10 September 2014

Melting Moment

Saya ingin membuat catatan mengenai makanan. Tetapi nggak ada fotonya. Anda bisa bilang ini hoax. Karena berita tanpa foto, jaman sekarang ini, suka dibilang hoax. Tetapi gpp, saya terima kok.
Ceritanya saya kemarin membuat makanan penutup, saya beri label 'melting moment'. Mengapa saya beri nama demikian, karena begitu sampai di mulut, makanan itu langsung meleleh.
Bahan-bahannya sederhana saja. 
Pertama es batu secukupnya, hmmm katakan saja dua gelas. 
Kemudian coklat bubuk 5 sendok makan saja, lebih juga nggak apa-apa.
Lalu oreo dua bungkus. Jangan yang gede, yang sebungkus isi 2 itu saja. Artinya cukup 4 tangkep.
Anggur putih dua sloki saja. Kalau nggak ada anggur ya diganti bir jahe juga boleh, atau minuman soda yg crekes-crekes.

Kemudian seluruh bahan diblender sampai lembuttttt.....
Kemudian dihidangkan dan disantap.

Sebagai variasi, oreo bisa diganti atau ditambah pisang, atau strawberry. Bisa juga diberi selembar daun mint.
Trus, bisa juga dibuat es krim. Caranya, setelah diblender, masukkan ke wadah agak besar, trus diberi es kering dan diaduk. Jadi deh es krim.

Menu ini bukan ciptaan saya, tetapi rekayasa saya karena empet makan di warung. Saya pesan segelas coklat apa gitu, harganya ampun-ampun. Trus saya penasaran, maka saya coba di kost-kostan. Cuman butuh pinjam blender. Karena semua bahan sudah ada.

Sahabat, kepepet itu kerapkali mendatangkan ide yang hebat. Kepepet karena terbatasny uang jajan membuat ide kreatif bermunculan untuk menciptakan hal baru. Hal ini sudah terbukti pada banyak tokoh hebat dan orang-orang ternama.
Saya pernah nonton di tivi, ada seoarang konsultan pernikahan. Maksudnya pesta pernikahn, bagaimana mendekor, menata ini itu, bukan koknsultan hidup berumah tangga. Asalnya dia master bidang teknik elektro lulusan Kanada. Tetapi banting setir jadi tukang merangkai bunga, menata tempat pesta, menata tempat makan, dll. 
Awalnya juga karena kepepet. Hatus menafkahi keluarga, membayar gaji karyawan, dll. Ketika jalan-jalan di mall, kemudian melihat benda semacam vas bunga harganya mahal, padahal bentuk dan rupanya jelek. Dia berpikir, kalau seperti ininsaya bisa buat yang lebih bagus dan lebih murah. Mulailah dia membuat dan banyak yg menyukai. Sekarang dia sudah sangat terkenal.
Kisah serupa masih banyak. Bahkan banyak banget. Kita bisa mencarinya di internet. Kisah-kisah yang ditampilkan oleh Om Andy Noya dalam acara Kick Andi kerapkali menu jukkan hal itu.
Bahkan, kita bisa menemukan itu dalam diri kita. Ya, dalam diri kita. Semua yang dibutuhkan itu ada adalam diri kita. Terkadang menunggu saat 'kepepet' dan kepencet sampai sesuatu yang hebat keluar dari diri kita. 
Saya yakin akan hal ini, bukan karena memang kita hebat. Tetapi karena kita sudah diberi dan diperlengkapi secara lengkap komplit. Saya ingat Santo Paulus, dia mengingatkan saya benar akan hal ini. Bahwa sebenarnya kita ini nggak ada apa-apanya. Tetapi kalau mau membiarkan diri dipakai oleh Tuhan, maka diri kita bisa menjadi "sesuatu". Hanya, kerapkali kita kurang rela membiarkan diri dipakai.
Mungkin menunggu saat kepepet, saat terdesak, saat tidak ada apa-apanya. Sampai kita akan mengerti seruan ini, "berbahagialah kamu yang miskin, karena milikmulah Kerajaan Allah!"
Bagaimana bisa memahami itu? Tunggu sampai kita benar-benar miskin, tidak memiliki apa-apa ke uali Tuhan. Dan hanya Dia satu-satunya gantungan. Maka kita akan memahaminya. Saat itu, kita benar-benar kepepet. Dan setelah itu akan muncullah hal-hal besar. Saat itu terjadi rasanya seperti "melting moment".

06 September 2014

Memperbaiki

Sahabat, pernahkah Anda memperbaiki sesuatu. Misalnya sepatu kulit Anda tiba-tiba solnya rusak. Berhubung, masih sayang dengan sepatu tersebut, dan dana untuk membeli yang baru masih cekak, maka langkah sederhananya adalah membawanya kepada tukang sol sepatu. Pernahkah Anda memerhatikan apa yang dikerjakan oleh tukang sol sepatu? Kurang lebih demikian.


Pertama dia akan melepaskan sol sepatu tersebut. Seakan-akan malah merusakkannya. Kemudian membersihkan, melumerinya dengan lem, merekatkannya kembali, dan langkah terakhir menjahitnya. Lalu kita akan mendapati kembali sepatu tersebut.

Memperbaiki sesuatu berarti membuat sesuatu yang sedang rusak atau kurang bagus menjadi lebih baik, menjadi lebih bagus. Dalam proses memperbaiki itu ada unsur yang menyakitkan. Dilepaskan, dibersihkan, dilumeri dan dijahit; itu semua menyakitkan.

Atau pernahkah Anda membersihkan tembikar dari logam yang rusak? Entah dengan mem'braso' atau dengan alat yang lain. Hal umum yang dilakukan adalah menggosoknya, melepaskan kotoran yang melekat, bahkan kalau ada kerak dan karat, terkadang dibutuhkan kertas gosok. Proses menggosok, menghilangkan kerak dan karat itu menyakitkan.

Atau, pernahkah Anda 'memperbaiki' bagian-bagian tertentu dari badan Anda? Misalnya yang dilakukan oleh banyak perempuan, merapikan alis mata, atau menghilangkan rambut-rambut halus di betis. Bagaimana mereka melakukannya? Mencabutinya. Itu menyakitkan. Namun banyak yang rela melakukannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. 

Bagaimana dengan memperbaiki hubungan? Menjalin kembali relasi yang telah rusak? Memperbaiki prilaku? Sama saja, semua proses ini juga menyakitkan. Hubungan yang retak karena suatu hal, bisa disatukan lagi jika sesuatu yang merusakkan itu telah dihilangkan. Demikian juga dengan memperbaiki prilaku, melepaskan kebiasaan yang tidak baik itu tidak semudah memindahkan puluhan galon air.

Sama halnya dengan memperbaiki komunitas. Jika dalam komunitas ada yang menyimpang, pemimpin komunitas wajib menegur. Tidak menegur di muka umum, tetapi secara empat mata. Jika tidak dihiraukan, dia bisa membawa saksi, demikians eterusnya hingga langkah terakhir adalah "dihakimi di muka umum". Jika langkah demikian tidak mengubah apa-apa, maka lepaskanlah dia dari komunitas. Mungkin dia tidak tepat berada di sana.

Sahabat, siapapun Anda, di manapun Anda berada, apapun yang Anda kerjakan; pasti akan berhadapan dengan proses perbaikan ini. Jika Anda berada di sebuah perusahaan; kerap kali perusahaan juga melakukan penyegaran, perampingan, penataan ulang, dan seterusnya. Dalam proses itu ada yang dibuang dan ada yang dibawa. 

Memperbaiki akan sangat menyakitkan kalau dilakukan sangat terlambat. Memperbaiki tidak harus menyakitkan dan memerlukan energi yang hebat kalau kita rajin merawat "sesuatu" itu. Kalau kita rajin merawat kendaraan misalnya; kita akan terhindar dari pengeluar besar untuk memperbaikinya kalau tiba-tiba rusak parah karena tidak pernah dirawat. 

Hal sama juga berlaku untuk diri kita, keluarga kita, komunitas kita. Baiklah kita fokus pada diri kita sendiri. Dalam berelasi dengan orang lain, dalam berelasi dengan Tuhan dan dalam berelasi dengan diri sendiri.

Pernahkah kita menyediakan waktu abrang sejenak untuk melihat "kondisi" diri kita saat ini jika dibandingkan dengan setahun yang lalu, dua tahun yang lalu atau bahkan 10 tahun lalu. Adakah yang berubah. Apakah hidup kita lebih berkualitas atau sebaliknya semakin buruk kondisinya. 

Baiklah kita lihat kembali keluarga kita, selama setahun ini, dua tahun ini, atau 10 tahun ini; adakah yang berkembang, atau stagnan saja, atau bahkan ada penurunan kualitas dalam relasi? Bagaimana hubunganku dengan pasangan, dengan anak-anak, dengan mertua, dll. Apakah keluargaku makin hangat, atau hambar saja, atau bahkan makin dingin? Apa yang kurang di sana?

Ketika kita mendapati ada yang tidak beres di sana; ada baiknya kita melakukan perbaikan. menunda perbaikan hanya akan membuat situasi itu semakin buruk. Misalnya; kalau Anda menyadari badan Anda gatal-gatal karena belum mandi selama sehari; maka segeralah mandi. Menundanya hanya akan membuat orang-orang di sekitar Anda terganggu, Andapun juga tidak akan nyaman. 

Demikian juga dalam berelasi dengan Tuhan dan sesama. Kalau Anda menyadari sudah lama tidak menjalin komunikasi dengan Tuhan, segeralah mulai berkomunikasi kembali, mulailah datang kembali, perbaikilah relasi yang kurang baik itu. Menundanya hanya akan membuat relasi Anda makin jauh dan makin buruk. Demikian halnya relasi dengan sesama.

Selamat berhari Minggu, selamat memperbaiki kualitas hidup secara pribadi ataupun bersama. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati Anda sekalian.

Hong Kong 7 September 2014


03 September 2014

Spring dan Autumn

Sahabat, memasuki bulan September, banyak orang menaruh harapan baik. Harapan akan adanya kehangatan alam. Di belahan bumi selatan, September menjadi penanda mulainya musim semi atau Spring. Sedangkan di belahan bumi utara, September menjadi penanda mulainya Autum atau musim gugur.  Meski berbeda namun ada yang sama, yaitu kehangatan.

Di belahan bumi bagian selatan, masuk musim semi berarti meninggalkan dinginnya musim dingin dan masuk musim yang penuh kehangatan. Bahkan saya sempat dibuat terkagum-kagum. Waktu itu hari Sabtu di awal bulan September tahun 2012. Hari itu adalah awal musim semi. Dan alam seolah memahami hal itu. Pohon-pohon mulai memekarkan bunga-bunga. Udara hangat dan kamipun dengan gembira merayakannya. Saya menamai musim ini sebagai kegembiraan kehidupan.

Di belahan bumi bagian utara, masuk musim gugur berarti meninggalkan menyengatnya musim panas menuju musim hangat. Musim yang ditandai dengan keindahan alam yang tercipta dari perubahan warna-warna daun. Saya sudah menikmati musim gugur sebanyak 3 kali di belahan bumi selatan. Tahun ini, adalah tahun pertama saya merayakan keindahan musim gugur di belahan bumi utara.

Masyarakat di mana saya tinggal memiliki satu pesta menyambut musim gugur. Mid Autum Festival. Pesta yang ditandai dengan menikmati kue bulan, karena pada hari itu bulan sedang berada dalam puncak bulatnya. Tahun ini adalah tahun pertama saya menikmatinya. Karena masih akan saya rayakan, saya belum bisa berbagi. Maka saya akan berbagi pengalaman menikmati kehangatan dan keindahan musim gugur di belahan bumi yang lain.

Musim gugur merujuk pada dedaunan yang mulai rontok. Proses rontoknya daun-daun ini begitu indah. Daun yang semula berwarna hijau kemudian perlahan-lahan mulai berubah, ada yang menjadi coklat, ada yang berubah menjadi kuning, merah, coklat dan kemudian gugur. Saya menyebutnya sebagai kematian yang indah.

Musim dan kehidupan

Musim semi, adalah penanda kelahiran baru. Musim gugur, adalah penanda datangnya kematian, meskipun indah. Keduanya datang dari situasi yang berbeda. Musim semi datang dari kebekuan musim dingin. Musim gugur datang dari garangnya musim panas. Siklus yang tidak akan pernah berhenti. 

Ada saat di mana kehidupan begitu garang, begitu penuh tenaga, begitu panas. Semua mendatangkan kebaikan, semua terasa tepat dan kuat. Itulah kehidupan di musim panas. Tetapi musim itu akan segera berganti. Kemakmuran dan kesuksesana itu akan berakhir. Tidak datang tiba-tiba, tetapi perlahan-lahan. Saat itulah musim gugur datang.

Musim gugur masih menyisakan kegarangan musim panas. Tenaga dan kuasa masih sedikit garang. Tetapi perlahan-lahan tenaga itu mulai habis, pelan sekali. Apa yang semula hijau garang, perlahan-lahan berubah menjadi kuning, merah, coklat dan jatuh. Memang ada keindahan, tetapi ujungnya adalah kematian.

Memasuki kematian dalam kehidupan. Measuki kelamnya dan dinginnya kehidupan. Serasa semuanya serba salah. Apa yang dulu indah sekarang terbang sudah. Yang ada hanyalah derita. Jika dulu bisa ke sana ke mari seolah memiliki sayap-sayap gagah, sekarang sayap itu telah patah. 

Segala derita itu tidak akan berlangsung selamanya. Jika bertekun, akan tiba masanya untuk tumbuh baru. Ada masanya tunas-tunas baru akan muncul seiring lelehnya salju. Tunas baru, bunga-bunga bermekaran, mentari mulai bersinar kembali. Kehidupan lahir kembali hingga nanti mencapai puncaknya dan berbuah.

Saya lahir pada awal musim semi, jika mengikuti tradisi bumi selatan. Tetapi saya adalah manusia musim gugur jika mengikuti tradsi bumi utara. Keduanya memiliki tanda yang berbeda. Musim semi ditandai keindahan bunga-bunga. Musim gugur juga memiliki keindahan, meskipun berujung pada kematian.

Meloncat

Apakah kita bisa menghindari musim dingin? Tentu bisa! Kalau banyak orang bepergian untuk 'skip winter'. Maka, belajar dari banyak pengalaman, kita bisa menghindari kejatuhan dan 'kematian'. Kita bisa meloncat sebelum segalanya hancur.

Jika pergantian musim adalah sebuah siklus yang pasti terjadi, dalam kehidupan kita bisa mengindari musim yang buruk. Caranya, tekun memaknai musim. Jika siklus itu perjalanan dari A menuju B menuju C menuju D, maka berlatihlah untuk bisa meloncat dari titik B menuju titik D.

Jika siklus itu seperti roda, A (musim panas) ada di atas, B (musim gugur) ada di sisi kanan, C (musim dingin) ada di bawah, D (musim semi) ada di sini kiri. Masing-masing memiki tanda dan ciri sendiri. Jika kita berada di atas, semua terasa enak. Tetapi harus hati-hati, karena putaran membawa kepada B, di mana gerakannya adalah menurun. Menurun itu ditandai dengan segala sesuatu yang mudah, lancar. Nah, di sinilah kita harus hati-hati.

Hati-hati agar tidak terjatuh, tersungkur sehingga harus merangkak. Kalau sampai terjatuh, untuk memulai lagi akan sangat berat. Lebih mudah meloncat ketika masih berada di titk B dibandingkan dengan merangkak dari titik C menuju titik D.

Mungkin Anda bingung dengan uraian saya. Tidak perlu bingung, abaikan saja. Karena sebenarnya pesannya sederhana, kalau segalanya terasa mudah, berarti anda berada di jalan menurun. Kalau tidak hati-hati Anda akan terpuruk di bawah. Kalau semua terasa berat, berarti Anda sedang mendaki. Jangan menyerah, karena Anda berada dalam jalan yang tepat.     

Pelajarialah segala tanda, agar Anda tidak perlu tersungkur, dan tidak perlu terlalu berat merangkak dari bawah. Yang dibutuhkan hanya satu, meloncat dari musim gugur ke musim semi. Terbang dari Hong Kong ke Melbourne, begitu kira-kira.

Hong Kong, 3 September 2014

31 August 2014

Kata ramalan: saya itu....


Sahabat, hari ini saya lumayan ngganggur, maka saya melakukan sesuatu yang tidak penting. Yaitu mencari-cari ramalan berkaitan dengan angka, hari, bulan, dolongan darah, kombinasi dll.

Sekali lagi ini tidak penting, jangan terlalu dimasukkan dalam hati. Anda bisa menemukan banyak hal di internet, dan mencari yang Anda suka. Saya tidak mencari yang menyenangkan, saya hanya mengambil yang ada, yang pertama muncul. Saya juga tidak mempertimbangkan apakah itu benar atau tidak. Karena, saya tidak percaya kepada ramalan-ramalan itu. Saya hanya percaya kepada Sabda Tuhan. 

Agar Anda bisa mengikuti catatan ini, pahamilah dasarnya terlebih dahulu. Seluruh ramalan biasanya berdasarkan hari kelahiran seseorang. Maka, ini saya ambil contoh dari hari kelahiran saya sendiri. Berikut data yang bisa saya dapatkan.

Saya lahir pada tanggal 1 September 1977, maka saya memiliki :

Hari Kelahiran     : Kamis
Hari pasaran       : Wage
Wuku                  : Pulung Pujut atau Pujut 
Zodiak                : Virgo
Shio                    : Ular
Golongan darah : AB 
Kombinasi          : (1+9+1+9+7+7) = 34 = 7
Sabda Tuhan pada waktu saya lahir (Minggu biasa ke-22, hari Kamis) Injil Lukas 5:1-11

Berikut ini beberapa data menurut ramalan.

1. Sifat berdasarkan hari dan kombinasi hari

Hari lahir : Kamis
  • Pendiriannya tidak tetap, 
  • Suka dipuji, 
  • Mudah emosi, 
  • Mudah terbujuk oleh rayuan halus dan tidak sabaran.

Hari pasaran : Kamis Wage
  • Disayang oleh orang besar, 
  • Adil, 
  • Kewaspadaan tinggi, 
  • Ramah, 
  • Tampil bersahaja, 
  • Pendendam, 
  • Cocok bekerja sebagai petani.



Wuku : Pujut (kombinasi hari dalam pekan dan hari dalam pasaran)

  • Berwajah menawan, 
  • Berbudi halus, 
  • Suka mendapat fitnah dan ditipu orang, 
  • Murah rejeki, 
  • Boros, 
  • Suaranya halus dan manis didengar dan menyenangkan, 
  • Senyum manis dan memikat.

2. Sifat menurut angka dan kombinasi angka kelahiran


Angka 1 (dari tanggal kelahiran)
  • Pada umumnya manusia ini bersifat pendiam & konservatif. Namun dengan orang-orang tertentu dia cepat mesra. 
  • Tapi manusia yang lahir tanggal ini mudah tersinggung. Karena sifatnya itu menyebabkan banyak orang yang tidak menyukainya. 
  • Namun begitu dia tetap dikagumi karena bersikap serius terutama yang berhubungan dengan orang ramai. 
  • Dalam hal percintaan, dia sanggup berbuat apa saja semata-mata untuk memenuhi segala keinginan manusianya. 
  • Tapi hati-hati kadangkala dia lebih mementingkan persahabatan daripada percintaan dan lebih rela memutuskan cintanya demi sebuah persahabatan yang telah terjalin lama.
  • Ada juga yang mengatakan bahwa mereka yang lahir pada tanggal 1 itu mudah terpengaruh, suka bertindak gegabah, banyak akalnya dan pandai dalam segala pekerjaan
Angka 9 (dari bulan kelahiran)
  • Mudah tersinggung dan cepat naik darah, 
  • Baik hati dan jujur, 
  • Bisa menyimpan rahasia, 
  • Suka berfoya-foya, 
  • Pandai menyimpan uang namun tidak pelit, 
  • Suka menolong sesama dan pandai mendidik anak

Angka 7 [Kombonasi angka tanggal lahir (1+9+1+9+7+7)=34=7]


  • Angka tujuh merupakan lambang dari sisi intelektualitas yang cukup tinggi dalam diri seseorang. 
  • Anda juga dikenal luwes dalam melakukan berbagai hal seperti dalam pekerjaan, bersosialisasi dan lain-lain. 
  • Selain itu, pemilik angka tujuh juga dikenal kuat dalam sisi analisis masalah.



3. Sifat berdasarkan golongan darah AB



  • Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
  • Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
  • Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
  • Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
  • Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
  • Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.

4. Karakter Dan Sifat Zodiak Virgo 


  • Praktis, Analistis, Kritis, Berkepala Dingin Dan Logis, Rajin, Sederhana
  • Nomor Keberuntungan: 4, 7, 16, 25, 31, 43
  • Aroma Keberuntungan: Kayu Oak, Lemon, Madu, Pohon Saru, Adas
  • Planet Yang Mengitari: Merkurius
  • Bunga Keberuntungan: Bunga Lavender, Bunga Azalea
  • Warna Keberuntungan: Biru Laut, Abu-Abu, Kuning Mustard
  • Batu Keberuntungan: Batu Topaz
  • Elemen Keberuntungan: Tanah
  • Pasangan Serasi: Pisces
  • Virgo adalah penganalisa dan pengurus organisasi yang Kamul. Mereka ingin segala sesuatunya dikerjakan dengan sempurna, dan selalu mendapatkan perhatian dari sekelilingnya karena kesempurnaan dan keefisienannya. Mereka pKamui dalam hal mengkritik hasil kerja orang lain. Para virgo mengagumi perkembangan teknologi dan sangat gemar masakan yang lezat. Namun demikian mereka tidak lupa untuk berdiet.
  • Ketangkasan mereka dan kemampuan mengkoordinasi melebihi rata-rata. Sikapnya penuh emosi, namun terkadang baik. Virgo selalu tampil rapi, bersih dan prima. Mereka memiliki cita rasa tinggi namun konservatif. Virgo pKamui mengatur orang lain namun begitu ia tidak suka bersikap sombong terhadap orang lain.
  • Mereka berakal panjang, menyelesaikan masalah dengan cepat. Para virgo sangat perfeksionis dan ini membuat orang disekitarnya tidak nyaman. Jika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang diinginkan, ia akan marah. Namun demikian mereka selalu bersedia menolong orang lain.
  • Yang Kamu Sukai: Memperhatikan detil, memecahkan masalah rumit dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  • Yang Kamu Tidak Sukai: Orang yang bengong dan pemalas, percakapan yang nggak ada artinya dan teman yang tidak dapat memutuskan kemana mereka akan pergi minum kopi.
  • Kemampuan Terbaik Kamu: Mengatur proyek, memenuhi deadline, menjauhi masalah dan tetap ‘memKamung kedepan’ ketika semua orang kebingungan
  • Diri Kamu Yang Dalam: Kamu berharap bahwa dunia diatur oleh para Virgo, karena, jika hal ini terjadi, tidak lagi akan ada antrian panjang di mall dan tidak akan ada komputer yang crash. Kekacauan membingungkan Kamu.
  • Karir Kamu: Perhatian terhadap detil adalah kemampuan Kamu, maka Kamu akan hebat jika menjadi antropologis, polisi, agen rahasia atau editor majalah.

5. Shio ular


  • Ular cenderung menyukai semua yang halus dan indah dalam kehidupan. Orang di bawah shio ini biasanya mengandalkan penilain sendiri dan tak bisa berkomunikasi baik. Ia bisa menjadi sedemikian relijius atau menyenangi hal-hal yang berbau kejiwaan.
  • Jalan manapun yang dipilihnya, ia akan selalu mempercayai perasaannya sendiri daripada nasihat-nasihat dari luar.
Sahabat, itu kata ramalan. Kalau bagus saya tersenyum kalau jelek saya cemberut. Jangan dianggap serius, dibuat selingan saja. Nah, sekarang saya ajak Anda melihat Sabda Tuhan yang menerangi hari kelahiran saya.

Sabda Tuhan


1 September 1977 itu menurut kalender liturgi jatuh pada hari Kamis biasa pekan ke-22. Injil pada hari itu diambil dari Kolose 1:9-14, Mazmur 97:2-6 dan Lukas 5:1-11. Baiklah saya kutipkan bunyi Injil tersebut dari www.sabda.org :

Bacaan I : Kolose 1:9-14

1:9 1 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, q  kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu 2 . r  Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian s  yang benar, untuk mengetahui kehendak t  Tuhan dengan sempurna, 1:10 sehingga hidupmu layak u  di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya v  dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan w  yang benar tentang Allah, 1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan x  oleh kuasa kemuliaan-Nya 3  untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,y  1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, z  yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian a  dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. b  1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan 4  c  dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan d  Anak-Nya yang kekasih; e  1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan f  kita, yaitu pengampunan dosa. g 

Mazmur Tanggapan : Mzm 97:2-6

97:2 Awan h  dan kekelaman i  ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya. j  
97:3 Api k  menjalar di hadapan-Nya, l  dan menghanguskan m  para lawan-Nya sekeliling. 97:4 Kilat-kilat-Nya n menerangi dunia, bumi o  melihatnya dan gemetar. p  
97:5 Gunung-gunung luluh q  seperti lilin r  di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi. s 
97:6 Langit memberitakan keadilan-Nya, t  dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. u 

Injil: Lukas 5:1-11 

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. v  
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. w 
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. x " 
5:5Simon menjawab: "Guru, y  telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, z  tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. a  
5:7Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa. b 
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 
5:10demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, c  mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia 1 ." 
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. d 

Refleksi saya:

  • Tuhan begitu mencintai saya. Dia mengerti apa yang Dia inginkan, meski saya kerap tidak paham apa yang Dia kehendaki.  
  • Banyak orang yang akan mendoakan saya, karena saya tidak selalu dalam kondisi yang baik. Terlebih Santo Paulus, dia akan selalu mendoakan saya.
  • Kesulitan, kegelapan akan selalu datang, seperti awan kekelaman; tetapi saya diingatkan akan kuasa Tuhan, akan tumpuan tahta-Nya.
  • Dia menyuruh saya berlayar "ke tempat yang dalam", ke tempat yang tidak saya pahami, yang penuh bahaya, tetapi karena Tuhan yang menyuruh maka saya tidak takut, karena Tuhan tahu apa yang Dia perintahkan.
Maka ramalan boleh berkata apa saja, tetapi Tuhan berkata : "Berlayarlah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Sayapun akan berkata seperti Simon, "karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Mungkin Hong Kong adalah tempat yang dalam, tempat di mana Tuhan menyuruh saya berlayar dan menabarkan jala di sini. Saya pun gentar, banyak hal sulit saya dapatkan, tetapi karena Dia yang memerintahkan, maka saya akan menebarkan jala juga.

Hong Kong, 1 September 2014

30 August 2014

Kebenaran itu terkadang menyakitkan

Menerima sebuah kebenaran, kenyataan, terkadang tidaklah mudah. Apalagi jika kenyataan itu begitu pahit. Sebisa mungkin dihindari. Kenyataan bahwa persediaan bahan bakar sudah menipis adalalah kenyataan pahit yang harus diterima. Gebetan dipinang orang lain adalah kenyataan yang menyakitkan (sambil memegang ulu hati). Masih banyak kenyataan, atau kebenaran yang menyakitkan. Misalnya, meninggalnya orang-orang terkasih; kegagalan sebuah proyek, kabar yang buruk, dll. 

Memberitahukan sebuah kebenaran, kenyataan, terkadang tidaklah mudah. Apalagi jika kenyataan itu begitu pahit. Sebisa mungkin mengelak untuk menceritakan. Kenyataan bahwa persediaan bahan bakar sudah menipis adalah kenyataan yang pahit yang sebisa mungkin ditutup-tutupi. Memberitahu sahabat bahwa gebetannya sudah dipinang orang, adalah sesuatu yang sulit. Seorang dokter yang harus memberitahu keluarga pasien mengenai kondisi yang sebenarnya adalah hal yang sulit. Seorang suami yang baru di-PHK akan sangat berat memberitahukannya kepada keluarga.

Mengapa harus menyampaikan sebuah kebenaran, kalau kebenaran itu menyakitkan untuk didengar? Mengapa harus menyakiti? Mengapa tidak kita bungkus kebenaran itu menjadi ssuatu yang manis, tetapi tidak menyakitkan. Kata orang bohong putih. Mengapa tidak kita lakukan seperti itu saja?

Karena kita mencintai. Karena kita mencintai keluarga kita, maka kita menyampaikan kebenaran kepada mereka. Karena orangtua mencintai anak-anaknya maka dia menyampaikan kebenaran tentang anak-anaknya. Walau itu menyakitkan. Walau itu tidak enak didengarkan.

Yesus juga mencintai kita. Maka Dia juga tidak ragu menyampaikan kebenaran kepada kita. Dia mengungkapkan bahwa Dia akan menderita dan bahkan mati. Petrus menolak kebenaran ini. Petrus tidak memahami kebenaran ini. Tetapi Yesus tetap menyampaikan apa yang harus disampaikan. 

Dengan sangat keras Yesus menegur Petrus dengan kata 'setan'. Teguran ini memiliki risiko bahwa Petrus akan meninggalkan Yesus. Tetapi Yesus tidak takut ditinggalkan. Dia sudah sering melakukan, mengatakan kebenaran dengan risiko ditinggalkan, risiko tidak populer.

Yesus adalah sahabat terbaik, yang menginginkan yang terbaik juga dari kita. Dia menegur kita agar kita menajdi lebih baik. Dia memberitahu yang sebenarnya agar kita menjadi lebih baik. 

Mengatakan kebenaran itu memang tidak mudah. Banyak orang menghindar untuk melakukan, karena berisiko tidak populer. Banyak pemimpin tidak berani mengambil keputusan yang berat, karena takut tidak populer.

Yesus sudah bersedia menjadi sahabat yang baik bagi kita, apakah yang mesti kita buat? Tentu saja dengan menjadi sahabat yang baik juga bagi Yesus. Bagaimana caranya? Setidaknya ada dua.

Pertama, jujur terhadap Yesus dalam hidup doa kita. Doa bukan sekadar aktivitas yang saleh yang dipertontonkan kepada orang lain. Tetapi sebuah percakapan dari hati ke hati. Percakapan dan relasi seperti ini, hanya kita yang mengerti.

Kedua, apakah kita berani berkata jujur tentang sebuah kebenaran kepada orang lain, walau itu menyakitkan? Yesus sudah mati untuk kita, demi dosa-dosa kita. Tentu kita tidak ingin menyakiti Dia lagi, tetapi berusaha menjadi alatnya. Menjadi pembawa pesan kasih.

Tentu saja, menyampaikan kebenaran yang menyakitkan ini tidak harus di depan umum, yang akan makin menyakitkan. Kita bisa melakukan dalam empat mata. Dalam kasih persaudaraan, tanpa kebencaian, tanpa kemarahan, untuk membantu saudara kita menemukan kebenaran. Ada risiko ditolak dan tidak diterima. Hal itu harus siap kita terima tanpa kebencian dan kemarahan. 

Dua hal ini mungkin bisa membantu kita untuk menajdi sahabat yang baik bagi Yesus yang telah menajdi sahabat yang baik bagi kita.

Hong Kong, 31 Agustus 2014