Skip to main content

Beato Titus Brandsma

(Seri Orang Kudus)

Beato Titus Brandsma adalah seoarang Karmelit yang menjadi martir pada masa perang dunia kedua. Itu terjadi karena dia berani menentang ideologi fasis Hitler - Jerman dan terus menyuarakan kabar gembira kasih Allah kepada semua orang. Meninggal di kamp konsentrasi di Dacau pada tahun 1942, kemungkinan besar pada tanggal 27 Juli. Dia digelari Beato pada 3 November tahun 1985 oleh Paus Yohanes Paulus II.

Titus Brandsma adalah juga seorang dosen dan jurnalis. Bahkan kemudian dia diangkat sebagai ketua jurnalis Katolik di Belanda. Tugas utamanya adalah menyuarakan kebenaran dan terus melawan propaganda Jerman. Akibat tindakannya ini, dia ditangkap dan dimasukkan kamp konsentrasi hingga akhirnya wafat sebagai martir.

Titus lahir di Belanda pada 23 Februari 1881. Untuk mengenang hari kelahirannya, ada yang membuat doa novena. Biasanya mulai tanggal 15 Februari sampai tanggal 23 Februari untuk menghormati dia. Lebih dari itu, novena itu bisa dipakai sebagai permohonan kepada Tuhan melalui perantaraan Beato Titus Brandsma.

Doa kepada melalui perantaraan Titus Brandsma ini sangat baik didoakan oleh mereka yang mengalami tindak ketidak adilan. Mereka yang tertindas hak-haknya, mereka yang memperjuangkan keadilan sosial dan kebenaran.

Berikut ini doa yang biasa dipanjatkan:

Allah yang mahakasih,
Hamba-Mu Beato Titus Brandsma telah bekerja giat di kebun anggur-Mu.
Dia tak hentinya memperjuangkan kebenaran, bahkan memberikan seluruh hidupnya karena imannya kepada-Mu.
Melalui doa-doanya, kami memohon belas kasih dan bantuan-Mu.
Bapa di surga, Titus Brandsma tidak pernah menolak 
Ketika diminta tolong oleh umat-Mu
Di dalam namanya, kami datang kepada-Mu dengan intensi :

(Sebutkan permohonan)

Ya Tuhan, bantulah kami untuk meneladan iman yang besar, dalam menghadapi segala kesulitan dan ketidak adilan yang dimiliki oleh Titus brandsma. Semoga kami juga memiliki cinta yang murah hati serta semangat yang menyala-nyala untuk terus  memperjuangkan keadilan dalam masyarakat kami.
Kiranya Engkau senantiasa dimuliakan, kini dan sepanjang masa.

Maria Bunda Karmel, doakanlah kami.
Beato Titus Brandsma, Karmelit dan martir, doakanlah kami.

1 X Doa Tobat
1 X Bapa Kami
3 X Salam Maria
1 X Kemuliaan


Comments

Popular posts from this blog

NGELUNJAK

Sahabat, tahu khan artinya NGELUNJAK? Dalam pepatah lama dikatakan, 'diberi hati minta jantung'. Sesuai dengan ungkapannya, hal ini menggambarkan orang yang tidak tahu diri, sudah diberi sesuatu namun meminta lagi hal yang lebih besar. Apa yang diberi dan apa yang diminta tidak melulu soal barang atau materi, namun bisa juga hal yang lain. 
Tidak mudah menghadapi orang-orang yang suka 'ngelunjak' ini. Kebanyakan dari kita hanya menyimpan geram sembari menahan diri dari amarah. Atau kita mengomel di belakang. Orang yang suka ngelunjak ini biasanya memang tidak tahu diri. Dia tidak bisa disindir. Maka percuma menyindir mereka, kalau toh mereka mengerti sindiran itu mereka tidak memedulikannya.
Oh iya, membicarakan orang lain itu memang mudah. Apalagi kejelekannya, wah tidak akan pernah habis. Termasuk orang-orang yang suka ngelunjak ini. Tetapi bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita termasuk orang yang suka ngelunjak atau sudah masuk kategori orang-orang yang sudah …

Pembangkitan LAZARUS : drama tiga babak

Sahabat, bacaan Injil pada hari Minggu Pra Paskah V ini kembali menampilkan sebuah drama. Drama ini sangat penting maknanya untuk memahami kebangkitan Yesus yang akan kita rayakan pada hari Paskah. baiklah, agar "drama" ini sungguh bisa diikuti, mari kita simak mulai dari awal. STARINGYesus Jelas bahwa Yesus adalah tokoh utama dalam seluruh kisah keselamatan. Memahami Kitab Suci dengan mengesampingkan Yesus adalah omong kosong. Yesuslah pemeran utama seluruh rencana keselamatan Allah. Pada kisah drama pembangkitan Lazarus ini, ketokohan Yesus mencapai saat-saat yang kritis. Artinya, konflik-konflik yang terbangun antara diri-Nya dan orang-orang yang membenci-Nya sudah semakin meruncing. Beberapa kali Dia hendak dilempari batu. Berbeda dengan banyak kisah yang lain, pada bagian ini Yesus nampak mengeksresikan emosinya. Dia terharu dan bahkan menangis. Juga nyata sekali relasi kedekatan antara Yesus dan keluarga di Bethania tersebut. Lazarus Di dalam drama kali ini, yang judul…

Lodeh

Benar kata para ahli kuliner, bahwa suasana sangat memengaruhi kenikmatan sebuah menu makanan. Jenis dan macamnya bisa sangat sederhana, tetapi tatkala disantap pada saat yang tepat, suasana yang memikat, rasanya tak akan pernah meninggalkan ilat.

Seperti malam itu, jangan bayangkan makan di sebuah warung apalagi resto, ini adalah makan di refter ‘padang gurun’ Ngadireso, pas saya berpadang gurun. Minggu sore setelah ibadat sore dan adorasi, meski sendirian saya melakukan adorasi mengikuti gaya adorasi dari Puji Syukur. Sekitar jam setengah tujuh saya selesai. Lokasi kapel bersebelahan dengan refter, maka saya langsung menuju refter. Di atas meja sudah tersaji satu nampan yang tertutup taplak dengan rapi. Spontan saya buka dan melihat isinya, ouw, lodeh Labu Jepang, dan telur dadar, hanya itu! Tambah nasi putih ding!
Mau langsung makan rasanya kok belum afdol. Baru jam setengah tujuh, maka aku kembali ke bilik. Di sana saya melanjutkan aktivitas membaca renungan/catatan Beata Elisabet …