Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2011

Mengapa aku mencintaimu, oh Maria!

Saudari-saudara terkasih, mengapa saya begitu mencintai Bunda Maria? Sedikit pemaparan berikut adalah gambaran sederhana mengapa orang-orang Katolik begitu mencintai Bunda Maria. Saya berangkat dari pengalaman pribadi, hidup sebagai orang Katolik, yang saya andaikan dialami oleh sebagian besar orang Katolik yang mencintai Maria juga. Saya tidak menguraikan perdebatan-perdebatan teologis-biblis mengenai Maria. Di sini saya hanya hendak berbagi, bagaimana lebih mencintai Allah seperti Maria. Bahkan bukan hanya seperti Maria, tetapi bagaimana mencintai Allah bersamanya. Cinta pertama Kesan pertama senantiasa menggoda. Selanjutnya terserah Anda yang akan menguraikannya. Demikianlah kesan pertama saya tatkala belajar mencintai Allah. Dulu sekali, ketika saya masih kecil, ibu saya mengajari berdoa. Bukan doa yang rumit-rumit, tetapi doa sederhana yang ia bisa. Tentu ibu saya juga perempuan sederhana, dia tidak pandai merangkai kata, maka doanya juga sederhana. Yang dia tahu hanya Bapa Kami …

Kematian yang indah

Sahabat, salah satu keindahan musim gugur adalah melihat dedaunan berunah warna. Dari hijau kemudian kuning, sebentar lagi merah, lalu coklat dan akhirnya rontoh. Banyak orang pergi ke daerah-daerah yang banyak ditumbuhi pepohonan khas Eropa itu. Ada yang pergi jauh ke Bright, atau ke tempat yang dekat-dekat saja. Hanya untuk melihat indahnya warna daun di musim gugur.Sebuah keindahan yang menyimpan ironi tinggi. Sebuah keindahan di awal kematian. Keindahan daun-daun sebelum habis hidupnya dan gugur sebagai sampah. Keindahan yang terpancar dari badan yang meregang nyawa sebelum putus dan terjungkal ke tanah. Sebuah ironi ataukah sebuah pemberian diri? Bahkan di saat terakhir hiduppun masih memberikan keindahan.Kematian dan KehidupanSahabat, baru saja kita merayakan Paskah. Sisa-sisa perayaannya mungkin masih ada. Telor coklat, atau coklat kelinci, mungkin masih tersimpan di laci. Atau sebaliknya, perayaan Paskah dengan segala keagungannya tak sedikitpun meninggalkan bekas. Entah apapu…