Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2014

Kesandung CINTA

Kesandung CINTA. Kebetulan yang menyenangkan. Sesuatu yang tidak tersangka-sangka, yang tidak pernah terpikirkan, terbayangkanpun tidak. Pernahkah Anda mengalaminya? Mungkin Anda mengharapkan tetapi tidak pernah menjadi kenyataan. Sebaliknya Anda bisa bertanya kepada saya, pernahkah saya tersandung CINTA? Saya tidak akan menjawab.
Kesandung CINTA bisa bermacam ragam bentuknya. Tetapi muaranya hanya satu HIDUP YANG BERUBAH. Hidup yang mungkin pernah dibayangkan, tetapi tidak pernah benar-benar berani diharapkan. CINTA yang saya maksudkan di sini bisa bermacam ragam bentuknya. Misalnya, angan-angan seorang petani penggarap yang tiba-tiba menemukan harta karun tatkala mencangkul di ladang. Mungkin dia pernah membayangkan hal seperti itu, tetapi untuk benar-benar mengharapkan bahwa angan-angan itu akan terjadi? Walaualam. Tetapi jika hal itu benar terjadi, misalnya petani penggarap itu benar-benar menemukan harta karun tatkala mencangkul di ladang, apa yang akan dia lakukan? Mungkin dia …

ILALANG di kebun Pak J

Namanya J, aslinya tukang kayu, bapaknya juga tukang kayu. Maka tidak mengherankan kalau dia dikenal oleh tetangga-tetangganya sebagai tukang kayu. Tetapi dia punya usaha lain, bertani. Suatu hari dia menyemai benih padi. Tentu saja setelah menyiapkan lahan dengan baik. Membuang batu-batu dan membersihkan perdu.Pak J dibantu beberapa orang untuk menggarap ladang. Ada kejadian mengerankan. Orang-orang yang membantu Pak J menyemai benih padi melihat ada begitu banyak ilalang di antara padi yang mulai tumbuh. "Bukankah kita menaburkan benih yang baik, dari manakah ilalang itu?" Tanya teman-teman Pak J. "Seorang musuh yang melakukannya," jawab Pak J. "Kalau begitu, biar kami bersihkan ladang itu, biar kami cabut ilalang-ilalang itu," seru yang lain. "Jangan," kata Pak J, "Nanti ada banyak benih padi yang ikut tercabut. Biarkan keduanya tumbuh. Nanti pada saat panen, baru dipisahkan, mana padi mana ilalang. Nah ilalangnya nanti baru dibakar."
Se…

GOLPUT dan RAHMAT TUHAN

Mungkin Anda akan berpikir, "Pemilu sudah selesai, Romo. Mengapa berbicara soal golput? Telat!"
Iya, rupanya soal GOLPUT itu bukan hanya mutlak milik PEMILU. Tetapi dalam banyak segi hidup yang lain, golput juga bisa terjadi. Anda semua tahu, golput berarti tidak menggunakan hak dalam pemilihan umum. Atau, memilih untuk tidak memilih. Artinya membiarkan hak itu hangus begitu saja, dan ada kemungkinan membiarkan hak itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab.
Nahhh, saya ingin berbicara mengenai rahmat Tuhan. Rahmat yang diberikan kepada kita. Di sini kita juga memiliki hak yang sama. Menerima rahmat itu, menolak rahmat itu, atau membiarkan rahmat itu hangus begitu saja.
Ceritanya begini. Rahmat allah itu seperti benih yang ditaburkan oleh orang yang menabur benih. Benih itu ada yang yang jatuh di jalan, di tanah berbatu-batu, di tanah yang penuh semak duri dan di tanah subur.
Benih yang dibaurkan adalah rahmat Tuhan. Tanah yang menerima benih itu adalah…

Christine Ha

Kemarin, teman saya bejalar bahasa kanton memberi saya informasi mengenai aplikasi untuk menonton siaran televisi TVB. Malam harinya, sambil memijit-mijit kepala yang agak pusing, saya download aplikasi tersebut. Namanya mytv. Ternyata ada beberapa aplikasi dengan nama yang sama, maka saya pilih yang berlogo TVB. Aplikasi ini gratis.
Setelah berhasil mendownload, saya segera melihat apa saja yang ada di dalamnya. Pertama saya menikmati sajian untuk anak-anak. Selanjutnya saya mencari saluran kuliner, kesukaan saya. Di sanalah saya temukan dua video mengenai Master Chef Amerika. Video pertama mengenai babak semifinal dan yang kedua mengenai babak finale. Saya langsung menikmati keduanya. Saya lupa bahwa tujuan saya mendownload aplikasi tersebut adalah untuk melihat dan mendengar siaran berbahasa kanton, tetapi malam ini saya menikmati siaran berbahasa Inggris. Sudahlah. Awalnya saya tidak melihat sesuatu yang aneh, tetapi baru saya sadari ada sesuatu yang janggal. Salah satu peserta M…

Kegembiraan itu NYATA, tetapi TERLUKA

Masih terngiang di kepala saya ungkapan Pak Jokowi dalam debat capres putaran pertama. Beliau mengatakan (kurang lebih), "Pemilu itu sebuah pesta demokrasi, harus menggembirakan bukan memberi ketakutan."

Hari ini, kegembiraan dan antusias itu sungguh saya rasakan. Mungkin apa yang saya alami, juga dialami oleh hampir semua warga yang hari ini menggunakan hak pilihnya. Maka saya ingin membagi kegembiraan ini, juga tentunya ikut prihatin dengan teman-teman yang tidak bisa menggunakan kegembiraan ini.
Saya termasuk pemilih yang tidak mendapatkan undangan. Juga termasuk pemilih yang tidak terdaftar, karena sewaktu saya mendaftarkan diri, pendaftaran sudah ditutup. Tetapi saya diberitahu pihak PPLN (Panitia Pemilu Luan Negeri) bahwa saya bisa langsung datang ke lapangan Viktoria Park pada tanggal 6.
Sebenarnya saya berhasrat bisa datang pagi-pagi dan menikmati kegembiraan itu cukup lama, tetapi tugas sebagai pastor harus saya jalankan dulu. Prisnsip, urusan pilpres urusan nomor …

Pemimpin yang membawa damai

Hari ini, WNI di Hong Kong melaksanakan hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Mereka memilih calon preseden mereka. Setelah melewati masa kampanye yang menegangkan. Hari ini, dengan cuaca yang sedikit mendung seperti memberi kesegaran kepada seluruh warga untuk berduyun-duyun ke Victoria Park. Saat membuat catatan ini saya masih di kamar. Tetapi beberapa kawan sudah mengirimkan foto suasana di sana. Saya sendiri akan memilih pada sore hari setelah perayaan Ekaristi.
Karena saat ini sudah bukan saat kampanye, maka saya tidak akan berkampanye. Toh teman-teman saya sudah tahu pilihan saya. Melalui catatan ini saya hanya ingin berkata, "pilihlah pemimpin yang menciptakan suasana damai, yang memberi ketenangan." Pemimpin yang mampu mengambil beban hidup kita. Pemimpin yang mau berjalan bersama kita, menapaki jalan terjal kehidupan. Saya tidak sedang membuat tulisan yang melankolis dramatis, tetapi sesuatu yang kita hadapi setiap hari.
Saya sedang berbicara mengenai pemi…