Skip to main content

Preparing for Christmas, day two!



PREPARE HIM ROOM

Preparing for ChristmasDaily Meditation with St. Therese of Lisieux




Monday 1st week of Advent

Bacaan :

Yesaya 4:2-6
Mateus 8:5-11

Refleksi:

MELAYAKKAN TEMPAT

Sampai kapankah kita akan berkata, “Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya….”
Sampai kapankah kita tidak memantaskan diri?
Jika hari ini kita berseru, “Tuhan saya tidak pantas…”
Sampai kapan? Kapan pantasnya?
Ataukah kita tak pernah sadar mengucapkannya? Karena hanya mengulang kata yang telah hafal, yang seolah lepas begitu saja tanpa kendali.
“Tuhan saya tidak pantas…”

Terdengar manis!
Terasa rendah hati.
Benarkah demikian?
Lantas sampai kapan?
Jika hari ini Tuhan mau datang, menginap, akankah kau menolak-Nya? Akankah kau berkata, “maafkan Tuhanku, rumahku berantakan, tak ada tempat yang pantas buat-Mu!”

Jika hari ini kita sadar bahwa belum ada tempat yang layak, mari kita mulai berbenah.
Jika hari ini kita sadar bahwa masih banyak yang belum rapi tertata, mari kita perbaiki.
Jika hari ini, DIA datang mengetuk pintu hatimu, mari kita persilahkan masuk.
……
Sayup terdengar suara Gus Mus mengingatkan:
“Kalau kau sibuk berkhutbah saja, kapan kau menyadari kebijakan khutbah….
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja, kapan kau mengamalkannya….”
……
Hmmm...
Sudahlah!
Mari berhenti berkeluh kesah.
Mari mulailah melayakkan tempat bagi-NYA.

Kutipan dari Santa Theresia Lisieux:

Meskipun hari yang paling panaspun akan berakhir dengan datangnya senja dan malam, dan bahkan hari kita akan berakhir selamanya, namun kecerahan kekal akan datang. Saat persatuan kekal dengan Allah di surga di mana tidak ada lagi matahari akan terbenam dan menjadi malam.
(Manuskrip  A, 35)

Doa:

Allah yang kekal, kiranya Engkau mengaruniakan kekuatan agar mampu berbenah melayakkan tempat bagi Putera-Mu terkasih.

Aksi:

Hari ini menyediakan waktu untuk pemeriksaan batin. Secara khusus memeriksa segala sengkarut batin dan merencanakan untuk membawa ke dalam pengakuan dosa. Menjadwalkan pengakuan dosa, misalnya pada hari Minggu ini, atau secepatnya yang mungkin bisa.

MoRis HK
28 November 2016

Comments

Popular posts from this blog

NGELUNJAK

Sahabat, tahu khan artinya NGELUNJAK? Dalam pepatah lama dikatakan, 'diberi hati minta jantung'. Sesuai dengan ungkapannya, hal ini menggambarkan orang yang tidak tahu diri, sudah diberi sesuatu namun meminta lagi hal yang lebih besar. Apa yang diberi dan apa yang diminta tidak melulu soal barang atau materi, namun bisa juga hal yang lain. 
Tidak mudah menghadapi orang-orang yang suka 'ngelunjak' ini. Kebanyakan dari kita hanya menyimpan geram sembari menahan diri dari amarah. Atau kita mengomel di belakang. Orang yang suka ngelunjak ini biasanya memang tidak tahu diri. Dia tidak bisa disindir. Maka percuma menyindir mereka, kalau toh mereka mengerti sindiran itu mereka tidak memedulikannya.
Oh iya, membicarakan orang lain itu memang mudah. Apalagi kejelekannya, wah tidak akan pernah habis. Termasuk orang-orang yang suka ngelunjak ini. Tetapi bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita termasuk orang yang suka ngelunjak atau sudah masuk kategori orang-orang yang sudah …

Pembangkitan LAZARUS : drama tiga babak

Sahabat, bacaan Injil pada hari Minggu Pra Paskah V ini kembali menampilkan sebuah drama. Drama ini sangat penting maknanya untuk memahami kebangkitan Yesus yang akan kita rayakan pada hari Paskah. baiklah, agar "drama" ini sungguh bisa diikuti, mari kita simak mulai dari awal. STARINGYesus Jelas bahwa Yesus adalah tokoh utama dalam seluruh kisah keselamatan. Memahami Kitab Suci dengan mengesampingkan Yesus adalah omong kosong. Yesuslah pemeran utama seluruh rencana keselamatan Allah. Pada kisah drama pembangkitan Lazarus ini, ketokohan Yesus mencapai saat-saat yang kritis. Artinya, konflik-konflik yang terbangun antara diri-Nya dan orang-orang yang membenci-Nya sudah semakin meruncing. Beberapa kali Dia hendak dilempari batu. Berbeda dengan banyak kisah yang lain, pada bagian ini Yesus nampak mengeksresikan emosinya. Dia terharu dan bahkan menangis. Juga nyata sekali relasi kedekatan antara Yesus dan keluarga di Bethania tersebut. Lazarus Di dalam drama kali ini, yang judul…

Lodeh

Benar kata para ahli kuliner, bahwa suasana sangat memengaruhi kenikmatan sebuah menu makanan. Jenis dan macamnya bisa sangat sederhana, tetapi tatkala disantap pada saat yang tepat, suasana yang memikat, rasanya tak akan pernah meninggalkan ilat.

Seperti malam itu, jangan bayangkan makan di sebuah warung apalagi resto, ini adalah makan di refter ‘padang gurun’ Ngadireso, pas saya berpadang gurun. Minggu sore setelah ibadat sore dan adorasi, meski sendirian saya melakukan adorasi mengikuti gaya adorasi dari Puji Syukur. Sekitar jam setengah tujuh saya selesai. Lokasi kapel bersebelahan dengan refter, maka saya langsung menuju refter. Di atas meja sudah tersaji satu nampan yang tertutup taplak dengan rapi. Spontan saya buka dan melihat isinya, ouw, lodeh Labu Jepang, dan telur dadar, hanya itu! Tambah nasi putih ding!
Mau langsung makan rasanya kok belum afdol. Baru jam setengah tujuh, maka aku kembali ke bilik. Di sana saya melanjutkan aktivitas membaca renungan/catatan Beata Elisabet …