ADVEN dan Saksi Yehova

Sahabat, hari ini kita mulai memasuki masa Adven, masa mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Pada kesempatan ini saya ingin menyinggung Saksi Yehova (Jehovah's Witnesses) untuk lebih memahami ajaran Yesus.

Hal ini berkaitan dengan Sabda Yesus, "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba." Waktu yang dimaksud oleh Yesus adalah waktu kedatangan-Nya kembali. Waktu akhir zaman. Baiklah mari kita kenal sejenak Saksi Yehova.

Kelompok ini, sebut saja begitu, didirikan oleh Charles Taze Russell pada tahun 1884. Sejak didirikan, kelompok ini memiliki anggota sekitar 6 juta orang di seluruh dunia, tersebar di kurang lebih 235 negara.
Setiap anggota memiliki kewajiban untuk melakukan kesaksian "dari pintu ke pintu" selama 5 minggu. Mereka mudah dikenali, selalu berdua-dua, berbaju putih dan bercelana hitam, tampil rapi dan selalu membawa Kitab Suci, yang mereka terjemahkan sendiri sesuai dengan kebutuhan mereka. Mereka juga menjual majalah Watchtower. Seluruh ajaran Saksi Yehova dimuat dalam majalah ini.
Salah satu ciri khas kelompok ini adalah soal meramalkan akhir zaman. Setiap pemimpin meramalkan datangnya akhir zaman.
Charles T. Russell meramalkan bahwa akhir zaman akan datang pada tahun 1914. Tetapi ketika tahun itu datang, akhir zaman tidak datang. Charles kecewa dan akhirnya meninggal pada tahun 1916.
Para pemimpin pengganti charles juga membuat ramalan. Misalnya, ada yang meramalkan bahw aakhir zaman akan datang pada tahun 1925, kemudian diperbaharui pada akhir perang dunia II, kemudian direvisi kembali bahwa akhir zaman akan datang pada tahun 1975, kemudian tahun 1989.
Semua ramalam ini dimuat dalammajalah Watchtower. Meskipun semua ramalan ini meleset, tetapi para pengikut Saksi Yehova tetap percaya kepada ajaran mereka.
Oh iya, meskipun Saksi Yehova menggunakan Kitab Suci (yang mereka terjemahkan sesuai dengan kepentingan mereka); mereka menolak banyak sekali ajaran Kekristenan. Misalnya doktrin mengenai Allah Tritunggal.

Sahabat, saya mengangkat kisah mengenai Saksi Yehova ini karena, seperti saya singgung di atas, Yesus menegaskan bahwa tidak seorangpun tahu kapan hari itu datang. Yesus hanya menyuruh agar kita berjaga-jaga dan berhati-hati.
Hari itu bisa datang kapan saja. Bisa menjelang malam, bisa tengah malam. Bisa pagi-pagi buta, bisa menjelang fajar. Tidak ada yang tahu, maka berjaga-jaga sajalah. Berjaga-jaga dan berhati-hati juga terhadap orang-orang atau kelompok yang mengaku-aku mengerti dan tahu mengenai kapan akhir zaman itu. Salah satunya Saksi Yehova.

Karena tidak ada yang tahu kapan hari itu akan tiba, maka Yesus mengingatkan untuk berjaga-jaga. Berjaga-jaga memiliki dua makna bagi hidup kita.

Pertama, berjaga-jaga membuat hidup kita makin "mendalam".
Mendalam dalam arti, kita akan membuka seluruh indera, membuka mata, telinga dan hati secara lebar untuk berjaga. Hal itu membuat kita akan menaruh perhatian kepada banyak hal, termasuk hal-hal kecil. Orang yang hidupnya tidak mendalam, biasanya mengabaikan hal-hal kecil. menganggapnya sebagai hal biasa. 
Kedua, berjaga-jaga memberi kita satu "harapan".
Harapan adalah kekuatan. Kekuatan untuk terus berjalan di dalam iman. Harapan, bahwa Dia akan datang, tidak tahu kapan, tetapi pasti datang.

Bagaimana sikap berjaga yang baik?
Pertobatan. 
Tidak ada sikap berjaga-jaga yang lebih baik dari pertobatan. Secara sederhana, pertobatan berarti kembali mencintai Tuhan Allah dengan sepenuh hati, sepenuh pikiran dan sepenuh kekuatan. mungkin selama ini kita juga mengaku mencintai Tuhan Allah, tetapi tidak dengan sepenih hati, tidak dengan sepenuh kekuatan. Mencintai Tuhan Allah masih berada dalam urutan kesekian dalam priorotas harian kita.
Doa harian. 
Pertobatan diiringi dengan aktivitas doa harian. Doa, pertama-tamabukan soal cara atau metode dalam berdoa, tetapi mengenai sikap batin. Sikap batin untuk lebih mencintai Tuhan, untuk menjalin relasi secara pribadi lebih mendalam. Berdoa seperti halnya menjalin kasih di antara dua pribadi yang saling mencinta.
Bersedekah.
Bersedekah tidak selamanya dengan uang. Bisa juga berbagi waktu, pikiran, dll untuk sesama.
Bersedekah adalah bagian dari perwujudan pertobatan dan hidup doa. Sedikit apa yang bisa kita buat untuk mengungkapkan pertobatan dan hubungan personal dengan Tuhan.

Hari ini, ketika satu lilin berwarna ungu dinyalakan di dalam Gereja, kita juga menyalakan satu lilin di dalam hati kita sebagai tanda untuk membaharui hidup. Sebagai tanda untuk berjaga-jaga.

Selamat  memasuki masa Adven.

Hong Kong 30 November 2014

  

Comments