlu berlelah-lelah. ..........
Tuhan maafkan aku jika aku salah dan keliru. Aku sungguh bingung. sebenarnya aku ini lelah apa tidak ya? sebenarnya aku ini pantas dimintai pendapat atau tidak ya? sebenarnya aku ini masih pantas berada di sin…

Berita Duka

Telah berpulang ke rumah Bapa. Romo B. Soegiartono, O.Carm. Rabu, 26 Nopember 2008. Akan dimakamkan di Pemakaman Katolik Sukun, 27 Nopember 2008, setelah misa arwah Pukul 09.00 (rencana di Gereja Kayutangan atau Gereja Katedral Ijen).
Beliau adalah kepala sekolah ketujuh SMA DEMPO. Mulai memegang jabatan tahun 1963, dari tangan Rm. Hogenkamp, O.Carm, dan menyerahkan kepemimpinan kepada Rm. Siswanto, O.Carm.
Lahir pada bulan Juni 1918, meninggal di Biara Karmel St. Elias, Bukit-Dienga, Malang. Cukup lama ini menderita stroke ringan, yang karena juga usia, lebih banyak duduk di kursi roda.
Semoga Allah Bapa yang beliau cintai dan layani sepenuh hati, menganugerahkan kebahagiaan kekal kepadanya.


RIP

Tuhan yang memberi,Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan. Kehidupan dan kematian adalah rahasia terbesar manusia.
Hari ini telah kembali ke rumah-Nya, satu putra terbaik Karmel. Rm. Josephus Vollering, O.Carm, dalam usia 90 tahun dan 2 bulan 19 hari. Ia telah melewati banyak hal dalam perjalanan hidup Gereja di Indonesia dan Karmel Indonesia.
Seorang imam yang melayani umatnya dengan cinta yang sangat besar. Mengenal satu persatu umatnya, karena setia mengunjungi. Seorang yang tertib hidupnya hingga tetap kuat dan sehat sampai tua.
Sayang kanker menyerangnya di usia senja. Setelah menjalani operasi, yang bagi kebanyakan orang sangat menyakitkan,tapi beliau menjalani dengan rela. Tidak pernah keluar kata keluhan dari bibirnya.
Hal ini mengingatkan aku kepada peristiwa beberapa tahun yang lalau. kala itu beliau mengalami kecelakaan hebat, sopirnya tertidur waktu bertugas sehingga mobil masuk jurang. Kebetulan aku bertugas menjaga beliau pada hari pertama operasi. Semalaman beliau ti…

Pernyataan Sikap KWI

PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TERHADAP RENCANA PENGESAHAN RUU PORNOGRAFI OLEH DPR RI

Mencermati perkembangan diskursus tentang Rancangan Undang-undang Pornografi yang dari waktu ke waktu kami pandang kian mengarah kepada KONTROVERSI IDEOLOGIS DAN POLITIS semata, semakin menjauh dari semangat bermusyawarah dalam bingkai negara hukum yang mendasarkan seluruh produk hukumnya pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta melahirkan polarisasi yang tidak sehat dalam masyarakat sehingga sangat berpotensi melahirkan benturan atau bahkan konflik antarwarga masyarakat yang pro dan yang kontra, maka kami menyatakan sikap berikut ini:


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR RI) SEBAIKNYA TIDAK MENGESAHKAN RUU TERSEBUT MENJADI UU.

Dasar pertimbangan kami: pertama, sesuatu rancangan aturan publik yang akan diberlakukan dan mengikat seluruh warga negara dengan sanksi hukum dan masih dijadikan bahan kontroversi (bersifat kontroversial), apabila diputus atau disahka…

Membayar Pajak

Haruskah seorang biarawan membayar pajak? Pertanyaan ini mengemuka karena para biarawan mengikrarkan kaul kemiskinan, di mana mereka tidak memiliki harta milik pribadi. Ada yang tidak setuju kalau mereka membayar, namun ada yang setuju. Tentu saja masing-masing pendapat memiliki alasannya sendiri-sendiri.
Berikut ini saya kirimkan tulisan kakak saya, romo Budiono, yang sedang belajar Kitab Suci. Semoga berguna.


Terus terang saya, bukan saja "rabun", tetapi "buta total" soal peraturan perpajakan. Maka soal ini saya percayakan saja pada para konfrater yang sedikit lebih tahu. Tapi berdasarkan common sense saja, orang mestinya bayar pajak. Saya hanya mau memberi satu tambahan pemikiran kecil saja dari "dunia saya".

Untung sekali bahwa dalam injil kita punya satu teks yang ada kaitannya dengan soal "pajak-memajak" ini. Teks ini sudah cukup kita kenal, dan kisahnya amat menarik:

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea …

Spiritualitas Karmel dan Keberagaman

Apakah Spiritualitas Karmel memiliki aspek relasi dengan kelompok lain? Pertanyaan ini menyeruak tatkala ada pertanyaan mengenai sumbangan spiritualitas karmel dalam kehidupan berbangsa dan beragama yang serba jamak. Ada banyak keyakinan dan aliran kepercayaan,bagaimana posisi karmel? Apa sumbangan karmel dalam menciptakankebersamaan dalam keberagaman?
Di sini saya postingkan presntasi bapakUskup Malang, Msgr. Herman Joseph Pandoyo Putro, o.Carm. yang ia paparkan dalam rekoleksi karmel.

KEKAYAAN SPIRITUALITAS KARMEL
Kontemplasi
Anugerah Allah yang mengubah seluruh eksistensi manusia.
Allah didalamnya mengubah kita.
(Karmel didepan tantangan panggilan, Niagara Fals 1986)

PERSAUDARAAN
Karmelit hidup di tengah umat manusia yang berbeban berat.
Karmelit ikut serta dalam kegembiraan dan harapan, kesusahan dan penderitaan umat manusia.
Karmelit harus menjadi tanda kenabian yang membebaskan dan mewartakan Sabda pengharapan dan keselamatan.
(Solidaritas dengan rakyat kecil, Rio de Janeiro,1980)

GAUDIU…

You are my god - tony melendez

Video di Blog ini menampilkan acara adorasi. Lagu yang mengiringinya adalah You are my God, dinyanyikann oleh Tony Melendez. Jika inginmelihat kisah hidupnyabisa membuka blog saya yang lain waris-agama.blogspot.com
Selamat menikmati lagu ini, tentu saja kalau ingin melihat syairnya kamu mesti mengklik judulnya, hehehehe.
Tuhan memberkati, semoga makin mencintai Allah.


You are my god and the rock on which i stand.
I have found my place in your arms of grace.
Oh, oh. you are my god.


Lord of heaven, king of all the universe,
Architect and poet of eternity,
Abba father, breath of life. creation s dawn,
Ever-living, one who knows and loves me.


First forgiver, ever present "god with us",
Lamb of love, who died triumphant over sin.
Risen savior, brilliant bright and morning star,
Shining in me. light of glory lives within.



Perlindungan Bunda

Tanggal 16 Juli menjadi hari istimewa bagi para karmelit. Bahkan bisa dikatakan menjadi hari terbesar bagi para karmelit. Mengapa hari itu menjadi istimewa? Dalam liturgi Gereja yang dirayakan adalah Santa Perawan dari Gunung Karmel. Namun sejatinya perayaan ini belum memberikan gambaran yang gamblang mengenai sejarah dan awal mula perayaan. Dari catatan sejarah, tanggal 16 Juli berkaitan dengan eksistensi ordo. Pada saat itu para wakil ordo mampu mempertahankan keyakinan dan tesis mereka melawan kelompok yang menghendaki karmel dibubarkan.

Apakah ada kelompok yang menghendaki karmel dibubarkan? Ada! Sebagai ordo/kelompok baru, kehadiran karmel dianggap bisa menggangu dan 'mengambil pasar' mereka. Secara ilmiah profesional, kemunculan para karmelit tidak bisa dihilangkan begitu saja. Harus ada moment dan alasan yang kuat untuk'menghilangkan' karmel dari Gereja.
Debat ilmiah. Itulah moment yang ditunggu-tunggu. Karmel diwakili oleh teolog/filsofnya,kelompok lain adalah …

Tony Melendez

You are my God and in You I will trust. Ungkapan ini keluar dari hati Tony Melendez, pemuda kelahiran Nicaragua. Pengalaman hidupnya mengajari banyak hal bahwa hanya Tuhan yang patut menjadi sumber kepercayaan. Apapun yang kita alami.

Tony Melendez seorang penyanyi sekaligus pemain gitar. Ia lahir tahun 1962 dengan tanpa kedua lengan. Tentu saja kenyataan ini menyedihkan bagi kedua orangtuanya. Namun mereka mencoba memahami rencana besar Tuhan di balik itu semua. Ketika masih anak-anak Tony pun mengalami banyak kesulitan. Kerap iamendapatolok-olokan karena tidak memiliki lengan padahal teman-temannya memiliki lengan.
Beranjak dewasa ia makin mengerti rencana Tuhan itu. Ia tidak memprotes, namun mensyukuri dengan mengembangkan segala kemampuannya. Ia bernyanyi dan mulai memainkan guitar. Tentu saja ia menyetel guitarnya sesuai dengan kemampuannya.
Saat yang sangat membanggakana dalah ketika ia tampil di hadapan Paus Yohanes PaulusII tahun 1987 di LA. Saat itu paus memujinya dan berpesan,…

Pemenangnya adalah...

UERO 2008 telah berakhir. Spanyol menjuarai setelah mengalahkan Jerman 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Fernando Torres. Lebih dari itu pemenang dari kompetisi itu adalah sepakbola. Kemenangan Spanyol terasa lengkap, karena meski tidak bermain, David Villa keluar sebagai topscorer.

Permainan yang jujur, focus pada pertandingan, focus kepada kemenangan, permainan cantik, indah, dan menyerang. Pertandingan yang menghibur, yang terus menyerang meski telah memasukkan gol. Sungguh sepakbola keluar sebagai pemenang.
Sementara itu kecerobohan dan kelengahan gagal bersinar. Mereka yang tidak bisa melepaskan beban-bebannya akan tertinggal, akan tergilas. Sepakbola hanya memiliki satu bahasa, bermain menyerang, jujur dan fair. Itulah permainan kehidupan. Mereka yang oportunis, yang kurang giat bekerja, kurang semangat berusaha akan tergilas oleh mereka yang terus bersemangat membara.
Mereka yang masih menoleh ke belakang meski telah memilih dan menentukan tujuan akan gagal. Mereka yangtelahmenyat…

Kebingungan

Perjalanan kami ke Beijing diwarnai kebingungan-kebingungan dan kelegaan-kelegaan. Maklumlah orang desa pergi ke kota, bahkan ini lebih dari kota; orang udik pergi ke luar negri. Meski sudah bertanya ke sana ke mari, tetap saja kamu menjumpai kebingungan-kebingungan. Syukurlah banyak hal berjalan lancar dan memberi banyak kelegaan.



Kebingungan kami yang pertama adalah mengenai pengurusan visa. Kami begitu bingung, terutama teman saya Rm. Kwek, sebab hingga satu hari menjelang keberangkatan, visanya belum jadi. Mereka yang sudah berpengalaman ke luar negri pun akan kebingungan jika visa belum jadi pada hari harus pergi. Kami akan berangkat tanggal 23 Maret, sebab sore hari tanggal 24 Maret kami sudah harus memberi rekoleksi. Saya sempat berpikir negative, yaitu berangkat duluan, sedangkan rm. Kwek berangkat menyusul. Syukurlah hal itu tidak perlu terjadi dan kami sedikit bisa bernafas lega setelah pihak travel agent meyakikan kami bahwa mereka bisa menguruskan visa dalam tempo satu hari…