Skip to main content

Posts

Showing posts from 2011

Movember

Memasuki bulan November, banyak poster bertuliskan MOVEMBER. Saya tidak tertarik untuk mengetahui apa dasar pemikiran tema movember tersebut. Hanya saja, kata tersebut langsung berbicara dua hal bagi saya. Pertama adalah kata move, dan yang kedua adalah kata remember. Maka saya menyimpulkan bahwa November itu adalah saat yang tepat untuk berpindah dan mengenang.
Pembaca yang budiman. Kesimpulan saya tersebut adalah hasil otak atik gatuk pemikiran hasil melihat poster-poster bertuliskan movember. Tetapi saya memang memiliki pemikiran dengan berpindah dan mengingat. Berpindah, kata ini terdengar kaku dan kurang nyaman. Maka saya akan mengganti dengan kata berubah.
Orang bijak mengatakan bahwa, dalam dunia ini selalu ada perubahan. Tidak ada yang benar-benar abadi. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Mereka yang tidak mau berubah akan digilas oleh perubahan itu sendiri. Tidak ada tempat yang nyaman bagi seseorang yang sungguh ingin bertumbuh dan berkembang. Meraka harus siap berubah, …

Aku percaya akan Tuhan...

Halo Romo Waris,

Apa kabar? Semoga baik. Ini topik kendimu untuk mudikalink bulan depan Romo. Kalau bisa di jawabnya tolong tidak lebih lambat dari tgl 25 ya Romo.

Sekarang, di komunitas-komunitas dan negara-negara yang boleh dibilang lebih "progresif" dan "sekular" seperti negara-negara Barat, banyak orang apalagi anak-anak muda yang tidak memiliki agama atau kata lainnya adalah "ateis"/"free thinker". Orang-orang yang tidak memiliki agama ini tidak mempercayai adanya Allah dan perbedaan pikiran ini seringkali membuahkan masalah. Dari pengalaman saya sendiri, saya pernah menjumapi beberapa umat Katolik yang mengatakan bahwa orang-orang ateis tidak memiliki arahan dalam hidup dan lebih memungkinkan bagi mereka untuk terjerumus ke jalan yang salah. Sebaliknya beberapa kaum ateis mempunyai opini yang kuat bahwa banyak penganut agama itu arogan dan radikal. Sebagai seorang Romo, apa pendapat Romo tentang ateisme? Apakah benar mereka tidak mempunyai a…

Hari ini Saya Berulang tahun

Konfrater terkasih dan para sahabat yang dikasihi Tuhan. Hari ini saya berulang tahun. Sebenarnya biasa saja, tetapi menjadi berbeda karena budaya dan lingkungan yang menghidupinya membuat ulang tahun memiliki sebuah makna yang lebih. Hari ini, juga hari ini di tahun yang silam, saya senantiasa menemukan kasih Tuhan yang luar biasa. Dulu, sewaktu saya masih kecil dan remaja, simbok menyiapkan segala macam untuk ulang tahun saya. Meskipun saya sebut segala macam, menu utama ulang tahun di masa kecil saya adalah soto. Soto ayam. Dan selalu soto ayam. Tidak pernah berubah, bahkan sampai saya besar dan lama meninggalkannya. Kalau pulang selalu disambut soto ayam. Maka sekarang saya juga merayakan ulang tahun dengan soto ayam. Sebagai kenangan akan simbok tentu saja. O iya, perayaan ulang tahun di masa kecil saya itu sebenarnya monoton banget. Acaranya selalu sama. Sedari  saya kecil, yang bisa saya ingat sampai saya meninggalkan kampung, perayaan ulang tahun saya selalu sama. Bapak saya …

Lelaki yang mencari harta karun

Sahabat, ada dua orang sahabat sedang berbicara cukup serius. Setiap hari mereka berbicara. Terkadang hanya bercanda saja. Tetapi hari itu mereka berbicara serius. Bukan berkelahi. Yang satu mengingatkan yang lain. Yang satu mendampingi yang lain. Dan tidak ingin sahabatnya jatuh terlalu dalam.Anggap saja dua orang itu adalah sahabat dan aku. Sahabat mengingatkan aku, agar aku tidak jatuh terlalu dalam. Sahabat menasehati aku agar aku segera sadar. Sahabat menasehati dengan menggunakan perumpamaan. Sekaligus menerangkan makna perumpamaan itu. Karena aku bebal.Sahabat mengatakan aku ini seperti pencari harta karun. Dalam pencarianku, aku menginginkan berlian. Meski yang ada dan tersedia banyak adalah batu kali. Sahabat mengatakan bahwa aku tidak mampu membedakan mana berlian dan mana batu kali. Sahabat menggoyang-goyangkan pundakkku, membuat aku sadar dan terjaga.Berlian itu hanya perhiasan. Dia tidak berguna banyak. Dia hanya hiasan. Pajangan. Minimal bisa menjadi bekal untuk dijual j…

Apakah yang kau cari?

Sahabat, ada satu pertanyaan yang kerap sulit saya temukan jawabannya. Pertanyaan itu ialah, “apakah yang kamu cari?”. Saya kerap sebal dan sedikit marah kalau ditanya demikian. Sebal dan marah karena kerap kali saya tidak tahu apa yang saya cari. Lebih jelasnya, saya malu karena tidak tahu apa yang sedang saya kejar dan cari.Kedengarannya lucu, kok bisa seseorang tidak tahu apa yang ia cari. Tetapi itulah yang kerap saya alami. Kelihatannya sibuk, nampaknya tidak memiliki waktu luang lagi, tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya sedang saya kejar dan usahakan. Banyak teman mengingatkan saya untuk menyadari benar tujuan sebelum saya melangkah. Itu akan sangat membantu perjalanan saya. TujuanMengetahui tujuan memang membantu saya menemukan jalan yang hendak saya tempuh. Contoh sederhana adalah ketika saya dengan seorang frater tersesat di kota Brisbane. Kami berdua adalah pendatang di sana, dan baru pertama kali ke sana. Hari itu kami baru datang dari Gold Coast dan hari sudah mulai gela…

The power of forgiveness

Sahabat, catatan kecil ini terinspirasi kisah yang ditayangkan oleh TV SBS dalam acara Dateline. Adalah Jackie Milliar yang membagikan kisah luar biasa ini, kisah yang oleh sebagian orang dianggap gila. Ya, banyak orang menganggap Jackie gila karena memaafkan orang yang hampir membunuhnya.Malam itu, 4 November 1995, dua remaja bersenjata mencuri sebuah mobil dan menembak pemilik mobil dan meninggalkan begitu saja. Jackie Milliar, korban perampasan dan penembakan itu ditemukan masih hidup dan dibawa ke rumah sakit. Peluru yang melukai kepalanya membuat sebagian otaknya mengalami kerusakan dan ia hampir buta.Pelan tapi pasti kesehatan Jackie pulih dan dia memulai kehidupannya dari awal lagi. Artinya, dia belajar duduk lagi, belajar berjalan lagi, bahkan belajar berbicara lagi. Ia memulai kehidupan keduanya setelah hampir meninggal. Apakah kisahnya sudah selesai? Ternyata belum.Ia kehilangan banyak memory masa lalu. Bahkan ia juga tidak memiliki ingatan pada malam yang hampir merenggut n…

Memaafkan Osama bin Laden?

Sahabat, kiranya belum terlalu basi jika saya mengangkat Osama Bin Laden sebagai topik catatan kecil ini. Saya tidak ingin berdebat atau berdiskusi mengenai siapa dia, bagaimana dia berkarya dan berorganisasi. Saya juga tidak ingin berdiskusi mengenai bagaimana ia meninggal, dan bagaimana seharusnya ia dimakamkan. Topik ini saya angkat sebagai sarana untuk merenungkan arti sebuah kedamaian dalam hidup.Perintah BaruSebagai seorang Katolik, saya belajar dan terus berusaha melakukan sesuatu seperti yang dikehendaki oleh Yesus junjungan saya. Dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, di dalam relasi dengan umat berbeda agama dan keyakinan, saya berusaha menjalankan apa yang dikehendaki oleh Yesus. Hal ini tidak selalu mudah, tetapi saya berusaha menjalankannya. Satu ayat yang menjadi dasar sikap saya ini saya ambil dari Injil Yohanes pasal 13 ayat 34-35. “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pu…

Mengapa aku mencintaimu, oh Maria!

Saudari-saudara terkasih, mengapa saya begitu mencintai Bunda Maria? Sedikit pemaparan berikut adalah gambaran sederhana mengapa orang-orang Katolik begitu mencintai Bunda Maria. Saya berangkat dari pengalaman pribadi, hidup sebagai orang Katolik, yang saya andaikan dialami oleh sebagian besar orang Katolik yang mencintai Maria juga. Saya tidak menguraikan perdebatan-perdebatan teologis-biblis mengenai Maria. Di sini saya hanya hendak berbagi, bagaimana lebih mencintai Allah seperti Maria. Bahkan bukan hanya seperti Maria, tetapi bagaimana mencintai Allah bersamanya. Cinta pertama Kesan pertama senantiasa menggoda. Selanjutnya terserah Anda yang akan menguraikannya. Demikianlah kesan pertama saya tatkala belajar mencintai Allah. Dulu sekali, ketika saya masih kecil, ibu saya mengajari berdoa. Bukan doa yang rumit-rumit, tetapi doa sederhana yang ia bisa. Tentu ibu saya juga perempuan sederhana, dia tidak pandai merangkai kata, maka doanya juga sederhana. Yang dia tahu hanya Bapa Kami …

Kematian yang indah

Sahabat, salah satu keindahan musim gugur adalah melihat dedaunan berunah warna. Dari hijau kemudian kuning, sebentar lagi merah, lalu coklat dan akhirnya rontoh. Banyak orang pergi ke daerah-daerah yang banyak ditumbuhi pepohonan khas Eropa itu. Ada yang pergi jauh ke Bright, atau ke tempat yang dekat-dekat saja. Hanya untuk melihat indahnya warna daun di musim gugur.Sebuah keindahan yang menyimpan ironi tinggi. Sebuah keindahan di awal kematian. Keindahan daun-daun sebelum habis hidupnya dan gugur sebagai sampah. Keindahan yang terpancar dari badan yang meregang nyawa sebelum putus dan terjungkal ke tanah. Sebuah ironi ataukah sebuah pemberian diri? Bahkan di saat terakhir hiduppun masih memberikan keindahan.Kematian dan KehidupanSahabat, baru saja kita merayakan Paskah. Sisa-sisa perayaannya mungkin masih ada. Telor coklat, atau coklat kelinci, mungkin masih tersimpan di laci. Atau sebaliknya, perayaan Paskah dengan segala keagungannya tak sedikitpun meninggalkan bekas. Entah apapu…

KUNCI

Teman-teman, apa kabar kalian semua. Mungkin kalian semua akan menjawab ‘KURANG BAIK ROMO.’ Tidak masalah, aku akan membagi pengalamanku tentang kunci pada hari Sabtu yang lalu.Setiap Sabtu pagi, anak-anak dekor dan prop mengerjakan tugas mereka di pelataran pasturan Port Melbourne. Sabtu kemarin, 2 April, cuaca agak dingin. Jessica datang pertama dan langsung bekerja, disusul Lucy dan yang lain-lain. Aku tidak bisa menemani mereka sampai selesai karena harus misa dengan Mudika.Kunci rumah aku titipkan kepada Jessica, agar bisa memasukkan barang-barang. Aku tidak berpikir yang macam-macam. Misa Mudika berjalan lancar, dan aku masih memiliki beberapa janji. Aku baru membuka henpon sekitar jam 4-an sesudah memenuhi janji yang kedua setelah mismud.Walah, banyak banget miscal dari Jessica dan Peter. Rupanya, selepas aku meninggalkan pasturan untuk mismud, bruder pimpinan rumah menemui anak-anak dan mempertanyakan ‘kunci’. Ada permasalahan sedikit, bisa juga besar tergantung dari melihatny…

Salah Kirim

Sahabat, beberapa hari yang lalu saya salah kirim email. Maksud hati mau membalas kiriman email teman saya di Jakarta, ehhh kok malah nyasar masuk ke milist drama musical. Teman saya ini manas-manasin dengan ngirim foto-foto makanan dengan BB-nya. Nah, saya mau balas kirim foto dengan henpon yang aku punya. Walah kok malah salah masuk.Hal yang lebih lucu lagi, saya nggak sepenuhnya ngeh kalau kiriman email itu masuk ke milist. Saya kira hanya salah kirim ke Margrit, ehhh setelah saya cek kok ke milist. Cilaka dua belas. Sebenarnya, meski salah kirim, saya udah ga begitu memikirkan lagi, toh bukan gambar yang aneh-aneh. Maka saya melanjutkan aktivitas. Malam ini, sesudah makan, saya ada janji dengan beberapa teman untuk mengadakan lektio divina. Yaitu berdoa bersama dari Kitab Suci, membaca dan merenungkan bersama-sama teks Kitab Suci.Teks yang kami baca adalah kisah mengenai Yesus membangkitkan Lazarus dalam Injil Yohanes 11:1-44. Teksnya panjang tapi menarik banget. Lazarus adalah ad…

Arsip Kompasiana

Teman-teman terkasih,
tanpa terasa sudah setengah bulan kita berjalan di tahun yang baru. ada banyak kenangan dan kenyataan yang kita lalui bersama. ada yang menyenangkan, ada yang menggemaskan, tak jarang menggelisahkan. selama ini, saya berbagi kisah dengan kalian di beberapa 'rumah'. dulu, sewaktu saya masih seorang facebooker, setiap hari saya berbagi di sana. kemudian saya menutup rumah saya di sana, meskipun banyak menuai protes juga. lalu saya menghidupkan kembali blog ini, yang sudah lama mati suri, saya bangkitkan kembali. dengan sedikit mengubah tampilan dan titel di atas. dengen memberi titel ngopi bareng, saya hendak menawarkan rasa baru dari blog ini, tidak terlalu berat, namun cukupan. seperti saat kita ngopi bareng, di teman camilan rasanya mantap sekali, meskipun tidak menyenangkan, ada banyak yang didapatkan. kemudian saya juga bergiat lagi dalam menulis, terutama di kompasiana. hampir setiap hari saya menulis di sana, terkadang blog ini jadi terlupakan lagi. …