Skip to main content

Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember

Ada pertanyaan yang selalu hadir di saat kita merayakan Pesta Natal. Apakah Yesus sungguh lahir pada tanggal 25 Desember? Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, ijinkan saya bercerita sedikit.


Ada seorang Hajah, namanya Hajah Irene. Kalau Anda ingin tahu siapa beliau, cari saja di Youtube dan klik nama Hajah Irene. Kalau Anda malas melakukannya, baiklah saya ceritakan sedikit. Beliau mengaku, dulunya seorang pengikut agama Katolik. Bahkan mengaku, dulunya adalah seorang biarawati. Kemudian, karena sesuatu hal beliau berkesempatan membaca Al-Quran. Nah, pada waktu itulah beliau (mengatakan) mendapatkan hidayah. Kemudian berpindah menjadi seorang muslimah. Bukan sekadar muslimah biasa, tetapi suka memberi ceramah di mana-mana. 
Kebanyakan ceramahnya itu menjelekkan agama Katolik. Salah satunya menolak bahwa Yesus itu Tuhan. Beliau memiliki perbandingan mengenai hal ini. Juga soal kelahiran Yesus yang tanggal 25 Desember. Menurut beliau, tanggal 25 Desember itu kelahiran dewa matahari-nya orang romawi. Beliau juga berbicara soal pohon natal, dan mempertanyakan apakah di Palestina sana ada pohon natal atau cemara, apakah ada salju. Dan masih banyak lagi. Tentu saja ceramah yang juga di-VCD-kan itu menyebar di mana-mana. Kebanyakan juga ditelan mentah-mentah. Seperti halnya aneka kesaksian lain yang kerapkali 'bombastis' walau isinya nggak jelas.

Mari kita berpikir lebih tenang untuk mengerti.

(1) Yang harus kita terima adalah, YESUS PERNAH LAHIR. 
Jika seseorang dilahirkan, maka dia pernah dikandung. Manusia normal dikandung sekitar 40 minggu, atau 9 bulan. Demikian juga dengan Yesus, Dia dikandung Bunda Maria selama kurang lebih 40 minggu juga.
Pertanyaannya adalah, kapan Bunda Maria mulai mengandung Yesus? Mari kita simak data yang ditulis oleh Kitab Suci.

(2) Berkaitan dengan kelahiran YOHANES PEMBAPTIS
Ketika Malaikat Gabriel memberitahu Bunda Maria bahwa ia akan mengandung, Malaikat Gabriel juga mengatakan bahwa saudarinya, Elisabeth, sedang hamil pada bulan ke-6. 
Pertanyaanya juga adalah, kapan Yohanes Pembaptis mulai dikandung? Kita bisa menghitung, KEMNGKINAN BESAR, Yohanes Pembaptis mulai dikandung pada saat atau sesudah Malaikat Gabriel mendatangi Zakaria, ayah Yohanes Pembaptis. Bagaimana kita mengetahui tanggal malaikat mengunjungi Zakaria?
Pada waktu itu Zakaria sedang berada di Bait Suci sedang bertugas. Menurut Injil Lukas bab 1 ayat 5,  Zakaria adalah seorang imam dari rombongan Abia. (Menurut Kitab Nehemia, di dalam Bait suci ada 24 rombongan imam. Masing-masing rombongan melayani di Bait Allah sebanyak dua kali. Sekali melayani selama 1 minggu.)
Nah, rombongan Abia melayani di Bait Allah pada minggu ke-8 dan ke-32 dalam siklus tahunan. Nah, pertanyaannya sekali lagi, bagaimana menghitungnya? kapan kita tahu kapan mulai siklusnya?
Menurut seorang ahli, Josef Heinrich Friedlieb, mengatakan bahwa waktu pelayanan rombongan Abia melayani pada minggu kedua pada kalender Yahudi bulan Tishri. Pada waktu itu bertepatan dengan the Day of Atonement. Hari itu bisa jatuh kapan saja antara tanggal 22 September sampai 8 Oktober.
Katakanlah, Malaikat mendatangi Zakaria pada akhir bulan September, dan sesudah itu Elisabeth mengandung, maka kemungkinan besar Yohanes Pembaptis dilahirkan pada akhir bulan Juni.

(3) Tanggal YESUS DIKANDUNG
Seperti sudah saya singgung di atas, bahwa Yesus dikandung pada saat elisabet sudah 6 bulan mengandung Yohanes. Maka, waktu itu kira-kira jatuh pada akhir bulan Maret. Mengitungnya sederhana: kalau Yohanes dikandung pada akhir bulan September, maka enam bulan kemudian adalah akhir bulan Maret.
Kalau Yesus dikandung pada akhir bulan Maret, maka kemungkinan besar dilahirkan pada akhir bulan DESEMBER. Artinya, kalau kita sekarang merayaan pesta kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember, itu tidak salah, dan tidak mengada-ada.

BERBAGAI PERSOALAN
(1) Tanggal 25 Desember sebenarnya adalah pesta malam terpanjang dalam tahun, atau dikenal dengan istilahnya winter solarstice. Tetapi, seperti halnya di tradisi Cina, hari itu jatuh pada tanggal 22 Desember dan bukan tanggal 25 Desember. Pesta ini bisa dimulai pada tanggal 17 Desember sampai 23 Desember. Tetapi tidak memiliki hubungan apa-apa dengan pesta kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Maka anggapan ini tidak berdasar.

(2) Tanggal 25 Desember adalah perayaan dewa matahari pada masyarakat Romawi.
Dikatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah kelahiran dewa matahari yang tak terkalahkan. Artinya, ini adalah perayaan orang-orang kafir, mengapa bisa menjadi hari kelahiran Yesus?
Mari kita simak dengan seksama.
Tradisi merayakan kelahiran dewa matahari baru dimulai oleh Kaisar Aurelius. Dia ingin membuat sebuah peringatan yang menandai kekaisarannya. Namanya adalah Aurelius dari asal kata aurora. Yang berarti matahi terbit. Perayaan itu baru dimulai pada tahun 274, atau akhir abad ke-3.

nahhh, mari kita perhatikan beberapa surat yang ditulis oleh paus atau uskup pada tahun sebelum 274.

a). Paus Telesphorus, menjadi paus dari tahun 126-137. Beliau memulai tradisi misa tengah malam menjelang Natal.
b). Teofilus, seorang Uskup Kaisarea, berkata: "Kita harus merayakan kelahiran Tuhan kita pada hari di mana tanggal 25 Desember harus terjadi".
c). St. Hipolitus (170-240) menulis demikian : "Kedatangan pertama Tuhan kitadi dalam daging terjadi ketika Ia dilahirkan di betlehem, di tanggal 25 Desember...."

Tiga catatan singkat ini mematahkan anggapan orang bahwa perayaan Natal tgl 25 Desember adalah mengadopsi perayaan kafir, perayaan dewa matahari milik orang Romawi. Karena perayaan Natal tanggal 25 Desember sudah ada lebih dulu dibandingkan perayaan dewa matahari tersebut.

Catatan lain:
KESAKSIAN VENERABILIS ANNE CATHERINE EMMERICH (The Life of the Blessed Virgin Mary, from the vision of Ven. Anne Catherine, Emmerich; TAN Books, 2013, p. 168)
"The actual date of Christ's Birth, as I always see it, is four weeks earlier than its celebration by the Church; it must have happened on St. Catherine's feast day. I always see the Annunciation as happening at the end of February."

Bagaimana sikap kita?

KITA HARUS MENGIKUTI APA YANG DITETAPKAN OLEH GEREJA.
Ketaatan kepada Allah tercermin juga dari ketaatan kita kepada Gereja. 

Selamat merayakan Pesta Kelahiran Tuhan kita. Kiranya kita sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

salam

Comments

Popular posts from this blog

NGELUNJAK

Sahabat, tahu khan artinya NGELUNJAK? Dalam pepatah lama dikatakan, 'diberi hati minta jantung'. Sesuai dengan ungkapannya, hal ini menggambarkan orang yang tidak tahu diri, sudah diberi sesuatu namun meminta lagi hal yang lebih besar. Apa yang diberi dan apa yang diminta tidak melulu soal barang atau materi, namun bisa juga hal yang lain. 
Tidak mudah menghadapi orang-orang yang suka 'ngelunjak' ini. Kebanyakan dari kita hanya menyimpan geram sembari menahan diri dari amarah. Atau kita mengomel di belakang. Orang yang suka ngelunjak ini biasanya memang tidak tahu diri. Dia tidak bisa disindir. Maka percuma menyindir mereka, kalau toh mereka mengerti sindiran itu mereka tidak memedulikannya.
Oh iya, membicarakan orang lain itu memang mudah. Apalagi kejelekannya, wah tidak akan pernah habis. Termasuk orang-orang yang suka ngelunjak ini. Tetapi bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita termasuk orang yang suka ngelunjak atau sudah masuk kategori orang-orang yang sudah …

Pembangkitan LAZARUS : drama tiga babak

Sahabat, bacaan Injil pada hari Minggu Pra Paskah V ini kembali menampilkan sebuah drama. Drama ini sangat penting maknanya untuk memahami kebangkitan Yesus yang akan kita rayakan pada hari Paskah. baiklah, agar "drama" ini sungguh bisa diikuti, mari kita simak mulai dari awal. STARINGYesus Jelas bahwa Yesus adalah tokoh utama dalam seluruh kisah keselamatan. Memahami Kitab Suci dengan mengesampingkan Yesus adalah omong kosong. Yesuslah pemeran utama seluruh rencana keselamatan Allah. Pada kisah drama pembangkitan Lazarus ini, ketokohan Yesus mencapai saat-saat yang kritis. Artinya, konflik-konflik yang terbangun antara diri-Nya dan orang-orang yang membenci-Nya sudah semakin meruncing. Beberapa kali Dia hendak dilempari batu. Berbeda dengan banyak kisah yang lain, pada bagian ini Yesus nampak mengeksresikan emosinya. Dia terharu dan bahkan menangis. Juga nyata sekali relasi kedekatan antara Yesus dan keluarga di Bethania tersebut. Lazarus Di dalam drama kali ini, yang judul…

Lodeh

Benar kata para ahli kuliner, bahwa suasana sangat memengaruhi kenikmatan sebuah menu makanan. Jenis dan macamnya bisa sangat sederhana, tetapi tatkala disantap pada saat yang tepat, suasana yang memikat, rasanya tak akan pernah meninggalkan ilat.

Seperti malam itu, jangan bayangkan makan di sebuah warung apalagi resto, ini adalah makan di refter ‘padang gurun’ Ngadireso, pas saya berpadang gurun. Minggu sore setelah ibadat sore dan adorasi, meski sendirian saya melakukan adorasi mengikuti gaya adorasi dari Puji Syukur. Sekitar jam setengah tujuh saya selesai. Lokasi kapel bersebelahan dengan refter, maka saya langsung menuju refter. Di atas meja sudah tersaji satu nampan yang tertutup taplak dengan rapi. Spontan saya buka dan melihat isinya, ouw, lodeh Labu Jepang, dan telur dadar, hanya itu! Tambah nasi putih ding!
Mau langsung makan rasanya kok belum afdol. Baru jam setengah tujuh, maka aku kembali ke bilik. Di sana saya melanjutkan aktivitas membaca renungan/catatan Beata Elisabet …