Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Aduh! Berdoa lagi..., berdoa lagi!

"Father, please..., jangan nasehati saya untuk berdoa..., sabar dan berdoa." Kata seorang umat kepada saya."Lho knapa?" Jawab saya sedikit bingung. "Saya sudah berdoa sampai bibir saya dower, Father, tetapi Tuhan tidak pernah mendengarkan doa saya." "Lho apa yang kamu ungkapkan dalam doamu?" "Ya saya minta agar Tuhan mengangkat persoalan-peraoalan hidup saya, saya minta agar Tuhan menjauhkan segala kesulitan. Nyatanya hidup saya masih sulit. Nyatanya persoalan masih datang silih berganti. Nyatanya..."
Sahabat saya tadi masih meneruskan dengan banyak keluhan yang lain. Maka ketika dia datang dengan membawa persoalannya, dia ingin nasihat yang manjur. Dia tidak mau disuruh berdoa lagi, karena dia sudah berdoa dan nyatanya, Tuhan tidak pernah mendengarkan. Menurutnya!
Namun ada satu hal yang saya percayai, bahwa kita boleh kehilangan apa saja, boleh menyerah terhadap apa saja, tetapi jangan pernah kehilangan harapan, jangan pernah menyerah unt…

Fonghohk

Fonghohk berarti pulang sekolah. Setiap hari berangkat sekolah, sorenya pasti pulang lagi. Sebenarnya tidak ada yang istimewa. Namun hari ini agak istimewa. Karena hari ini ujian, maka kami pulang agak siang. Teman saya, Romo Heru mengajak jalan-jalan. Cocok jugalah, membuang energi negatif ujian, hehehehe.
Awalnya kami hendak mengunjungi musium, tetapi setelah ditimbang-timbang rencana itu kami batalkan. Kemudian kami ingin mengunjungi taman. Persoalan muncul, kami tidak tahu taman yang mana dan di mana. Kemudian saya usulkan menyusuri tepi laut dari Hung Hom sampai Star Ferry. Beliau setuju dan kami mulai jalan. Perhentian pertama adalah taman dinosaurus di depan Museum of Science of Hong Kong. Berfoto di depan dinosaurus adalah biasa, maka kami cari pose lain. Beruntung Romo Heru bersedia saya minta ke sana ke mari. Lucu juga. Jadilah pose memberi makan dinosaurus. Setelah kami berdua manggut-manggut, merasa puas dengan hasil poto, kami melanjutkan langkah. Wow, kami menemukan tama…

Pernikahan Sempurna

Sahabat, mungkin Anda sudah menonton film 'Soegija', film yang bertutur prihal Uskup Soegijapranata. Uskup pribumi pertama di indonesia. Uskup yang harus ikut memikirkan rakyat, bukan hanya yang katolik, tetapi seluruh rakyat, karena situasi perang saat itu. Bukan kisah film tersebut yang hendak saya bahas. Tetapi ada potongan dialog antara Uskup Soegija dengan pembantunya.Mungkin bukan sebuah dialog yang ramai, lebih tepat juga disebut monolog. Karena Uskup Soegija hanya mendengarkan pembantunya yang terus berbicara. Kurang lebih dia mengatakan ini. Menikah itu membuat hidup menjadi utuh. Jadi menjadi imam, apalagi uskup, berarti hidup belum komplit, alias setengah penuh, alias setugel. Uskup Soegija tidak menanggapi ungkapan Min, pembantunya. Tetapi pernyataan Min itu benar. Pernikahan adalah sebuah kepenuhan. Mereka yang menikah telah mengalami kepenuhan. Bagaimana yang tidak menikah? Mereka juga menikah dengan Allah dalam pernikahan rohani. Membahas pernikahan rohani akan m…

Amputasi Dosa

Sahabat, saya sering bercanda bahwa saya ini manis. Kalau dibuatkan minuman, biasanya saya akan meminta supaya tidak usah diberi gula, karena saya sudah manis. Mereka biasanyantertawa, karena mengira saya berkelakar saja. Sebenarnya saya memilih tidak mengkonsumsi gula terlalu banyak karena sebuah alasan yang jelas. Saya kerap bertemu dengan orang yang sakit diabetes. Ketika sakit itu makin parah, ada organ lain yang terkena dampaknya. Ada yang pandangannya makin tidak jelas, ada yang harus diamputasi kakinya, ada yang rusak ginjalnya, dll.  Pengalaman menjaga orang sakit, terutama mereka yang sakit terminal. Artinya, sudah tidak mungkin sembuh kecuali kalau ada mukjizat dari Tuhan, juga memberi peran mengapa saya mengurangi manis. Manis itu enak, tetapi dampaknya sangat merusak. Ahaaa..., kalian pasti akan bertanya, "Romo tidak suka manis, tetapi mengapa suka coklat?" Benar sekali, saya suka coklat, tetapi tidak suka coklat yang manis. Saya suka coklat yang pahit. Itupun tid…

Punya waktu nggak?

Sahabat, waktu kita selalu sama. Sehari sama-sama memiliki 24 jam, sejam sama-sama memiliki 60 menit, dan semenit sama-sama memiliki 60 detik. Sedetik bagi kita bisa berbeda, bagi Anda dan bagi saya seditik bisa memiliki makna yang berbeda. Toh tetap saja, waktu kita sama, mungkin apa yang kita berikan untuk mengisi waktu itu bisa berbeda.Ada yang bisa kelebihan waktu, ada yang selalu kekurangan waktu. Yang hidupnya banyak sekali aktivitas, sudah merancang waktu sedemikian rupa, sehingga setiap detik tidak boleh terlewatkan. Karena sedetik itu begitu berharga. Bagi yang lain, seditik atau sepuluh detik toh sama. Datang dalam suatu acara lebih cepat lima menit atau terlambat lima menit toh nilainya sama. Apakah memang begitu? Saya ditanya oleh beberapa teman, "Romo, kok renungan hariannya berhenti?" Saya jawab dengan jawaban diplomatis, "ngóh móuh sigan" alias, saya sibuk banget, saya tidak memiliki waktu. Jawaban sangat diplomatis. Kemudian saya renungkan kembali, a…

Sok Suci Lu....

Sahabat, pernah nggak Anda mengatai teman Anda, "sok suci lu!" Kalau pernah pasti Anda punya alasan dong mengatakan itu. Sudahlah alasan itu Anda simpan saja. Sekarang pertanyaan saya berikutnya, pernah nggak orang lain mengatai Anda, "ahhh sok suci lu!" Pasti teman Anda itu juga punya alasan untuk mengatakan itu. Sudahlah, biarlah itu menjadi rahasianya, mengapa dia berkata demikian. Mari kita lebih berpusat kepada diri kita saja.Pernah nggak sih kita memikirkan soal kesucian? Apakah yang kita pikirkan soal kesucian? Apakah sesuatu yang sangat jauhhhhh dari kehidupan kita atau sesuatu yang sangat dekat. Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan tayangan Mata Najwa dari Youtube. Waktu itu episode ibu Risma walikota Surabaya. Dalam tanyangan itu ada banyak sekali hal yang menarik, namun ada satu hal yang sangat menggetarkan saya. Dalam salah satu jawaban atas pertanyaan Najwa Sihab beliau berujar demikian, "apakah saya tidak boleh masuk surga karena hal ini? Saya…

OmDo (omong doang)

"Omong doang lu." Pasti sakit rasanya kalau kita disebut "omdo" atau omong doang, atau NATO alias no action talk only. Bisanya cuman ngomong tapi ga ada kerjanya. Hati kita pasti sakit dan kita akan membuktikan bahwa kita tidak omdo, bahw kita ini ada kerjany? Berbicara soal omdo, rasanya orang yang banyak ngomongnya itu saya. Kerjanya belum tentu ada. Apakah saya melakukan apa yang saya katakan, juga belum tentu. Maka, sebenarnya berat banget nulis soal omdo ini, karena jelas-jelas ini membuka borok diri sendiri, membuka aib diri sendiri. Bagaimana tidak omdo kalau kerjanya cuman ngomong, cuman nulis, cuman khotbah. Maka selain OmDo, ada juga istilah lainnya, "gajah diblangkoni" artinya, "bisa khotbah tetapi tidak bisa menjalani." Sungguh julukan yang menyakitkan, karen isinya adalah sindiran juga olok-olok. Sangat menyakitkan. Rasanya tulisan saya selama tiga hari ini temanya sama, jangan banyak bicara. Hati-hati menggunakan mulut, jangan asal nj…

Siapakah Dia?

Beberapa tahun yang lalu saya berjumpa dengan teman semasa SMA. Sebenarnya kami tidak pernah satu kelas. Jauh di kemudian hari kami saling kenal karena berbagai faktor. Tetapi yang mau saya ceritakan adalah apa yang disampaikannya kepada saya. Dia berkata begini, "Ris, dulu aku sering berdoa supaya kamu terjatuh." 
Wah, tentu saja saya kaget. Mengapa dia berdoa sejahat itu padahal kami tidak saling mengenal. Maka saya tanyakan alasannya. Jawabannya lebih mencengangkan saya. "Kamu itu sombong sekali, jalan ga pernah noleh-noleh, ga pernah nyapa teman-teman, tapi lurus begitu saja, maka saya akan senang kalau kamu tersandung dan jatuh." Kemudian saya mencoba mengingat-ingat masa itu, masa kelas 1 SMA. Mengapa kawan saya ini bisa beranggapan bahwa saya sombong. Ternyata, oh ternyata, bukan karena saya sombong, tetapi karena saya minder. Iya karena saya minder, maka leher saya menjadi kaku. Saya tidak memiliki keberanian untuk menyapa teman-teman yang cantik-cantik, g…

Asal Njeplak

Sahabat, manusia itu adalah sebuah sistim yang sangat rapi tersusun. Sekecil apapun gerakan atau perubahan yang terjadi, itu sudah melalui proses panjang terorganisasi. Mulai dari gerakan menggaruk kaki yang gatal, hingga gerakan lari sekencang-kencangnya karena dikejar anjing. Itu adalah sebuah rangkaian sistim organisasi yang panjang.
Rumitnya begini. Lho kok rumitnya, biasanya khan singkatnya begini atau sederhananya begini, kok ini rumitnya? Iya, saya mau mulai dari yang rumit. Biar kelihatan seolah-olah hebat, padahal ya tidak. Baiklah, begini ceritanya. Pertama, setiap gerakan manusia adalah sebuah respon atau jawaban atas data atau stimulus yang diterima oleh manusia melalui inderanya. Contoh, gerakan menutup hidup adalah jawaban atas laporan indera penciuman akan adanya bau yang kurang sedap. Gerakan menggaruk kaki adalah jawaban atas laporan kulit yang gatal karen digigit serangga, dst. Kedua, setiap data yang diterima oleh indera dilaporkan kepada otak. Kemudian otak memerin…

Perpisahan itu...

Ada yang berkata, mengapa ada pertemuan jika harus berpisah Ada yang berkata, mengapa tega kau buat hatiku beku Ada yang berkata, engkau tega sekali Ada yang berkata, ahhh biasalah Aku berkata Biarkan itu terjadi
Perpisahan itu adalah hidupmu Perpisahan itu memang luka Tetapi luka itu luka yang indah Tengoklah perpisahanmu
Saat kau berpisah dengan kehangatan rahim ibumu Saat kau mulai menyapa dunia, kau menangis Karena memang perpisahan itu luka
Ingat juga saat kau lepas dari manis air susu ibumu Kau berteriak, kau merasa sesuatu yang pahit Karena memang disapih itu pahit
Jika kau ingat saat pertama masuk sekolah Kamu menangis, karena harus berpisah dengan ibumu, meski sejenak Kamu bahkan meminta agar ibumu berdiri di samping jendela Karena memang perpisahan itu menakutkan
Atau ingatkan kau saat pertama harus berpisah dengan masa kanak-kanak Engkau menyebut diri menjadi remaja Saat itu engkau tertawa gembita Seolah berkata, "aku bukan anak kecil lagi!"
Kemudian ingatkah kau saat harus berpisah deng…

Pencobaan

Setiap kali bencana datang, banyak orang atau katakanlah sebagian orang akan cepat berpikir bahwa Tuhan sedang mencobai. Apakah memang Allah gemar mencobai manusia? Apakah Allah suka bermain-main dengan manusia dan alam?Kelihatannya sangat religius jika sedang tertimpa bencana dan kita berkata, "Tuhan sedang mencobai."  Pemahaman ini salah. Memang kita pernah membaca dalam Kitab Ayub, bagaimana Allah mengijinkan setan mencobai Ayub. Terlepas dari Kitab Ayub yang bukan sebuah buku sejarah, kita pahami bahwa bukan Allah yang mencobai. Namun setanlah yang mencobai. Kemudian kita masih bisa berkilah, "Tuhan memang tidak mencobai, tetapi Tuhan mengijinkan, Tuhan membiarkan manusia dicobai." Pendapat ini juga hendak menempatkan Allah di sudut yang hatur bertanggungjawab atas segala sesuatu. Bahwa harusnya Tuhan Allah bisa mencegah gunung meletus, bisa mencegah longsor, bisa mencegah banjir, bisa menahan agar lereta tidak bertumbukan, bisa mencegah agar mobil tidak terpele…

Obat Lesu

Sahabat, melihat prakiraan cuaca di Hong Kong untuk seminggu ke depan sungguh tidak memberi gairah. Sudah seminggu ini berasa tinggal di dalam kulkas, ternyata masih akan berlanjut untuk seminggu ke depan. Ini adalah suatu 'cobaan ringan' berupa cuaca. Ada cobaan-cobaan yang lain yang datang, yang membuat semangat untuk memulai pekan yang baru seolah tidak ada. Kemudian saya mencoba mengambil waktu sejenak untuk tenang, dan mulai membaca Firman. Betapa hebatnya Tuhan bercanda. Melalui Santo Yakobus, Dia menasehati dengan sangat baik. Baiklah kita baca dengan pelan-pelan apa yang dinasehatkannya ini.
1:1. Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. 1:2. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 1:3. sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan…

Kalau YA katakan YA....

Sahabat, bagaimana menghubungkan kebebasan dengan peraturat serta ketaatan dengan kasih? Sulit! Kebebasan selalu menabrak peraturan dan ketaatan selalu tidak selaras dengan kasih. Betul? Tidak! Mari kita lihat contoh.Banyak warga melanggar peraturan. Mereka mendirikam rumah-rumah kumih di tanah milik pemerintah, di kanan dan kiri sungai, di kanan dan kiri rel kereta, dsb. Mereka mengatakan bahwa mereka bebas melakukan itu. Mereka adalah warga negara, maka menduduki tanah negara adalah kebebasan mereka. Oleh sebab itu sewaktu mereka direlokasi ke tempat yang lebih baik ada yang mengatakan bahwa pemerintah melakukan pelanggaran HAM, serta melaporkan gubernur dan wakilnya ke badan HAM PBB. Lucu! Atas nama kebebasan, warga menduduki tanah pemerintah, itu jelas salah. Sama salahnya dengan mencintai istri tetangga atas nama kebebasan. Atas nama cinta bebas memilih. Itu nafsu belaka namanya. Lantas bagaimana mendudukkan peraturan dengan kebebasan, serta ketaatan dengan cinta? Bagaimana saya t…

Jangan hilang harapan

Gunung Kelud meletus. Saya belum tahu berapa jumlah korban yang jatuh. Doa saya menyertai mereka, kiranya yang terbaik menurut kehendak Tuhan yang terjadi. Tadi pagi ketika berita ini saya baca, saya langsung menghubungi adik saya di kampung. Ada rasa khawatir karena dia tidak segera membalas. Agak siangan baru ada balasan, "kampung aman, bahkan semalam nonton letusannya dari ngebrak." Rasanya lega, tetapi getir itu tetap ada.Letusan Kelud adalah satu dari sekian banyak bencana yang melanda Indonesia. Ada yang mendapat pemberitaan begitu hebat, ada yang luput dari pemberitaan meski derita yang ditimbulkan oleh bencana itu sama. Warga Palue sudah sekian lama menderita akibat letusan Gunung Rokatenda jarang diekspos beritnya. Mungkin banyak yang tidak tahu di mana Gunung Rokatenda berada. Padahal gunung ini mengalami letusan simultan selama hampir setahun, atau mungkin lebih. Warga Kabupaten Karo juga menderit cukup lama karena amuk Sinanung. Belum lagi yang menderita banjir, l…

Cerita "Mencari Kekasih"

Hari ini banyak orang merayakan hari kasih sayang atau valentin. Banyak teori dipaparkan untuk menguatkan cerita hari kasih sayang itu. Setiap tahun selalu ada dua upaya menanggapinya. Pertama mendukung, yang kedua menolaknya. Masing-masing dengan berbagai alasannya. Catatan ini bukan bermaksud membela salah satu pihak atau dua belah pihak. Catatan ini hanya akan berkisah mengenai kisah mencari kekasih. Kisah jatuh cinta. Jatuh itu sakit. Cinta itu tidak jelas rasa dan bentuknya. Maka kisah jatuh cinta adalah kisah sakit yang tidak jelas bentuk dan rasanya. 
Bermula dari indera Cinta bermula dari indera. Karena melihat, mendengar, merasa, maka semuanya menjadi. Menjadi kisah yang tak berkesudahan. Tentu saja cinta tidakmbisa dilihat, tidak bisa didengar, tidak bisa diraba, tidak bisa dikecap, tidak bisa dibaui. Tetapi dia ada. Kita merasakan kehadirannya.  Cinta yang tidak kelihatan ini telah mengubah banyak orang. Dia memberi kekuatan karena cint adalah energi yang luar biasa. Cinta mem…

Cerita tentang perempuan

Ada seorang terkenal mengatakan bahwa di balik keberhasilan seorang laki-laki ada seorang perempuan hebat. Pernyataan ini kemudian mendapat banyak protes. Yang memprotes rata-rata pejuang persamaan hak. Mereka mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan tidak berjalan beriringan, yang satu di depan dan yang satu di belakang; tetapi berjalan berdampingan, bersisihan. Bahkan mereka mengambil dasar dari Kitab Suci, bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, artinya berada di samping, bukan di belakang.Kemudian ada ungkapan lain. Ungkapan ini juga disampaikan oleh seorang tokoh terkenal. Tetapi saya lupa nama tokoh tersebut. Beliau mengatakan demikian, di balik pejabat yang korup, ada perempuan yang mata duitan, yang rakus, yang mendorong suaminya untuk mencuri. Wahhh, ungkapan ini sangat keras dan banyak yang melawan juga. Untunglah yang mengatakan ini seorang perempuan. Maka tokoh ini menyerukan agar para perempuan yang suaminya kebetulan adalah seorang pejabat, agar tidak rak…

Haram, Najis, Halal, dan Tahir

Beberapa waktu yang lalu ada seorang sahabat mengirim WA, bertanya perihal haram dan halal dalam Gereja Katolik. Dia bertanya, sebenarnya ada nggak sih ajaran mengenai halal dan haram dalam Gereja Katolik? Karena dia membaca bahwa di dalam Kitab Suci, terutama Perjanjian Lama, jelas-jelas dituliskan adanya jenis makanan yang haram untuk dimakan.Pertanyaan yang disampaikan oleh seorang sahabat itu bukanlah yang pertama. Sudah sering saya mendapati pertanyaan semacam itu. Biasanya saya hanya menjawab dengan singkat bahwa di dalam ajaran Gereja Katolik tidak ada pembedaan makanan haram dan halal. Yang ada adalah makanan yang masih baik dimakan dan makanan yang sudah tidak layak dimakan. Tentu yang terakhir ini hanya bercanda. Toh semua orang tahu kalau makanan sudah tidak layak dimakan ya tidak boleh dimakan. Baiklah mari kita lihat dengan sedikit serius. Sedikit saja, jangan banyak-banyak, nanti sakit kepala.
Ajaran halal haram dalam Perjanjian Lama Jika kita membaca dengan sungguh-sunggu…