Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2008

Dempo Fair XXXI

Harmony Nusantara itu tema DF ke-31. Menjadi Indonesia danmengangkat budaya bangsa ke tingkat yang lebih tinggi, itulah semangat di balik pemilihan tema. Aneka permainan daerah, makanan daerah diusung untuk memeriahkan acara tersebut.
Saya mencoba melihat dari beberapa aspek dan fenomena yang menarik.

Rumah Tuhan kalah menarik dengan Rumah Hantu
Setiap Dempo Fair, terlebih akhir-akhir ini, para frater Karmel senantiasa membuka stan. Malam tadi stan yang mereka buka dinamai 'Rumah Tuhan'. Ternyata stan ini "ga laku" padahal dibuka gratis, bahkan kalau masuk dikasih permen, dikasih gambar. Tetapi ga laku. Sementara ada 7 rumah hantu yang membuka stan. Antrian di rumah hantu ini begitu panjang dan padat. Mulai dari Wingit Gentanyangan, Angker Watu, Lingsir Wengi, dll. Untuk masuk ke rumah hantu para pengunjung harus merogoh kocek rata-rata 10.000,-an. Meski demikian pengunjung padat dan rela mengantri.
Akhirnya menjelang jam 9 para penjaga rumah Tuhan menyerah. Mereka merin…

Laskar Pelangi

Tadi sore aku nonton film Laskar Pelangi. Yah, pasti sudah banyak yang nonton, toh masih menarik, dan lagi aku belum nonton. Dua tahun yang lalu aku membaca bukunya, membuat kelompok diskusi mengenai buku itu. Toh masih pingin nonton.
Tetap menarik, tetap memesona. Laskar Pelangi adalah kisah hidup kita bersama. Melihatnya kita diajak bercermin, melihat kehidupan kita. Sejatinya, banyak di antara kita ini seperti Ikal. Memiliki kemampuan yang cukup, namun dianugerahi keberuntungan yang besar. Sedangakan ada orang lain yang seperti Lintang. Berbakat luar biasa namun kurang beruntung.
Saat membaca bukunya dulu, aku belum memiliki kesadaran seperti sesudah menonton filmnya, bahwa kisah Laskar Pelangi adalah kisah kita bersama. Aku teringat dengan temanku Sutikno, Agustinus Sutikno. Aku kenal dia ketika duduk di bangku kelas 3 hingga kelas 6 SD. Aku siswa pindahan, karena orangtuaku berpindah rumah menuruti kehendak orangtua mereka. Maka aku mesti ikut pindah juga.
Di kelas ini ada Sang Bi…

Rekoleksi

Rekoleksi. Artinya mengumpulkan kembali. Bukan mengumpulkan barang-barang, tetapi pengalaman-pengalaman. Bukan hanya pengalaman baik, namun juga pengalaman yang tidak baik. Yang sedih maupun yang menyenangkan. Pengalaman itu dikumpulkan untuk direfleksikan dibawa kepada Tuhan untuk 'disempurnakan'. Harapannya sesudah rekoleksi mendapatkan kesegaran baru.

22-23 Nov kemarin, seluruh siswa/i katolik dibawa oleh Romo Sonny ke Ngadireso untuk mengadakan rekoleksi. Rekoleksi ini sebagai persiapan memasuki masa Adven dan Natal. Acaranya hanya doa dan doa, serta pengakuan dosa. Tidak seperti biasanya, ada permainan dll, tetapi kemaren tidak ada sama sekali.
Dasar pemikirannya sederhana, anak-anak sudah biasa bermain-main, masak rekoleksi juga harus bermain-main lagi?
Emang akibatnya banyak yang merasa bosen, boring, dll. Namun satu hal yang kami harapkan bahwa kasih Allah mengalir dalam diri mereka. Kita tidak tahu bagaimana Allah melaksanakan karya-karya-Nya.
Ungkapan lama, manusia hany…

Lelah

Aku lelah. Sangat lelah. Bisa dikatakan jiwa dan ragaku lelah. Lelah karena tidak dianggap. Tidak diajak bicara, dianggap tidak tahu apa-apa.
Mungkin memang aku tidak tahu apa-apa. Tetapi setidaknya aku sudah ada di sini 6 tahun, lumayan melihat banyak hal, banyak perubahan dan banyak kejadian. Apakah tidak boleh aku berpendapat?
Mungkin memang tidak boleh berpendapat. Lha nyatanya tidak dimintai pendapat. Mungkin memang aku tidak tahu apa-apa sehingga tidak ada yang bisa aku berikan. Bagaimana akan memberi lha wong tidak punya.
Berarti sebenarnya aku tidak pantas lelah. Lelah karena apa? atas alasan apa? tidak ada alasan untuk lelah sama sekali. Mungkin aku hanya melelahkan diri sendiri. Bodohnya aku mau melelahkan diri sendiri, lha sebenarnya tidak perlu berlelah-lelah. ..........
Tuhan maafkan aku jika aku salah dan keliru. Aku sungguh bingung. sebenarnya aku ini lelah apa tidak ya? sebenarnya aku ini pantas dimintai pendapat atau tidak ya? sebenarnya aku ini masih pantas berada di sin…

Berita Duka

Telah berpulang ke rumah Bapa. Romo B. Soegiartono, O.Carm. Rabu, 26 Nopember 2008. Akan dimakamkan di Pemakaman Katolik Sukun, 27 Nopember 2008, setelah misa arwah Pukul 09.00 (rencana di Gereja Kayutangan atau Gereja Katedral Ijen).
Beliau adalah kepala sekolah ketujuh SMA DEMPO. Mulai memegang jabatan tahun 1963, dari tangan Rm. Hogenkamp, O.Carm, dan menyerahkan kepemimpinan kepada Rm. Siswanto, O.Carm.
Lahir pada bulan Juni 1918, meninggal di Biara Karmel St. Elias, Bukit-Dienga, Malang. Cukup lama ini menderita stroke ringan, yang karena juga usia, lebih banyak duduk di kursi roda.
Semoga Allah Bapa yang beliau cintai dan layani sepenuh hati, menganugerahkan kebahagiaan kekal kepadanya.