Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2010

MENDENGARKAN DIA

Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutl…

KNOCKING, Sermon, 25th Feb 2010

Several times my friends asked me, is it true that God hears our prayer? As we hear in the gospel today. Ask and you shall be given. Knock and the door will be opened to you. Many people began to doubt the word.
They become doubts because they feel was knocking, but the door was not opened, they're looking for, and they do not get. So they began to doubt, lest Jesus did not keep their promises.

I tried to understand this by thinking simple. I imagine the House of God was so great, so when I knock on, surely the host will not immediately able to open the door. May He must turn around, could be he was busy and had to clean his hands before opening the door.
Well, sometimes there are guests who are impatient. After he knocked quietly to wait for the door was opened, but quickly passed and forgotten if he had just knocked on the door.
So the proper attitude of prayer, when knocking on the door of the House of God, we also have to patiently wait for the door opened. Patience and clarity …

JONAH

The story of Jonah we've heard. At that time we were still sitting in the Sunday School. The story of Jonah is very famous. Same with the story of Noah and the story of Prophet Moses. Maybe some of us have forgotten or only remember the events of Jonah eat fish. So let me tell you briefly the story of Jonah is.
He was ordered by God to convert the people of Nineveh, but he did not want to. So he fled, to ship to Tarshish. In the middle of the raging sea journey, the crew frantically, but Jonah slept soundly, until discovered by the crew.

Realizing that he is the cause of storm seas, and then ask Jonah thrown into the sea. Once thrown, he was eating fish. There he was dialoguing with God. He complained to his job and many more. After struggling in the belly of the fish for 3 days, he was thrown to the ground. From there he walked to the city of Nineveh God commands. He informed if the people of Nineveh did not repent, then they will be affected.
Jonah's call to be heard and the…

Our Prayer

Today our Lord Jesus Christ taught us a prayer. How to pray and what to say. In this section a lot of things that can contemplate, but I asked to reflect on the, 'Thy kingdom come, Thy will be done on earth as in heaven'.
This sentence was had a very deep meaning. There we are invited to submit so brave throughout our lives to God. 'Thy will be done' an inner attitude of those who believe. And it is only those who believe that could give all her hope.

Strangely, we often deny that what happened was the intention of God. For example when we asked for rouste bread and given sereal often we are still protesting. Yet there are both bralfast, thin difference really. But that's us, wants given what we ask, when was the way, thy will be done.
Simple but heavy. Simple to talk. Thy will be done, very simple. But the consequences are borne very heavy. Weight because often we are not prepared to accept.Another example, if we are sick and had God not want us to recover, we are an…

Siapa Yesus bagimu?

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
(Mat16:15)
Ada sebuah cerita mengenai seorang dosen Kitab Suci yang baru saja meninggal. Selama hidupnya dosen ini dikenal sebagi pribadi yang saleh dan rendah hati. Ia mengajar banyak orang untuk bisa memahami Kitab Suci dengan baik. Khotbah-khotbahnya juga menarik dan sederhana hingga bisa dipahami dengan baik.

Sampailah dosen Kitab Suci ini di gerbang surga. Di sana ia berhadapan dengan St. Petrus, kemudian terjadilah dialog yang menarik.
“Hallo professor, akhirnya kamu sampai di gerbang surga” sambut St. Petrus.
“Terimakasih St. Petrus. Saya sangat merindukan saat-saat ini.” Jawab dosen itu takzim.
“Hmmm, sabar proff. Ada ujian yang mesti kamu jalani untuk bisa masuk surga.” Sambil berkata demikian Santo Petrus menyodorkan lembar pertanyaan pada sang dosen. Dengan cekatan sang dosen menyelesaikan soal ujian tersebut kemudian menyerahkan hasil ujian itu kepada Santo Petrus. Sambil manggut-manggut, Santo P…

Tak Gendong…

Kawan, apakah kalian pernah mengenal Mbah Surip? Beliau adalah penyanyi nyentrik yang sekejap tenar dan kemudian hilang karena berpulang ke rumah Bapa. Kemarin saya membuat sebuah tulisan yang terinspirasi dari syair lagu tersebut, tema yang sama hendak saya berikan kepada Anda sekarang.
Syair lagu itu sederhana namun mendalam maknanya. Tak gendong ke mana-mana, tak gendong ke mana-mana, enak tho, asyik tho, dari pada naik pesawat kedinginan, dari pada naik taksi kesasar, mendingan tak gendong tho, enak tho, asyik tho?

Dalam lagu itu yang ditawari untuk digendong ke mana-mana adalah kekasih hatinya. Hubungan yang dekat erat sepasang kekasih semakin erat karena dengan digendong tidak ada jarak lagi. Nempel jadi satu. Kedekatan pribadi ini penting. Dekat dengan yang terkasih.
Mbah Surip membandingkan nilai kedekatan itu dengan kenyamanan yang ditawarkan oleh pesawat terbang, taksi, dan ojek. Agak aneh, pembandingnya dari yang tinggi trus turun. Mungkin yang mau dikatakan begini. Naik pesaa…

St.Valentine dan Hari Valentine

Dalam martirologi kuno, disebutkan ada tiga St Valentine yang berbeda, yang pestanya sama-sama dirayakan pada tanggal 14 Februari. Sayangnya, kita tidak punya cukup catatan sejarah mengenainya.
St Valentine yang pertama adalah seorang imam dan dokter di Roma. Ia, bersama dengan St Marius dan keluarganya, menghibur para martir pada masa penganiayaan oleh Kaisar Claudius II. Pada akhirnya, St Valentine juga ditangkap, dijatuhi hukuman mati karena imannya, didera dengan pentung dan akhirnya dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari 270. Ia dimakamkan di Flaminian Way. Di kemudian hari, Paus Julius I (thn 333-356) mendirikan sebuah basilika di lokasi tersebut yang melindungi makam St Valentine. Penggalian-penggalian arkeologis yang dilakukan pada tahun 1500-an dan 1800-an menemukan bukti akan adanya makam St Valentine. Tetapi, pada abad ke-13, relikwinya dipindahkan ke Gereja Santo Praxedes dekat Basilika St Maria Mayor, di mana relikwi berada hingga sekarang. Juga, sebuah gereja kecil …

Connie Talbot

Tiba-tiba saja saya teringat Connie Talbot. Penyanyi belia dari ranah Inggris, yang mencuri perhatianku 2 tahun lalu. Bahkan ia dijuluki bintang termuda dalam ajang penjaringan bakat di Negeri Ratu Elisabeth tersebut. Kepolosan dan kelucuan bocah 6 tahun, waktu itu, sungguh mampu mengharubirukan perasaan para penonton, bahkan juri pun terpesona.
Tampil dengan gigi kelincinya yang tanggal, membuat ia sangat lucu kalau tersenyum, apalagi saat tertawa lebar. Menurut kabar, keikutsertaannya di ajang Britain’s Got Talent (BGT), sejatinya hanya iseng dan untuk senang-senang saja. Bisa jadi ibunya yang mendorong, atau karena ia suka menyanyi, apa ruginya jika mendaftar. Ternyata komentar para juri begitu positif, dan hal ini tentu saja menyenangkan, dan menambah rasa percaya dirinya.


Membawakan lagu Over the Rainbow pada babak audisi dan pada babak final membuat ia dikenal sebagai Connie Talbot Over the Rainbow. Seolah-olah Connie Talbot itu identik dengan Over the Raionbow. Meskipun ia juga b…

POKOKNYA KASIH

Kemarin, 14 Februari, kita merayakan hari kasih sayang. Meskipun ada yang menentang dan menganggapnya haram, toh perayaan jalan terus. Pada hari yang sama juga merayakan tahun baru China atau Imlek. Lengkaplah perayaan kasih sayang itu.
Orang mencoba merangkai-rangkai alasan dan bentuk ungkapan dalam merayakan valentine. Orang juga mencoba mencari alasan yang seimbang dan benar agar tidak tersesat dalam perayaan. Toh semuanya bermuara pada titik yang sama, merayakan kasih. Sebenarnya ini sudah cukup menjadi alasan. Kasih memang mesti dirayakan. Yang menjadi persoalan adalah cara merayakannya.

Ada orang-orang yang keliru dalam merayakan kasih tersebut. Ada yang begitu royal hingga mengeluarkan banyak dana untuk perayaan kasih. Padahal di tempat lain bahkan yang tidak berada jauh dari lokasi, ada cukup banyak insane yang hidup menderita. Tentu saja perayaan kasih itu menjadi tidak benar lagi.
Kawan, sebentar lagi kita akan masuk masa Pra-Paskah, masa pertobatan, masa retret agung. Dalam ma…

The Multigrain bread

Being a new comer in Australia, brings me lot of new experiences that happens every day. At breakfast time, my fellow priests always have toasted bread with jam or eggs, sometimes cereals which these are new for me. I do sometime eat bread and eggs back home, but Australian bread is so much different from we have in Indonesia. In our country, we only have white, thin sliced plain bread and it is a very soft. Whereas here, because of the grains, the bread is harder, and tougher too.

One morning, we ran out of jams, so then I ate the sliced bread on its own. In the beginning it gave me a funny and bitter taste, but amazingly when I slowly chewed it for some time, I gradually felt the sweetness taste that actually comes from the soft carbohydrate which mixed with my saliva. I can’t imagine if I chewed it quickly or swallowed it straight away, it’s still give a bitter taste, and it’s even worst because my throat will become really sore and I might choked easily.
Chewing i…

PPSSTTT… TENANG dikit napa?!

Kawan, kalian mungkin pernah mengalami gelisah yang amat sangat. Aku sering mengalaminya. Dikejar deadline pekerjaan, tugas, masalah; yang seolah menumpuk menjadi satu. Saat itu kita seolah bingung menentukan, mana dulu yang mesti dikerjakan, karena semua menuntut segera diselesaikan.
Kawan, kalian mungkin pernah mengalami kebingungan mau menyelesaikan pekerjaan yang mana. Semua minta dinomorsatukan. Karena bingung tak satupun bisa diselesaikan, padahal kita sepertinya telah bekerja keras. Aku kerap mengalaminya.
Terakhir mengalami, mungkin ini puncak dari segala kegelisahan dankebingungan. Ada banyak janji yang mesti dipenuhi, ada banyak permintaan yang mesti dituntaskan. Akhirnya, aku hanya bingung sendiri, mondar-mandir, persis setrikaan. Mungkin karena bosan melihat saya bingung dan gelisah sehingga membuat pemandangan kantor menjadi nggak enak buat dipandang, teman saya berkomentar, “ppssttt.. tenang dikit napa?!”
“Eh lu enak ya ngomong, tenang dikit, gimana mau tenang banyak urusan…

Gua Berhenti Berdoa!

“Gua udah lama berhenti berdoa.” Kata seorang teman lama yang kebetulan bertemu.
“Lho kenapa emangnya?” tanya saya kaget.
“Yahh, ga ada faedahnya berdoa. Gua udah berdoa, rajin ke Gereja, rajin beramal, teteepp aja banyak masalah.” Dia berhenti sejenak menarik nafas, kemudian melanjutkan lagi. “Lu tau ga. Pastor gua khotbah, ’serakan semua bebanmu kepada Tuhan, dan IA akan meringankannya,’ Gua ketawa aja dengarnya.”
“Knapa ketawa?” tanya saya semakin bingung.
“Ya ketawalah. Tau ga lu, pastur itu sok tahu bener ga sih, dia nyuruh kita berserah, datang kepada Tuhan, dan masih banyak lagi yang dikhotbahkan. Tau ga, gua udah jalanin semuanya. Gua udah lakuin yang dia khotbahkan itu. Nyatanya, hidup gua tetap susah. Hutang gua masih banyak. Persoalan gua masih numpuk.”

“Bener kamu udah lakuin semua? Jangan-jangan kamu belum melakukan semua?”
“Kok lu kagak percaya. Tiap minggu gua ke gereja. Tiap hari gua berdoa. Gua ikutan itu apa namanya… hmmm novena. Gua datang ke goa Maria buat ziarah. udah g…