Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2009

Mati Ide

Beberapa minggu terakhir ini saya seperti mati ide. Biasanya suka menulis sekarang tidak muncul satu pun. Niat ada, udah ‘mentheng-mentheng’ mau nulis baru dapat satu kalimat mati. Ga tahu mau apa. Ide yang sempat muncul seakan terbang bersama layar computer.
Gila, rasany aseperti orang linglung. Diminta teman untuk menuliskan satu renunagn saja susah. Tidak enak menolak, tetapi nyatanya tidak bisa memunculkan satu ide pun. Udah membaca beberap buku, membolak-balik majalah dan Koran, toh hasilnya nihil. Hahahahaha, bener-bener mati ide.

Trus pagi ini kepikiran, ya udah mati ide ini ditulis saja, siapa tahu bisa memancing munculnya ide-ide yang bagus, yang berguna bagi banyak orang. Wuihh mulai ngayal lagi, wong menemukan ide yang biasa saja susah sudah membayangkan menemukan ide brilliant yang berguna bagi banyak orang.
That my problem. I lost idea. I don’t know how to begin write some article. Now I just write some email, try to update my facebook or read more. I hope that help me impro…

MENGADILI

Kata ini sepertinya jahat banget. Tanpa perlu dijelaskan pun kita akan tahu bahwa ‘mengadili’ adalah proses membuat penilaian terhadap seseorang. Biasanya sih di dalam pengadilan dan dilakukan oleh seorang hakim setelah mendengarkan kesaksian banyak pihak.
Ternyata seperti kita ketahui bersama, mengadili bisa muncul dalam hal-hal yang sederhana. Melihat seorang pria dengan tato menghias tubuhnya disertai rambut gondrong agak awut-awutan, kita memeiliki kecenderungan untuk menilai dia sebagai orang yang ‘kurang baik’, atau bahkan menilainya sebagai orag jahat.


Penampilan bisa menipu. Hal ini bukan hal baru. Penampilan perlente belum mencerminkan keperibadian yang baik bahkan belum tentu mencerminkan keadaan ekonomi yang bagus. Sebaliknya penampilan sederhana juga belum tentu menyembunyikan keadaan yang memprihatinkan. Rupa yang jelek, atau casing yang kurang menyenangkan, bisa jadi menyembunyikan sebuah bakat yang luar biasa.
Kemarin saya mengunggah tautan video 4 penyanyi di FACEBOOK, …

Yang Kecil Itu

("Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Mat 13:32)
Yang kecil itu bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Tindakan kecil bisa membuahkan sesuatu yang besar. Ada yang percaya namun ada yang tidak percaya. Mari kita lihat dalam hidup keseharian.



Ada seorang bapak setiap hari membersihkan sampah di lingkungannya. Bersama anak laki-lakinya setiap sore ia membersihkan sampah yang dibuang oleh tetangga-tetangganya. Awalnya tindakan itu seperti tak ada artinya. Namun lama-kelamaan para tetangga yang biasa membuang sampah di situ menjadi malu. Bahkan mulai ada yang membantu membersihkan sampah juga. Pada akhirnya lingkungan tersebut menjadi bersih.
Kerapkali kita merasa bahwa tindakan baik kita yang kecil tidak akan membuahkan hasil. Namun jika terus dilakukan pasti akan membuahkan hasil yang b…

GRATIS

(Kamu telah memperolehnya dengan cuma-Cuma, maka berikanlah dengan Cuma-Cuma. Mat 10:8)
Harian Jawa Pos tanggal 23 Arpil menampilkan berita yang menusuk hati. Digambarkan di sana ada dua kegiatan mengantre. Yang pertama adalah kegiatan mengantre BLT di kabupaten Purbalingga, sedangkan antrean kedua terjadi di mall senayan city, mereka mengantre untuk membeli berlian.


Serupa tapi tak sama. Yang mengantre BLT datang pagi-pagi, mesti membawa surat-surat lengkap, seperti kartu keluarga dan surat keterangan tidak mampu dari perangkat deda. Suasana di dua antrean itu juga berbeda. Di Purbalingga antrean diwarnai kekecewaan, karena banyak warga tidak bisa mendapatkan BLT karena persyaratan tidak lengkap. Di Mall Senayan City diwarnai kegembiraan, karena mesti telah mengantre berjam-jam lamanya, mereka puas karena mendapat potongan harag yang besar.
Dalam suatu kesempatan, kartun Panji Koming pernah mengkritik kondisi social masyarakat Indonesia. ‘Dari jaman Majapahit sampai jaman Reformasi kok …

Terima kasih Tuhan

Sepanjang hari ini tiada habisnya aku mensyukuri karunia Tuhan. Tergetar dalam hatiku nyanyian Daud, “betapa mulia nama-Mu ya Tuhan di seluruh bumi. Apakah manusia sehingga Engkau mengindahkannya. Engkau telah memahkotainya dengankemuliaan dan hormat.”


Siapakah diriku sehingga Engkau mengindahkannya. Hidupku penuh dengan dosa-dosa. Mulutku kerap lalai memuji kebesaran-Mu. Tak jarang yang keluar adalah kutuk dan hujat. Namun Engkau memakainya untuk mewartakan keagungan-Mu. Engkau memakai mulutku untuk mengajar umat-Mu.
Siapakah diriku sehingga Engkau memngindahkannya. Tanganku kerap berlaku lancang. Banyak hati kecewa karena tanganku, terlebih Engkau pasti kecewa dengan tanganku. Cinta diri yang terlampau menggebu kerap menutupi kenyataan bahwa semestinya tanganku hanya untuk memuji-Mu, terulur menyembah-Mu. Namun Engkau masih menggunkannya untuk membagikan Tubuh dan Darah-Mu kepada umat yang Engkau kasihi. Engkau masih menggunkan tangan berdosaku untuk mengoleskan berkat di dahi-dahi k…