Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2009

ROHIMIN

Injil Yohanes 14:7-14 (Bacaan 9 Mei)
14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
14:8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang A…

YANG KECIL ITU

Yang kecil itu ternyata tidak selalu gampang.
Garam itu kecil, tetapi dasyat.
Hari ini kami makan tanpa garam, memang sengaja ibu yang masak kami beritahu agar tidak menggunakan garam. Hasilnya makanan yang hambar.
Kami toh tetap harus makan, tetap dengan semangat.
Ada godaan untuk membuat sambal agar bisa makan lahap, atau menggunakan krupuk, atau pakai cabe.

Padahal garam itu hanya bagian kecil dari seluruh masakan, pasti tidak lebih dari satu sendok makan untuk seluruh masakan. Jika diukur dengan uang pasti sedikit sekali. Mungkin lebih mudah jika memilih untuk tidak makan daging. Harga daging lebih mahal daripada garam, kalau uang untuk membeli daging diberikan kepada orang miskin pasti lebih berarti dari pada uang untuk membeli garam.

Yang kecil itu tidak selalu gampang.
Karena yang kecil itu memberi sesuatu yang besar. Rasa enak, kenyamanan, kenikmatan, bahkan kekuatan.
Kerap kita merasa hebat karena mampu 'menaklukkan' sesuatu yang besar. Padahal belum tentu kita mampu menaklu…

Jemuran

Seorang teman mengatakan bahwa hidup itu bak jemuran. Pagi hari di jerang di teriknya mentari, sore atau bahkan siang diambil. Jika panas mentari tidak sangat kuat jemuran itu bisa bertahan lama, tetapi jika mentari bersinar dengan teriknya, baju-baju yang dijemur itu akan segera kering dan akan segera diambil oleh si empunya baju.
Hidup itu seumpama baju yang habis dicuci dan dijemur di bawah teriknya mentari. Rupanya Tuhan Allah belum memiliki mesin cuci yang lengkap dengan pengeringnya, sehingga masih mengandalkan terik mentari untuk membuat baju-baju itu kering.
Teman yang mengisahkan perumpamaan ini baru saja mengalami kebenaran dari kisah tadi. Ceritanya, temannya baru saja meninggal tatkala bekerja di ladang. Sebut saja nama teman yang meninggal itu Budi. Usia mulai meninggalkan 50-an namun masih kekar dan perkasa. Pagi itu setelah mengantarkan istrinya ke pasar ia pergi ke ladang. Seperti petani pada umumnya, ia juga memelihara beberapa ekor sapi. Pagi itu ia hendak mencari rump…

Besok Valentine day.

Hmm, besok vanlentine day. Seorang teman beranggapan bahwa perayaan itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Banyak teman pernah melontarkan pertanyaan padaku, apakah aku merayakan valentine day, apakah maknanya bagiku, bagaimana aku merayakannya, dan kukira masih ada banyak pertanyaan lain yang dilontarkan teman-teman remajaku.


Besok valentine day. Apa maknanya bagku? Selalu kujawab hari di mana aku berbagi kasih dengan orang lain. Tetapi langsung aku sanggah dalam hati, bukankah aku juga bisa berbagi kasih dengan siapa pun, kapan pun, di mana pun. Tanpa perlu menunggu valentine day.
Sepertinya peryataan itu benar. Nyatanya ada yang kurang tepat. Memang kita bisa berbagi kasih akung dengan siapa saja, kapan saja, di mana saja. Tetapi apakah memang sudah aku lakukan? Kerapkali hanya berhenti di slogan belaka.
Maka besok aku merayakan valentine day. Aku ingin berbagi kasih dengan orang yang mungkin kurang kasih. Aku ingin memberikan dan membagi-bagikan kasih. Biarlah setiap orang merasakan m…

MANUSIA

Jika kupandang langit-Mu, buatan tangan-Mu,
Kutemukan bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan di sana.

Lalu kupandang diriku ini, karena apakah Engkau mengingatnya?
Apakah hebatnya manusia ini, sehingga Engkau mengindahkannya?



Tidak hebat sama sekali!
Namun Engkau telah membuatnya hampir menyerupai diri-Mu.
Bahkan Engkau telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
Engkau membuat dia berkuasa atas segala buatan tangan-Mu;
Sungguh, segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
(kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.)

Jika kupandang langit-Mu, buatan tangan-Mu
Lalu kulihat diriku.
Tidak menyesalkan Engkau telah membuatnya?
Segala-galanya yang Kauletakkan di bawah kakinya, telah dihabiskannya.

Hutan belantara telah dirambahnya,
Binatang-binatang di padang telah diburunya,
Bahkan mereka yang bersembunyi di bawah bumi pun, telah mereka jarah rayah.

Jika kupandang langit-Mu, b…

The Real Kuliner from Samarinda (From Samarinda with Love part 2 - Journey of Kuliner in Borneo part 6)

Kali ini saya hendak bercerita secara khusus mengenai petualangan kuliner. Yach sesuai dengan judulnya ‘journey of kuliner’. Tiga hari di Samarinda telah memberikan beberapa kesan mendalam mengenai acara makan yang hemmm dasyat. Bukan hanya menunya yang dasyat tetapi juga bahan dan bentuknya.

Soto Banjar
Keluarga Ibu Linda yang menjemput saya di terminal langsung membawa saya ke sebuah depot untuk sarapan. Depot yang mereka tuju menyajikan menu-menu khas Banjar. Agak aneh sebenarnya, karena ini Samarinda dan kami menuju depot Banjar. Namun saya tidak bisa banyak berkomentar karena saya hanya diajak dan lagi belum tahu daerah Samarinda dan tidak tahu juga mau makan apa. Untunglah saya ini jenis omnivore, jadi tidak pernah merepotkan orang lain. Apa pun masuk dan bisa saya nikmati.
Jadilah sarapan hampir jam sepuluh atau hampir jam sebelas menurut waktu orang Samarinda. Saya memesan soto banjar, karena ini menu istimewanya. Dan lagi saya belum makan soto di Banjarmasin. Meski salah tempat…

HILANG

Romo kok udah lama menghilang? Itu pertanyaan seorang teman. ditanya seperti itu saya menjadi kaget juga. Perasaan saya tidak pernah menghilang. Bahkan saya tidak pernah memiliki kemampuan untuk menghilang.
Maksudnya bukan menghilang begitu Romo, tetapi kok lama ga kelihatan? Klarifikasi seorang teman yang lain. Saya bingung lagi, sebab badan saya besar dan gelap, masa ga kelihatan? Mungkin waktu malam saya tidak kelihatan.

Yahh bukan gitu Romo. Selama ini ke mana saja kok tidak pernah nongol di sekolah?
Ooooo kalau itu saya punya jawabannya. Saya sedang menyalurkan hobby kluyuran dan makan-makan.
Saya meninggalkan sekolah mulai tanggal 14 Desember. Bahkan sebelum itu saya sudah sering pergi. Pada bulan Oktober saya pergi selama 15 hari. Pada akhir bulan Nopember hingga awal Desember sudah pergi selama seminggu. Pertengahan Desember sudah pergi lagi.
Awalnya saya pergi untuk mengisi baterei. Bahasa kerennya retret. Saya lakukan secara pribadi selama 9 hari. Habis itu pulang ke kampung s…

BAHAGIA

Apakah kamu merasa bahagia? Itu pertanyaan seorang teman kepadaku beberapa saat yang lalu. Teman yang lain bertanya, dengan lebih religius, mengapa Tuhan menciptakan air mata (baca: kesedihan) di samping kebahagiaan. Di samping itu beberapa teman memberi sebuah pernyataan bahwa setiap orang itu mengejar kebahagiaan. Terus seperti apakah kebahagiaan itu?
Karena banyak pertanyaan yang muncul, maka saya juga bertanya kepada beberapa teman. Kapankah kamu sungguh-sungguh merasa bahagia? Ada yang menjawab kalau bisa membahagiakan orang lain. Terus saya bertanya lagi, kapan kamu tahu bahwa orang lain sudah berbahagia? Apakah ketika mereka mampu tertawa, atau kalau mereka mengatakan hatinya senang, atau apa? Sulit ukurannya.
Inilah beberapa jawaban saya atas beberapa pertanyaan teman tadi.
Ketika seorang teman menanyakan mengapa ada air mata alias kesedihan di samping kebahagiaan, saya menjawab dengan mencari teman yang lain. Kebetulan kulit saya gelap, maka saya mencari teman yang berkulit pu…

IKUT YESUS

Bacaan 27 April 2009
Yohanes 6: 22-29
6:22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan ya…

KASIH

Bacaan untuk Kamis Putih 9 April 2009
13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
13:7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang …

SILATURAHIM (From Samarinda with Love part 1 - Journey of Kuliner in Borneo part 5)

Perjalanan Panjang
Perjalanan dari Banjarmasin menuju Samarinda merupakan perjalanan darat terpanjang kedua yang pernah aku lalui. Pertama kali dulu tahun 1999 ketika masih frater kami melakukan promosi panggilan di Jakarta, kami naik bis Malang-Jakarta pergi-pulang. Saya tidak tahu mana yang lebih jauh, mungkin perjalanan kali ini bisa lebih jauh, seandainya seluruh perjalanan darat saya mulai tanggal 1 kemarin hingga tanggal 13 nanti pastilah sangat jauh.

Senyampang masih bisa melihat, karena mentari masih bersinar, maka aku nikmati pemandangan di sepnajang jalan. Yang menarik adalah melihat Bandar udara Banjarmasin, dari bis terlihat jelas landasan pacu dan pesawat yang sedang landing. Rupanya arahnya sejajar dengan jalan raya. Tiadanya pohon tinggi yang rindang dan hanya pagar kawat sebagai pembatas membuat kami bisa melihat ruas landas pacu itu.
Selanjutnya perjalanan ini menjadi begitu monoton. Apalagi ketika hari mulai gelap. Tak ada yang bisa dilihat di sisi jalan, sehingga saya …