31 August 2014

Kata ramalan: saya itu....


Sahabat, hari ini saya lumayan ngganggur, maka saya melakukan sesuatu yang tidak penting. Yaitu mencari-cari ramalan berkaitan dengan angka, hari, bulan, dolongan darah, kombinasi dll.

Sekali lagi ini tidak penting, jangan terlalu dimasukkan dalam hati. Anda bisa menemukan banyak hal di internet, dan mencari yang Anda suka. Saya tidak mencari yang menyenangkan, saya hanya mengambil yang ada, yang pertama muncul. Saya juga tidak mempertimbangkan apakah itu benar atau tidak. Karena, saya tidak percaya kepada ramalan-ramalan itu. Saya hanya percaya kepada Sabda Tuhan. 

Agar Anda bisa mengikuti catatan ini, pahamilah dasarnya terlebih dahulu. Seluruh ramalan biasanya berdasarkan hari kelahiran seseorang. Maka, ini saya ambil contoh dari hari kelahiran saya sendiri. Berikut data yang bisa saya dapatkan.

Saya lahir pada tanggal 1 September 1977, maka saya memiliki :

Hari Kelahiran     : Kamis
Hari pasaran       : Wage
Wuku                  : Pulung Pujut atau Pujut 
Zodiak                : Virgo
Shio                    : Ular
Golongan darah : AB 
Kombinasi          : (1+9+1+9+7+7) = 34 = 7
Sabda Tuhan pada waktu saya lahir (Minggu biasa ke-22, hari Kamis) Injil Lukas 5:1-11

Berikut ini beberapa data menurut ramalan.

1. Sifat berdasarkan hari dan kombinasi hari

Hari lahir : Kamis
  • Pendiriannya tidak tetap, 
  • Suka dipuji, 
  • Mudah emosi, 
  • Mudah terbujuk oleh rayuan halus dan tidak sabaran.

Hari pasaran : Kamis Wage
  • Disayang oleh orang besar, 
  • Adil, 
  • Kewaspadaan tinggi, 
  • Ramah, 
  • Tampil bersahaja, 
  • Pendendam, 
  • Cocok bekerja sebagai petani.



Wuku : Pujut (kombinasi hari dalam pekan dan hari dalam pasaran)

  • Berwajah menawan, 
  • Berbudi halus, 
  • Suka mendapat fitnah dan ditipu orang, 
  • Murah rejeki, 
  • Boros, 
  • Suaranya halus dan manis didengar dan menyenangkan, 
  • Senyum manis dan memikat.

2. Sifat menurut angka dan kombinasi angka kelahiran


Angka 1 (dari tanggal kelahiran)
  • Pada umumnya manusia ini bersifat pendiam & konservatif. Namun dengan orang-orang tertentu dia cepat mesra. 
  • Tapi manusia yang lahir tanggal ini mudah tersinggung. Karena sifatnya itu menyebabkan banyak orang yang tidak menyukainya. 
  • Namun begitu dia tetap dikagumi karena bersikap serius terutama yang berhubungan dengan orang ramai. 
  • Dalam hal percintaan, dia sanggup berbuat apa saja semata-mata untuk memenuhi segala keinginan manusianya. 
  • Tapi hati-hati kadangkala dia lebih mementingkan persahabatan daripada percintaan dan lebih rela memutuskan cintanya demi sebuah persahabatan yang telah terjalin lama.
  • Ada juga yang mengatakan bahwa mereka yang lahir pada tanggal 1 itu mudah terpengaruh, suka bertindak gegabah, banyak akalnya dan pandai dalam segala pekerjaan
Angka 9 (dari bulan kelahiran)
  • Mudah tersinggung dan cepat naik darah, 
  • Baik hati dan jujur, 
  • Bisa menyimpan rahasia, 
  • Suka berfoya-foya, 
  • Pandai menyimpan uang namun tidak pelit, 
  • Suka menolong sesama dan pandai mendidik anak

Angka 7 [Kombonasi angka tanggal lahir (1+9+1+9+7+7)=34=7]


  • Angka tujuh merupakan lambang dari sisi intelektualitas yang cukup tinggi dalam diri seseorang. 
  • Anda juga dikenal luwes dalam melakukan berbagai hal seperti dalam pekerjaan, bersosialisasi dan lain-lain. 
  • Selain itu, pemilik angka tujuh juga dikenal kuat dalam sisi analisis masalah.



3. Sifat berdasarkan golongan darah AB



  • Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
  • Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
  • Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
  • Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
  • Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
  • Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.

4. Karakter Dan Sifat Zodiak Virgo 


  • Praktis, Analistis, Kritis, Berkepala Dingin Dan Logis, Rajin, Sederhana
  • Nomor Keberuntungan: 4, 7, 16, 25, 31, 43
  • Aroma Keberuntungan: Kayu Oak, Lemon, Madu, Pohon Saru, Adas
  • Planet Yang Mengitari: Merkurius
  • Bunga Keberuntungan: Bunga Lavender, Bunga Azalea
  • Warna Keberuntungan: Biru Laut, Abu-Abu, Kuning Mustard
  • Batu Keberuntungan: Batu Topaz
  • Elemen Keberuntungan: Tanah
  • Pasangan Serasi: Pisces
  • Virgo adalah penganalisa dan pengurus organisasi yang Kamul. Mereka ingin segala sesuatunya dikerjakan dengan sempurna, dan selalu mendapatkan perhatian dari sekelilingnya karena kesempurnaan dan keefisienannya. Mereka pKamui dalam hal mengkritik hasil kerja orang lain. Para virgo mengagumi perkembangan teknologi dan sangat gemar masakan yang lezat. Namun demikian mereka tidak lupa untuk berdiet.
  • Ketangkasan mereka dan kemampuan mengkoordinasi melebihi rata-rata. Sikapnya penuh emosi, namun terkadang baik. Virgo selalu tampil rapi, bersih dan prima. Mereka memiliki cita rasa tinggi namun konservatif. Virgo pKamui mengatur orang lain namun begitu ia tidak suka bersikap sombong terhadap orang lain.
  • Mereka berakal panjang, menyelesaikan masalah dengan cepat. Para virgo sangat perfeksionis dan ini membuat orang disekitarnya tidak nyaman. Jika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang diinginkan, ia akan marah. Namun demikian mereka selalu bersedia menolong orang lain.
  • Yang Kamu Sukai: Memperhatikan detil, memecahkan masalah rumit dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  • Yang Kamu Tidak Sukai: Orang yang bengong dan pemalas, percakapan yang nggak ada artinya dan teman yang tidak dapat memutuskan kemana mereka akan pergi minum kopi.
  • Kemampuan Terbaik Kamu: Mengatur proyek, memenuhi deadline, menjauhi masalah dan tetap ‘memKamung kedepan’ ketika semua orang kebingungan
  • Diri Kamu Yang Dalam: Kamu berharap bahwa dunia diatur oleh para Virgo, karena, jika hal ini terjadi, tidak lagi akan ada antrian panjang di mall dan tidak akan ada komputer yang crash. Kekacauan membingungkan Kamu.
  • Karir Kamu: Perhatian terhadap detil adalah kemampuan Kamu, maka Kamu akan hebat jika menjadi antropologis, polisi, agen rahasia atau editor majalah.

5. Shio ular


  • Ular cenderung menyukai semua yang halus dan indah dalam kehidupan. Orang di bawah shio ini biasanya mengandalkan penilain sendiri dan tak bisa berkomunikasi baik. Ia bisa menjadi sedemikian relijius atau menyenangi hal-hal yang berbau kejiwaan.
  • Jalan manapun yang dipilihnya, ia akan selalu mempercayai perasaannya sendiri daripada nasihat-nasihat dari luar.
Sahabat, itu kata ramalan. Kalau bagus saya tersenyum kalau jelek saya cemberut. Jangan dianggap serius, dibuat selingan saja. Nah, sekarang saya ajak Anda melihat Sabda Tuhan yang menerangi hari kelahiran saya.

Sabda Tuhan


1 September 1977 itu menurut kalender liturgi jatuh pada hari Kamis biasa pekan ke-22. Injil pada hari itu diambil dari Kolose 1:9-14, Mazmur 97:2-6 dan Lukas 5:1-11. Baiklah saya kutipkan bunyi Injil tersebut dari www.sabda.org :

Bacaan I : Kolose 1:9-14

1:9 1 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, q  kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu 2 . r  Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian s  yang benar, untuk mengetahui kehendak t  Tuhan dengan sempurna, 1:10 sehingga hidupmu layak u  di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya v  dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan w  yang benar tentang Allah, 1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan x  oleh kuasa kemuliaan-Nya 3  untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,y  1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, z  yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian a  dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. b  1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan 4  c  dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan d  Anak-Nya yang kekasih; e  1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan f  kita, yaitu pengampunan dosa. g 

Mazmur Tanggapan : Mzm 97:2-6

97:2 Awan h  dan kekelaman i  ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya. j  
97:3 Api k  menjalar di hadapan-Nya, l  dan menghanguskan m  para lawan-Nya sekeliling. 97:4 Kilat-kilat-Nya n menerangi dunia, bumi o  melihatnya dan gemetar. p  
97:5 Gunung-gunung luluh q  seperti lilin r  di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi. s 
97:6 Langit memberitakan keadilan-Nya, t  dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. u 

Injil: Lukas 5:1-11 

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. v  
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. w 
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. x " 
5:5Simon menjawab: "Guru, y  telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, z  tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. a  
5:7Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa. b 
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 
5:10demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, c  mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia 1 ." 
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. d 

Refleksi saya:

  • Tuhan begitu mencintai saya. Dia mengerti apa yang Dia inginkan, meski saya kerap tidak paham apa yang Dia kehendaki.  
  • Banyak orang yang akan mendoakan saya, karena saya tidak selalu dalam kondisi yang baik. Terlebih Santo Paulus, dia akan selalu mendoakan saya.
  • Kesulitan, kegelapan akan selalu datang, seperti awan kekelaman; tetapi saya diingatkan akan kuasa Tuhan, akan tumpuan tahta-Nya.
  • Dia menyuruh saya berlayar "ke tempat yang dalam", ke tempat yang tidak saya pahami, yang penuh bahaya, tetapi karena Tuhan yang menyuruh maka saya tidak takut, karena Tuhan tahu apa yang Dia perintahkan.
Maka ramalan boleh berkata apa saja, tetapi Tuhan berkata : "Berlayarlah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Sayapun akan berkata seperti Simon, "karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Mungkin Hong Kong adalah tempat yang dalam, tempat di mana Tuhan menyuruh saya berlayar dan menabarkan jala di sini. Saya pun gentar, banyak hal sulit saya dapatkan, tetapi karena Dia yang memerintahkan, maka saya akan menebarkan jala juga.

Hong Kong, 1 September 2014

30 August 2014

Kebenaran itu terkadang menyakitkan

Menerima sebuah kebenaran, kenyataan, terkadang tidaklah mudah. Apalagi jika kenyataan itu begitu pahit. Sebisa mungkin dihindari. Kenyataan bahwa persediaan bahan bakar sudah menipis adalalah kenyataan pahit yang harus diterima. Gebetan dipinang orang lain adalah kenyataan yang menyakitkan (sambil memegang ulu hati). Masih banyak kenyataan, atau kebenaran yang menyakitkan. Misalnya, meninggalnya orang-orang terkasih; kegagalan sebuah proyek, kabar yang buruk, dll. 

Memberitahukan sebuah kebenaran, kenyataan, terkadang tidaklah mudah. Apalagi jika kenyataan itu begitu pahit. Sebisa mungkin mengelak untuk menceritakan. Kenyataan bahwa persediaan bahan bakar sudah menipis adalah kenyataan yang pahit yang sebisa mungkin ditutup-tutupi. Memberitahu sahabat bahwa gebetannya sudah dipinang orang, adalah sesuatu yang sulit. Seorang dokter yang harus memberitahu keluarga pasien mengenai kondisi yang sebenarnya adalah hal yang sulit. Seorang suami yang baru di-PHK akan sangat berat memberitahukannya kepada keluarga.

Mengapa harus menyampaikan sebuah kebenaran, kalau kebenaran itu menyakitkan untuk didengar? Mengapa harus menyakiti? Mengapa tidak kita bungkus kebenaran itu menjadi ssuatu yang manis, tetapi tidak menyakitkan. Kata orang bohong putih. Mengapa tidak kita lakukan seperti itu saja?

Karena kita mencintai. Karena kita mencintai keluarga kita, maka kita menyampaikan kebenaran kepada mereka. Karena orangtua mencintai anak-anaknya maka dia menyampaikan kebenaran tentang anak-anaknya. Walau itu menyakitkan. Walau itu tidak enak didengarkan.

Yesus juga mencintai kita. Maka Dia juga tidak ragu menyampaikan kebenaran kepada kita. Dia mengungkapkan bahwa Dia akan menderita dan bahkan mati. Petrus menolak kebenaran ini. Petrus tidak memahami kebenaran ini. Tetapi Yesus tetap menyampaikan apa yang harus disampaikan. 

Dengan sangat keras Yesus menegur Petrus dengan kata 'setan'. Teguran ini memiliki risiko bahwa Petrus akan meninggalkan Yesus. Tetapi Yesus tidak takut ditinggalkan. Dia sudah sering melakukan, mengatakan kebenaran dengan risiko ditinggalkan, risiko tidak populer.

Yesus adalah sahabat terbaik, yang menginginkan yang terbaik juga dari kita. Dia menegur kita agar kita menajdi lebih baik. Dia memberitahu yang sebenarnya agar kita menjadi lebih baik. 

Mengatakan kebenaran itu memang tidak mudah. Banyak orang menghindar untuk melakukan, karena berisiko tidak populer. Banyak pemimpin tidak berani mengambil keputusan yang berat, karena takut tidak populer.

Yesus sudah bersedia menjadi sahabat yang baik bagi kita, apakah yang mesti kita buat? Tentu saja dengan menjadi sahabat yang baik juga bagi Yesus. Bagaimana caranya? Setidaknya ada dua.

Pertama, jujur terhadap Yesus dalam hidup doa kita. Doa bukan sekadar aktivitas yang saleh yang dipertontonkan kepada orang lain. Tetapi sebuah percakapan dari hati ke hati. Percakapan dan relasi seperti ini, hanya kita yang mengerti.

Kedua, apakah kita berani berkata jujur tentang sebuah kebenaran kepada orang lain, walau itu menyakitkan? Yesus sudah mati untuk kita, demi dosa-dosa kita. Tentu kita tidak ingin menyakiti Dia lagi, tetapi berusaha menjadi alatnya. Menjadi pembawa pesan kasih.

Tentu saja, menyampaikan kebenaran yang menyakitkan ini tidak harus di depan umum, yang akan makin menyakitkan. Kita bisa melakukan dalam empat mata. Dalam kasih persaudaraan, tanpa kebencaian, tanpa kemarahan, untuk membantu saudara kita menemukan kebenaran. Ada risiko ditolak dan tidak diterima. Hal itu harus siap kita terima tanpa kebencian dan kemarahan. 

Dua hal ini mungkin bisa membantu kita untuk menajdi sahabat yang baik bagi Yesus yang telah menajdi sahabat yang baik bagi kita.

Hong Kong, 31 Agustus 2014 

 

29 August 2014

You are nothing

Hari ini, kurang lebih, tiga tahun yang lalu. Hari itu Sabtu pertama di bulan September di tahun 2012. Saya bersama umat merayakan Perayaan Ekaristi mengucap syukur. Saya biasa mengundang umat untuk ikut bersama saya mengucap syukur atas karunia Tuhan. Setelah itu makan bersama. Hari itu, dalam Ekaristi saya menangis. Saya bersyukur bahwa saya bisa menyelesaikan Ekaristi. 
Mengapa saya menangis? Ini yang lebih penting. Saya menangis karena bacaan dalam Ekaristi hari itu. Bacaan pertama dari surat pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Di sana Rasul Paulus mengingatkan umat yang dilayaninya. baiklah saya kutipkan nasihat Paulus tersebut. 
"Menurut ukuran manusia tidak banyak di antara kalian yang bijak, tidak banyak yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang. Namun apa yang bodoh di mata dunia dipilih oleh Allah, untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah, untuk memalukan yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan hina bagi dunia, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi Allah telah membuat kalian berada dalam Kristus Yesus, dan oleh Dia Kristus telah menjadi hikmat bagi kita." 
Secara sederhana Paulus mengingatkan umatnya, mengingatkan saya, bahwa saya ini bukan siapa-siapa, bahwa saya ini tidak memiliki apa-apa, bahwa saya ini tidak berarti, dan seterusnya. Bahwa kemudian saya seolah memiliki hikmat, bahwa saya seolah bisa apa-apa, dll; hanyalah anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma.
Hal itu ditegaskan lagi oleh Yesus dalam kisah mengenai pengusaha yang bepergian. Dia memberi karyawannya bekal. Ada yang diberi 5, ada yang diberi 2 ada yang diberi 1. Setelah kembali, pengusaha tadi memanggil anak buahnya yang dulu diberi bekal. Yang pertama dan kedua mampu menggandakannya. Sedangkan yang ketiga tidak mengembangkan bekal itu. Tuan tadi marah besar kepada pihak ketiga karena sudah diberi cuma-cuma tetapi tidak mau mengembangkan.
Hal ini, bukan sekadar mengharukan bahwa segala apa yang kita miliki adalah pemberian Tuhan, tetapi pemberian itu harus dikembangkan. Tuhan memberi seturut kemampuan saya. Kalau saya mampu menerima anugerah 5 tingkat saya akan diberi 5 tingkat. Kalau saya mampu mengembangn dua tingkat saya akan diberi dua tingkat. Kalau saya diberi satu tingkat saya hanya akan diberi satu. Yang terpenting adalah saya bertanggungjawab dan mau mengembangkan. Itulah yang membuat saya menangis.
Saya menangis karena Allah begitu baik. Allah begitu baik, karena sudah memberi banyak hal kepada saya, tetapi saya tidak sungguh-sungguh mengembangkannya. Namun Allah tidak murka kepada saya, Allah masih memberi kesempatan. Allah terus memberi kesempatan meskipun saya kerap jatuh bangun mengembangkan anugerah Tuhan itu. Inilah yang membuat saya menangis. Menangis karena kebaikan Allah yang begitu besar.
Sahabat, hari ini seluruh kenangan itu datang kembali. Tadi pagi, dalam permenungan dan dalam Ekaristi saya dibawa, bukan hanya kepada kenangan tiga tahun lalu, tetapi kepada seluruh hidup saya. Kenangan itu sungguh mengharukan. Bedanya, hari ini saya tidak menangis. Meskipun ekaristi hanya berdua, saya sungguh dibawa kepada kehangatan kasih Allah, kebaikan Allah. Saya masih bukan siapa-siapa, tetapi karena Allahlah saya memiliki sesuatu.

Hong Kong, 30 Agustus 2014
 

Bercerita tentang HONG KONG

Bercerita mengenai tempat di mana kita tinggal adalah jamak hukumnya. Kata pribahasa, di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Menemukan yang baik untuk dibagikan. Mendapatkan nilai dari pergulatan hidup di mana kita tinggal adalah sebuah keharusan.


Ketika saya masih tinggal di Malang, saya bercerita mengenai Malang. Ketika kemudian saya pindah bekerja di Melbourne, saya juga bercerita mengenai Melbourne. Sekarang saya tinggal di Hong Kong, maka sayapun ingin berkisah mengenai Hong Kong. Kebetulan, saya sudah hampir setahun tinggal di sini, maka sudah banyak cerita yang saya kumpulkan.

Dulu saya memakai wadah Kompasiana untuk berbagi kisah. Maka sekarangpun saya memakai wadah yang sama untuk berbagi kisah mengenai Hong Kong. Karena akun kompasiana saya yang lama sudah mati, maka saya membuat akun baru. hahahaha, sudah tua, sudah sering lupa.

Ini satu catatan yang baru saya buat. Klik saja di sini.

salam
Hong Kong 29  Agustus 2014

27 August 2014

Pemuda dan Pisang...

Kalau yang kita miliki hanya uang, kita adalah orang miskin.


Demikian bunyi salah satu pepatah China. Rasanya Andapun akan sepakat dengan pepatah ini. Karena dalam hidup kita tidak hanya butuh uang, kita membutuhkan hal-hal yang lain, misalnya pisang. Lho kok pisang, kok bukan persahabatan, senyuman, pelukan, dan harapan. Iya, semuanya benar, tetapi semua bisa bermula dari pisang.

Sebuah video yang dibuat di Thailand, yang mungkin sudah pernah Anda tonton, berkisah mengenai hal ini. Adalah seorang pemuda pekerja biasa yang menjadi pemeran utamanya. Diceritakan ketika dia sedang berjalan menuju tempat kerja, kepala terguyur air yang jatuh dari atas. Dia perhatikan bahwa ada pembuangan di atas sana. Kemudian dia juga memerhatikan ada sebuah pot bunga dengan tanaman yang meranggas dan kering. Lalu dia geser pot bunga itu sehingga air yang jatuh segera menimpanya.

Dia terus berjalan. Di ujung sana dia lihat ada seorang ibu sedang kesulitan mendorong gerobak jualannya ke trotoar. Dia segera berlari menghampiri ibu tersebut dan membantu mendorongnya. Kemudian dia melanjutkan perjalanan. Mungkin, dia bekerja seperti biasanya.

Siang hari, ketika dia sedang makan, tiba-tiba ada seekor anjing mendatanginya. Rupanya anjing ini sedang lapar. Dia letakkan kaki depannya di paha si pemuda. Lalu pemuda tersebut memberikan daging ayam yang ada di piringnya.

Sore hari, dalam perjalanan pulang dia menjumpai dua orang pengemis. Ibu dan anaknya. Dia ambil dompet dan dilihat isinya ada beberapa lembar. Dia ambil dan diberikan kepada pengemis itu. Lalu dia melanjutkan perjalanan pulang. 

Kok tidak ada kisah mengenai pisang? 

Sabar! Hampir sampai di rumah dia berhenti sejenak. Dia keluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Dan dia buka bungkusnya. Ternyata sesisir pisang. Dia gantungkan sesisir pisang itu di handel pintu. Kemudian dia melanjutkan perjalanan ke kamarnya sendiri. Tak lama kemudian seorang perempuan tua terlihat membuka pintu dan mendapati sesisir pisang di sana. Dia menebarkan pandangan ke segala arah dan tidak dijumpai siapapun.

Keesokan harinya si pemuda itu melakukan aktivitasnya seperti biasa. Dia melewati saluran pembuangan air yang tidak menimpanya lagi. Karena sekarang sudah menimpa pot bunga yang tanamannya sudah tidak meranggas lagi. 

Dia masih menjumpai ibu yang kesulitan mendorong gerobaknya untuk naik ke trotoar. Dan dia masih menolongnya dengan juga diiringi canda yang berbalas senyum dan tawa. Dia juga masih berbagi daging ayam dengan anjing yang menyapanya di waktu makan siang. Sore hari dia juga masih berbagi selembar uang kepada pengemis dan menaruh sesisir pisang di handel pintu yang sama.

Mungkin Anda penasaran, seperti halnya saya juga penasaran. Mengapa pemuda itu mau melakukan itu? Apakah dia seorang yang sudah berkecukupan? Atau, dia tidak ingin menjadi kaya. Ternyata dia hanya pemuda pekerja biasa-biasa saja. Bahkan, ketika dia membagikan daging ayam kepada anjing yang memintanya, dia mesti rela makan berlauk garam dan kecap. Ketika dia membagi uang kepada pengemis, dia harus rela melihat dompetnya menjadi kosong. Tetapi dia terus melakukan itu.

Hingga...

Ya, hingga ketika dia berangkat bekerja dan menjumpai tanaman yang dulu meranggas kini sudah berdaun lebat dan bahkan berbunga. Sehingga ada kupu-kupu yang datang mencari madu. Hingga dia jumpai pengemis yang biasanya berdua, kini tinggal si ibu seorang diri. Anaknya sudah bisa sekolah. Hingga, pada akhirnya nenek tua tahu siapa yang meletakkan pisang di pintunya, dan dia berikan pelukan yang paling hangat. Hingga, anjing yang biasa dia tolong sekarang membantunya, bahkan terkadang membawakan penyiram air. Hingga, ibu yang biasa dia tolong mendorongkan gerobaknya, membagikan sebungkus makanan kepada orang yang memintanya. 

Semuanya bermula dari EMOTION dan berakhir dengan EMOTION. Katanya, emotion atau emosi itu berasal dari kata ENERGI dan MOTION. Atau energi yang bergerak. Energi yang bergerak itu menghasilkan energi yang lain, dan seterusnya seperti itu.

Apakah energi yang bergerak dari si pemuda tadi? Pertama adalah terkejut dan geli ketika kepalanya tertimpa air. Dia melihat "kesialan" dengan senyuman. Senyum itu adalah energi yang menggerakkan dia untuk menggeser pot bunga.

Ketika melihat seorang ibu kesulitan mendorong gerobak, dia merasa kasihan/iba. Kemudian dia bergegas menolong. Juga ketika melihat pengemis, nenek tua dan juga anjing yang datang kepadanya. Setiap peristiwa yang dia alami, dia sambut dengan emosi yang baik, dengan senyuman dan terkadang canda tawa. 

Emosi positif yang dia berikan, mengalir dan menggerakkan orang lain. Kepedualiannya, membuahkan rekasi-reaksi positif bagi yang lain. Anak kecil yang dulu mengemis kini bisa sekolah. Kenyataan itu juga menyentuh hati tiap orang yang melihatnya. Bahkan si pemuda itupun terharu. Juga ketika dia mendapat pelukan erat penuh rasa terimakasih dari si nenek. Rasanya jauh melebihi mendapatkan uang segepok. Meskipun yang dia berikan hanya pisang. 

Pemuda itu tentu ingin kaya. Namun kalau yang dia miliki hanyalah uang, dia adalah miskin. Karena pemuda itu bukan hanya memiliki uang, tetapi juga cinta dan kepedulian, senyuman dan pertolonga, maka dia sesungguhnya sangat kaya. Dia bisa menikmati enaknya makanan, meski hanya nasi berlauk garam dan kecap. Ada banyak orang yang dengan uangnya mampu membeli restoran, tetapi tidak bisa menikmati makanan. Dia hanya bisa membelikan nenek itu sesisir pisang, tetapi itu membawa sukacita yang mendalam dalam diri si nenek. Karena ada banyak orang yang mampu membeli perkebunan buah-buahan, tetapi tidak peduli dengan banyak orang yang miskin dan kelaparan. 

Pemuda itu peduli, pada hal-hal kecil dan sederhana yang bagi orang lain tidak penting. Dia melakukan hal-hal kecil yang digerakkan oleh energi positif yang dilupakan oleh banyak orang. Hasilnya, semua berubah. Dia sungguh telah menjadi pemuda yang kaya. Karena selain uang beberapa lembar di dompet, dia juga memiliki cinta, sahabat, dan mau berbagi.

Hong Kong 27 Agustus 2014