Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2009

a tribute to my siMBok

Simbok.
Pernah terharu biru hingga lesu mataku membaca kisah mengenai seorang ibu. Sebenarnya aku mau menulis tentang seorang ibu. Sayang bahwa aku tidak memiliki bayangan akan seorang ibu. Jika dipaksa membayangkan seorang ibu, yang hadir adalah ibu guru. Dan itu bukan yang kumau.
Bagiku ibu itu teramat jauh, bahkan jauh sekali. Kenanganku hanya terdampar pada sosok simbok. Kamu semua pasti kenal arti seorang simbok, pasti berkaitan dengan seorang perempuan, mengenakan jarit, dari desa, tidak berpendidikan, dll. Itu yang kumiliki. Bukan seorang ibu, tetapi seorang simbok.
Aku memeras segala ingatanku akan simbokku. Apa yang kira-kira bisa dibanggakan dari beliau. Kapan kiranya aku mendapatinya bercerita mengenai negeri seribu satu malam, kapan kiranya beliau mendendangkan lagu merdu buatku. Sayang kenangan itu tidak pernah datang. Sama sekali. Bukan karena aku kehilangan ingatan akan masa kecilku, akan masa indah dibuaian simbokku.
Beberapa hal yang kuingat dari simbokku. Tidak banyak b…

Sedih Hatiku

Sungguh sedih hatiku.
Begitu Messi melesakkan gol yang kedua bagi Barca, langsung HP aku matikan. Tidak akan tahan rasanya hati ini 'diteror' teman-teman karena tim kesayanganku kalah.
Ketika Eto'o membuat gol yang pertama aku masih bisa menerima, pertandingan masih lama. Ketika teman-teman menelfon dan kirim sms, aku masih bisa berujar, 'yang tertawa dahulu akan menagis kemudian'. Tetapi mereka tidak tertawa, mereka hanya tersenyum. Ketegaranku runtuh tatkala Messi menanduk bola umpan matang dari Xavi.
Remuk hatiku. Tak terbayangkan mendengar celoteh di meja makan yang mengatakan bahwa MU akhirnya menang....is tersedu. Tak bisa kutatap rona-rona gembira wajah mereka. Di rumah ini hanya aku sendiri pendukung MU, yang lain pembela Barca. Mereka akan bersorak senang, sedang aku tertunduk lesu.

Aku tak akan berani mengaktifkan HP, aku juga tidak akan membuka koran bagian olah raga. Di internet pun, bagian sepak bola akan aku hindari. Tak sanggup aku menahan kesedihan i…

Nilailah dengan Hati

Kalau tidak ada janji, tidak akan ada yang bisa dibuktikan.
Kalau hanya bisa membuat janji, itu politisi sejati.
Kalau bisa membuktikan apa yang pernah dijanjikan, itu pelayan sejati.
Romo Waris.

Obrolan di Atas Ojek Menuju Bantar Gebang
KOMPAS/ RIZA FATHONI
Sampah Bantar Gebang
/
MINGGU, 24 MEI 2009 | 13:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Heru Margianto

KOMPAS.com — Pagi ini, Minggu (24/5), saya urung membawa motor menuju Tempat Pembuangan Akhir Terpadu Bantar Gebang, Bekasi. Saya membayangkan, situasi acara deklarasi pasangan Megawati-Prabowo pasti sangat ramai oleh ribuan orang. Membawa motor sendiri rasanya akan menyulitkan saja.


Jadilah siang ini naik ojek. Perjalanan sekitar 15 km dari pusat Kota Bekasi ditempuh dalam waktu lebih kurang 30 menit. "Ke Bantar Gebang ya, Bang, tempat Mega-Pro," kata saya kepada tukang ojek yang mangkal di depan Metropolitan Mall, di sisi Kalimalang.
"Ooo... tampat acara deklarasi itu ya. Ayo boleh," jawab tukang ojek itu.
"Lho, kok t…

LIANA

Agustus 2001, aku pertama kenal dengan Liana. Siswi SMP di daerah Tanggul Jember. Anaknya kecil, penampilannya sederhana. Dia tinggal di asrama susteran dan rajin menjadi misdinar. Dari Romo Girin aku ketahui bahwa ia baru saja menajdi katolik.
Rumahnya sendiri di daerah Balung Jember. Sebelah selatan kota Jember, dekat dengan Ambulu dan dekat dengan Pantai Watu Ulo Jember. Dan kemudian aku ketahui bahwa sesungguhnya rumahnya di Malang. Karena kehancuran rumahtangga orangtuanya yang membuat ia terdampat di pesisir selatan Jember. Rasanya tidak perlu diceritakan di sini bagaimana keluarga itu pecah. Yang jelas, ia ikut ibunya, sedangkan kakak-kakaknya ikut ayahnya dan tetap tinggal di rumahnya di Malang.

Singkat cerita aku semakin mengenalnya. Dari pengenalan itu muncul rasa haru, kasihan, simpati dan empati. Dia sekolah SMP karena bantuan sosial di paroki. Termasuk untuk biaya asrama. Setiap bulan, kalau ia boleh pulang ke rumah, selalu diantar oleh sopir paroki. Anaknya cerdas dan kar…

Mengapa aku suka CENIL?

Cenil menghadirkan memorabilia masa lalu di kala kanak-kanak. Setiap hari pasaran Legi, aku selalu menunggu Mbah Tritis lewat, beliau adalah satu-satunya penjual Cenil di kampungku. Terkadang penantianku berakhir kecewa karena Cenilnya sudah habis. Hampir setiap kali, Mbah Tristis tidak berhasil membawa Cenilnya ke pasar, karena sudah habis di jalan. Meski demikian ia tidak pernah menambah jumlah Cenilnya.
Meski cenilnya habis, Mbah Tritis masih melanjutkan perjalanan ke pasar, karena ia juga menjual Lupis dan Klepon. Aku tidak tahu mengapa hanya Cenilnya yang selalu laris. Bagiku sendiri Cenilnya Mbah Tritis memang luar biasa. Kenyil-kenyilnya nyaman di mulut. Manisnya dari gula jawa asli, beliau tidak pernah menggunakan pemanis buatan. Warna Cenilnya menarik mata untuk menusukkan biting ke badan-badan kenyal Cenil.

Makan sebungkus Cenil selalu kurang, tetapi Ibu hanya mengijinkan aku membeli sebungkus saja. Rasa kurang ini harus disimpan selama 5 hari ke depan, menunggu hari pasaran …

Simon dan Yudas

Santo Simon dan Yudas adalah bagian dari kedua belas rasul yang dirayakan secara bersamaan. Alasan merayakan pesta mereka dalam hari yang sama mungkin sekali didasarkan pada penyebutan nama mereka yang selalu bersama-sama di dalam Injil. Kemungkinan yang lain, karena mereka dianggap mengalami kemartiran di tempat yang sama, yaitu di Persia/Iran, bahkan mungkin dalam waktu yang bersamaan.
Santo Simon, dikenal juga sebagai Simon orang Zelot karena kemungkinan ia termasuk kelompok Zelot yang fanatic terhadap hokum Taurat dan turut serta dalam pemberontakan melawan penjajah Romawi. Dia dikenal juga sebagai saudara sepupu Yesus dan saudara rasul Yakobus Muda dan Yudas.
Kisah hidup dan karya pelayanannya tidak bisa dijumpai dalam Injil. Sedikit mengenai kisah hidup dan pelayanannya bisa diketahui dari tradisi-tradisi kuno. Ada beberapa cerita mengenai kisah hidup Simon. Kisah yang pertama dari buku Menologi Santo Blasius, ia diceritakan wafat dengan damai di Edessa-Irak. Kisah kedua, dari tra…

21-12-2012 pukul 11.11

Tanggal 21 bulan 12 tahun 2011 pukul 11 lewat 11 menit, itulah judul tulisan ini. Bukan angka keramat juga bukan ramalan togel. Tanggal tersebut adalah tanggal yang banyak dibicarakan orang dalam kurun sepuluh tahun terakhir ini. Tanggal itu berkaitan dengan kalender dari suku Maya yang ditafsirkan banyak orang sebagai akhir dunia.
Sekilas mengenai keberadaan suku Maya.
Dari data Wikipedia dapat diketahui bahwa Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur. Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumurnya yang disebut "cenotes". Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan menggunakan gambar dan simbol, yang disebut "glyph". Ada dua macam glyph: yakni …

Jagoan

Menyaksikan jagoan kesayangan menang sungguh menyenangkan. Melihat MU mampu meraih gelar juara Premier League hati ini berbunga-bunga. Melihat AREMA mengalahkan Persitara sungguh tak terkatakan riang hati ini.
Sore itu hati masih berbunga-bunga karena kemenangan tim idola. Sempat melihat pemanasan para pembalap Moto GP, hati ini penuh harap bahwa jagoan tua Rossi akan mendapatkan hasil yang bagus, meski start dari nomor 4. Pukul 19.00 balapan dimulai, aku tidak nonton karena pada waktu yang sama mesti doa bersama komunitas.

Usai doa, jam 19.40-an menit televise langsung kami nyalakan. Melihat Lorenzo melaju sendirian di depan, melihat Melandri mengikuti dari jauh, pedrosa dan Devisiozo rebutan tempat ketiga, hati ini mulai ketar-ketir, di mana Rossi? Setelah melihat keseluruhan dan tidak melihat Rossi hati ini menjadi lesu. Mau makan rasanya tidak berselera. Sate ayam yang tersaji di meja makan belum mampu membangkitkan gairah makan. Jagoan kalah berarti hati menajdi sedih, semangatpu…

TELINGA

Telinga rupanya perlu dibiasakan. Akhir-akhir ini saya suka mendengarkan radio online. Dulu mendengarkan radio BBC, telingaku ga menangkap sama sekali, ngomongnya cuepet dan ga jelas. Sepertinya mereka hanya mendesis saja. Repot.
Sekarang suka mendengarkan Radio ABC, beberapa hal bisa tertangkap telinga, tetapi banyak hal lewat. Lewat karena beberapa kata pengucapannya beda banget dengan apa yang aku pelajari di sekolah.
Melihat kesulitanku ini seorang teman memberi peneguhan. Ga usah khawatir, meski ga ngerti dengarkan terus,karena dengan sendirinya telingamu akan terlatih dan suara-suara itu akan masuk ke dalam otak dan hatimu, hingga pada satnya nanti akan keluar juga. Dengarkan saja. Latih terus telingamu agar terbiasa mendengar suara-suara itu.
Jangan terlalu bingung kalau kamu sekarang tidak mengerti.
Kiranya melatih telinga mendengarkan suara-suara aneh, seperti halnya melatih telinga-hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan. Mungkin awalnya kita tidak mengerti apa maksud dari Sabda Tu…

ROSARIO

Hari tanggal 1 bulan Mei, bulan Maria, biasanya kami berdoa Rosario. Mengapa aku berdoa Rosario
Bagiku berdoa Rosario adalah belajar menjadi rendah hati. Belajar bersimpuh di hadapanNya dengan segala bebal di hati. ‘Kasihanilah aku ya Tuhan menurut kasih setiaMu, menurut bedarnya rahmatMu hapuskanlah segala kesalahanku’.
Dalam doa Rosario kita mengulang-ulang doa Salam Maria berkali-kali. Mengulang-ulang berarti menjadikan doa itu refrain dalam hati. Mengulang pujian yang sama, “Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu”. Terus memuji Maria yang dipenuhi rahmat bahkan rahmat yang sangat besar, mengandung dan melahirkan Allah Putera.

Mengulang pujian yang membuat segala wanita akan mengiri kepadanya. “Terpujilah engkau di antara wanita”. Wanita mana yang tidak merindukan puteranya menjadi besar, anaknya menajadi tokoh ternama. Dan tak seorang pun wanita yang merindukan anaknya mengalami celaka dan derita. Terpujilah engkau di antara wanita ya Maria, karena engkau rela membiarkan hatimu dit…

MAY DAY

May Day? Apakah itu?
Kenapa tanggal 1 diperingati sebagai hari buruh? Apakah ada peristiwa yang menarik dengan perburuhan pada tanggal 1 Mei? Mengapa hari ini begitu penting sehingga negara-negara komunis-sosialis menajdikan hari ini sebagai lubur nasional bahkan liburnya seminggu penuh. Wuenak tenan.
Jika ditelusur ke belakang, bahkan jauh sekali, May Day sebenarnya sangat berkaitan dengan Gereja Katolik? Kok bisa? Ya, tanggal 1 Mei adalah peringatan Santo Yusuf pekerja. Dalam kisah Kitab Suci diketahui bahwa Santo Yusuf adalah tukang kayu, seorang pekerja, tukang. Memberi tempat bagi beliau sebagai seorang pekerja berarti memberi tempat pula bagi para pekerja dalam keseluruhannya.

Apa inti dari perayaan ini? Menghargai para pekerja sebagai manusia.
Tetapi perayaan yang mestinya baik kerap kali menjadi tidak baik. Lihatlah di berbagai kota di berbagai belahan dunia. Perayaan hari buruh banyak kali dan hampir selalu diisi dengan unjuk rasa, demonstrasi, orasi, dll. Apakah tindakan itu sa…