Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2010

BERTOBAT

Karena hari ini hari Minggu, baiklah kita membaca Injil sebelum merenungkannya.
Lukas 13:1-9
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia …

‘KEMENDEL’

Kemendel adalah istilah Jawa untuk menggambarkan orang yang sok berani. Sok berani dalam artian tidak sombong, tetapi kurang mengetahui situasi yang sebenarnya. Demikianlah Yesus menilai dua murid-Nya, yang melalui ibu mereka, memohon sesuatu yang kurang mereka pahami. Bahkan mereka berani menjanjikan sesuatu yang juga kurang mereka pahami.

“Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.” Itu yang dikatakan Yesus. Permintaan Yohanes dan Yakobus untuk duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus, dinilai Yesus sebagai permintaan yang keluar dari hati yang ‘kurang memahami medan’. Bahkan ketika Yesus menegaskan salah satu risikonya pun mereka dengan lantang mengatakan ‘kami sanggup’.
Luar biasa keberanian mereka. Luar biasa kesanggupan mereka. Dan di kemudian hari memang kita ketahui, mereka menjalankan apa yang dijanjikan. Mereka minum dari cawan yang pernah diminum oleh Yesus. Cawan itu adalah kematian karena membela iman. Yakobus meninggal sebagai martir di kota Yerusalem. Sedangkan Yohanes, menurut tr…

MURAH HATI

Hari ini saya sedang merenungkan makna dari murah hati. Kerap terucap, namun secara sungguh-sungguh kurang jelas memaknainya. Tiba-tiba ingatan saya melayang pada sosok perempuan 50 tahunan. Berjalan melintasi lorong-lorong kumuh di kota. Memeriksa tiap kolong jembatan, juga di bawah-bawah gerbong kereta yang sudah tak beroperasi lagi.

Perempuan itu membawa tak plastic cukup besar. Di tiap lorong, di tiap kolong jembatan dan gerbong kereta yang telah rusak, dia berhenti. Dia menemukan sesosol manusia yang oleh kebanyakn manusia yang lain tidak dianggap. Mereka adalah orang-orang gila, yang bahkan hampir selalu dihindari. Perempuan itu menemui mereka, membawakan mereka makanan, terkadang obat-obatan. Kisah cukup lengkap dari perempuan yang mengagumkan ini akan saya catat nanti.
Sekarang saya ingin menukil sedikit saja hal yang menancap dalam hati saya. Ibu ituadalah perempuan yang murah hati. Ia memberikan sesuatu yang oleh orang lain tidak diberikan. Ia memberikan perhatian, ia memberik…