Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Kapal Pesiar

Sahabat, apakah kalian pernah naik kapal pesiar? Saya belum pernah. Juga belum berminat menaikinya, atau menumpanginya. Apakah kalian berminat? Berminat toh boleh, tidak ada yang melarang. Tapi saya tidak berminat. 
Eh ngomong-ngomong, apakah kalian pernah melihat kapal pesiar? Dari dekat! Bukan melihat melalui brosur atau lewat tayangan televisi? Kalau saya sudah. Kerap kali! Melihat secara langsung, melalui kedua bola mata saya yang disambung kacamata, tanpa perlu perantara lembaran brosur atau iklan di kaca televisi, dll.  Saya melihatnya langsung dari jarak yang sangat dekat sekali ketika kapal pesiar itu sedang bersandar rapi di tempat parkir. (Eh, benar nggak sih kapal itu diparkir? Atau ditambatkan? Dianggap saja benar.) Atau melihatnya dari jauh tatkala kapal-kapal itu meninggalkan perairan Hong Kong di malam hari juga ketika mereka baru datang di pagi hari. Kebetulan posisi kamar saya menghadap laut yang menjadi jalur pelayaran kapal pesir tersebut. Setiap pagi, antara jam …

Kung Fu Panda

Sahabat, saya ingin bercerita tentang film Kung Fu Panda 3, bukan memberi resensi atas film tersebut. Tetapi berbagi cerita mengenai apa yang saya dapatkan setelah menonton film tersebut.  Saya nonton film Kung Fu Panda 3 sebanyak dua kali, dan kesemuanya bukan di bioskop. Mohon maaf kepada produser film, saya nonton dari link yang dishare seorang teman. Pertama kali nonton, filmnya tidak bisa diputar sampai habis. Baru kedua kalinya film tersebut bisa  saya nikmati sampai habis. Sebenarnya saya ingin menontonnya di bioskop, sebab sensasinya lebih 'dapet'. Tapi selalu tidak memiliki kesempatan. Namun saya tidak berkecil ahti karena sejak menonton yang pertama kali, saya sudah disergap oleh rasa senang melalui pesan yang diberikan, bukan pada segala balutan animasi atau sound yang dramatik.
Cerita dibuka dengan pertarungan antara Master Ogway dengan Kay. Mereka pada awalnya bersahabat, namun karena keserakahan Kay, akhirnya mereka berpisah jalan. Pada bagian ini belum ada yang…

Gus Mus

Semalam di Metro TV ada acara Mata Najwa dengan menghadirkan Gus Mus (Mustofa Bisri) sebagai bintang tamu. Judul acaranya "Panggung Gus Mus'. Saya nontonnya melalui saluran yutup. Acara Mata Najwa semalam sungguh berbeda, jika dibandingkan dengan seri-seri yang sebelumnya. Biasanya kental dengan bahasan politik. Namun acara semalam sungguh sangat humanis.  Gus Mus sendiri, seperti banyak diceritakan oleh orang-orang dekatnya, memang sosok yang humanis, sangat menghargai manusia dan berusaha memanusiakan manusia. Sebagai seorang kyai, beliau juga sangat menarik. Beliau sendiri mengaku sebagai kyai pertama yang memakai sarana media sosial untuk berdakwah. Najwa Sihab sendiri menjuluki Gus Mus sebagai kyai yang romantis. Hampir semua segmen menarik hati, namun ada satu bagian yang sangat mengena di hati saya sehingga berani membuat catatan setelah sekian lama tidak melakukannya. Ketika Mbak Nana bertanya alasan Gus Mus tidak mau dipilih sebagai orang tertinggi di NU. Dengan ama…